Layanan Commuter Line Supas Rute Probolinggo–Surabaya dengan Tarif Rp8.000 Menjadi Pilihan Utama Masyarakat

PROBOLINGGO – KAI Commuter resmi mengoperasikan layanan Commuter Line Supas (Surabaya Kota–Pasuruan) dengan perpanjangan rute hingga Stasiun Probolinggo. Layanan ini menggunakan tarif flat sebesar Rp8.000 untuk sekali perjalanan.

Kereta ini melayani penumpang dengan rute melintasi Stasiun Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, hingga Surabaya Kota. Kehadiran rute ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik antarwilayah di Jawa Timur.

Pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. Penumpang juga dapat membeli tiket di loket stasiun mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan selama persediaan masih ada.

Fasilitas yang tersedia dalam rangkaian kereta mencakup gerbong dengan pendingin ruangan (AC) dan penataan kursi ekonomi. Jadwal keberangkatan telah diatur secara tetap untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat pada pagi dan sore hari.

Tarif rendah Rp8.000 ini terlaksana melalui skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar layanan transportasi berbasis rel tetap terjangkau bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin antar-kota.

Kajian Ramadan: Fiqih Wanita bagi Dewan Guru MI Kahasri

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan khususnya terkait hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kahasri berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan bertajuk “Fiqih Wanita” pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula MI Kahasri.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Dewan Guru MI Kahasri. Kajian tersebut menghadirkan Ust. Khoirul Anam sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai penjelasan mendalam mengenai fiqih wanita, terutama yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari seperti thaharah, haid, nifas, istihadhah, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah seperti shalat dan puasa.

Ketua IASS sekaligus MUI Kecamatan Mayangan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang fiqih wanita, sehingga para guru memiliki landasan keilmuan yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada para peserta didik secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kami akan memperluas kerjasama dan kolaborasi dengan banyak pihak agar pemahaman tentang fiqh pada umumnya bisa dipahami oleh banyak orang”, ujar Asnafun.

Sementara itu dalam dalam pemaparannya, Ust. Khoirul Anam selalu pemateri menekankan pentingnya pemahaman fiqih wanita karena persoalan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslimah yang seringkali menimbulkan berbagai pertanyaan dalam praktik sehari-hari.
“Kajian ini menjadi momentum penting untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kualitas spiritualitas selama bulan suci Ramada”, terang Khoirul.

Suasana kajian berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan fiqih yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan para guru, khususnya dalam bidang keagamaan, sehingga dapat menjadi teladan serta sumber rujukan yang baik bagi para siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar. (hd)

Sinergi Organisasi Sosial dan Dunia Usaha, 2.500 Paket Sembako Disalurkan untuk TNI–Polri di Jawa Timur

Surabaya – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur bersama sejumlah organisasi dan penyalur bantuan sosial Ramadhan berupa 2.500 paket sembako kepada institusi TNI dan Polri di Jawa Timur, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara DPP APINDO Jawa Timur, Yayasan Bhakti Persatuan, PERPIT, dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) sebagai wujud sinergi dunia usaha dan organisasi sosial dalam mendukung aparat negara.

Penyaluran bantuan dimulai pukul 09.00 WIB di Markas Polda Jawa Timur dengan penyerahan 1.500 paket sembako yang diterima langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Nanang Avianto, M.Si. Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan di Markas Kodam V/Brawijaya dengan penyerahan 1.000 paket sembako kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, antara lain Alim Markus (Ketua Dewan Pertimbangan APINDO sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Persatuan), Eddy Widjanarko (Ketua APINDO Jawa Timur), Hermawan Santoso (Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan), Hidayat Alim (Ketua Umum PERPIT Jatim), serta H. Nurawi (Ketua Umum PMTS). Turut hadir pula para pengurus organisasi dan donatur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bakti sosial Ramadan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan antara dunia usaha, organisasi masyarakat, serta institusi TNI–Polri di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung lancar dan khidmat, dengan harapan kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat kepedulian sosial dan keharmonisan antarlembaga.

Kuliner Ngabuburit Khas Paiton Dari Manisnya Lopis hingga Aroma Khas Ikan Asap

ProbolinggoBulan suci Ramadhan di wilayah Paiton tidak hanya dipenuhi dengan aktivitas religi. Kawasan ini juga menjadi pusat pesta kuliner rakyat yang memanjakan lidah. Setiap sore, jalur Pantura berubah menjadi etalase makanan tradisional yang kaya rasa. Warga dapat menemukan berbagai kudapan manis hingga menu pesisir yang menggoda selera

Salah satu kuliner yang selalu dinanti adalah Lopis dan Petulo. Makanan berbahan dasar beras ketan dan tepung beras ini menjadi buruan utama warga. Selanjutnya aroma bakaran khas mulai menyeruak di sekitar lapak jajanan. Ikan Asap khas Paiton yang menjadi ciri khas kuat daerah ini. Berbeda dengan takjil biasa, ikan asap dari jenis pari atau tongkol merupakan menu favorit untuk lauk utama.

Apa Itu Petulo?

Petulo adalah penganan tradisional yang terbuat dari bahan dasar tepung beras. Bentuknya sangat khas, yaitu menyerupai gulungan mi atau kerupuk mi yang dikukus dengan tampilan warna-warni yang menarik. Dari segi tekstur, petulo memiliki ciri yang kenyal namun tetap lembut di mulut. Biasanya, hidangan ini disajikan dengan siraman kuah santan untuk memberikan sensasi rasa gurih yang autentik.

Apa Itu Lopis?

Lopis merupakan kudapan tradisional yang berbahan dasar beras ketan. Berbeda dengan petulo, lopis memiliki tekstur yang lebih padat namun tetap legit saat dikunyah. Ciri khas utama dalam penyajiannya adalah siraman gula merah cair yang kental di atasnya. Perpaduan antara rasa tawar-gurih dari ketan dan manisnya gula merah menjadikan lopis sebagai pasangan sempurna bagi petulo dalam satu piring takjil.

Ikan Asap?

Ikan Asap adalah kuliner khas pesisir Paiton yang berfungsi sebagai lauk utama, bukan sekadar camilan. Hidangan ini biasanya menggunakan jenis ikan pari atau ikan tongkol yang diproses melalui pengasapan tradisional. Proses tersebut menghasilkan aroma smoky (asap) yang sangat kuat dan khas. Untuk menikmatinya, ikan asap ini sangat cocok dipadukan dengan nasi hangat dan sambal terasi pedas khas nelayan setempat

Keberagaman kuliner di Paiton mencerminkan budaya masyarakat yang dinamis. Jadi, berburu takjil tidak sekadar untuk mengenyangkan perut saja. Kegiatan ngabuburit ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi UMKM. Hingga azan Maghrib tiba, deretan lapak tetap setia menyajikan cita rasa autentik khas Probolinggo Timur.

Ragam Kuliner Khas Betawi yang Jadi Favorit Saat Buka Puasa

Oleh: Luthfiana (Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Prodi S1 Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya)

Jakarta – Kuliner khas Betawi merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Jakarta yang masih bertahan hingga kini. Beragam makanan dan minuman tradisional kerap hadir sebagai pilihan menu berbuka puasa saat Ramadhan.

Berbagai hidangan khas Betawi dikenal memiliki karakter rasa yang kuat dan beragam. Mulai dari minuman manis yang menyegarkan hingga makanan gurih yang dimasak dengan cara tradisional, semuanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang terus dipertahankan.

Es selendang mayang menjadi salah satu minuman khas Betawi yang banyak dicari. Minuman berbahan tepung beras ini disajikan dengan kuah santan dan gula merah yang manis. Untuk menu gurih, kerak telor tetap jadi andalan dengan bahan beras ketan dan telur yang dimasak menggunakan arang.

Selain itu, kue rangi dan kue cucur juga kerap dipilih sebagai camilan manis. Ada pula asinan Betawi dengan perpaduan rasa asam, manis, dan pedas yang cocok dimakan saat berbuka puasa.

Keberadaan aneka hidangan tradisional ini menunjukkan bahwa kuliner Betawi masih memiliki daya tarik dan terus diminati saat Ramadhan.