RS Rizani Teken MoU dengan FIKIA UNAIR Banyuwangi, Perkuat Riset dan Layanan Medis

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Rizani resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis serta memperkuat pendidikan dan riset kesehatan.

Penandatanganan MoU juga menjadi komitmen bersama dalam pengembangan kompetensi tenaga medis. Pihak RS Rizani berharap kemitraan ini membuka ruang kolaborasi ilmiah dan riset yang berkelanjutan, sekaligus mendorong inovasi layanan medis yang berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, FIKIA UNAIR menyambut kerja sama ini sebagai wadah integrasi antara teori akademik dan praktik klinis. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lewat program edukasi berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan yang sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan di lapangan.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, RS Rizani dan UNAIR Banyuwangi menargetkan lahirnya program-program yang mendukung penguatan riset dan layanan medis, termasuk kegiatan akademik, pelatihan, serta pengembangan inovasi dalam bidang kesehatan. (fj)

Tembus Kegelapan, Prajurit Hiu Petarung Yonif 3 Marinir Uji Ketepatan Menembak Malam

Surabaya, Berdampak.net – Deru mesin senjata dan kesunyian malam menyatu di Lapangan Tembak F.X. Supramono, Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya. Pada Kamis (04/06/2026) petang, ketenangan malam pecah saat prajurit petarung Batalyon Infanteri 3 Marinir—yang dikenal dengan julukan “Hiu Petarung”—menggelar latihan intensif menembak malam, uji akurasi sniper, serta pengoperasian Senjata Mesin Sedang (SMS).

Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan agenda strategis untuk memelihara sekaligus mendongkrak profesionalisme serta efektivitas daya gempur satuan. Di bawah temaramnya cahaya malam, para prajurit dituntut untuk tetap tenang, fokus, dan mematikan.

Secara khusus, latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan operasional para personel pengawak senjata bantuan (Senban) regu dan para penembak runduk (sniper). Mereka ditempa untuk mampu menghancurkan sasaran secara cepat, tepat, dan senyap, sekaligus membuktikan ketepatan bidikan dalam kondisi pencahayaan yang sangat minim. Bagi seorang Hiu Petarung, kegelapan bukanlah hambatan, melainkan keuntungan taktis untuk melumpuhkan musuh.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kemampuan tempur ini merupakan implementasi nyata dari program kerja Satuan.

“Latihan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh prajurit tetap memiliki kesiapsiagaan tinggi (combat readiness). Kita harus selalu siap menghadapi segala dinamika penugasan dan tantangan di masa depan, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” ujar Letkol Marinir Iskandar Muda tegas.

Dengan tuntasnya latihan ini, prajurit Yonif 3 Marinir kembali membuktikan bahwa kesiapan tempur dan profesionalisme adalah harga mati yang terus diasah, demi menjaga kedaulatan dan kesiapan menghadapi medan tugas yang kian kompleks. (fj)

Aksi Nyata Pelajar Tengger, SDN Sapikerep 1 Bersihkan Bromo Pasca Kasada

Probolinggo, Berdampak.net – Puluhan siswa SD Negeri Sapikerep 1 Sukapura bersama guru dan pendamping melaksanakan kegiatan “Karya Aksi Nyata: Clean Up Pasca Yadnya Kasada” di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan setelah pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada.

Dengan penuh semangat, para siswa bergotong royong memungut sampah yang masih tersisa di area wisata Bromo. Sampah yang berhasil dikumpulkan didominasi plastik, kemasan makanan, dan berbagai jenis sampah lainnya yang berpotensi mencemari kawasan konservasi tersebut.

Aksi ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa untuk menanamkan nilai tanggung jawab, cinta lingkungan, serta kepedulian terhadap destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Tengger. Kegiatan bersih-bersih pasca Yadnya Kasada juga sejalan dengan berbagai gerakan pelestarian lingkungan yang rutin dilakukan oleh masyarakat, relawan, dan pengelola kawasan Bromo setelah perayaan adat tersebut.

Kepala sekolah dan para pendamping berharap kegiatan ini mampu menginspirasi masyarakat dan wisatawan agar lebih sadar dalam menjaga kebersihan kawasan Gunung Bromo. Melalui aksi sederhana namun nyata ini, para siswa menunjukkan bahwa menjaga alam dapat dimulai sejak usia dini. (fj)

Tantangan Pendidikan, Link and Match Industri, dan Green Jobs Jadi Fokus Kopi Soride IKA UM Probolinggo Raya

Probolinggo, Berdampak.net – Tantangan pendidikan menengah dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, penguatan link and match dengan dunia industri, hingga peluang green jobs sebagai profesi masa depan menjadi sorotan dalam kegiatan yang digelar di Toga Mas Probolinggo, Sabtu (31/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Doni Tri Prasetio, S.Pd., M.Pd, yang merupakan alumni fakultas Teknik UM yang juga sebagai sebagai instruktur di kemendikdasmen memaparkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan, khususnya dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan kompetensi lulusan.

Menurutnya, persoalan utama bukan lagi sekadar jumlah lulusan yang tersedia, melainkan kesesuaian keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menyebut masih terjadi paradoks rekrutmen, di mana perusahaan membutuhkan tenaga kerja, tetapi banyak lulusan belum memenuhi kompetensi yang dibutuhkan.

Dalam materi yang disampaikan, tingkat pengangguran lulusan SMK pada 2025 tercatat mencapai 8,63 persen. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja. Doni menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab kondisi tersebut, yakni kesenjangan kompetensi antara teori dan praktik, rendahnya penguasaan soft skills dan komunikasi profesional, serta cepatnya perubahan kebutuhan industri yang tidak selalu diikuti pembaruan sistem pendidikan.

Selain isu ketenagakerjaan, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, dan akses pembelajaran yang merata.

Doni juga mengulas pentingnya transformasi konsep link and match antara sekolah dan industri. Ia menilai pola kolaborasi lama sudah tidak lagi cukup menghadapi perubahan industri yang berlangsung sangat cepat.
Sebagai solusi, ia memperkenalkan konsep Link and Match 8+i yang menitikberatkan pada sinkronisasi kurikulum, magang industri, sertifikasi kompetensi bersama, hingga penguatan berbagai aspek yang mendukung kesiapan kerja lulusan.
Menurutnya, kurikulum tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, melainkan harus menjadi ruang pembelajaran yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Untuk mengurangi kesenjangan keterampilan, Doni juga mendorong penguatan kompetensi bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pemrograman, serta pengalaman belajar berbasis proyek dan penyelesaian masalah nyata. Selain itu, sertifikasi kompetensi dan portofolio proyek dinilai penting sebagai bukti kemampuan yang dapat diakui industri.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah peluang green jobs atau pekerjaan hijau. Dalam paparannya, green jobs dijelaskan sebagai pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian dan pemulihan lingkungan, mulai dari sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga ekonomi sirkular.

Ia menyebut kebutuhan tenaga kerja hijau diproyeksikan mencapai sekitar 1,8 juta orang hingga tahun 2030, seiring meningkatnya komitmen menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan. Untuk menyiapkan talenta hijau, dunia pendidikan didorong mengintegrasikan green skills ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), penguatan kompetensi teknis, serta kolaborasi lintas sektor.

Menurut Doni, keberhasilan pengembangan talenta hijau membutuhkan sinergi model triple helix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan industri secara berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan daerah, Universitas Negeri Malang juga dinilai memiliki peran strategis melalui program pengabdian masyarakat, kerja sama dengan pemerintah daerah, serta penguatan jejaring alumni.Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi santai , ramah tamah sambil mengenal cerita jaman mahasiswa dan refleksi program berdampak kedepannya dari IKA UM Probolinggo Raya. (fj)

Tani Merdeka Ciamis Terima Bantuan Hewan Kurban, KH Aos Abdul Azis Sampaikan Terima Kasih

Ciamis, Berdampak.net – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Aos Abdul Azis, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan pengurus pusat DPP Tani Merdeka Indonesia pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Ucapan tersebut disampaikan KH Aos melalui video singkat yang diunggah di media sosial. Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis melalui bantuan hewan kurban tersebut.

“Atas nama DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada DPD Kabupaten Ciamis. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat,” ujar KH Aos Abdul Azis.

Dalam pernyataannya, KH Aos juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Sudaryono, serta Presiden RI, , atas perhatian terhadap masyarakat dan kelompok tani di daerah.

Ia berharap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat terus membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Kami juga berharap Presiden Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa ini,” katanya.

Selain menjabat sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Aos Abdul Azis juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darul Mutaalimin Imbanagara Raya Ciamis. Sebagai tokoh agama, ia menilai momentum Iduladha bukan sekadar pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ibadah kurban mengandung nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial yang harus terus dijaga oleh umat Islam. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha.

KH Aos mengatakan bantuan hewan kurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat Islam. Ia berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama kalangan kurang mampu.

Momentum Iduladha, lanjutnya, harus menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk terus memperkuat akidah, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (fj)

Disnaker Kabupaten Probolinggo dan DPK APINDO ajak Perwakilan Perusahaan Kunjungi PT Smelting Gresik: Fokus 5S untuk Produktivitas

Gresik, Berdampak.net – Dinas Tenaga Kerja dan DPK APINDO melakukan kunjungan benchmark ke PT Smelting Gresik untuk mempelajari penerapan 5S sebagai upaya peningkatan produktivitas. Kunjungan ke PT Smelting yang berlokasi di Desa Roomo, Kecamatan Manyar yang perusakan Perusahaan pengolahan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia yang mulai beroperasi pada 1996. Pabrik ini mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan terus mengalami peningkatan kapasitas melalui ekspansi hilirisasi. Smelting menjadi tujuan karena sudah meraih peringkat emas dalam penerapan budaya kerja 5S.

Dalam peninjauan, peserta membahas implementasi lima prinsip 5S : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke terutama bagaimana standar 5S dijalankan secara konsisten di area kerja, termasuk kebijakan, pengaturan organisasi 5S, standarisasi, serta implementasi dan evaluasi pelaksanaan baik harian , bulanan dan tahunannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Saniwar, S.Sos., M.Si mengharapkan, praktik terbaik 5S dari Smelting Gresik dapat menjadi referensi perusahaan anggota APINDO dalam membangun lingkungan kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada produktivitas dan bisa menjadi wakil Probolinggo di kejuaraan provinsi dan nasional.

Zubaidi perwakilan anggota K3, lindung lingkungan dan produktivitas menyampaikan apresiasi kolaborasi DPK Apindo dan Dinas Tenaga kerja dalam mendampingi perwakilan Perusahaan yang terlibat sebagai salah satu bagian pembinaan dalam bidang produktivitas dan selaras dengan program Apindo provinsi Jawa Timur.

Rochman Hidayat mewakili Apindo Probolinggo juga berharap dengan agenda seperti ini merupakan peningkatan kapasitas perusahaan perusahaan termasuk disnaker sehingga lebih siap dalam mempersiapkan apabila ada kesempatan untuk berkompetisi dalam bidang 5S kedepan. (fj)