Prajurit Petarung Muda Korps Marinir Resmi Masuk Brigif 2 Marinir, Siap Tempaan Menjadi Prajurit Petarung Profesional

Sidoarjo, Berdampak.net – Dispen Kormar, TNI AL (Sidoarjo). Brigade Infanteri 2 Marinir kembali menambah kekuatan personilnya dengan menerima prajurit petarung muda Korps Marinir mantan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLV Gelombang Tiga TA 2025. Upacara penerimaan dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla., di Lapangan Rencong Sakti, Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (05/08/2026).

Momen tersebut menjadi awal pengabdian para prajurit muda untuk mengemban tugas sebagai bagian dari Satuan petarung Korps Marinir yang memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi dan penugasan.

Dalam amanatnya, Komandan Brigif 2 Marinir menyampaikan bahwa upacara penerimaan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas bergabungnya prajurit petarung muda Korps Marinir ke jajaran Brigif 2 Marinir. Ia menegaskan bahwa para prajurit muda kini telah berada di “Sarangnya Petarung” Korps Marinir, Satuan yang telah membuktikan dedikasi melalui berbagai penugasan tempur, baik di dalam maupun luar negeri, serta menorehkan beragam prestasi di tingkat Pasmar 2, Korps Marinir hingga TNI Angkatan Laut yang mengharumkan nama bangsa dan negara. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk meneruskan tradisi juang, loyalitas, dan profesionalisme yang telah diwariskan oleh para seniornya.

“Prajurit Korps Marinir adalah prajurit yang mempunyai disiplin tinggi dalam perilaku sehari-hari, sekaligus prajurit lapangan yang dibesarkan di kancah perjuangan. Karena itu, setiap prajurit Korps Marinir dituntut untuk selalu siap berjuang demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla,.

Mengakhiri amanatnya, Komandan Brigif 2 Marinir memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman bagi para Tamtama Remaja dalam memulai kehidupan di satuan. Ia mengingatkan agar seluruh prajurit segera beradaptasi dengan lingkungan baru, terus belajar, tidak ragu bertanya kepada senior, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta senantiasa berbuat yang terbaik dan mengukir prestasi demi kejayaan Korps Marinir. Dengan semangat juang, disiplin, dan dedikasi tinggi, prajurit petarung muda Korps Marinir tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi prajurit Korps Marinir yang tangguh, profesional, serta siap menghadapi setiap tugas yang diamanahkan demi kepentingan bangsa dan negara.

Gugah Kesadaran Masyarakat, Pena Hijau dan Greeneration Gelar Aksi Bersih Sungai di Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (Pena Hijau) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi clean up river (bersih-bersih sungai). Pada kegiatan yang berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8/2026), Pena Hijau menggandeng komunitas Greeneration untuk berkolaborasi langsung di lapangan.

Koordinator Pena Hijau, Taufiqur Rohim, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin yang konsisten mereka jalankan setiap minggunya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sumber daya air.

“Ini merupakan kegiatan rutin kami selama satu pekan sekali dalam melakukan clean up sungai. Kali ini sungai yang kita pilih untuk dibersihkan berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo,” ujar Taufiq di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi kali ini, keikutsertaan komunitas Greeneration memberikan energi tambahan bagi gerakan sosial tersebut. Taufiq pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda yang tergabung dalam komunitas tersebut atas partisipasi aktif mereka.

“Pada clean up river ini kami juga ditemani oleh kawan-kawan dari komunitas yang sangat luar biasa yakni Greeneration, komunitas yang juga beranggotakan para pemuda yang turut andil dalam kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan. Terima kasih kami sampaikan kepada kawan-kawan Greeneration,” tambahnya.

Tidak sekadar mengangkut sampah, para relawan juga menerapkan sistem pemilahan sejak dari area sungai. Sampah yang dikumpulkan dipisahkan ke dalam kantong plastik besar (trash bag) berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik.

Pendekatan ini dilakukan agar sampah yang terkumpul tidak sekadar menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dapat diolah kembali menjadi produk yang lebih berdaya guna.

“Saat melakukan clean up, kita juga pilah sampah organik dan anorganik dan kita bungkus dalam trash bag. Harapannya nanti dari sampah-sampah tersebut ke depan kita bisa olah lagi menjadi bahan yang lebih bermanfaat,” terangnya.

Melalui gerakan yang konsisten ini, Pena Hijau berharap aksi nyata para pemuda dapat menjadi pemantik kesadaran bagi warga sekitar agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah maupun sampah rumah tangga.

“Semoga melalui kegiatan kami ini, salah satunya bisa menggugah hati masyarakat untuk turut menjaga sungai-sungai kita dari sampah, karena sungai bukan tempat sampah,” tegasnya. (rd)

Berdampak pada Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat, Pemkab Probolinggo Raih 4 Penghargaan

Probolinggo, Berdampak.net – Kabupaten Probolinggo meraih empat penghargaan sekaligus pada puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Prestasi ini menjadi apresiasi atas keberhasilan daerah memperkuat program keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan SDM berbasis keluarga.

Penghargaan diterima Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Rabu (29/7/2026), yang diserahkan oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Empat penghargaan meliputi inovasi program prioritas nasional (Tamasya, GATI, Sidaya, Genting, dan MBG), capaian peningkatan peserta KB berkualitas (MKJP dan MOW), penyusunan Peta Jalan PJPK 2026, serta dukungan inovatif TP PKK dalam pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Bupati menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus memperluas program berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Perbaikan Gorong-gorong Tempora Berpotensi Hambat Arus Transportasi dan Pariwisata Situbondo

Situbondo, Berdampak.net – Pekerjaan perbaikan gorong-gorong di kawasan Tempora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, yang mulai dilaksanakan pada 6 Juli hingga 30 Agustus 2026, diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional Pantura. Selama proses pekerjaan berlangsung, sistem buka-tutup jalur diberlakukan sehingga berpotensi menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang.

Dampak paling terasa diperkirakan akan dialami oleh bus pariwisata, bus reguler antarkota, angkutan logistik, kendaraan ekspedisi paket, hingga kendaraan pribadi yang melintasi jalur Paiton–Banyuglugur–Situbondo. Waktu tempuh yang biasanya normal diperkirakan akan bertambah akibat antrean saat menunggu giliran melintas.

Bagi pelaku usaha transportasi wisata, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Keterlambatan armada dapat mengganggu jadwal kunjungan wisatawan menuju destinasi seperti Kawah Ijen, Baluran, maupun kawasan wisata di Situbondo dan Banyuwangi. Operator bus wisata juga harus menyesuaikan jadwal keberangkatan agar tidak mengganggu rangkaian perjalanan wisata.

Sementara itu, perusahaan otobus reguler berpotensi mengalami keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan di terminal tujuan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi jadwal operasional angkutan penumpang lintas kota dan lintas provinsi.

Tidak hanya sektor transportasi penumpang, distribusi barang melalui jasa ekspedisi dan pengiriman paket diperkirakan ikut terdampak. Keterlambatan distribusi dapat terjadi karena kendaraan logistik harus mengantre di lokasi pekerjaan. Pelaku usaha yang bergantung pada ketepatan waktu pengiriman diimbau untuk mengantisipasi dengan menyesuaikan jadwal distribusi.

Pengguna jalan diimbau untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal, memantau informasi lalu lintas terkini, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Perbaikan infrastruktur ini memang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dalam jangka pendek. Namun, setelah selesai, diharapkan kondisi jalan dan sistem drainase menjadi lebih baik sehingga meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional Pantura Situbondo.

RS Rizani Teken MoU dengan FIKIA UNAIR Banyuwangi, Perkuat Riset dan Layanan Medis

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Rizani resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis serta memperkuat pendidikan dan riset kesehatan.

Penandatanganan MoU juga menjadi komitmen bersama dalam pengembangan kompetensi tenaga medis. Pihak RS Rizani berharap kemitraan ini membuka ruang kolaborasi ilmiah dan riset yang berkelanjutan, sekaligus mendorong inovasi layanan medis yang berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, FIKIA UNAIR menyambut kerja sama ini sebagai wadah integrasi antara teori akademik dan praktik klinis. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lewat program edukasi berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan yang sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan di lapangan.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, RS Rizani dan UNAIR Banyuwangi menargetkan lahirnya program-program yang mendukung penguatan riset dan layanan medis, termasuk kegiatan akademik, pelatihan, serta pengembangan inovasi dalam bidang kesehatan. (fj)

Tembus Kegelapan, Prajurit Hiu Petarung Yonif 3 Marinir Uji Ketepatan Menembak Malam

Surabaya, Berdampak.net – Deru mesin senjata dan kesunyian malam menyatu di Lapangan Tembak F.X. Supramono, Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya. Pada Kamis (04/06/2026) petang, ketenangan malam pecah saat prajurit petarung Batalyon Infanteri 3 Marinir—yang dikenal dengan julukan “Hiu Petarung”—menggelar latihan intensif menembak malam, uji akurasi sniper, serta pengoperasian Senjata Mesin Sedang (SMS).

Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan agenda strategis untuk memelihara sekaligus mendongkrak profesionalisme serta efektivitas daya gempur satuan. Di bawah temaramnya cahaya malam, para prajurit dituntut untuk tetap tenang, fokus, dan mematikan.

Secara khusus, latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan operasional para personel pengawak senjata bantuan (Senban) regu dan para penembak runduk (sniper). Mereka ditempa untuk mampu menghancurkan sasaran secara cepat, tepat, dan senyap, sekaligus membuktikan ketepatan bidikan dalam kondisi pencahayaan yang sangat minim. Bagi seorang Hiu Petarung, kegelapan bukanlah hambatan, melainkan keuntungan taktis untuk melumpuhkan musuh.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kemampuan tempur ini merupakan implementasi nyata dari program kerja Satuan.

“Latihan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh prajurit tetap memiliki kesiapsiagaan tinggi (combat readiness). Kita harus selalu siap menghadapi segala dinamika penugasan dan tantangan di masa depan, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” ujar Letkol Marinir Iskandar Muda tegas.

Dengan tuntasnya latihan ini, prajurit Yonif 3 Marinir kembali membuktikan bahwa kesiapan tempur dan profesionalisme adalah harga mati yang terus diasah, demi menjaga kedaulatan dan kesiapan menghadapi medan tugas yang kian kompleks. (fj)