Ekowisata: Jalan Tengah antara Pelestarian dan Pemberdayaan

penulis: Fajar Satrio Bangun Wibowo

Berdampak.net – Di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata global, muncul kebutuhan mendesak untuk menciptakan model wisata yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga peduli pada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Di sinilah ekowisata mengambil peran penting.

Meski hingga kini ekowisata masih mewakili sebagian kecil dari keseluruhan arus pariwisata internasional dan domestik, konsep ini terus tumbuh dan diimplementasikan oleh berbagai negara di dunia. Ekowisata menawarkan pendekatan alternatif yang lebih bertanggung jawab, dengan tujuan utama melindungi kelestarian alam dan budaya lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Daya tarik utama ekowisata bukan hanya keindahan alam yang ditawarkan, tetapi juga komitmen untuk menjaga ekologi dan memberikan manfaat langsung kepada komunitas lokal. Wisatawan tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga bagian dari solusi—melalui kontribusi langsung terhadap konservasi dan pengembangan masyarakat.

Lebih dari sekadar tren, ekowisata adalah bentuk kesadaran bahwa pariwisata masa depan harus mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlangsungan lingkungan. Ia hadir sebagai jalan tengah: wisata yang tetap menyenangkan, namun tidak merusak, melainkan merawat.

Dalam konteks inilah, ekowisata patut terus dikembangkan dan didukung, bukan hanya sebagai pilihan wisata, tetapi sebagai paradigma baru dalam membangun pariwisata yang adil, beretika, dan berkelanjutan.

Ning Dini Dorong CSR Siap Siaga Bencana dari Pelaku Usaha Pariwisata Bromo Tengger

Probolinggo, Berdampak.net– Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Dini Rahmania, menyoroti pentingnya peran bersama dalam penanggulangan bencana di kawasan Bromo Tengger yang dikenal sebagai wilayah dengan risiko bencana tinggi.

Dalam kunjungannya pada Kamis, 10 April 2024, di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Ning Dini menyapa langsung Tim Siaga Bencana, Kampung Siaga Bencana (KSB), dan Satgas Jaga Baya Tengger. Ia menyerap aspirasi serta memberikan dukungan terhadap kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk komitmennya, Ning Dini mengajak seluruh stakeholder, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran besar, untuk turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema “Siap Siaga Kebencanaan”.

“Kami berharap para pelaku usaha bidang pariwisata seperti hotel dan resto besar agar memberikan CSR Siap Siaga Kebencanaan,” ujarnya kepada media, Senin (14/4/2025).

Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama, termasuk pihak swasta.

“Jadi ini tanggung jawab bersama,” tegas Ning Dini. (fjr)