Berdampak.net Gelar Ulang Tahun, Tegaskan Komitmen Edukasi Masyarakat Lewat Media
Probolinggo, Berdampak.net — Media lokal Berdampak.net merayakan ulang tahun kelahirannya di Raluna Coffee, Kabupaten Probolinggo, Senin (2/6/2025). Dalam momentum tersebut, pihak redaksi menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai media edukatif dan solutif bagi masyarakat.
Acara ulang tahun yang dikemas secara sederhana namun hangat itu dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan jurnalis, akademisi, dan aktivis muda. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas perjalanan media Berdampak.net yang terus konsisten menyuarakan isu-isu lokal dengan pendekatan yang berimbang dan mendalam.
Fajar Satrio Wibowo, komisaris Berdampak.net, dalam sambutannya menegaskan bahwa media ini tidak hanya hadir untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk mengedukasi dan menginspirasi publik. “Kami hadir bukan untuk mengejar sensasi, melainkan dampak. Edukasi adalah ruh utama dari setiap karya jurnalistik kami,” tegas Fajar.
Menurutnya, dalam era digital yang dipenuhi banjir informasi, masyarakat harus diberi ruang untuk mengakses konten yang mencerahkan. “Terlalu banyak informasi yang membingungkan publik. Kami ingin menjadi penjernih, bukan pengabur,” ujarnya.
Fajar juga menyampaikan bahwa Berdampak.net ke depan akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan komunitas lokal, pelaku wisata, dan pelajar. Tujuannya adalah membentuk ekosistem informasi yang sehat dan memberdayakan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Berdampak.net akan menggelar simposium wisata di situs bersejarah Candi Jabung. Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber dari kalangan arkeolog, budayawan, dan penggiat pariwisata lokal.
“Candi Jabung bukan sekadar situs sejarah. Ia adalah simbol kebudayaan yang bisa kita angkat sebagai potensi wisata edukatif. Lewat simposium ini, kami ingin masyarakat lebih mengenal dan mencintai warisan leluhurnya,” kata Fajar.
Selain simposium, media ini juga akan mengadakan acara “Ngopi Bareng Jejaring” yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pengusaha UMKM, relawan pendidikan, pegiat lingkungan hingga tokoh-tokoh muda Probolinggo.
“Ngopi bareng ini bukan sekadar temu santai, tapi ajang menyambung gagasan dan memperluas gerakan sosial. Kami ingin Berdampak.net menjadi simpul dari banyak inisiatif baik di daerah ini,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu membangun citra media yang tidak hanya produktif secara jurnalistik, tetapi juga aktif sebagai katalisator perubahan sosial.
Turut hadir dalam acara ulang tahun tersebut, sejumlah nama yang memiliki kontribusi besar dalam kelahiran dan perkembangan media ini salah satunya Ponirin Mika dan sejawat nya.
Dalam testimoninya mereka menyebut bahwa Berdampak.net adalah contoh media lokal yang punya keberanian untuk mengambil posisi sebagai pelayan kepentingan publik. “Di saat banyak media memilih jadi corong kekuasaan atau bisnis, Berdampak.net memilih jalan yang tidak populer: menyuarakan yang kecil dan terpinggirkan.
Salah satu tokoh muda Probolinggo yang aktif dalam isu-isu kepemudaan, berharap media ini tetap menjaga integritas dan idealismenya. Jangan pernah lelah menjadi suara yang mencerahkan, meskipun kadang harus melawan arus.
Sementara itu, Rizky Miftahul Huda, salah satu tokoh muda Probolinggo yang aktif dalam isu-isu kepemudaan, berharap media ini tetap menjaga integritas dan idealismenya. “Jangan pernah lelah menjadi suara yang mencerahkan, meskipun kadang harus melawan arus,” katanya.
Taufiqur Rohim Direktur berdampak menambahkan bahwa kehadiran media seperti Berdampak.net memberi ruang bagi konten-konten lokal yang sering diabaikan oleh media arus utama. “Konten lokal ini penting untuk menjaga identitas kita sebagai masyarakat Probolinggo,” ucapnya
Acara perayaan ulang tahun ditutup dengan pembacaan refleksi perjalanan media dari tahun pertama hingga saat ini. Dalam refleksi itu ditekankan bahwa perjuangan media independen tidak mudah, tapi layak diperjuangkan.
Ponirin Mika, yang juga menjadi bagian dari pendiri awal, mengungkapkan bahwa media ini lahir dari semangat keterbukaan dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan. “Kami ingin menjadi bagian dari sejarah perubahan di daerah ini, sekecil apapun itu,” katanya.
Sebagai penutup, Fajar mengajak seluruh tim redaksi untuk terus menjaga semangat gotong-royong dalam membangun ekosistem media yang sehat dan bermartabat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama ini.
“Kami tahu jalan ini panjang dan berliku. Tapi dengan dukungan teman-teman semua, kami percaya bisa terus melangkah lebih jauh,” pungkasnya. (pm)