Tani Merdeka Probolinggo Nyatakan Dukungan untuk Presiden Prabowo, Tolak Provokasi dan Adu Domba

Probolinggo, Berdampak.net – Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika sosial politik yang belakangan ramai diperbincangkan. Dalam rilis resmi yang diterima media, para petani menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga persatuan dan menolak segala bentuk provokasi.

Ada lima poin penting yang ditekankan. Pertama, mereka menolak keras segala upaya adu domba, pecah belah masyarakat, maupun provokasi yang dilakukan pihak tertentu. Kedua, Tani Merdeka menegaskan keyakinan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang selalu berpihak pada wong cilik dan kebijakan pro rakyat.

Ketiga, Tani Merdeka mendukung aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang dilakukan secara damai, namun menolak segala bentuk kekerasan dan pengrusakan dalam unjuk rasa. Keempat, mereka mengimbau semua pihak untuk mewaspadai provokator yang berusaha mengajak masyarakat berbuat anarkis. Kelima, dukungan penuh kembali ditegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin dan menyejahterakan petani.

“Prabowo Presiden… Petani Sejahtera!” demikian pekik semangat para petani dalam pernyataan yang dibacakan bersama.

Sikap ini diharapkan menjadi penegasan bahwa petani Probolinggo tetap solid mendukung program pemerintah dan menjaga suasana aman, damai, serta kondusif di tengah masyarakat. (fj)

Do’a Bersama Lintas Agama untuk Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban BangsaFKUB Kota Probolinggo Gelar Do’a Bersama Lintas Agama

Probolinggo, berdampak.net 31 Agustus 2025 — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menggelar acara Do’a Bersama Lintas Agama sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban bangsa, khususnya di Kota Probolinggo tercinta. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2025 M / 7 Rabiul Awal 1447 H, pukul 15.30 WIB, bertempat di Kantor FKUB Kota Probolinggo, Jl. A. Yani No. 103.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua FKUB Kota Probolinggo. Dalam prakata, Ketua FKUB menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Afan Kurniawan, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya tokoh lintas agama di Kota Probolinggo, untuk menjaga kedamaian, ketertiban, dan kerukunan. “Pemuka agama adalah panutan umat, karenanya kita harus bersatu menjaga suasana kota agar tetap damai,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.Og. (K)., MM.Kes., Ketua DPRD, Kasdim 0820, Kapolres Probolinggo Kota, Kajari, Kepala Kankemenag, Kepala Kesbangpol, Wakil Ketua MUI, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua PC NU, Ketua Al Irsyad, Ketua PITI Kota Probolinggo, Ketua MAG, Ketua Gereja Katolik Maria Bunda Karmel (MBK), Ketua PHDI, dan Pengurus FKUB.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Afan Kurniawan serta menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak. “Kami akan terus turun langsung ke basis komunitas, mengajak dari hati ke hati, agar bersama-sama menjaga kondusifitas demi keberlanjutan pembangunan sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya.

Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres, Kajari, Ketua DPRD, dan Kasdim. Mereka sepakat untuk terus menjaga situasi tetap kondusif serta meningkatkan koordinasi lintas sektor, baik di tingkat kota maupun dengan memperhatikan perkembangan situasi nasional.

Acara kemudian ditutup dengan do’a bersama lintas agama, yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan pemuka agama dari Islam KH. Samsul Anan, Kristen Pendeta Arga, Katolik Romo Agis, Hindu I Nengah W., dan Buddha Erfan S.. Do’a dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, diberi kedamaian, keamanan, dan keberkahan, serta khususnya Kota Probolinggo selalu dalam suasana tentram dan rukun.

Jelang Liburan Maulid, Kiai Zuhri Zaini Ingatkan Santri Jaga Adab, Disiplin, dan Bijak Gunakan Gawai

Probolinggo, Berdampak.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini, memberikan tausiah khusus menjelang liburan Maulid 1447 H kepada ribuan santri, Ahad (31/07/2025) di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga disiplin, adab, serta selektif dalam menggunakan gawai selama berada di rumah.

Menurut Kiai Zuhri, liburan adalah jeda yang wajar setelah rutinitas padat di pondok. Namun, libur bukan berarti bebas tanpa batas. Aturan syariat dan pesantren tetap berlaku, bahkan ketika santri berada di rumah. “Hidup ini tidak pernah benar-benar bebas. Minimal, kita semua terikat aturan agama yang mengawal perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.

Beliau mengingatkan, aturan sejatinya hadir untuk melindungi dan menuntun manusia, sebagaimana rambu lalu lintas di jalan raya. “Kalau dilanggar, bukan hanya mendapat sanksi, tapi juga membahayakan diri. Aturan adalah jalan menuju kesuksesan, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” jelasnya.

Selain itu, Kiai Zuhri menegaskan liburan tetap harus diisi dengan ibadah dan amaliyah, sekalipun tidak ada jadwal formal seperti di pesantren. Menurutnya, masa liburan memiliki tiga hikmah utama: menghilangkan kejenuhan, menjadi waktu evaluasi diri, dan kesempatan berbakti kepada orang tua.

“Gunakanlah ilmu yang sudah didapat di pondok, khususnya terkait amaliyah, tatakrama, akhlak, dan adab. Hindari lingkungan yang tidak baik agar tidak tertular perilaku buruk,” pesannya.

Kiai Zuhri juga menyoroti peran teknologi yang bisa membawa manfaat sekaligus mudarat. Ia meminta santri bijak memilih tontonan, baik dari televisi maupun HP. “Meski tidak keluar rumah, jika terbiasa menonton tayangan yang tidak baik, perilakunya pun akan terpengaruh,” ujarnya.

Di akhir tausiah, beliau menegaskan pentingnya disiplin dengan kembali tepat waktu ke pesantren usai liburan. “Disiplin adalah syarat keberhasilan dan kesuksesan belajar,” pungkasnya. (pm)