FKUB Kota Probolinggo dan RSU Amanah Tandatangani MoU Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien

Probolinggo, Berdampak.net – 15 September 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Amanah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pelayanan Kerohanian bagi Pasien pada Senin (15/09/2025), pukul 13.30 WIB di Kantor FKUB, Jl. A. Yani No. 103 Kota Probolinggo.

MoU ini ditandatangani langsung oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP, dan Direktur RSU Amanah, dr. M. Nur Humaidi Zulmi, M.Kes. Prosesi penandatanganan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat sinergi.

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus harian FKUB Kota Probolinggo, antara lain Achmad Philip (Sekretaris), Dawam Ihsan (Wakil Ketua), Budi Kristiyanto (Wakil Ketua), Agus Sumaryono (Bendahara), dan Mashuri Nurzah (Wakil Bendahara). Dari pihak RSU Amanah, hadir Direktur bersama jajaran staf.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri menyampaikan apresiasi positif atas inisiatif kerjasama ini.

“FKUB selalu terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam pelayanan keumatan lintas agama. Pelayanan kerohanian bagi pasien adalah bagian penting dari peran FKUB dalam memberikan dukungan spiritual sesuai agama masing-masing. Ini menjadi wujud nyata pelayanan inklusif yang sangat dibutuhkan pasien dan keluarga, khususnya mereka yang sedang menjalani rawat inap,” jelas Hudri.

Lebih lanjut, Hudri menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan pilot project program FKUB dalam memperluas peran pelayanan keumatan di bidang kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSU Amanah, dr. M. Nur Humaidi Zulmi, M.Kes., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan FKUB.

“Kerjasama ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien, khususnya dalam pelayanan kerohanian pasca terminal seperti pasien kritis, pasca operasi, dan kondisi-kondisi tertentu lainnya. Kami juga siap mendukung kegiatan sosial FKUB, terutama yang menyangkut bidang kesehatan,” ungkap dokter Zulmi.

MoU yang ditandatangani kedua belah pihak berlaku selama tiga tahun. Ruang lingkup kerjasama meliputi penyediaan pelayanan rohani berupa motivasi, konsultasi, ceramah agama, dan doa yang dilaksanakan oleh para rohaniawan lintas agama.

Melalui MoU ini, diharapkan sinergi antara FKUB Kota Probolinggo dan RSU Amanah dapat memperkuat pelayanan holistik, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga spiritual, demi mendukung kesembuhan pasien secara menyeluruh.

FKUB Kota Probolinggo Gelar Serasehan Lintas Agama

Probolinggo, Berdampak.net – Acara ini diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo pada Rabu, 17 September 2025 pukul 13.00 Wib. Bertempat di Aula Kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo. Dalam acara ini hadir Walikota Probolinggo dr. H. Aminudin, Sp.Og. (K), MM.Kes. , Komandan Kodim 0820 Letkol. Arh. Iwan Hermaya, dan Erfan Sudjianto, SE. Dari Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Probolinggo. keduanya sebagai narasumber. Sementara itu sebagai peserta adalah Guru Pembina dan Pelajar SMA/ SMK/ MA se-Kota Probolinggo.

Ketua FKUB Kota Probolinggo menyampaikan dalam sambutannya menyampaikan bahwa FKUB secara berkelanjutan menyelenggaran sarasehan lintas agama dengan berbasis segmentatif. Diawali dengan segmen perempuan, segmen guru Agama SD/ MI, Guru SMP/ MTs dan penyuluh, Guru Pembina dan pelajar SMP/ MTs. “Hal ini dilakukan oleh FKUB dengan niat dan sebagai ikhtiar merawat harmoni hubungan antar umat beragama agar persatuan dan kesatuan bangsa terjaga dengan baik. “Memahami perbedaan sebagai fitrah dengan ikhtiar menjalin kebersamaan dalam perbedaan”, tandas Hudri. Hudri juga menyampaikan alasan sederhana mengapa diperlukan sarasehan – sarasehan secara berkelanjutan agar menjadi ruang bertemu umat lintas agama agar tidak alergi dan aneh terhadap perbedaan, terutama perbedaan agama. Disamping juga agar pembangunan berjalan kondusif penuh harmoni.

Sementara Walikota Probolinggo dokter Aminudin menjelaskan bahwa moderasi beragama ibarat orkestra dimana alat musik memiliki fungsi masing-masing dan bunyi yang berbeda tetapi padu dalam irama yang dipandu oleh konduktor. Dalam kesempatan ini dokter Aminudin juga menyampaikan program pemerintah “BERSOLEK” yang menjadi programnya dalam lima tahun kedepan kepemimpinannya.

Acara berlanjut dengan dialog yang dipandu oleh pengurus FKUB Samsul Arifin. Kesempatan berbicara kali pertama adalah Erfan Sudjianto yang menyampaikan pandangan Budhisme tentang moderasi beragama. Bahwa moderasi beragama adalah sikap beragama yang adil, seimbang, dan tidak berlebihan, dengan menghargai perbedaan demi tercapainya keharmonisan sosial.

“Dalam konteks Buddhisme, ajaran Sang Buddha mengajarkan Jalan Tengah (Majjhima Patipada), yaitu tidak berlebihan ke arah pemuasan hawa nafsu maupun penyiksaan diri.
Prinsip inilah yang sejalan dengan nilai moderasi: menolak ekstremisme, menumbuhkan kebijaksanaan, dan memupuk kasih sayang terhadap semua makhluk”, Jelas Erfan.
Sementara Letkol Arh. Iwan Hermaya menjelaskan menjaga pergaulan dalam ke-Bhinneka-an dalam bingkai NKRI dan bijak dalam dalam menggunakan smartphone. “Menjaga pergaulan di tengah perbedaan sangat diperlukan sikap supaya terjalin erat dan saling menghormati. Tidak terkecuali saat menggunakan gadget . Dalam menggunakan gadget khususnya bermedsos jangan sampai mengunggah konten-konten yg dapat merusak kerukunan”, tandas Iwan.
Setelah pemaparan materi oleh kedua narasumber, dilanjut dengan diskusi tanya jawab.
Acara sarasehan di akhiri tepat pada pukul 16.00 Wib.