FKUB Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi dan Dialog Pendirian Rumah Ibadah Tahap Kedua

Probolinggo, Berdampak.net – 26 September 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo kembali menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Dialog tentang Pendirian Rumah Ibadah” bagi Lurah dan Ketua RW di wilayah Kecamatan Wonoasih, Kedopok, dan Kademangan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 pukul 13.00 WIB di Aula Gereja Katolik Maria Bunda Karmel, Jl. Suroyo No. 5 Kota Probolinggo.

Acara ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya FKUB menggelar kegiatan serupa untuk wilayah Kecamatan Kanigaran dan Mayangan. Pada kesempatan kali ini, hadir sekitar 100 peserta yang terdiri dari Lurah dan Ketua RW di tiga kecamatan tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Walikota Probolinggo yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra, Kepala Bakesbangpol, dan Kasi Bimas Kemenag Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP., menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme pendirian rumah ibadah.

“Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya adalah hak setiap warga negara. Begitu pula berhak mendapatkan ketersediaan rumah ibadah yang memadai sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” jelas Hudri.

Lebih lanjut Hudri menyampaikan, FKUB secara konsisten berikhtiar memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan moderasi beragama, agar tercipta kerukunan dan harmoni antarumat beragama khususnya di Kota Probolinggo.

Sosialisasi dan dialog ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya:

Harmoko (PERADI Probolinggo) yang memaparkan tentang hak hukum dan HAM warga negara dalam beragama serta ketersediaan rumah ibadah.

Izzul Islam (FKUB) yang menyampaikan materi mengenai mekanisme pendirian rumah ibadah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 8 dan 9 Tahun 2006.

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta terutama saat sesi dialog. Para peserta banyak mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait dinamika dan kebutuhan rumah ibadah di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Probolinggo berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memahami regulasi, sehingga pendirian rumah ibadah di Kota Probolinggo dapat berjalan sesuai aturan, sekaligus memperkuat semangat kerukunan antarumat beragama.

Karang Taruna Probolinggo Rayakan BBKT ke-65 dengan Aksi Lingkungan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka memperingati Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) yang ke-65, Karang Taruna Kabupaten Probolinggo mengadakan aksi peduli lingkungan dengan menanam 2.000 bibit mangrove di dua lokasi berbeda pada Jumat, 26 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Bahak, Desa Curah Dringu, dan Pantai Bohay, Desa Binor, dengan dukungan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang serta PT POMI–Paiton Energy.

Mengusung tema “Seribu Lokasi Sejuta Aksi,” masing-masing pihak menyumbangkan 1.000 bibit mangrove. Program ini bertujuan untuk merehabilitasi kawasan pesisir Probolinggo yang terancam abrasi dan memperbaiki ekosistem pantai.

Kegiatan penanaman ini melibatkan ratusan peserta, termasuk Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Ahmad Yani, Camat Tongas Rochmad Widiarto, serta perwakilan dari berbagai instansi, pelajar, dan pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Sigit Wida Hartono mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan kegiatan ini, yang dianggap sebagai langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Sigit juga menambahkan bahwa keterlibatan sektor pendidikan dan swasta menunjukkan potensi kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia berharap aksi serupa dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Kabupaten Probolinggo.

Di akhir sambutannya, Sigit menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat Bulan Bhakti Karang Taruna, di mana peran pemuda sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan di masa depan. (rh)