Seminar Nasional IKA UM “Membentuk Kembali Pengajaran Sebagai Profesi Kolaboratif” oleh Dr. Daris Wibisono Setiawan, S.S., M.Pd

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, Dr. Daris Wibisono Setiawan, S.S., M.Pd, menyampaikan pemikirannya dalam seminar nasional HGN 2025 bersama IKA UM dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo dengan tema “Membentuk Kembali Pengajaran Sebagai Profesi Kolaboratif.” Dalam materinya ia mendorong perubahan paradigma dalam pengajaran dan membahas pentingnya kolaborasi di kalangan pendidik di Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini di butuhan integrasi 6 C dari pembelajaran abad 21, yaitu Creativity, Collaboration, Communication, Critical thinking and problem solving, Character, dan Citizenship. Di tengah dampak sistemik yang disebabkan oleh era disrupsi digital, dunia pendidikan memerlukan inovasi yang tidak bisa dihadapi oleh guru secara individual. “Kolaborasi menjadi identitas profesional yang sangat penting bagi para pendidik untuk menghadapi tantangan ini,” ungkap Dr. Daris.
Dalam seminar ini, Dr. Daris menjelaskan beberapa pilar profesi kolaboratif yang perlu diterapkan di sekolah. Di antaranya adalah kolaborasi kurikulum, pembelajaran, pengembangan profesional, serta penggunaan teknologi. “Dengan berkolaborasi, guru dapat menciptakan modul ajar yang lebih kaya dan strategis, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa,” katanya.

Dr. Daris juga membahas tantangan yang dihadapi oleh guru saat ini, seperti beban administratif yang tinggi, kesenjangan kompetensi digital, dan kurikulum yang terus berubah. “Kami perlu menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendukung guru dalam mengatasi masalah ini,” tegasnya. Strategi implementatif seperti jam kolaborasi resmi dan penggunaan aplikasi teknologi kolaboratif diusulkan untuk memperkuat budaya kolaboratif di sekolah. Sebagai penutup, Dr. Daris menekankan bahwa masa depan pendidikan bergantung pada kolaborasi, bukan individualitas. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi anggota tim profesional yang saling menguatkan,” ujarnya. Ia mengajak semua guru untuk menjadi bagian dari perubahan ini dengan berkolaborasi, belajar, dan berbagi demi membangun masa depan yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia. (rh)

Seminar Nasional Hari Guru Nasional: Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang dan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo wujudkan Kolaborasi untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka rangkaian hari guru nasional 2025, Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang menggelar Seminar Nasional dengan tema Membentuk Kembali Pengajaran Sebagai Profesi
Kolaboratif di Gedung Puri Manggala Bhakti Kota Probolinggo. Acara yang diikuti oleh sekitar 250an peserta dengan 190 peserta hadir langsung dan sisanya mengikuti melalui live streaming online. Peserta terdiri dari guru , mahasiswa , dosen dan praktisi pendidikan tidak hanya dari area kota dan kabupaten Probolinggo tetapi bahkan sampai Semarang , banyuwangi, tegal dan daerah lainnya.

Ketua Ikatan Alumni IKA UM dalam sambutannya bahwa kegiatan ini bagian dari kontribusi nyata alumni UM dalam peningkatan mutu pendidikan dan wujud sumbangsih alumni di area Probolinggo Raya melalui kolaborasi dengan pemerintah Kota Probolinggo melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kota Probolinggo. Harapannya sinergi antar alumni ini menjadi modal penting dalam eksistensi alumni di mana alumni berada.

Hadir dalam pembukaan seminar Walikota Probolinggo Dr. H. Aminuddin dan Dr. Siti Romlah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo serta jajaran pengurus IKA UM , kepala sekolah di kabupaten dan kota Probolinggo serta pemateri Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd, Dr. Adip Wahyudi, M.Pd, Dr. Daris Wibisono Setiawan, S.S., M.Pd.

Dr. Siti Romlah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo membawakan Peran Rumah Inovasi Guru sebagai Ruang Kolaboratif dalam
Membentuk Kembali Pengajaran sebagai Profesi Kolaboratif (Studi di
Kota Probolinggo) , Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd membahas mengenai tantangan pendidikan remaja saat ini dan implementasi pembelajaran melalui keluarga dan sekolah berbasis masyarakat, Dr. Adip Wahyudi, M.Pd menyampaikan tentang trend riset inovasi dalam bidang pendidikan dan Dr. Daris Wibisono Setiawan, S.S., M.Pd tentang Sharing Best practice pendidikan kolaboratif dalam perjalanan karir di lapangan sebagai penggerak bidang pendidikan.

Dr Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kabupaten Probolinggo mempunyai target indeks pendidikan manusia diatas 7.5 dan untuk itu diperlukan kolaborasi semua pihak termasuk guru sebagai penggerak utama pendidikan dan dalam visi Probolinggo bersolek kota Probolinggo juga menempatkan pendidikan sebagai fokus utama tidak hanya dari aspek infrastruktur , kolaborasi peluang beasiswa dengan universitas terbuka dan salah satunya juga dengan universitas negeri Malang. Walikota Probolinggo juga mengapresiasi peran guru dan sekaligus mengajak kontribusi melalui inovasi para guru dalam memajukan pendidikan di Probolinggo.

Sesi diskusi panel yang diadakan di akhir seminar memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber dan mendiskusikan tantangan serta peluang dalam perkembangan pendidikan saat ini.

Dengan suksesnya acara ini, Ikatan Alumni UM berharap dapat mendorong lebih banyak inisiatif dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan di Probolinggo, serta memperkuat jaringan alumni dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk dialog yang lebih intens dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas di masa depan. (rh)