KPU Kota Probolinggo Peringati Hari Puisi Nasional: Bahasa yang Benar, Demokrasi yang Sehat

Probolinggo, Berdampak.net – Setiap tanggal 28 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional, sebuah momen yang ditetapkan untuk mengenang jasa dan karya penyair besar Chairil Anwar, sekaligus menghormati kekuatan kata-kata sebagai media penyampaian pikiran, perasaan, aspirasi, dan nilai-nilai luhur yang membangun peradaban bangsa. Puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan cerminan jiwa, suara hati, dan semangat yang mampu menyentuh hati, membangkitkan kesadaran, serta menggerakkan langkah untuk menuju perubahan dan kemajuan.

Bagi KPU Kota Probolinggo, peringatan ini memiliki makna yang istimewa dan berkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawab yang kami emban. Sama halnya dengan puisi yang menyampaikan makna mendalam melalui kata-kata yang terstruktur dan bermakna, penyelenggaraan pemilihan umum juga membutuhkan ketepatan, kejelasan, dan makna yang luhur dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil. Kata-kata yang kami sampaikan, informasi yang kami sebarkan, dan aturan yang kami terapkan haruslah jelas, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan, agar dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi kami sebagai penyelenggara pemilu, peringatan ini bukan sekadar mengenang karya sastra, melainkan menjadi cerminan dan inspirasi dalam menjalankan tugas dan fungsi kami. Sama seperti puisi yang disusun dengan pemilihan kata yang tepat, terstruktur, dan mengandung pesan yang jelas, penyelenggaraan pemilihan umum juga membutuhkan ketelitian, ketepatan, serta kejelasan dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil. Keduanya memiliki tujuan mulia yakni menyampaikan kebenaran, menampung aspirasi, dan mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat.

Semangat kebebasan berekspresi yang diusung dalam karya-karya sastra juga selaras dengan semangat demokrasi yang kami perjuangkan. Puisi memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan gagasan dan perasaannya, sedangkan demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi secara aktif dalam menentukan kebijakan dan pemimpin yang akan mengabdi kepada kepentingan bersama. KPU Kota Probolinggo senantiasa berusaha menjaga ruang kebebasan ini, memastikan bahwa proses pemilihan berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan bebas dari tekanan serta campur tangan pihak mana pun.

Dalam era modern kali ini, puisi adalah sarana untuk menyampaikan aspirasi dan harapan rakyat. Demikian pula dengan pemilihan umum, yang merupakan wadah paling sah dan demokratis bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan, memilih pemimpin, dan menentukan arah pembangunan daerah. Melalui suara yang diberikan dalam pemilihan, rakyat menyampaikan ungkapan hati dan harapan serta angan-angan mereka, yang kemudian akan menjadi dasar bagi penyelenggaraan pemerintahan dalam kebijakan pembangunan yang berkeadilan dan berkeadaban.

KPU Kota Probolinggo meyakini bahwa keindahan dan kekuatan puisi terletak pada kejujuran isi dan keaslian maknanya. Hal ini menjadi cerminan bagi penyelenggara pemilu dalam menyelenggarakan pemilihan yang berkualitas, tentunya KPU senantiasa berusaha bekerja dengan kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas, sehingga setiap proses dan hasil pemilihan dapat dipercaya dan dihargai oleh seluruh warga Kota Probolinggo. Disatu sisi sebagai lembaga yang mengedepankan pelayanan, KPU juga terus berupaya menyampaikan informasi dan pendidikan pemilih dengan bahasa yang mudah dipahami, menarik, dan menyentuh hati, layaknya sebuah puisi yang mampu menyampaikan pesan dengan baik dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan berdemokrasi.

Pada peringatan puisi ini, KPU Kota Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat, penyair, seniman, pendidik, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk terus memelihara dan mengembangkan budaya berbahasa yang baik dan benar, serta menggunakan kata-kata sebagai sarana untuk membangun persatuan, menyampaikan kebenaran, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Mari kita jadikan kekuatan kata dan makna sebagai jembatan untuk memperkuat persatuan, memperdalam pemahaman berdemokrasi, dan mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin maju, beradab, dan sejahtera.Selamat Memperingati hari Puisi Nasional (28 April 2026)

Oleh : Viky Hamzah

Hari Bakti Permasyarakatan, Sebuah Momentum Memulihkan WBP Menjadi Warga Negara yang Lebih Baik

Setiap tanggal 27 April, merupakan puncak dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan, sebuah momen yang mengingatkan kita akan tugas mulia dalam membina, membimbing, dan memulihkan warga binaan agar dapat kembali menjadi warga negara yang baik, berperilaku terpuji, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bagi KPU Kota Probolinggo, peringatan ini memiliki makna yang mendalam dan keterkaitan yang erat dengan tugas pokok kami. Prinsip pemasyarakatan yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, dan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara, sejalan dengan semangat penyelenggaraan pemilihan umum yang menjamin hak politik bagi seluruh warga negara yang memenuhi syarat, tanpa membedakan latar belakang, kondisi, maupun statusnya.

Sebagai penyelenggara pemilu, Kami menyadari bahwa warga binaan pemasyarakatan juga adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hak untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, termasuk menggunakan hak pilihnya, merupakan bagian dari upaya pemulihan dan pengembalian kepercayaan diri mereka, sekaligus bentuk pengakuan bahwa mereka tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa dan negara.

KPU Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan lembaga pemasyarakatan dalam memastikan terpenuhinya hak politik warga binaan. Kami berupaya menyusun dan melaksanakan langkah-langkah penyelenggaraan pemilihan yang memudahkan mereka untuk menggunakan hak pilihnya, serta memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang proses pemilihan umum, hak dan kewajiban politik, agar mereka dapat berpartisipasi secara sadar dan bertanggung jawab.

Selamat memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (27 April 2026)

KBIH Rohmatul Ummah An Nahdliyah Sidoarjo Lepas 912 Jama’ah Haji dengan Haru dan Khidmat

Sidoarjo, Berdampak.net – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti prosesi pelepasan 912 jama’ah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Rohmatul Ummah An Nahdliyah di Gedung Serba Guna KBIH Sidoarjo, Jawa Timur, (26/04/2026). Acara yang digelar dengan sederhana namun sarat makna ini menjadi momen penting bagi para calon tamu Allah sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Sejak pagi hari, ratusan jama’ah haji telah memadati lokasi acara dengan mengenakan pakaian seragam khas, menambah kekhidmatan suasana pelepasan.

Ketua KBIH Rohmatul Ummah An Nahdliyah H. Abdus Shomad Mahfudz dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada para jama’ah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia juga berpesan agar seluruh jama’ah menjaga kesehatan, kekompakan, serta senantiasa mengikuti arahan pembimbing selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Jaga niat, perbanyak ibadah, dan saling membantu sesama jama’ah,” pesannya.

Selain itu, para pembimbing haji juga telah menyiapkan berbagai pembekalan, mulai dari manasik hingga simulasi pelaksanaan ibadah haji, guna memastikan para jama’ah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan sesuai tuntunan.

Perwakilan jama’ah mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas kesempatan yang telah lama dinantikan. “Ini adalah panggilan Allah yang luar biasa. Kami mohon doa agar diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, serta kelancaran seluruh jama’ah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air.

Keberangkatan 912 jama’ah haji dari KBIH Rohmatul Ummah An Nahdliyah ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah haji, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dan keimanan yang kuat di tengah masyarakat.