Merawat Kerukunan Umat Beragama dari Bawah

Oleh Rhoma Dona

Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat. Pun demikian dengan keragaman agamanya. Kemajemukan itu bisa tumbuh subur karena dirawat sejak dari bawah.

Hal itu yang yang jadi pembahasan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Regulasi Kerukunan Umat Beragama.

Kegiatan tersebut tak hanya membahas regulasi Kerukunan Umat Beragama. Tapi juga mendiskusikan bagaimana merawat kerukunan masyarakat lintas agama.

Locus pembahasan berada di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Untuk itu, dibentuklah Kelompok Kerukunan Umat Beragama (KKUB) Kelurahan Sidomukti oleh Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo yang disahkan oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Sosialisasi digelar pada Selasa (1/7/2025) pagi, di Gor Pesantren Darul Lughah Wal Karomah 2, Patemon, Kelurahan Sidomukti, Kraksaan.

Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr Maimun mengatakan, Indonesia belum mampu menjual teknologi canggih seperti China, Rusia, Amerika Serikat. “Tapi Indonesia mampu mewujudkan kerukunan umat beragama yang tidak semua negara bisa mewujudkannya,” katanya di hadapan peserta sosialisasi.

Peserta sosialisasi merupakan warga Kelurahan Sidomukti. Mereka dari kalangan muslim dan non-muslim, lintas usia, beragam profesi.

Nah, agar kerukunan itu tetap terawat baik, Dr Maimun berharap agar KKUB Kelurahan Sidomukti mengambil peran strategis. “Bukan hanya sebatas diskusi tapi juga ada aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara, Palaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moh Sa’dun menyebut bahwa merawat kerukunan umat beragama adalah tanggung jawab semua pihak.

Ia juga menyebut bahwa kerukunan umat beragama di wilayahnya terjaga dengan baik. “Kerukunan umat beragama di Kabupaten Probolinggo telah terbangun sejak lama,” ujarnya.

Menurutnya, terjaganya kerukunan itu karena penerapan nilai-nilai kebaikan umat lintas agama terus dilakukan. Untuk itu, ia berharap peran penting KKUB Kelurahan Sidomukti untuk terus merawat kerukunan umat beragama agar jadi percontohan wilayah lain.

Kerukunan Terpelihara Sejak Lama

Perlu diketahui, KKUB Kelurahan Sidomukti merupakan satu-satunya KKUB di Kabupaten Probolinggo. Kerukunan itu bisa dilihat secara nyata. Ada tiga gereja di Kelurahan Sidomukti, dan banyak masjid berdiri.

Gereja-gereja itu berdiri di antara permukiman umat Islam. Lantunan puji-pujian terdengar jelas warga sekitar. “Tembok rumah saya berdampingan dengan Gereja Jawi Wetan, tapi bagi kami tidak masalah,” ujar Jamharianto, salah satu peserta dari RW 05 Kelurahan Sidomukti.

Hal yang sama diungkapkan Maria Luis Marganingsih. Ia merupakan umat Katolik yang rumahnya berdekatan dengan masjid Al Hikmah, RW 01 Kelurahan Sidomukti.
“Kalau masjid ada kegiatan, saya dan teman-teman sesama Katolik juga ikut membantu persiapan kegiatan,” ujarnya, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di lingkungannya terwujud.

Bahkan, Bu Ning, sapaannya, sudah menciptakan lagu yang menceritakan kerukunan umat beragama. “Judulnya “Indahnya Perbedaan”, saya ciptakan sekitar tujuh tahun lalu,” terangnya. Lagu orisinil ciptaannya itu ia lantunkan di kegiatan tersebut.

Kini, KKUB Kelurahan Sidomukti akan terus berkomitmen untuk merawat kerukunan umat beragama di wilayahnya yang sudah tertanam sejak lama. “Kami sudah merancang beberapa kegiatan di tahun ini, salah satunya jalan sehat dan pentas seni lintas agama,” ujar Ketua KKUB Kelurahan Sidomukti, KH Ahmad Haidori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *