Safari Probolinggo, DPD Gelora Berjanji Akan Kembangkan Pemuda Berbakat

Probolonggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelora Kabupaten Probolinggo terus melakukan safari ke berbagai lapisan masyarakat untuk mencari pemuda berbakat dalam berbagai bidang, utamanya berkait masalah perpolitikan di Indonesia. Tampak ikut hadir yaitu, Abu Bakar Rohim Ketua DPD Partai Gelora, Mohammad Nurcholis Muslim Wakil Ketua, Mas Dhani Bendahara, Ponirin Mika Wakil Sekretaris dan Syamsul Arifin simpatisan partai. Selasa (13/01/25)

Gelar safari ini merupakan salah satu gerakan nyata DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo untuk menemukan kader yang bisa diajak berjuang melalui partai Gelora agar dapat melakukan pemberdayaan bagi masyarakat.

Ketua DPD Partai Gelora Abu Bakar Rohim menegaskan, partai yang dinahkodai saat ini kepengurusannya agar diisi para kader-kader muda potensial yang lahir dari kalangan apapun dan dari latar belakang aktivis manapun.

“Kepengurusan partai gelora Kabupaten Probolinggo akan diisi oleh kader-kader bagus yang lahir dari organisasi apapun,” tegasnya.

Selanjutnya, Abu (panggilan akrabnya) menyampaikan, potensi produktif yang dimiliki oleh para pemuda itu harus di beri ruang sekaligus wadah oleh partai agar dapat dikembangkan secara maksimal.

“Kita akan menyiapkan segala kebutuhan para kader terbaik untuk dapat berkarya melalui partai Gelora,” imbuhnya.

Sementara wakil ketua DPD Partai Gelora Mohammad Nurcholis Muslim berharap kehadiran partai Gelora ini dapat mewarnai perpolitikan di daerah Kabupaten Probolinggo.

“Gerakan partai kita adalah menciptakan masyarakat yang berdaya melalui politik, bisnis dan sosial,” ungkapnya.

Di bulan ini, Partai Gelora akan terus melakukan safari ke berbagai tokoh masyarakat dan pemuda sekaligus untuk menjelaskan visi-misi partai sampai masyarakat memahami secara utuh. (pm)

Kukuh Widyatmoko: Petani Lokal yang Mengabdi untuk Desa Kalianan

Probolinggo, Berdampak.net – Kukuh Widyatmoko, petani asal Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, memiliki tekad besar untuk memajukan desanya melalui pertanian. Lulusan Magister Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA) ini kini fokus mengembangkan kopi lokal sebagai komoditas unggulan.

Kukuh, yang akrab disapa Koko, percaya bahwa kopi dapat menjadi identitas baru bagi Desa Kalianan. Ia berharap kopi yang dihasilkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Cita dan harapan saya, semoga kopi yang dihasilkan menjadi identitas baru yang membawa kesejahteraan masyarakat lokal di desa kami. Untuk mencapai harapan tersebut, kami petani kopi perlu meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi kopi berkualitas. Selain itu, kami juga perlu kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendampingan, dan korporasi petani,” ungkap Kukuh.

Menurut Kukuh, upaya untuk mengembangkan kopi lokal tidak bisa dilakukan sendiri. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi serta dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Ia juga aktif memotivasi petani lain untuk bersama-sama membangun potensi kopi Desa Kalianan.

Sebagai alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang, Kukuh mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Baginya, pertanian adalah salah satu cara untuk memajukan desa. “Dengan bekerja bersama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk desa ini,” tambahnya.

Melalui dedikasinya, Kukuh Widyatmoko membuktikan bahwa pengabdian kepada kampung halaman dapat menjadi langkah nyata untuk menciptakan perubahan. Dengan tekad kuat dan semangat kolaborasi, ia menjadi salah satu pelopor pengembangan kopi lokal di Probolinggo. (fjr)