KPU Kabupaten Probolinggo, Tetapkan Gus Haris Ra Fahmi Bupati Terpilih

Probolinggo, Berdampak.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo secara resmi menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Gus dr. Muhammad Haris dan Ra Fahmi AHZ sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih untuk masa jabatan 2024-2029. Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka penetapan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih yang dihelat KPU Kabupaten Probolinggo, Kamis (9/1/2025) malam di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan.

Rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa bersama Komisioner KPU ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, perwakilan Forkopimda serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Forkopimka se-Kabupaten Probolinggo.

Paslon terpilih, Gus Haris dan Ra Fahmi turut hadir bersama perwakilan partai politik (parpol) pengusung, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tokoh agama serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Probolinggo.

Penetapan pasangan terpilih ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara penetapan oleh Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo. Dilanjutkan dengan penyerahan kepada Ketua DPRD, Ketua Parpol pengusul serta Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Apresiasi dan ucapan selamat diberikan kepada KPU Kabupaten Probolinggo atas pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung dengan lancar.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa ketika memimpin sidang pleno terbuka menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan Pilkada di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.

Pasangan Gus Haris dan Ra Fahmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih setelah dalam pelaksanaan Pilkada tanggal 27 Nopember 2024 lalu meraih suara sebanyak 492.212 suara atau 80,6% dari total suara dan yang lebih luar biasa menurut ketua KPU kabupaten probolinggo Ali wafa partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS pada Pilkada tahun 2024 sebanyak 72% cukup tinggi.

Bupati Probolinggo terpilih Gus dr. Muhammad Haris mengatakan bahwa Pilkada proses demokrasi yang positif dan di akhiri semangat persatuan pasca pemilu akan membawa Kabupaten Probolinggo ke arah yang lebih baik. program yang akan menjadi prioritas kedepan Salah satunya adalah rencana besar untuk wajah Kota Kraksaan yang akan diproyeksikan sebagai pusat kota baru dengan New Icon Alun-alun Kraksaan yang menjadi kebanggaan masyarakat dan fokus pada reformasi birokrasi, pengembangan infrastruktur, pariwisata, industri dan ekonomi kreatif serta peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan. (fjr)

HUT RSUD Waluyo Jati ke-43, Ini Harapan H. Khairul Anam, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota Komisi IV DPR-D Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), H. Khairul Anam berharap di peringatan hari jadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan yang ke 43, bisa meningkatkan pelayanan yang lebih prima terhadap masayarakat.

Hal itu disampaikan oleh H. Anam (sapaan Akrab H. Khairul Anam) saat menghadiri acara peresmian Ruang Direksi dan Tasyakkuran HUT Kota Kraksaan ke-15 dan HUT RSUD Waluyo Jati ke-43 serta ulang tahun dan Promosi Doktor Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG,. Subsp. Obginsos, M.H,. M.Kes,. C.M.C., FISQua, di ruang pertemuan Ki Hajar Dewantara (Lantai II) RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (08/01/2025).

“Kedepan kami berharap dengan peningkatan layanan rumah sakit ini, RSUD Waluyo Jati tercapai cita-cita menjadi rumah sakit jujukan di “Timur Tengah” yaitu Probolinggo Tengah dan Timur bahkan Tapalkuda,” harapnya.

Ia menyebut, saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan sedang mengembangkan beberapa layanan rumah sakit, yang nantinya diharapkan bisa berdampak baik kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Layanan rumah sakit yang baru dan sedang dikembangkan adalah, Cathlab untuk operasi pemasangan cateterisasi jantung, hemodialisa (layanan cuci darah) Neo Natar Intensive Unit (NICU), radiologi, CT scan, mamografi, instalasi psykiatri (layanan kedokteran jiwa), layanan cuci darah, layanan ortopedi bisa operasi sendi lutut, dan lain-lain, ini semoga bisa berjalan dengan maksimal dan bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Probolinggo, sesuai dengan tagline layanan Humanis,” tambahnya. (fiq)

Silaturahmi Kyai dan Bu Nyai Prabu Nusantara: Perkuat Sinergi Ulama, Santri, dan Pemerintah

Malang, Berdampak.net – Acara Silaturahmi Kyai dan Bu Nyai bertajuk Prabu Nusantara (Prabowo Bersama Ulama dan Santri Merawat Indonesia) sukses diselenggarakan di Pondok Wisata Annur 2. Kegiatan ini dihadiri oleh ulama, santri, dan sejumlah tokoh masyarakat, dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai pembicara utama.

Dalam sambutannya, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan santri dalam membangun Indonesia yang lebih baik. “Peran ulama dan santri sangat strategis dalam menjaga moralitas bangsa, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi semangat Prabu Nusantara yang mengedepankan nilai kebangsaan dan gotong royong.

Prabu Nusantara sendiri diprakarsai oleh sejumlah tokoh, di antaranya Gus Mamak, Gus Faiz Ahz, Komandan Chusni (anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Gus Tajul, dan Gus Samsul. Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara ulama dan santri dalam menjaga persatuan bangsa melalui nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan doa bersama dan diskusi mengenai langkah konkret untuk merawat Indonesia. Wakil Menteri Pertanian juga mengajak seluruh peserta untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui inovasi di bidang pertanian berbasis pesantren.

“Kita perlu terus mengembangkan potensi lokal, termasuk melalui pesantren, untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi,” tambah Sudaryono.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. (fj)

“Warung Nasi Pecel 99 Paiton” Kuliner Malam Legendaris, Harga Rakyat Selera Semua Kalangan yang Patut Dicoba!

Probolinggo, Berdampak.net – Probolinggo memang Gudangnya kuliner legendaris dengan cita rasa yang tidak kalah bersaing dengan kuliner modern saat ini walapun dengan tempat yang sangat sederhana, seperti halnya Nasi Pecel 99 paiton. Warung nasi pecel yang berada di Jl. Raya Panglima Sudirman No.219, Dusun Ps., Sukodadi, Probolinggo ini sudah melegenda baik di kalangan masyrakat paiton, santri, pekerja, sopir, kyai, pejabat ataupun konglomerat. Dengan cita rasa dan lauk yang khas menjadikan warung pecel ini menjadi pilihan untuk mereka yang ingin mencari kuliner malam bahkan sampai dini hari.

`Jam bukanya yang mulai dari jam 9 Malam sampai pagi mensejajarkan kuliner ini dengan legenda kuliner kuliner ternama lainya di Surabaya seperti rawon setan ataupun sambal mak yeye. Hanya bedanya untuk harga kuliner di paiton jauh lebih murah dan pas di kantong tentunya. Tak heran walapun dengan tempat dan menu yang sangat sederhana semua kalangan sangat menyukainya.

Akses Lokasi yang mudah di jalan Utama probolinggo situbondo menjadikan kuliner ini menjadi pilihan yang pas bukan hanya Masyarakat paiton probolinggo tetapi bagi anda yang sedang travelling melewati probolinggo dan ingin mencari rekomendasi kuliner malam hari. Tak jarang kita lihat dibalik kesederhanaan warung dan penjualnya semua kalangan melebur jadi satu mencerminkan filosofi yang terkandung yaitu kesederhanaan, keragaman sebagai makna jati diri dari bangsa, yang berbeda-beda suku ras agama dan golongan tapi menjadi satu dalam rumah keberagaman Indonesia Raya. (rh)

HMI dan Persepsi Afiliasi: Pandangan Rochman Hidayat tentang Identitas Organisasi

Oleh : Ponirin Mika

Berdampak.net – Pandangan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) identik dengan Muhammadiyah memang sering muncul di kalangan masyarakat, meskipun itu tidak sepenuhnya akurat. HMI sering dianggap sebagai organisasi yang berada di bawah kendali Muhammadiyah, namun kenyataannya, HMI adalah organisasi yang terbuka untuk seluruh mahasiswa Islam dari berbagai latar belakang organisasi. Pernyataan ini juga disampaikan oleh Rochman Hidayat, yang juga sebagai anggota dewan pakar KAHMI Probolinggo dan juga berprofesi sebagai professional atau praktisi di Perusahaan swasta, yang menegaskan bahwa HMI bukanlah milik satu kelompok atau organisasi tertentu, melainkan tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai organisasi Islam.

Sejarah pendirian HMI mungkin menjadi salah satu alasan munculnya pandangan ini. HMI didirikan pada tahun 1947 oleh beberapa aktivis mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Muhammadiyah. Oleh karena itu, secara historis, HMI memang memiliki hubungan yang erat dengan Muhammadiyah pada tahap awal perkembangan organisasinya. Namun, seiring berjalannya waktu, HMI berkembang menjadi organisasi yang lebih inklusif, dengan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi Islam lainnya.

HMI bukan hanya berfokus pada Muhammadiyah, melainkan pada pengembangan mahasiswa Islam secara keseluruhan, dengan tujuan mencetak kader-kader pemimpin yang berintegritas dan berkarakter. HMI mengedepankan pemikiran kritis dan pembentukan kepemimpinan, serta memperjuangkan kemajuan bangsa berdasarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan universal. Dalam hal ini, HMI tidak terbatas pada satu kelompok atau ideologi, tetapi terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk mengembangkan diri sebagai pemimpin masa depan.

Pernyataan istri Rochman Hidayat, Kanda Rochman, yang menyebutkan bahwa HMI identik dengan Muhammadiyah mencerminkan pandangan umum yang masih beredar di masyarakat. Pandangan ini mungkin disebabkan oleh pengaruh sejarah dan keterlibatan banyak anggota Muhammadiyah dalam perjalanan awal HMI. Namun, penting untuk dipahami bahwa HMI adalah organisasi independen yang tidak berada di bawah kendali Muhammadiyah atau organisasi Islam lainnya. Sebagai wadah bagi mahasiswa Islam, HMI memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk berkembang dalam berbagai bidang, termasuk keagamaan, sosial, dan politik, tanpa terikat pada satu organisasi atau kelompok tertentu.

Dengan demikian, meskipun HMI memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Muhammadiyah, organisasi ini tidak dapat disebut sebagai bagian dari Muhammadiyah. HMI adalah organisasi yang inklusif dan terbuka untuk semua mahasiswa Islam, dengan tujuan mencetak pemimpin yang berdedikasi, berwawasan luas dan berkiprah seluas luas nya di berbagai bidang untuk kemajuan Umat dan bangsa. (pm)

Kebijakan Libur Ramadhan: Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur di Era Kini

Berdampak.net – Baru-baru ini, wacana yang disampaikan oleh Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i tentang penerapan kebijakan yang pernah diberlakukan di era Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kembali mencuat.

Kebijakan tersebut adalah memberikan libur penuh selama satu bulan di bulan Ramadhan untuk sekolah-sekolah, dengan fokus pada kegiatan pesantren kilat guna mendalami pendidikan agama. Gagasan ini menuai beragam pandangan, baik yang mendukung maupun yang mengkritik.
Gus Dur, selama masa pemerintahannya, dikenal sebagai pemimpin yang menaruh perhatian besar pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan keberagaman.

Kebijakan libur Ramadhan pada tahun 1999 bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa-siswi Muslim untuk lebih fokus mendalami ajaran agama di tengah kesibukan akademik yang kerap mendominasi.

Sebagian kalangan memandang kebijakan ini sebagai langkah yang positif. Dalam pandangan mereka, pendidikan agama sering kali terabaikan karena sistem pendidikan yang lebih menekankan pada pencapaian akademik. Libur penuh selama Ramadhan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih mendalami ajaran agama secara intensif melalui kegiatan pesantren kilat.
Selain itu, kebijakan ini juga dianggap sejalan dengan kebutuhan spiritual masyarakat Muslim Indonesia.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan kegiatan seperti pesantren kilat dapat membantu siswa memahami nilai-nilai ibadah seperti puasa, shalat tarawih, serta memperdalam pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman religius yang mendalam tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual mereka.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan wacana ini. Beberapa mengkritik bahwa kebijakan libur penuh selama Ramadhan dapat mengganggu kalender akademik. Libur selama satu bulan dianggap terlalu lama dan dikhawatirkan akan memengaruhi capaian kurikulum secara keseluruhan. Dalam sistem pendidikan yang sudah padat dengan target dan tenggat waktu, mengalokasikan waktu selama itu untuk kegiatan non-akademik mungkin menjadi tantangan besar.

Wacana menghidupkan kembali kebijakan libur penuh selama Ramadhan memiliki potensi untuk menjadi langkah progresif dalam memperkuat pendidikan agama dan moral generasi muda. Namun, implementasinya memerlukan perencanaan matang agar tidak mengorbankan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Pemerintah, khususnya Kementerian Agama, perlu memastikan bahwa kegiatan pesantren kilat benar-benar dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan.
Di sisi lain, pendekatan yang lebih fleksibel mungkin diperlukan.

Misalnya, memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menyesuaikan kebijakan ini sesuai dengan kondisi masing-masing, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan akademik dan spiritual siswa. Dengan demikian, semangat Gus Dur dalam memuliakan nilai-nilai agama dapat tetap hidup, tanpa mengabaikan tantangan zaman modern. (doni)