HUT RSUD Waluyo Jati ke-43, Ini Harapan H. Khairul Anam, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota Komisi IV DPR-D Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), H. Khairul Anam berharap di peringatan hari jadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan yang ke 43, bisa meningkatkan pelayanan yang lebih prima terhadap masayarakat.

Hal itu disampaikan oleh H. Anam (sapaan Akrab H. Khairul Anam) saat menghadiri acara peresmian Ruang Direksi dan Tasyakkuran HUT Kota Kraksaan ke-15 dan HUT RSUD Waluyo Jati ke-43 serta ulang tahun dan Promosi Doktor Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG,. Subsp. Obginsos, M.H,. M.Kes,. C.M.C., FISQua, di ruang pertemuan Ki Hajar Dewantara (Lantai II) RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (08/01/2025).

“Kedepan kami berharap dengan peningkatan layanan rumah sakit ini, RSUD Waluyo Jati tercapai cita-cita menjadi rumah sakit jujukan di “Timur Tengah” yaitu Probolinggo Tengah dan Timur bahkan Tapalkuda,” harapnya.

Ia menyebut, saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan sedang mengembangkan beberapa layanan rumah sakit, yang nantinya diharapkan bisa berdampak baik kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Layanan rumah sakit yang baru dan sedang dikembangkan adalah, Cathlab untuk operasi pemasangan cateterisasi jantung, hemodialisa (layanan cuci darah) Neo Natar Intensive Unit (NICU), radiologi, CT scan, mamografi, instalasi psykiatri (layanan kedokteran jiwa), layanan cuci darah, layanan ortopedi bisa operasi sendi lutut, dan lain-lain, ini semoga bisa berjalan dengan maksimal dan bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Probolinggo, sesuai dengan tagline layanan Humanis,” tambahnya. (fiq)

Silaturahmi Kyai dan Bu Nyai Prabu Nusantara: Perkuat Sinergi Ulama, Santri, dan Pemerintah

Malang, Berdampak.net – Acara Silaturahmi Kyai dan Bu Nyai bertajuk Prabu Nusantara (Prabowo Bersama Ulama dan Santri Merawat Indonesia) sukses diselenggarakan di Pondok Wisata Annur 2. Kegiatan ini dihadiri oleh ulama, santri, dan sejumlah tokoh masyarakat, dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai pembicara utama.

Dalam sambutannya, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan santri dalam membangun Indonesia yang lebih baik. “Peran ulama dan santri sangat strategis dalam menjaga moralitas bangsa, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi semangat Prabu Nusantara yang mengedepankan nilai kebangsaan dan gotong royong.

Prabu Nusantara sendiri diprakarsai oleh sejumlah tokoh, di antaranya Gus Mamak, Gus Faiz Ahz, Komandan Chusni (anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Gus Tajul, dan Gus Samsul. Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara ulama dan santri dalam menjaga persatuan bangsa melalui nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan doa bersama dan diskusi mengenai langkah konkret untuk merawat Indonesia. Wakil Menteri Pertanian juga mengajak seluruh peserta untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui inovasi di bidang pertanian berbasis pesantren.

“Kita perlu terus mengembangkan potensi lokal, termasuk melalui pesantren, untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi,” tambah Sudaryono.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. (fj)