Bansos Terhambat Prosedur Kaku, Fraksi PDIP Probolinggo Kritik Layanan BNI: “Jangan Rakyat Dipong-pong!”

PROBOLINGGO – Pelayanan perbankan dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Probolinggo menuai kritik tajam. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo mendesak Bank BNI untuk segera mereformasi standar operasionalnya agar lebih humanis, menyusul banyaknya laporan mengenai lansia dan warga sakit parah yang dipaksa hadir fisik demi mengurus hak mereka.

Cak Dayat, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan bahwa birokrasi perbankan yang ada saat ini terlalu prosedural dan mengabaikan kondisi riil masyarakat rentan. Ia menemukan banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang kondisinya lumpuh atau disabilitas, namun tetap diwajibkan datang ke kantor bank untuk mengurus kartu yang hilang atau terblokir.

“Ini soal rasa kemanusiaan. Ada warga yang sudah tidak mampu berjalan, tapi tetap diminta hadir sendiri. Negara melalui perbankan seharusnya hadir memberi solusi, bukan menambah beban,” ujar Cak Dayat dengan nada tegas, Selasa (30/12/2025).

Permasalahan tidak berhenti pada kehadiran fisik. Fraksi PDIP mengungkap temuan mengejutkan mengenai antrean layanan di salah satu kantor BNI yang dilaporkan telah penuh hingga Februari 2026. Hal ini dinilai sangat tidak masuk akal karena bantuan sosial berkaitan dengan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.

Selain itu, inkonsistensi syarat administrasi di lapangan kerap membuat warga dari desa terpencil kecewa. “Sering terjadi KPM sudah datang jauh-jauh, dokumen dinyatakan kurang, padahal di waktu lain syaratnya berbeda. Rakyat kecil jangan dibuat bingung oleh sistem yang berubah-ubah,” tambahnya.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Rachmat Hidayanto, menyatakan pihaknya telah bersurat kepada pihak BNI. Ia menekankan pentingnya empati perbankan untuk melakukan layanan “jemput bola” bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik.

“Kami memfasilitasi komunikasi agar ada penyamaan persepsi. Kita ingin pelayanan ini benar-benar tersalurkan dengan baik tanpa menyulitkan mereka yang sudah dalam kondisi sulit,” tutur Rachmat.

Hal senada diungkapkan Koordinator Tim SDM PKH, Fathorrozi Amien. Menurutnya, aturan internal perbankan seharusnya bisa disinkronkan dengan regulasi kementerian agar tetap aman secara sistem namun fleksibel secara kemanusiaan.

Hingga saat ini, pihak manajemen BNI Kabupaten Probolinggo belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan ini. Beberapa upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat dan telepon oleh awak media belum mendapatkan jawaban.

Fraksi PDI Perjuangan berharap agar Pemda dan BNI segera duduk bersama menyusun SOP kolaboratif. Tujuannya jelas: memastikan hak masyarakat miskin terlindungi melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan bermartabat, tanpa diskriminasi birokrasi.

Tragedi Pembunuhan Mahasiswi UMM, HMI Cabang Probolinggo Dorong Penegakan Hukum

Probolinggo, Berdampak.net —
Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa pagi, 16 Desember 2025. Jasad korban ditemukan di sekitar depan PT Satoria, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo. Belakangan diketahui, korban merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang.

Menanggapi kejadian tersebut, HMI Cabang Probolinggo menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara serius.

HMI Cabang Probolinggo meminta pihak kepolisian, khususnya Polres Kabupaten Probolinggo, agar segera mengungkap pelaku dan menuntaskan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Imam Suyuti selaku ketua umum HMI Cabang Probolinggo, menyampaikan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Sebagai mahasiswa sangat prihatin terhadap adanya kasus ini dan saya berharap aparat kepolisian bisa bekerja secara maksimal dan profesional untuk mengungkap pelaku pembunuhan secara transparan, insyaallah dalam dua hari kedepan surat dari kami akan masuk” Ujar imam.

Imam juga menyoroti adanya dugaan bahwa pelaku merupakan aparat kepolisian kabupaten Probolinggo. Menurutnya, hal tersebut menjadi alarm serius bagi kondisi sosial di daerah tersebut.

“Adanya dugaan pelaku merupakan aparat kepolisian Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa daerah kita ini sedang mengalami krisis moral. Yang seharusnya menjadi tombak utama keamanan malah sebaliknya lebih membahayakan. Kejadian ini memperjelas bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, HMI Cabang Probolinggo akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses penegakan hukum.

Berdampak.net Gelar Ulang Tahun, Tegaskan Komitmen Edukasi Masyarakat Lewat Media

Probolinggo, Berdampak.net — Media lokal Berdampak.net merayakan ulang tahun kelahirannya di Raluna Coffee, Kabupaten Probolinggo, Senin (2/6/2025). Dalam momentum tersebut, pihak redaksi menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai media edukatif dan solutif bagi masyarakat.

Acara ulang tahun yang dikemas secara sederhana namun hangat itu dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan jurnalis, akademisi, dan aktivis muda. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas perjalanan media Berdampak.net yang terus konsisten menyuarakan isu-isu lokal dengan pendekatan yang berimbang dan mendalam.

Fajar Satrio Wibowo, komisaris Berdampak.net, dalam sambutannya menegaskan bahwa media ini tidak hanya hadir untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk mengedukasi dan menginspirasi publik. “Kami hadir bukan untuk mengejar sensasi, melainkan dampak. Edukasi adalah ruh utama dari setiap karya jurnalistik kami,” tegas Fajar.

Menurutnya, dalam era digital yang dipenuhi banjir informasi, masyarakat harus diberi ruang untuk mengakses konten yang mencerahkan. “Terlalu banyak informasi yang membingungkan publik. Kami ingin menjadi penjernih, bukan pengabur,” ujarnya.

Fajar juga menyampaikan bahwa Berdampak.net ke depan akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan komunitas lokal, pelaku wisata, dan pelajar. Tujuannya adalah membentuk ekosistem informasi yang sehat dan memberdayakan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Berdampak.net akan menggelar simposium wisata di situs bersejarah Candi Jabung. Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber dari kalangan arkeolog, budayawan, dan penggiat pariwisata lokal.

“Candi Jabung bukan sekadar situs sejarah. Ia adalah simbol kebudayaan yang bisa kita angkat sebagai potensi wisata edukatif. Lewat simposium ini, kami ingin masyarakat lebih mengenal dan mencintai warisan leluhurnya,” kata Fajar.

Selain simposium, media ini juga akan mengadakan acara “Ngopi Bareng Jejaring” yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pengusaha UMKM, relawan pendidikan, pegiat lingkungan hingga tokoh-tokoh muda Probolinggo.

“Ngopi bareng ini bukan sekadar temu santai, tapi ajang menyambung gagasan dan memperluas gerakan sosial. Kami ingin Berdampak.net menjadi simpul dari banyak inisiatif baik di daerah ini,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu membangun citra media yang tidak hanya produktif secara jurnalistik, tetapi juga aktif sebagai katalisator perubahan sosial.

Turut hadir dalam acara ulang tahun tersebut, sejumlah nama yang memiliki kontribusi besar dalam kelahiran dan perkembangan media ini salah satunya Ponirin Mika dan sejawat nya.

Dalam testimoninya mereka menyebut bahwa Berdampak.net adalah contoh media lokal yang punya keberanian untuk mengambil posisi sebagai pelayan kepentingan publik. “Di saat banyak media memilih jadi corong kekuasaan atau bisnis, Berdampak.net memilih jalan yang tidak populer: menyuarakan yang kecil dan terpinggirkan.

Salah satu tokoh muda Probolinggo yang aktif dalam isu-isu kepemudaan, berharap media ini tetap menjaga integritas dan idealismenya. Jangan pernah lelah menjadi suara yang mencerahkan, meskipun kadang harus melawan arus.

Sementara itu, Rizky Miftahul Huda, salah satu tokoh muda Probolinggo yang aktif dalam isu-isu kepemudaan, berharap media ini tetap menjaga integritas dan idealismenya. “Jangan pernah lelah menjadi suara yang mencerahkan, meskipun kadang harus melawan arus,” katanya.

Taufiqur Rohim Direktur berdampak menambahkan bahwa kehadiran media seperti Berdampak.net memberi ruang bagi konten-konten lokal yang sering diabaikan oleh media arus utama. “Konten lokal ini penting untuk menjaga identitas kita sebagai masyarakat Probolinggo,” ucapnya

Acara perayaan ulang tahun ditutup dengan pembacaan refleksi perjalanan media dari tahun pertama hingga saat ini. Dalam refleksi itu ditekankan bahwa perjuangan media independen tidak mudah, tapi layak diperjuangkan.

Ponirin Mika, yang juga menjadi bagian dari pendiri awal, mengungkapkan bahwa media ini lahir dari semangat keterbukaan dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan. “Kami ingin menjadi bagian dari sejarah perubahan di daerah ini, sekecil apapun itu,” katanya.

Sebagai penutup, Fajar mengajak seluruh tim redaksi untuk terus menjaga semangat gotong-royong dalam membangun ekosistem media yang sehat dan bermartabat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama ini.

“Kami tahu jalan ini panjang dan berliku. Tapi dengan dukungan teman-teman semua, kami percaya bisa terus melangkah lebih jauh,” pungkasnya. (pm)

Konferensi Internasional Angkat Pentingnya Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengobatan Tradisional

Malang, berdampak.net – Dalam rangka meningkatkan kesadaran global tentang konservasi sumber daya alam dan pengobatan tradisional, 15th International Conference on Global Resource Conservation (ICGRC) dan 1st International Conference on Jamu and Alternative Medicine (IC JAM) digelar dengan sukses di Ballroom Ijen Suites Hotel, Malang. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Biologi Universitas Brawijaya dan Dewan Jamu Indonesia ini mengusung tema “Harmony in Nature and Health: Bioprospecting in Practices and Regulatory“. 11 September 2024, besok.

Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, pemerintah, dan komunitas pegiat lingkungan. Mereka berkumpul untuk membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pengembangan pengobatan berbasis bahan alami seperti jamu dan terapi tradisional.

Salah satu moderator acara, Prof. Amin Setyo Leksono, menekankan pentingnya melestarikan tanaman di alam liar dan di lahan milik pribadi. “Melestarikan keberadaan tanaman, baik di habitat alami maupun di lingkungan kita sendiri, merupakan upaya fundamental dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sebagai sumber utama pengobatan tradisional,” ujar Prof. Amin.

Ia juga menjelaskan bahwa teknik pengobatan ala Timur menekankan pendekatan terapi holistik, yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga mental dan emosional. “Konservasi alam harus menjadi prioritas utama dalam praktik pengobatan timur ini. Menanamkan pentingnya penggunaan tanaman herbal kepada generasi sekarang sangat krusial untuk keberlanjutan pengobatan alami dan warisan budaya kita,” tambahnya.

Konferensi ini juga menghadirkan berbagai diskusi panel tentang bioprospecting, yaitu eksplorasi sumber daya hayati untuk kebutuhan ilmiah dan komersial, yang sangat relevan dengan pengembangan jamu dan obat-obatan herbal lainnya. Berbagai praktik terbaik di bidang konservasi alam dan regulasi terkait bioprospecting dipaparkan oleh para ahli dari berbagai negara.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan praktik terbaik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara sektor konservasi lingkungan dan pengobatan tradisional untuk keberlanjutan masa depan yang lebih sehat dan selaras dengan alam. (fjr)

Mantan Bupati Lumajang Cak Thoriq Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim

Surabaya, Berdampak.net– Mantan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq), menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan oleh Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim terkait dugaan kasus korupsi.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Lutfhie Sulistiawan, membenarkan kabar tersebut. Namun, ia enggan memberikan detail lebih lanjut mengenai pemeriksaan itu.”Masih pemeriksaan awal,” ujar Luthfie singkat kepada media pada Selasa (3/9/2024).


Cak Thoriq diperiksa oleh Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Ia tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim sekitar pukul 14.00 WIB. Lalu pada pukul 18.12 WIB, ia diperkenankan beristirahat hingga pemeriksaan dilanjutkan pukul 19.30 WIB
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai kasus yang tengah dihadapi oleh Cak Thoriq.


Thoriq mengatakan, ia tidak tahu siapakah yang melaporkannya. Sehingga, ia mengatakan bahwa kedatangannya di Polda Jatim hari ini hanya untuk berbagi informasi.

Dalam pemeriksaan itu, Thoriq mengaku juga tidak didampingi penasihat hukum.

Menelaah Politik Idealis dan Pragmatis

Oleh : Ponirin Mika

Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Sosial Research, Probolinggo

Sejarah panjang idealisme politik merujuk pada pemaknaan tentang manusia sebagai makhluk politik (zoon politicon) yang menjadi subjek penentu arah dan gerak zaman. Sejak era Yunani Kuno, Aristoteles (384-322 SM) telah menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang berpolitik. Aktualisasi ke-diri-annya hanya mungkin terwujud dalam ruang polis (kota), di mana di dalamnya manusia berinteraksi dengan sesamanya.

Berbicara politik selalu asyik dan terkadang menegangkan. Sebab, dalam dunia politik tidak ada yang abadi yang ada hanya “kepentingan”, begitu kata salah seorang teman pada saya. Ungkapan ini tidak salah dan tidak selamanya benar. Hal itu pula yang tak pernah henti diperdebatkan. Saya salah satu diantara segelintir orang yang mengatakan bahwa politik itu suci. Perjuangan dalam politik adalah untuk kemaslahatan dan kesejateran bangsa. Politik merupakan sarana yang disahkan dalam undang-undang di negara Indonesia. Maka siapapun orangnya yang akan berjuang untuk dapat berbuat legacy pada bangs aini harus melalui jalan politik.

Cita-cita luhur dalam politik itu ialah kemuliaan. Dimana kegiatan yang ada dalam politik berkait dengan pengambilan keputusan dalam kelompok, atau bentuk hubungan kekuasaan lainnya di antara individu. Tentu merupakan sebuah keniscayaan berada di negeri yang menjadikan partai politik sebagai tempat untuk dapat memperoleh kebijakan ini, maka setiap warga negara tidak diperkenakan serta merta melakukan kebijakan yang tak dibenarkan melalui undang-undang. Pertanyaannya adalah adakah cita-cita mulia itu kesuciannya terpelihara? Melihat carut-marutnya demokrasi yang ada saat ini, politik telah ternodai oleh tangan-tangan kotor yang mengatasnamakan rakyat. Maka bisa dibilang bahwa politik tidak lagi mampu menjaga keperawananya dari sentuhan-sentuhan para kapitalis. Dengan carut marutnya demokrasi yang terkebiri ini maka seyogyanya politik perlu dikemalaikan pada visi-misi awalnya.

Belum lagi kalau kita memahami politik di masyarakat kota dan desa. Kota adalah ruang realitas interaktif tempat manusia-manusia berkualitas saling bertukar manfaat antara satu sama lain. Mereka yang bermukim di dalamnya adalah subjek-subjek beradab (civilized) dan berbudaya yang dihasilkan dari penggunaan rasio. Dengan demikian, manusia yang berpolitik adalah sekaligus manusia yang membedakan dirinya dengan makhluk lain, seperti binatang. Rasio menjadi instrumen berpikir dan menganalisa tentang diri dan lingkungannya.
Rasionalitas itulah yang kemudian diagung-agungkan pada masa-masa berikutnya, bahkan menjadi pembeda dengan masa lalu. Penggunaan rasio digambarkan dalam mitologi Yunani sebagai kereta yang bertolak dari kegelapan malam yang diliputi mitos menuju terang siang. Mitos diibaratkan sebagai masa lalu yang diwarnai lakon-lakon yang “tidak terjelaskan” oleh pikiran manusia. Mitos dipandang menghambat lahirnya perubahan dan kemajuan; keduanya adalah fenomena yang “dapat dijelaskan” secara rasional.

Dalam konteks politik, rasionalitas juga dijadikan sebagai rujukan kebenaran. Hanya politik yang rasional yang dianggap mampu melahirkan kebaikan. Karena itu, rasionalitas politik mengandaikan manusia politik yang memiliki arah dan tujuan kemanusiaan. Di dalamnya, janji-janji kemajuan dan kesejahteraan diyakini akan terwujud.

Tapi, pada kenyataannya, rasionalitas politik justru tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan janji-janji tersebut. Semakin kelihatan rasional, anomali pun bermunculan. Politik sebagai seni untuk mengabadikan diri, justru lebih tampak sebagai seni yang melanggengkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Manusia-manusia politik yang rasional menjadi goyah saat berhadapan dengan realita di luar dirinya. Rasionalitas politik hanya sebatas idealisme yang rapuh dihantam arus deras pragmatisme.

Realitas semacam ini telah menghantui perjalan politik di tanah air sehingga publik mengalami ketidapercayaannya. Para politisi perlu mengembalikan citra positif politik agar partisipasi masyarakat dengan kesadaran politiknya bukan karena keterpaksaan hanya karena mengharap uang semata. Politik idealis adalah cita-cita luhur. Jangan dimatikan oleh kepentingan sesaat yang “hanya” untuk memperkaya diri dan golongannya dengan dalih “politik kami untuk rakyat’ naudzubillah.