Rajut Toleransi, Eratkan Persaudaraan: GKJW Kraksaan Bersilaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam semangat Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kraksaan kembali mengadakan kegiatan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Tradisi tahunan ini menjadi salah satu wujud nyata keharmonisan antarumat beragama yang terus terjaga di wilayah Tapal Kuda.

Rombongan GKJW Jemaat Kraksaan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, beserta para pengurus pesantren. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mengiringi pertemuan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini.

Dalam sambutannya, KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kehadiran warga GKJW. Beliau menegaskan bahwa silaturahmi ini merupakan cermin indah dari semangat toleransi dan komitmen bersama dalam merawat persaudaraan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan ikhtiar luhur untuk terus merawat kedamaian, saling menghormati, dan membangun negeri ini dengan kebersamaan,” tutur Kiai Zuhri.

Perwakilan GKJW Jemaat Kraksaan menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri serta harapan agar hubungan baik yang telah terjalin terus diperkuat demi menciptakan masyarakat yang damai dan saling mendukung. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan tanda kasih dari GKJW kepada pihak pesantren sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.

Tak hanya bertukar ucapan dan hadiah, kegiatan ini juga diisi dengan dialog singkat yang membahas pentingnya menjaga perdamaian dan kerukunan di tengah perbedaan. Nilai-nilai gotong royong, cinta kasih, dan saling menghormati menjadi titik temu yang mempererat ikatan dua komunitas besar ini.

Merayakan Perbedaan Sebagai Anugerah

Silaturahmi ini menegaskan bahwa perbedaan agama dan keyakinan bukanlah tembok pemisah, melainkan jembatan untuk saling memahami dan memperkaya kehidupan bersama. Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dari upaya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Perbedaan itu indah jika kita saling memahami. Dan hari ini, kami melihat keindahan itu nyata dalam pelukan silaturahmi,” ujar salah satu perwakilan GKJW.

Kegiatan silaturahmi GKJW ke Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi bukti bahwa masyarakat Kraksaan dan sekitarnya mampu merawat harmoni dalam keberagaman, serta terus berkomitmen menciptakan ruang-ruang perjumpaan yang membangun dan menginspirasi. (pm)

Usai Lebaran 2025, Kajian Sirah Nabawi di Raluna Coffee Kembali Digelar

Probolinggo, Bedampak.net – Setelah sukses menggelar kajian sepanjang bulan Ramadan, Kelompok Kajian Sirah Nabawiyah di Raluna Coffee akan kembali digelar usai Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Hal ini disampaikan oleh Ketua Kajian, Mohammad Nurkholis Muslim, yang menegaskan bahwa kajian ini merupakan upaya memperdalam pemahaman umat Islam tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Sepanjang Ramadan, kelompok kajian ini telah berhasil mengkhatamkan buku Sirah Abu Bakar, yang mengulas perjalanan hidup khalifah pertama dalam Islam. Usai Lebaran, kajian akan berlanjut dengan pembahasan mendalam mengenai Sirah Umar bin Khattab, sosok pemimpin yang dikenal dengan ketegasan dan keadilannya.

Kajian ini semakin diminati, terutama oleh mahasiswa dan para pecinta diskusi Islam. Jumlah peserta yang hadir terus bertambah, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian sejarah Islam yang disajikan secara akademis dan dialogis.

Selain menghidupkan kajian rutin, Nurkholis juga tengah merancang proyek literasi berupa taman baca di wilayah Paiton, Probolinggo. Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada tingkat literasi masyarakatnya. Oleh karena itu, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong minat baca dan diskusi di kalangan masyarakat setempat.

Ia menuturkan bahwa taman baca yang direncanakannya akan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk membaca dan berdiskusi. Tak hanya itu, fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan musala guna menunjang kenyamanan pengunjung yang ingin beribadah.

“Saya akan membuat taman baca yang lengkap dengan musalanya. Insya Allah, di area Paiton,” ujar Nurkholis saat diwawancarai.

Sebagai mantan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Malang dan Yogyakarta, Nurkholis mengaku bahwa semangat berkaryanya tidak terlepas dari proses kaderisasi yang ia jalani selama menjadi bagian dari organisasi tersebut.

“Di HMI, saya dibentuk untuk menjadi insan pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Hal ini yang memotivasi saya untuk terus mencetak kader-kader potensial,” ungkapnya.

Kajian Sirah Nabawiyah yang ia rintis merupakan bagian dari cita-cita luhurnya dalam membentuk masyarakat yang meneladani sosok manusia paripurna, yakni Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, umat Islam perlu memahami perjalanan hidup Rasulullah agar dapat meniru keteladanan beliau dalam berbagai aspek kehidupan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa membaca Sirah Nabawiyah bukan sekadar memahami sejarah, melainkan juga menemukan inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan. Sejarah para sahabat, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab, memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan, kejujuran, dan pengorbanan dalam membangun peradaban Islam.

Nurkholis berharap kajian ini dapat terus berkembang, tidak hanya di Raluna Coffee tetapi juga di berbagai tempat lainnya. Ia membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung, baik dari kalangan akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Selain itu, ia juga mengajak berbagai pihak untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan taman baca yang tengah ia rancang. Dengan semakin banyaknya fasilitas literasi di Paiton, ia optimistis bahwa daerah tersebut akan melahirkan generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing tinggi.

“Kalau masyarakat Paiton dan Probolinggo secara umum ingin naik kelas, maka mereka harus mencintai literasi, mulai dari membaca hingga diskusi. Tanpa keduanya, SDM yang ada tidak akan berkembang dengan optimal,” tegasnya.

Menurutnya, semangat literasi harus dibangun sejak dini. Oleh karena itu, taman baca yang ia rintis tidak hanya akan menyediakan koleksi buku-buku Islam, tetapi juga literatur umum yang dapat memperkaya wawasan masyarakat.

Dengan adanya inisiatif kajian dan taman baca ini, diharapkan akan lahir lebih banyak generasi yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Nurkholis optimistis bahwa literasi dan diskusi yang terus berkembang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat Paiton dan sekitarnya.

Sebagai penutup, Nurkholis menegaskan bahwa kajian Sirah Nabawiyah bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian dari misi dakwah untuk membangun umat yang lebih baik. “Semoga dengan kajian ini, kita semua semakin dekat dengan teladan Rasulullah dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (pm)

GP Ansor Kraksaan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

Probolinggo, Berdampak.net – Ribuan jamaah , warga dan Forkopimda mengikuti peringatan Nuzulul Quran di Alun-Alun Kota Kraksaan, Sabtu (22/3/2025). Momen paling penting di tengah perjalanan ibadah puasa, setiap 17 Ramadhan dan Sekaligus mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW itu digelar oleh GP Ansor Jawa Timur bersama Majelis Dzikir dan Shalawat Syubbanul Muslimin.  Memimpin langsung lantunan sholawat oleh KH Hafidzul Hakiem Noer, yang juga menjabat sebagai Bendahara PW MDS Rijalul Ansor Jawa Timur.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir termasuk Bupati Probolinggo, Mohammad Haris (Gus Haris); Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ serta Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana; Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safri, bersama jajaran pengurus larut dalam lantunan dzikir dan shalawat. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang peringatan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat Ukhuwah Islamiyah antara warga di kabupaten Probolinggo dengan semua elemen.

Bupati Probolinggo, Gus Haris mengapresiasi penyelenggaraan peringatan Nuzulul Qur’an oleh GP Ansor Jawa Timur dan memilih digelar di Kabupaten Probolinggo dan bagian yang tidak terpisahkan dari visi gus haris dan RA Fahmi membangun Kabupaten Probolinggo dengan nafas Qur’ani. Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, tidak hanya infrastrukturnya yang maju, tetapi hati masyarakatnya juga dekat dengan nilai-nilai Islam. (rh)

Malam Nuzulul Qur’an, Gus Chasbullah Kafabie: “Refleksi Keseimbangan Antara Rasionalisme dan Emosionalisme”

Probolinggo, Berdampak.net – Malam Nuzulul Qur’an adalah malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Malam ini diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Ramadan, dan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan memohon ampun.

Pada momentum Malam Nuzulul Qur’an ini, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Chasbullah Kafabie mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, dengan cara melakukan refleksi keseimbangan antara rasionalisme dan emosionalisme.

“Kita haruslah mengembangkan kematangan emosional, menghindari kefanatikan, mengembangkan kecerdasan spiritual, mengintegrasikan akal dan hati, dan mengembangkan kesadaran spiritual. Malam Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran yang benar dan lurus, serta merupakan sumber kebenaran dan keadilan,” ujarnya, Minggu (16/03/2025) petang.

Malam Nuzulul Qur’an juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengembangkan kematangan emosional. Kematangan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kematangan emosional yang tinggi, Malam Nuzulul Qur’an juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghindari kefanatikan. Kefanatikan dapat terjadi ketika kita terlalu mengutamakan aspek rasional atau emosional. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang moderat dan seimbang,” jelasnya.

Beliau mengatakan, banyak hal yang dapat kita petik dalam setiap kandungan Al-Qur’an, untuk dipedomani dalam menjalankan kehidupan di dunia sebagai khalifah fil ‘Ardh.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kecerdasan, dan kesadaran spiritual yang tinggi, selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki akal dan hati yang seimbang,” paparnya.

“Dengan melakukan refleksi diri pada Malam Nuzulul Qur’an, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, mengembangkan sifat-sifat baik, dan menjadi lebih sabar dan Syukur,” harapnya. (fiq)

Gus Hafidz dan Syubbanul Muslimin Akan Bersholawat di Kampung Ramadhan JTV, Catat Tanggalnya

Berdampak.net – Kampung Ramdahan JTV hadir lagi untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 2025. Tahun ini Kampung Ramadhan hadir dalam edisi ke-9 dengan suasana yang meriah dan penuh berkah. Acara tahunan ini akan berlangsung pada 8 – 23 Maret 2025 di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo.

Kampung Ramadhan JTV 2025 hadir dengan berbagai kegiatan religi, budaya, dan ekonomi yang siap menyemarakkan bulan penuh berkah. Sejumlah bintang tamu akan tampil meramaikan, diantaranya Gus Hafidz,dan Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin. Kampung Ramadhan JTV akan dibuka secara resmi pada Jumat 8 Maret 2025 pukul 20.00 WIB. Opening ceremony akan dikemas dengan Gebyar Sholawat yang menghadirkan  Gus Hafidz, dan Syubbanul Muslimin yang akan mengajak pengunjung untuk bersholawat bersama dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian dan keberkahan.

Sambut Ramadhan, MUI Kabupaten Probolinggo Keluarkan Maklumat

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Ada tujuh poin yang tertuang dalam maklumat tersebut.

Dalam maklumat tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan.

MUI Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan, baik yang bersifat ritual maupun sosial.

Lalu, umat Islam juga diimbau untuk menghindari ucapan dan perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Selain itu, maklumat ini juga menyoroti peran aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan pengamanan, terutama terhadap gangguan seperti petasan, miras, dan takbir keliling yang berlebihan.

MUI juga memberikan panduan terkait penggunaan pengeras suara selama Ramadhan. Sholat Rawatib, Tarawih, dan Witir diimbau menggunakan pengeras suara dalam batas yang wajar, sementara tadarus Al-Qur’an dianjurkan menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan tanpa pengeras suara hingga pukul 02.30 WIB.

Selain ibadah, MUI Probolinggo juga mengajak umat Islam untuk memperkuat solidaritas sosial dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Munir Kholili, dan Sekretaris Umum, H. Taufik. MUI berharap agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan. (don)