Donor Darah dan LKD: Partai Gelora Bangkitkan Semangat Pemuda Desa Randutatah

PROBOLINGGO — Di tengah geliat pembangunan desa, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo hadir membawa angin segar bagi masyarakat Desa Randutatah, Paiton. Pada Selasa (5/8/2025), mereka menggelar kegiatan donor darah dan pelatihan kepemimpinan yang mengusung semangat kesehatan dan pemberdayaan generasi muda.

“Donor darah ini bukan sekadar aksi sosial, tapi komitmen kami untuk hadir langsung melayani kesehatan masyarakat,” ujar Abu Bakar Rohim, Ketua DPD Partai Gelora Probolinggo, dalam sambutannya sebelum acara dimulai.

Semangat Abu Bakar tak hanya berhenti di situ. Ia juga mengingatkan para pemuda bahwa mimpi besar adalah kunci untuk menjadi pemimpin hebat. “Generasi muda adalah harapan bangsa. Jangan ragu untuk bermimpi dan berkontribusi nyata bagi desa dan negara,” tegasnya penuh semangat.

Antusiasme warga Randutatah terlihat dari kehadiran yang ramai sejak pagi. Banyak yang rela meluangkan waktu untuk ikut donor darah, menyumbangkan darah demi kesehatan sesama.

Kepala Desa Randutatah, Suham, pun memberi apresiasi tinggi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain membantu kesehatan warga, juga memupuk rasa kebersamaan,” katanya.

Tak hanya donor darah, Partai Gelora melengkapi program hari itu dengan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) bagi Karang Taruna setempat. LKD ini dirancang untuk membekali pemuda dengan ilmu kepemimpinan dan keterampilan penting dalam menghadapi tantangan zaman.

Abu Bakar Rahim memimpin sesi tentang Leadership, membekali peserta dengan wawasan tentang kepemimpinan yang berkarakter dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Ponirin Mika kemudian mengupas tuntas Manajemen Keorganisasian, memberikan trik mengelola organisasi agar tetap solid dan produktif.

Diikuti oleh materi Kewirausahaan Sosial oleh Mohammad Nur Kholis Muslim, yang menanamkan ide bisnis yang tak hanya menguntungkan tapi juga membawa dampak positif sosial.

Sementara Zainol Hasan membagikan rahasia sukses Mengelola Media Sosial dengan Efektif, sebagai modal penting di era digital saat ini.

Melalui kombinasi donor darah dan pelatihan ini, Partai Gelora Probolinggo membuktikan bahwa mereka bukan sekadar partai politik biasa, tapi mitra nyata masyarakat dalam membangun masa depan lebih sehat dan cerdas.

Acara yang berlangsung penuh semangat ini menjadi inspirasi bahwa perubahan besar dimulai dari desa, dan pemuda adalah ujung tombaknya.

Pewarta : PM

HIPKA Kota Probolinggo Resmi Dikukuhkan, Ini Gebrakannya

Situbondo, Berdampak.net – Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur (BPW) Himpunan Pengusaha Kahmi (KAHMI) Jawa Timur, mengukuhkan BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi Lumajang dan Pasuruan Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Utama Raya Situbondo, Kamis (17/05/2025).

Pengukuhan tersebut dipimpin dan dipandu langsung oleh Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

“Semoga bisa amanah, dan memajukan HIPKA di masing-masing wilayah,” harapnya.

Ketua BPD HIPKA Kota Probolinggo, Amir Mahmud mengatakan, setelah dilaksanakan pelantikan pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan berbagai sektor, hal itu dimaksudkan untuk mendukung program yang akan dicanangkan oleh HIPKA Kota Probolinggo kedepan.

“Wali Kota Probolinggo, beliau jiga KAHMI, InsyaAllah beloau pasti mendukung semua kegiatan dari HIPKA Kota Probolinggo,” jelasnya singkat.

Selain itu, pohaknya juga akan terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan HMI, dengan cara melakukan pelatihan entherpreneurship terhadap para kader HMI.

“HIPKA harus menjadi wadah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya. (fiq)

GASPPOL Usulkan Miniatur PLTU Paiton di Probolinggo Sebagai Wahana Outing Class

Probolinggo, Bedampak.net – Gerakan Aksi Sosial Peduli Pendidikan, Olahraga, dan Lingkungan Hidup (GASPPOL) mengusulkan pembangunan miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (7/2/2025).

Ketua GASPPOL, Asa’ad, menegaskan bahwa keberadaan miniatur PLTU Paiton dapat menjadi wahana belajar bagi siswa-siswi di Kabupaten Probolinggo.

Selama ini, pelajar yang ingin mengetahui lebih dalam tentang PLTU harus mengikuti kegiatan outing class ke PLTU . Namun, pembelajaran tersebut sering kali tetap terbatas pada teori tanpa pengalaman langsung yang lebih interaktif.

“Setelah berkeliling, mereka masuk ke ruangan lagi. Di situ baru dapat penjelasan seputar PLTU. Jadi ya pada akhirnya (outing class) itu tetap teori, sama seperti di kelas,” ujar Asa’ad usai audiensi di kantor Disdikdaya.

Oleh karena itu, GASPPOL berharap dengan adanya miniatur PLTU Paiton, para siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Usulan pembangunan miniatur PLTU Paiton ini menjadi semakin relevan mengingat kebijakan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo yang melarang kegiatan outing class ke luar daerah sejak awal Februari 2025.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, menyatakan bahwa larangan tersebut tidak bersifat permanen, tetapi diberlakukan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Jawa Timur.

“Larangan outing class ke luar daerah ini diberlakukan efektif sejak 1 Februari 2025,” kata Dwijoko.

Menariknya, GASPPOL menekankan bahwa pembangunan miniatur PLTU Paiton tidak harus bergantung pada anggaran pemerintah. Asa’ad yang juga merupakan mantan anggota DPRD menyatakan bahwa proyek ini dapat didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan yang peduli terhadap dunia pendidikan dan lingkungan.

“Tentu tidak harus pakai anggaran pemerintah. Bisa pakai CSR (Corporate Social Responsibility/tanggung jawab sosial perusahaan),” ungkap Asa’ad.

Nantinya Dengan adanya miniatur PLTU Paiton, para siswa tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga meskipun tidak dapat melakukan kunjungan langsung ke lokasi PLTU sesungguhnya, tidak hanya memahami teori tentang energi listrik tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembangkitan listrik berlangsung dalam skala mini.

Usulan GASPPOL ini tentu menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Probolinggo. Jika terealisasi, miniatur PLTU Paiton dapat menjadi langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan siswa tentang sektor energi, sekaligus mendukung kebijakan pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap situasi yang ada. (don)

Ditetapkan Sebagai Bupati Bondowoso Terpilih, ini Kata Ra Hamid

Bondowoso, Berdampak.net – K.H. Abd Hamid Wahid dan As’ad Yahya Syafi’i, pasangan yang dikenal sebagai Ra Hamid dan Ra As’ad, telah resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih untuk Kabupaten Bondowoso dalam Pilkada 2024. Penetapan ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso.

Dalam acara tersebut, Ra Hamid menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan pemilihan. Ia khususnya mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati yang telah memimpin dengan baik selama masa transisi. “Peran Forkopimda serta masyarakat sangat vital dalam menyukseskan Pilkada ini,” ujar Ra Hamid.

Ia juga mengapresiasi kerja KPU dan Bawaslu yang telah memastikan proses pemilihan berjalan dengan lancar.

Ra Hamid menekankan bahwa penetapan ini menandai akhir dari kontestasi Pilkada, namun sekaligus membuka babak baru dalam tanggung jawab pembangunan daerah karena seyogyanya Kontestasi adalah bagian substansi demokrasi untuk mengisi pembangunan. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam memajukan Bondowoso.
“Saatnya kita berkolaborasi untuk membangun Bondowoso yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, meskipun tantangan dari kebijakan pemerintah pusat tetap ada. Dengan optimisme, Ra Hamid berkomitmen untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso. (rh)

Puncak Harlah NU di Ponpes Nurul Jadid Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Probolinggo, Berdampak.net- Peringatan hari lahir ke-102 Nahdlatul Ulama atau Harlah NU di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tidak hanya dihadiri kader NU dan ulama se-Jatim.

Tokoh lintas agama juga turut hadir dalam peringatan harlah ormas terbesar di tanah air itu. Antara lain dari Protestan, Hindu, dan Konghucu.

Kepala Ponpes Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kehadiran tokoh lintas agama itu diharapkan menjadi jembatan kebersamaan untuk melangkah lebih jauh.

Terutama dalam gerakan Nahdlatul Tujjar (kebangkitan pedagang), yang menjadi cikal bakal berdirinya NU bersama Nahdlatul Wathan (kebangkitan kebangsaan) dan Taswirul Afkar (gerakan pemikiran).

Sebagai tuan rumah, Kiai Abdul Hamid berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PWNU Jatim kepada Ponpes Nurul Jadid sebagai penyelenggara harlah ke 102 NU, dilanjutkan dengan rakerwil PWNU Jatim.

Ponpes Nurul Jadid juga diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan, untuk menyambut peringatan harlah NU. Salah satunya Jatim Expo Pendidikan dan UMKM yang dilangsungkan sejak Senin (20/1/2025) di halaman kampus Universitas Nurul Jadid atau Unuja Probolinggo.

Expo Pendidikan antara lain melibatkan perguruan tinggi di lingkungan NU, serta lembaga pendidikan menengah di pesantren NU di Jawa Timur.

Figur yang juga Rektor unuja Probolinggo ini mengatakan, Expo yang berlangsung hingga Minggu (26/1/2025) itu bukan sekedar pameran penjualan dan pemasaran saja.

“Kami menghadirkan mata rantai kegiatan ekonomi secara utuh,” kata sosok yang juga wakil ketua PWNU Jatim ini.

Dalam Expo, juga ada pelatihan bisnis (bussiness coaching), jaringan bisnis (bussiness channeling), dan lain-lain.

Ada juga seminar nasional dan pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren, yang akan menjadi penunjang Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama atau PTNU.

“Kami sudah matur kepada Rois (PWNU Jatim) dan kepada ketua (PWNU Jatim). “Ini bukan pesaing LPTNU, tetapi penunjang dan akan berkolaborasi ke depan,” katanya.

Peringatan Harlah ke-102 NU di Ponpes Nurul Jadid, dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain Wakil Ketua PBNU KH Zoelfa Musthofa; Wakil Rois PBNU, KH Anwar Iskandar; Rois PWNU Jatim, KH Anwar Mansyur; PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz; serta Ketua Umum Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Perawansa. (pm)

“Warung Nasi Pecel 99 Paiton” Kuliner Malam Legendaris, Harga Rakyat Selera Semua Kalangan yang Patut Dicoba!

Probolinggo, Berdampak.net – Probolinggo memang Gudangnya kuliner legendaris dengan cita rasa yang tidak kalah bersaing dengan kuliner modern saat ini walapun dengan tempat yang sangat sederhana, seperti halnya Nasi Pecel 99 paiton. Warung nasi pecel yang berada di Jl. Raya Panglima Sudirman No.219, Dusun Ps., Sukodadi, Probolinggo ini sudah melegenda baik di kalangan masyrakat paiton, santri, pekerja, sopir, kyai, pejabat ataupun konglomerat. Dengan cita rasa dan lauk yang khas menjadikan warung pecel ini menjadi pilihan untuk mereka yang ingin mencari kuliner malam bahkan sampai dini hari.

`Jam bukanya yang mulai dari jam 9 Malam sampai pagi mensejajarkan kuliner ini dengan legenda kuliner kuliner ternama lainya di Surabaya seperti rawon setan ataupun sambal mak yeye. Hanya bedanya untuk harga kuliner di paiton jauh lebih murah dan pas di kantong tentunya. Tak heran walapun dengan tempat dan menu yang sangat sederhana semua kalangan sangat menyukainya.

Akses Lokasi yang mudah di jalan Utama probolinggo situbondo menjadikan kuliner ini menjadi pilihan yang pas bukan hanya Masyarakat paiton probolinggo tetapi bagi anda yang sedang travelling melewati probolinggo dan ingin mencari rekomendasi kuliner malam hari. Tak jarang kita lihat dibalik kesederhanaan warung dan penjualnya semua kalangan melebur jadi satu mencerminkan filosofi yang terkandung yaitu kesederhanaan, keragaman sebagai makna jati diri dari bangsa, yang berbeda-beda suku ras agama dan golongan tapi menjadi satu dalam rumah keberagaman Indonesia Raya. (rh)