Ini Alasan Abu Bakar Rohim Ketua DPD Gelora Probolinggo Gelar Kajian Usroh untuk Keluarga Pengurus

Probolinggo.Berdampak.Net – Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menjelaskan alasan digelarnya kajian usroh bersama keluarga pengurus DPD dan DPC. Kegiatan itu berlangsung di Gelora Kraksaan, Ahad (4/10/2026).

Kajian tersebut dikemas dalam bentuk gathering keluarga. Para pengurus partai hadir bersama keluarga mereka dalam suasana kebersamaan.

Abu Bakar menyebut kajian ini diadakan agar para pengurus dan keluarganya memahami pentingnya saling mendukung dalam berjuang. Menurutnya, perjuangan partai tidak bisa dijalani sendirian.

“Kita ingin para keluarga dari pengurus memahami bahwa perjuangan ini membutuhkan support, sehingga dalam melaksanakan perjuangannya benar-benar terwujud,” katanya.

Ia menilai dukungan keluarga adalah bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kerja-kerja partai. Karena itu, keluarga perlu dilibatkan dan diberi pemahaman sejak awal.

Abu Bakar menjelaskan bahwa pengurus yang aktif berjuang di lapangan membutuhkan ketenangan dari rumah. Restu keluarga juga dibutuhkan agar perjuangan berjalan optimal.

Melalui forum ini, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo ingin menegaskan bahwa perjuangan politik tidak hanya ditopang pengurus. Orang-orang terdekat di rumah juga berperan.

Abu Bakar juga menyampaikan bahwa kajian sengaja didesain sesantai mungkin. Suasana yang cair diharapkan membuat materi dari narasumber lebih mudah diterima.

Ia berharap kajian ini tidak berjalan satu arah. “Dalam kajian ini saya berharap terjadi dialog untuk memperdalam materi yang disampaikan narasumber nantinya,” imbuhnya.

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menyebut kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Kajian serupa dijadwalkan berlangsung rutin setiap dua bulan sekali.

Menurut Ponirin, keberlanjutan kegiatan penting agar pembinaan terhadap pengurus dan keluarganya berjalan konsisten. Jadwal yang teratur diharapkan menjadi tradisi yang memperkuat soliditas internal partai.

Kajian kali ini menghadirkan dosen Universitas Sunan Ampel, Dr. Syamsuri Hasan, sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa keluarga memegang peran yang sangat besar dalam setiap perjuangan.

Syamsuri menyebut dukungan keluarga sebagai kebutuhan mendasar bagi siapa pun yang berjuang. Menurutnya, tanpa dukungan keluarga, perjuangan apa pun yang dicita-citakan seorang suami tidak akan tercapai.

Ia menambahkan bahwa rumah tangga dibangun oleh dua orang yang harus saling melengkapi. Hubungan suami dan istri yang saling menguatkan menjadi fondasi dalam menjalani tanggung jawab di luar rumah.

Melalui kajian ini, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berharap pengurus dan keluarganya semakin memahami bahwa perjuangan adalah kerja bersama. Pengurus berjuang di ruang publik, sementara keluarga menguatkan dari balik layar.

Partai Gelora Probolinggo Gelar Gathering Pengurus dan Kajian Usroh

Probolinggo. Berdampak.Net- DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus melakukan terobosan. Kali ini partai besutan Anis Matta tersebut menggelar kajian usroh yang dikemas dalam gathering keluarga pengurus, Ahad (4/10/2026), di Kantor Gelora Kraksaan, Probolinggo.

Kegiatan itu mempertemukan para pengurus partai bersama keluarga mereka dalam suasana kebersamaan. Melalui forum ini, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo ingin menegaskan bahwa perjuangan politik tidak hanya ditopang oleh pengurus, tetapi juga oleh orang-orang terdekat di rumah.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menjelaskan bahwa kajian ini diadakan agar para pengurus dan keluarganya memahami pentingnya saling mendukung dalam berjuang.

“Kita ingin para keluarga dari pengurus memahami bahwa perjuangan ini membutuhkan support, sehingga dalam melaksanakan perjuangannya benar-benar terwujud,” katanya.

Menurut Abu Bakar, dukungan keluarga menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kerja-kerja partai. Pengurus yang aktif berjuang di lapangan membutuhkan ketenangan dan restu dari rumah agar perjuangannya dapat berjalan optimal.

Ia menyampaikan bahwa kajian tersebut sengaja didesain sesantai mungkin. Dengan suasana yang cair, materi yang disampaikan narasumber diharapkan lebih mudah diterima dan dipahami oleh seluruh peserta.

“Dalam kajian ini saya berharap terjadi dialog untuk memperdalam materi yang disampaikan narasumber nantinya,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menjelaskan bahwa kajian usroh ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung rutin setiap dua bulan sekali.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan ini penting agar pembinaan terhadap pengurus dan keluarganya berjalan konsisten. Dengan jadwal yang teratur, forum tersebut diharapkan menjadi tradisi yang memperkuat soliditas internal partai.

“Adanya kegiatan seperti ini, di samping menambah wawasan keilmuan, juga menjadi ajang silaturahmi antara keluarga pengurus Partai Gelora Kabupaten Probolinggo,” tandasnya.

Kajian kali ini menghadirkan dosen Universitas Sunan Ampel, Dr. Syamsuri Hasan, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa keluarga memegang peran yang sangat besar dalam setiap perjuangan.

Syamsuri menyebut dukungan keluarga sebagai kebutuhan mendasar bagi siapa pun yang berjuang. Menurutnya, apabila keluarga tidak mendukung, maka perjuangan apa pun yang dicita-citakan seorang suami tidak akan tercapai.

Ia menambahkan bahwa rumah tangga dibangun oleh dua orang yang harus saling melengkapi. Karena itu, hubungan suami dan istri yang saling menguatkan menjadi fondasi penting dalam menjalani setiap tanggung jawab di luar rumah.

Dukungan tersebut, lanjutnya, semakin dibutuhkan bagi mereka yang berjuang melalui partai politik. Dunia politik menuntut waktu, tenaga, dan pikiran yang besar, sehingga pengertian dari keluarga menjadi penopang yang tak ternilai.

Melalui kajian usroh ini, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berharap para pengurus dan keluarganya semakin memahami bahwa perjuangan adalah kerja bersama. Pengurus berjuang di ruang publik, sementara keluarga menguatkan dari balik layar.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berharap terbangun ikatan yang kuat antara pengurus dan keluarga. Ikatan itu diharapkan menjadi modal untuk menjaga semangat dan keberlanjutan perjuangan partai di tengah masyarakat.

Berkah KUR BNI, Usaha Sapu Ijuk “Ken Dedes” di Jember Kian Moncer

Jember.Berdampak.Net- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jember (BNI Jember) menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp200 juta kepada usaha sapu ijuk bermerek Ken Dedes milik Karyati di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Dukungan pembiayaan ini digunakan untuk mengembangkan lokasi usaha sekaligus memperkuat kapasitas bisnis yang dijalankan Karyati bersama suaminya.

Usaha yang berlokasi di Desa Semboro tersebut memproduksi sapu ijuk dan perlengkapan rumah tangga untuk berbagai segmen pelanggan, mulai dari perkantoran dan instansi, pedagang keliling, hingga masyarakat umum di Jember dan sekitarnya. Dalam operasionalnya, Ken Dedes mempekerjakan lima orang tenaga kerja yang menjalankan seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengolahan bahan baku serabut ijuk, pemasangan gagang, pengepresan sesuai ukuran, hingga pengemasan produk.

Usaha ini juga terhubung dengan rantai pasok dari sejumlah daerah di sekitar Jember, dengan bahan baku dan komponen produksi dipasok dari Bondowoso, Lumajang, serta Puger, Jember. Untuk menunjang produksi dan distribusi, Ken Dedes telah memiliki mesin pembuatan sapu, gudang penyimpanan, serta sarana penyimpanan barang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha produktif seperti Ken Dedes merupakan bagian dari upaya BNI Jember memperluas akses pembiayaan UMKM sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

“BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” kata Okki.

Ia menambahkan, usaha produktif di daerah memiliki rantai ekonomi yang luas, sehingga peningkatan kapasitas usaha turut memberi dampak bagi tenaga kerja, pemasok, dan jaringan penjualan yang terlibat. “Karena itu, kami berharap pembiayaan KUR dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Okki menegaskan, BNI Jember tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur dalam penyaluran KUR, dengan memastikan pembiayaan diberikan kepada pelaku usaha yang memenuhi ketentuan dan digunakan sesuai tujuan. Selain akses pembiayaan, BNI juga mendorong penguatan UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, serta perluasan akses pasar sesuai kebutuhan masing-masing usaha.

Penyaluran KUR kepada Ken Dedes menjadi salah satu bentuk dukungan BNI Jember terhadap penguatan ekosistem usaha produktif di Kabupaten Jember. Bank berharap semakin banyak pelaku UMKM di daerah tersebut memperoleh akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, membuka lapangan kerja, dan tumbuh berkelanjutan.

Prodi Linguistik Indonesia UPNVJT dan UNP Kediri Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan IA dan MoA

Probolinggo.Berdampak.Net- Program Studi Linguistik Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) memperkuat jejaring kerja sama akademik dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri). Kegiatan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Senin (15/9/2026) di Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari kedua program studi dan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menyusun rencana kerja sama yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan buku referensi hasil kerja sama kedua program studi, diskusi rencana kolaborasi, serta penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) tingkat fakultas.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Endang Sholihatin selaku Kaprodi Linguistik Indonesia UPNVJT. Dari pihak Universitas Nusantara PGRI Kediri, hadir Dr. Agus Widodo, M.Pd. selaku Dekan FKIP, Dr. Nur Lailiyah, M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Aan Nurfahrudianto, M.Pd. selaku Wakil Rektor IV, serta Intan Prastihastari Wijaya, M.Pd., M.Psi. selaku Wakil Dekan FKIP UNP Kediri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan buku referensi hasil kerja sama kedua program studi. Penyerahan buku tersebut menjadi salah satu bentuk luaran kolaborasi akademik sekaligus simbol dari produktivitas kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi.

Selanjutnya, para dosen dari kedua program studi melakukan diskusi mengenai rencana kerja sama selama satu tahun ke depan. Diskusi ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam bidang pendidikan maupun kegiatan akademik lainnya. Melalui diskusi tersebut, kerja sama diarahkan agar memiliki program yang konkret dan dapat memberikan manfaat bagi kedua program studi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) tingkat fakultas. Penandatanganan dokumen tersebut menjadi capaian penting dalam penguatan kerja sama kelembagaan antara UPNVJT dan UNP Kediri serta menjadi dasar bagi pelaksanaan program kolaborasi yang telah direncanakan.

Dengan ditandatanganinya dokumen kerja sama tersebut, kedua institusi memiliki landasan untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

Kegiatan kerja sama antara Program Studi Linguistik Indonesia UPNVJT dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri menunjukkan komitmen kedua institusi dalam membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Melalui perencanaan program selama satu tahun ke depan dan dukungan dokumen kerja sama yang telah disepakati, kolaborasi diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran akademik yang bermanfaat bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi.

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, MA Nurul Jadid Paiton Gelar Supervisi Administrasi Guru

Probolinggo.Berdampak.Net — Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menggelar kegiatan Supervisi Administrasi Pembelajaran pada Selasa (11/8/2026) di ruang pertemuan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan bertujuan memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan madrasah.

Bertindak sebagai supervisor utama, Pengawas Madrasah Abd. Ghani, S.Ag., M.Pd.I., melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen administrasi pembelajaran yang disusun para guru. Berkas yang diperiksa antara lain Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Capaian Pembelajaran, Silabus, hingga Modul Ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Proses supervisi tidak sebatas mengecek kelengkapan dokumen, tetapi juga menelaah kesesuaian isi materi dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Menurut Abd. Ghani, administrasi pembelajaran yang tersusun rapi bukan sekadar pemenuhan formalitas, melainkan menjadi pedoman penting bagi guru dalam mengarahkan jalannya pembelajaran di kelas.

Ia menekankan bahwa perencanaan yang matang akan berdampak langsung pada efektivitas penyampaian materi kepada siswa.

Selain memeriksa dokumen, Abd. Ghani turut memberikan masukan dan alternatif solusi atas kendala teknis yang kerap dihadapi guru saat mengajar. Para guru diminta segera menindaklanjuti dan memperbaiki perangkat pembelajaran sesuai catatan koreksi yang diberikan.

Pihak manajemen MA Nurul Jadid menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil evaluasi supervisi agar benar-benar diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut bersama seluruh tenaga pendidik, sebagai wujud keseriusan MA Nurul Jadid dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejalan dengan cita-cita besar Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dosen UPN Veteran Jatim Ciptakan Aplikasi Antiperundungan Berbasis Sastra, Siswa SMAN 1 Besuki Bisa Petakan Kasus Tanpa Rasa Takut

SITUBONDO, INDHEF NEWS — Banyak kasus perundungan di sekolah luput dari perhatian karena korban enggan bercerita. Rasa malu, takut disalahkan, atau trauma sering membuat siswa memilih diam dan memendam persoalan sendirian.

Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengembangkan sebuah terobosan bernama Virtual Literary Therapy Lab — aplikasi berbasis Android yang menggabungkan edukasi antiperundungan dengan pendekatan sastra reflektif, permainan edukatif, dan jurnal emosi.

Aplikasi ini resmi diperkenalkan kepada siswa kelas X B SMAN 1 Besuki, Kabupaten Situbondo, pada 6 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB dan sekaligus menjadi momen serah terima aplikasi kepada pihak sekolah.

Sastra sebagai Media Refleksi Emosi

Tim pelaksana dipimpin oleh Dr. Achmad Fawaid, S.S., M.A., M.A., beranggotakan Hanum Lintang Siwi Suwingnyo, M.A.; Ambaristi Hersita Milanguni, M.A.; Lailatul Fitriyah, M.Si.; dan Moh. Ainol Yaqin, M.Kom., bersama dua mahasiswa, Nurmalita Herdiana dan Cindy Eka Aulia. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Koordinator BK SMAN 1 Besuki, Ika Febrianti, S.Pd., serta Kepala SMAN 1 Besuki, Irpan Hilmi, S.Pd., M.P.

Berbeda dari aplikasi pembelajaran pada umumnya, Virtual Literary Therapy Lab menawarkan ruang interaktif yang cukup lengkap: materi edukasi seputar perundungan, game antiperundungan, kumpulan cerita dan puisi reflektif, hingga fitur jurnal emosi harian. Konten sastra di dalamnya sengaja dirancang untuk membantu siswa mengenali dan memahami emosinya lewat kisah yang dekat dengan keseharian remaja.

Dr. Achmad Fawaid menjelaskan bahwa inovasi ini juga menjadi bukti bahwa ilmu bahasa dan sastra Indonesia dapat dikembangkan lewat teknologi digital.

“Kami mencoba membawa teks sastra ke fungsi yang lebih aplikatif. Cerita dan puisi tidak hanya dibaca, tetapi digunakan sebagai medium refleksi untuk membantu siswa memahami emosi dan persoalan perundungan. Teknologi memungkinkan proses tersebut dikemas lebih interaktif dan lebih dekat dengan kebiasaan siswa,” jelas Fawaid.

Pemetaan Perundungan Lewat 75 Pertanyaan Berbasis Kasus

Selain memperkenalkan aplikasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memetakan kondisi perundungan dan budaya aman di lingkungan sekolah. Para siswa diminta mengisi 75 pertanyaan digital yang disusun berdasarkan kasus atau kejadian konkret, sehingga mereka tidak perlu menyatakan secara langsung apakah dirinya pernah menjadi korban.

Instrumen survei ini dikembangkan dengan merujuk pada sejumlah standar internasional dan nasional, yaitu Global School-based Student Health Survey (GSHS) dari World Health Organization, indikator iklim sekolah dan paparan perundungan dalam Programme for International Student Assessment (PISA) OECD, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026.

Melalui pendekatan berbasis kasus ini, tim berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai berbagai bentuk perundungan yang dialami siswa — mulai dari verbal, fisik, sosial atau relasional, siber, hingga seksual. Survei ini juga memetakan frekuensi dan lokasi kejadian, dampak yang dirasakan siswa, pola pelaporan, hambatan dalam mencari bantuan, serta persepsi siswa terhadap keamanan lingkungan sekolah mereka.

Data untuk Perkuat Kebijakan Sekolah

Kepala SMAN 1 Besuki, Irpan Hilmi, S.Pd., M.P., menyambut baik hasil pemetaan ini dan menilainya dapat memperkuat pengambilan keputusan di tingkat sekolah.

“Sekolah membutuhkan data agar program yang dibuat benar-benar menjawab kondisi siswa. Dari pemetaan ini kami berharap dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperkuat, baik layanan BK, edukasi kepada siswa, pengawasan lingkungan sekolah maupun mekanisme pelaporan. Jadi tindak lanjutnya dapat lebih tepat sasaran,” ujar Irpan.

Antusiasme juga datang dari siswa. Muhammad Ilzam Firdausi, siswa kelas X B, mengaku merasa lebih nyaman karena pengalamannya dipotret lewat pertanyaan berbasis situasi, bukan pertanyaan langsung yang bisa terasa menghakimi.

“Pertanyaannya menggunakan contoh kejadian yang mungkin dialami siswa, jadi lebih mudah dipahami dan dijawab. Kami juga tidak perlu menyebut nama siapa pun. Menurut saya cara seperti ini membuat siswa lebih nyaman untuk menjawab sesuai keadaan sebenarnya,” kata Ilzam.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan resmi aplikasi Virtual Literary Therapy Lab kepada SMAN 1 Besuki sebagai produk yang dapat terus dimanfaatkan untuk memperkuat layanan psikososial bagi siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah PKM Edu LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur bertajuk “Penguatan Layanan Pemulihan Psikososial melalui Aplikasi Virtual Literary Therapy Lab Berbasis Teks Sastra bagi Siswa SMAN 1 Situbondo.”