Kagumi Pengembangan Bahasa Mandarin Santri, Yayasan ASRAM Kunjungi Ponpes Nurul Jadid Paiton

Probolinggo, Berdampak.net – Sebanyak 17 orang perwakilan dari Pengurus Yayasan Asram serta Manajer Pondok Pesantren di al-Azhar Yogyakarta World Schools berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali informasi berkait dengan pengelolaan pengembangan bahasa Mandarin. Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menjadi rujukan banyak pesantren terkait dengan pengembangan bahasa mandarin. Hal itu disampaikan oleh Yogi Eli Ginanjar ketua rombongan saat memberikan sambutan pada acara dialog bersama pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rabu (7/05/25).

“Pembelajaran bahasa mandarin di Pesantren Nurul Jadid sangat eksis hingga sekarang,” ungkapnya.

Yogi menanyakan tentang rahasia pesantren menjaga keberlangsungan bahasa mandarin mulai dari manajemen pesantren dan sekolah dalam membentuk kultur bahasa mandarin dilingkungan pesantren.

“Kami ingin belajar terkait dengan manajemen sarana pendukung yang diberikan kepada santri sehingga mampu meningkatkan kompetensi terhadap anak-anak santri,” imbuhnya.

Selain itu, Yogi mengungkapkan bahwa pesantren Nurul Jadid tengah menyediakan banyak lembaga formal tidak focus pada satu lembaga tertentu.

K. Ahmad Zaki Kepala Biro Pendidikan menyampaikan bahwa pendiri pesantren Nurul Jadid ingin menyelamatkan umat dari hal-hal yang melanggar norma agama.

“Suatu ketika Kiai Zaini Mun’im (pendiri pesantren Nurul Jadid) melihat para siswi yang membuka aurat saat pergi ke sekolah, lalu beliau memiliki keinginan untuk mendirikan lembaga formal agar bisa menyelamatkan umat dari pelanggaran norma-norma agama,” tegasnya.

Setelah dialog usai, peserta kunjungan di ajak untuk melihat langsung asrama santri yang mendalami bahasa mandari yang bertempat di wilayah al-hasyimiah (daltim) di Pondok Pesantren Nurul Jadid. (pm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *