Kembalikan Peran KAHMI
Oleh: Taufiqur Rohim (Alumi HMI Komisariat Teknik STTNJ)
Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) didirikan sebagai wadah bagi para alumni HMI untuk terus berkontribusi dengan menyumbangkan ide-ide serta gagasan dalam pembangunan bangsa. Selain itu KAHMI juga mempunyai peran penting dalam keberlangsungan HMI di kampus-kampus.
KAHMI memiliki peran yang sangat strategis dalam keberlangsungan dan perkembangan perkaderan HMI. Sebagai organisasi alumni, KAHMI memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membekali kader-kader HMI dengan bekal yang lebih komprehensif.
Dalam konteks yang lebih luas, KAHMI juga berfungsi sebagai jembatan antara HMI dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Hal ini sangat penting untuk memperluas pengaruh dan kontribusi HMI dalam pembangunan bangsa.
Singkatnya, KAHMI memiliki peran yang sangat krusial dalam pengembangan kader HMI. Dengan sinergi yang baik antara HMI dan KAHMI, diharapkan dapat menghasilkan kader-kader yang berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.
Namun seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan tuduhan yang menyatakan, tidak sedikit para oknum alumni HMI yang hanya memanfaatkan KAHMI sebagai jembatan untuk memuluskan tujuan pribadi dan kelompoknya saja, sehingga niat suci didirikannya KAHMI jadi ternodai. Tuduhan bahwa KAHMI dijadikan wadah untuk keuntungan pribadi adalah sebuah isu serius yang perlu ditanggapi secara bijaksana. Jika benar terjadi, ini merupakan penyimpangan yang sangat jauh dari tujuan awal pendirian KAHMI sebagai organisasi alumni yang berkomitmen pada nilai-nilai ke-Islaman, ke-Manusiaan dan ke-Indonesiaan.
Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab munculnya isu ini antara lain, Kompetisi Politik, Korupsi, Kelemahan sistem pengawasan serta bergesernya nilai-nilai KAHMI. Hal ini akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan KAHMI. Maka dari itu perlu adanya langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi masalah ini, seperti melakukan penguatan sistem pengawasan internal organisasi, Penegakan kode etik anggota, pendidikan nilai KAHMI terhadap semua anggota, hal ini diharapkan bisa me-refresh seluruh anggota untuk kembali mengingat tujuan awal didirikannya KAHMI, serta KAHMI juga dapat melakukan kolaborasi dengan lembaga pengawas independen untuk melakukan audit dan evaluasi secara berkala.
Semoga diusia yang ke 58 tahun ini KAHMI dapat mampu mengembalikan tujuan suci dibentuknya Korps Alumni ini, sehingga dapat mengatasi kemunduran yang terjadi pada HMI, hal itu diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak, baik alumni maupun kader, untuk membangun sinergi yang lebih kuat. Dengan demikian, HMI dapat terus melahirkan kader-kader yang berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.
Jika KAHMI ingin tetap relevan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa, maka organisasi ini harus terus berupaya untuk menjaga integritas dan kredibilitasnya. Selamat Milad ke-58 tahun Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Yakinkan dengan Iman, Usahakan dengan Ilmu dan Sampaikan dengan Amal, Billahitaufiq wal hidayah.