Pentingnya Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini

Di era globalisasi yang serba terhubung, bahasa Inggris telah menjadi kunci utama dalam komunikasi internasional. Oleh karena itu, mengenalkan bahasa Inggris sejak dini bukanlah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak yang mulai belajar bahasa Inggris pada usia dini memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik dibanding mereka yang baru belajar di usia remaja atau dewasa. Studi yang dilakukan di Shanghai, misalnya, menemukan bahwa pembelajaran bahasa Inggris sejak dini tidak hanya meningkatkan prestasi bahasa Inggris, tetapi juga mendukung pencapaian akademik dalam bahasa ibu tanpa menimbulkan dampak negatif (Tao & Gao, 2020, International Journal of Bilingual Education and Bilingualism).

Manfaatnya tidak berhenti di situ. Menurut artikel yang diterbitkan oleh International Journal of Research and Innovation in Social Science (2024), paparan bahasa Inggris sejak kecil terbukti memperkuat fungsi kognitif anak, seperti daya ingat, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah. Artinya, kemampuan bilingual sejak dini dapat mempersiapkan anak menghadapi tantangan akademik maupun sosial di masa depan.

Selain aspek akademik, kemampuan berbahasa Inggris juga membuka peluang sosial yang lebih luas. Anak-anak dapat berkomunikasi dengan teman sebaya dari berbagai negara, memahami budaya asing, serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk berinteraksi di tingkat global. Seperti yang ditegaskan dalam jurnal Dharmakayana (2024), golden age atau masa emas anak merupakan periode paling tepat untuk menanamkan dasar keterampilan bahasa karena otak mereka lebih mudah menyerap stimulus linguistik.

Dengan berbagai bukti ilmiah tersebut, jelas bahwa pembelajaran bahasa Inggris sejak dini adalah investasi penting. Ini bukan hanya tentang menguasai bahasa asing, tetapi juga tentang membangun generasi yang siap bersaing, berpikir kritis, dan terbuka pada dunia yang semakin tanpa batas.

Simbol Agresif, Trump Hidupkan Kembali ‘Departemen Perang’ di AS

Pada 5 September 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangi perintah eksekutif yang secara simbolis mengubah nama “Department of Defense” menjadi “Department of War”, nama yang pernah digunakan antara 1789 hingga 1947. Meski hanya sebagai sebutan sekunder dan belum sah secara hukum, langkah ini langsung diikuti dengan rebranding situs Pentagon fari defense.gov menjadi war.gov dan penunjukan pejabat baru sebagai “Secretary of War”.

 Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa istilah “Defense” terlalu pasif dan bahkan “woke”. Ia menegaskan bahwa nama “War” lebih mencerminkan kejayaan militer Amerika pada masa lalu, terutama saat Perang Dunia I dan II. Hal serupa disampaikan Pete Hegseth yang menekankan bahwa ini bukan hanya perubahan nama, melainkan pernyataan ideologi. “Kita akan bertindak ofensif, bukan hanya defensif. Kita akan memaksimalkan daya bunuh, bukan sekadar legalitas yang lemah,” ujarnya.

Reaksi atas kebijakan ini beragam. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik, seperti Senator Mike Lee dan Greg Steube, mendukung langkah Trump dengan mengajukan rancangan undang-undang untuk menjadikan nama Department of War permanen. Namun, kritik keras juga muncul dari oposisi maupun analis kebijakan. Mereka menilai perubahan ini hanya simbolisme politik yang mahal dan mengalihkan perhatian dari kebutuhan nyata militer serta keluarga prajurit. Analis juga memperingatkan bahwa rebranding semacam ini bisa menelan biaya besar, mulai dari penggantian plakat, dokumen, hingga sistem komunikasi militer di seluruh dunia.

Secara historis, nama “Department of War” memang pernah menjadi identitas resmi militer Amerika sejak abad ke-18. Namun, pada 1947, setelah Perang Dunia II, pemerintah menggantinya dengan Department of Defense. Perubahan itu dilakukan demi mencegah rivalitas internal antar-angkatan serta menekankan peran baru AS di era nuklir, yakni sebagai kekuatan pencegah konflik global. Kini, keputusan Trump untuk menghidupkan kembali nama lama tersebut dipandang sebagai simbol agresif yang berpotensi mengubah wajah kebijakan militer Amerika ke depan.

Prajurit Brigif 2 Marinir Laksanakan Latihan Menembak Senbanif

Malang, Berdampak.net – TNI AL, Dispen Kormar (Malang). Prajurit Brigade Infanteri 2 Marinir melaksanakan latihan menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 4 Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur. Senin (08/09/2025).

Latihan tersebut merupakan pelaksanaan program latihan yang sudah terencana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta profesionalisme prajurit dalam mengawaki Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) guna mendukung tugas pokok Satuan.

Dalam latihan tersebut prajurit Brigif 2 Marinir berlatih menembak berbagai jenis senjata bantuan yang menjadi andalan Satuan Infanteri, mulai dari senjata lintas lengkung seperti Mortir Kaliber 60 mm dan 81 mm, serta senjata peluncur granat GLM dan MGL, sedangkan untuk senjata lintas datar, terdiri dari senjata GPMG, Minimi, K3 Daewoo, dan Rocket Launcher RPG 7 serta Sniper.

Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Daniel Tarigan menyampaikan bahwa latihan tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan kemampuan serta mengasah naluri tempur prajurit Korps Marinir pada umumnya dan Yonif 5 Marinir pada khususnya.

Kolonel Marinir Daniel Tarigan juga menyampaikan bahwa latihan menembak senjata bantuan infanteri sangatlah penting, khususnya bagi pasukan Infanteri Korps Marinir untuk menunjang tugas yang diberikan oleh Satuan atas.

Komandan Brigif 2 Marinir juga berpesan, agar seluruh Prajurit melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga naluri tempur, sehingga akan menambah keyakinan diri pada saat melaksanakan tugas.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diharapkan prajurit pengawak senjata bantuan khususnya Kompi Bantuan maupun Peleton Bantuan Brigif 2 Marinir mampu dan mahir dalam menggunakan senjata bantuan,” tegas Komandan Brigif 2 Marinir. (fj)

Tari Rangkarang, Tarian Baru di Kabupaten Probolinggo Jadi Perhatian Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Tari Rangkarang atau dalam bahasa Indonesia adalah mencari kerang, merupakan tarian khas Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, yang diciptakan oleh Ustadz Saifullah asli warga Desa Randutatah. Penyanyi dan penari tari Rangkarang merupakan putri-putri terbaik Desa Randutatah

Tarian ini merupakan betuk dedikasi pemerintah Desa bersama para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Randutatah dan disupport penuh oleh PT Paiton Energy,  dan PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (PT PE POMI) untuk terus dapat melestarikan budaya lokal, di tengah gempuran zaman teknologi yang luar biasa perkembangannya.

Tarian ini merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Islam, yang sering disebut budaya Pandhalungan. 

Desa Randutatah yang berada di pesisir pantai utara, sehingga kebiasaan warganya setiap air laut surut selalu berbondong-bondong pergi ke pantai untuk mencari kerang, sebagai tambahan lauk pauk keluarga di rumah dan sebagian untuk dijual.

Dalam lirik dan gerakan pada tarian ini mengandung makna yang sangat mendalam, terutama sebagai pewujudan bentuk syukur kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan kekayaan alam yang melimpah untuk warga Desa Randutatah, dan kita memiliki kewajiban untuk menjaga kekayaan alam tersebut.

Tarian ini dipentaskan dalam acara acara formal sebagai tarian selamat datang untuk menyambut para tamu yang hadir.

Suham, Kepala Desa Randutatah menyampaikan, hal ini merupakan bentuk dedikasi Pemerintah Desa Randutatah untuk terus memperkenalkan dan melestarikan budaya kepada anak muda.

“Agar tidak punah, perlu kita rawat, dan lestarikan serta kita kenalkan para anak-anak muda untuk bisa mencintai budaya lokal,” jelasnya.

“Terimakasih kepada PT. Paiton Energy dan PT. POMI yang selalu mendukung segala bentuk kegiatan yang kami laksanakan, terutama dalam proses terciptanya Tari Rangkarang ini, dan terimakasih juga kepada pencipta lagu Tari Rangkarang, yakni Ustadz Saifullah yang sudah mendedikasikan waktunya sehingga tercipta syair Tari Rangkarang yang indah,” tegasnya.

Sementara itu Head of Human Capital, Facility And Community PT. POMI, Rochman Hidayat mengatakan, persembahan Tari Rangkarang ini merupakan bentuk semangat dalam melestarikan seni budaya yang dipadukan dengan ajakan untuk menjaga lingkungan.

“Dalam syair Tari Rangkarang juga terdapat ajakan atau pesan untuk bersama menjaga lingkungan serta melestarikan budaya Indonesia, dengan harapan dapat mendorong pariwisata di Indonesia khususnya di Probolinggo untuk bisa lebih maju dan berkembang,” tegasnya. (fiq)

LIRIK / SYAIR TARI RANGKARANG

Tari epon asli oreng Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo

Tari Rangkarang moga daddi sonarra, seni budaya Indonesia

Rangkarang tore rangkarang
Rangkarang tore rangkarang
Nyare kerang odhi’na tak rang-korang
Sokkore odhi’ sabhele pon tak posang

Reff.

Bile depak baktona asat aengnga
Gumbirana oreng-oreng Randutatah
Ngajak kanca tore bareng arangkarangnga

Sae ongghu ollena asel Rangkarang
Sokkora dhari asel bhumi Pangeran
Olle kerang belenjana tak rang-korang

Reff.

Tari Rangkarang asalla Randutatah
Sadaja wargana senneng tor bhungana
PE POMI paneka pendukung utama

Lebet Tari Rangkarang daddi panerrang
Matennang ate ban pekkeran se posang
Napa pole posang se mekkeren otang

Nyare kerang tore jaga Randutatah
Sopaja’a disa atambe sonarra
Jak ngarosak ban ngotore lingkunganna

Tari Rangkarang moga daddi sonarra
Wisata Probolinggo tambe majuna
Tore jaga rabat seni budayana

Rangkarang tore rangkarang
Rangkarang tore rangkarang
Nyare kerang odhi’na tak rang-korang
Sokkore odhi’ sabhele pon tak posang

Tingkatkan Profesionalisme, Prajurit Brigif 2 Marinir Laksanakan Latihan Pertempuran

Malang, Berdampak.net – TNI AL, Dispen Kormar (Malang). Guna meningkatkan profesionalisme, prajurit Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan pertempuran di daerah Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 4 Purboyo Bandungrejo, Bantur, Malang Selatan, Jawa Timur. Minggu (07/09/2025).

Pada latihan pertempuran tersebut prajurit petarung Brigif 2 Marinir memperdalam tehnik dalam pertempuran seperti, pemberian dan penerimaan Perintah Operasi, Patroli Dalam Hutan, Penyebrangan Sungai, Manuver Serangan, dan Penyelesaian Sasaran.

Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Daniel Tarigan menyampaikan bahwa latihan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertempur prajurit Brigif 2 Marinir dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan regional.

Kolonel Marinir Daniel Tarigan juga menyampaikan bahwa melalui Latihan ini, prajurit Brigif 2 Marinir mampu menunjukan Komitmen prajurit Korps Marinir dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan sekaligus meningkatkan kapabilitas pasukan dalam menghadapi tantangan di masa depan. (fj)

Doa Bersama & Ngopi Tani di Air Terjun Guyangan: Wujud Dukungan untuk Presiden Prabowo dan Kemandirian Pangan

Probolinggo, Berdampak.net – DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Timur bersama DPD TMI Probolinggo menggelar doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto sekaligus kegiatan Ngopi Tani di kawasan wisata Air Terjun Guyangan, Kecamatan Krucil, Minggu (8/9). Acara ini juga dirangkaikan dengan peresmian Kelompok Tani (Poktan) Idaman 08 Desa Guyangan sebagai wujud semangat baru petani Probolinggo dalam memperkuat sektor pertanian lokal.

Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat hingga daerah. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung bangsa, sehingga perlu didorong agar petani semakin mandiri dan sejahtera. “Kami siap mengawal dan bersinergi dalam mewujudkan kemandirian pangan, terutama di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana hangat di tengah alam ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarpetani, tetapi juga menjadi ruang diskusi produktif untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian. Dengan semangat kebersamaan, TMI berharap Probolinggo bisa semakin sae dan mandiri pangan, sejalan visi besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (fj)