Masyarakat dan Prajurit Baret Ungu Menyatu di Panggung Hiburan HUT Ke-80 Korps Marinir

Jakarta, Berdampak.net – Dispen Kormar TNI Angkatan Laut. (Jakarta). Serangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-80 Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi ditutup dengan Panggung Hiburan Rakyat yang digelar di Lapangan Brigif 1 Marinir Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025). Acara ini menjadi puncak perayaan yang menggabungkan kekuatan TNI, keceriaan masyarakat, dan apresiasi kepada para prajurit serta keluarga besar Korps Baret Ungu.

Sejak pagi, ribuan prajurit, keluarga, dan masyarakat umum memadati lokasi acara untuk menikmati hiburan dari berbagai artis papan atas. Penampilan band ska legendaris Tipe-X membuka kemeriahan dengan 10 lagu hits yang disambut gegap gempita oleh para penonton. Setelahnya, DJ Una tampil memanaskan panggung dengan set musik elektronik yang dinamis, diikuti kolaborasi musik akustik oleh Delisa Herlina dan Badicustik, serta tembang-tembang romantis dari Kagum Band.

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., dalam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan masyarakat yang telah terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan sosial, upacara, dan kesiapsiagaan dalam rangka HUT ke-80 ini. “Panggung hiburan ini bukan semata hiburan, tetapi wujud syukur dan kebersamaan antara Marinir dan rakyat. 80 tahun Marinir berdiri, bersama rakyatlah kekuatan kami terbentuk,” ujarnya.

Acara semakin meriah dengan kehadiran Nella Kharisma bersama Donel Musik, yang membawakan deretan lagu dangdut populer yang membuat suasana semakin cair dan penuh keakraban. Tidak hanya itu, sepanjang acara juga hadir bazar UMKM, pameran alutsista, hingga permainan anak-anak yang menambah semarak suasana.

Panggung hiburan ini menutup rangkaian HUT ke-80 yang telah dimulai sejak awal November. Mengusung tema “Bersama Rakyat Membangun Indonesia Maju”, Korps Marinir melalui kegiatan sosial, upacara militer, demonstrasi alutsista hingga panggung hiburan, sekali lagi menegaskan perannya sebagai pasukan rakyat yang setia, profesional, dan senantiasa hadir membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa. (fj)

Universitas Negeri Malang Lakukan Pemberdayaan Kelompok Tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, melalui Universitas Negeri Malang melakukan pelatihan diversifikasi produk bawang merah diselenggarakan untuk meningkatkan nilai jual komoditas bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah mindset petani bawang merah yang awalnya hanya sebagai produsen bawang merah mentah untuk mencoba untuk memperoduksi olahan bawang merah. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk olahan bawang merah yang dapat memperkaya pilihan pasar dan membuka peluang ekonomi baru bagi para petani. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Tegal Rejo, Kecamatan Dringu, dengan melibatkan petani bawang merah dari berbagai kelompok tani yang ada di tegal Rejo, Curah Sawo, dan Watuwungkuk.

Pelatihan ini dipimpin oleh tim ahli yang terdiri dari Dr. Adip Wahyudi, M.Pd, Prof. I Komang Astina, M.S., Ph.D, serta Melati Julia Rahma, S.P., M.Ling. Mereka berfokus pada pemberdayaan kelompok tani dengan cara mengajarkan teknik-teknik diversifikasi produk. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara mengolah bawang merah menjadi berbagai produk bernilai tambah, yaitu bawang goreng, minyak bawang dan bubuk bawang. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan penghasilan mereka, dengan tidak hanya mengandalkan penjualan bawang merah mentah.

Selain materi pelatihan, kelompok tani juga menerima bantuan alat pengolah bawang merah yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Alat-alat seperti mesin pemotong, peniris bawang, pemroses bubuk bawang merah dan juga untuk pengemasan produk, dan alat lainnya diserahkan langsung kepada kelompok tani.

“Kami berharap bantuan alat ini dapat membantu petani dalam mengolah bawang merah dengan lebih efisien dan berkualitas tinggi, sehingga hasil olahan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Prof. I Komang Astina, Ph.D, yang turut memberikan dukungan dalam pelatihan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga merasakan manfaat langsung dari bantuan alat yang diberikan.

“Dengan adanya alat baru ini, kami tidak lagi kesulitan dalam mengolah bawang merah. Proses produksi menjadi lebih cepat, dan kami bisa menghasilkan lebih banyak produk,” kata salah satu petani, Siti Nur, yang merupakan anggota Kelompok Tani Tegal Rejo.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran produk. Mereka diajarkan cara mengemas produk olahan bawang merah dengan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan, serta cara memasarkan produk melalui platform online dan toko-toko lokal. Hal ini bertujuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk olahan bawang merah dari Probolinggo.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang terlibat untuk turut serta dalam pengabdian masyarakat. Mahasiswa turut membantu dalam proses pelatihan, pengenalan alat, dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan diversifikasi produk bawang merah dan bantuan alat pengolah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kelompok tani di Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka. Dengan diversifikasi produk, diharapkan para petani bisa mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga mereka. Program ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Probolinggo, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. (fj)