Pererat Tali Silaturahmi Antar Alumni HMI, MD KAHMI Jakpus, Gelar Buka Puasa Bersama

Jakarta, Berdampak.net – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Pusat menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim serta serah terima Koordinator Presidium, pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung HDI HIVE Menteng ini dihadiri oleh pengurus dan anggota MD KAHMI Jakarta Pusat, serta menghadirkan santunan bagi 50 anak yatim.

Momentum Ramadan ini juga menjadi ajang regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi. Serah terima jabatan Koordinator Presidium dilakukan dari Ario Pringgodany kepada Patriyuni.Dalam sambutan serah terima kepemimpinan, Ario Pringgodany menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya. Ia juga berharap, di bawah kepemimpinan baru, organisasi dapat semakin berkembang.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan kehadiran Ketua Umum MW KAHMI Jaya, M. Ichwan Ridwan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar pengurus, baik di tingkat Majelis Daerah maupun Majelis Rayon KAHMI se-Jakarta.

Sementara itu, perwakilan Majelis Nasional KAHMI, Taufik Lubis, menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan, seluruh jajaran KAHMI dari tingkat nasional hingga rayon aktif menggelar kegiatan buka puasa bersama yang juga diiringi dengan aksi sosial.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian KAHMI kepada masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan yang penuh keberkahan.

Di sisi lain, Sekretaris Umum MD KAHMI Jakarta Pusat, Fuadul Aufa, yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium Jaringan Muda Merah Putih (JMMP), turut berpartisipasi langsung dalam penyerahan santunan kepada anak yatim.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat serta memperkuat nilai kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Jalan Tol Prosiwangi Hanya Dibuka Sementara, Netizen Juluki Jalan Tol Musiman

Probolinggo, Berdampak.net – Jalan tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi (Prosiwangi), yang baru saja dibuka untuk publik selama periode arus mudik dan balik Lebaran, kini menjadi sorotan masyarakat. Pembukaan yang berlangsung selama dua minggu saja telah menuai banyak pertanyaan dan kebingungan di kalangan pengguna jalan. Dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan dan mempercepat waktu tempuh, ekspektasi terhadap jalan tol ini sangat tinggi. Namun, keputusan untuk membukanya secara sementara bikin pertanyaan banyak orang apalagi durasi nya lebih pendek dari waktu libur natal dan tahun baru.

Ketika pertama kali dibuka, jalan tol ini disambut antusias oleh masyarakat yang merasa waktu tempuh mereka dapat dipersingkat secara signifikan. Dalam sepekan, jalan tol tersebut memberikan dampak positif dengan mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama. Namun, kebijakan yang hanya berlaku sementara selama dua minggu menimbulkan pertanyaan.

Masyarakat menilai bahwa jalan tol ini sangat diperlukan, terutama pada jam-jam sibuk, di mana lalu lintas sering kali macet parah. Mereka berharap jalan tol Prosiwangi bisa beroperasi lebih lama atau bahkan secara permanen. Pihak berwenang belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai alasan di balik pembatasan waktu operasional jalan tol selama seminggu. Dalam situasi ini, banyak warga menantikan informasi lebih lanjut yang dapat menjelaskan situasi ini.

Selain itu, pembatasan waktu operasional ini tampaknya menciptakan dampak lebih luas terhadap perekonomian lokal, di mana aksesibilitas yang lebih baik diharapkan bisa mendukung peningkatan aktivitas perdagangan dan bisnis. Sebagai infrastruktur yang sangat ditunggu-tunggu, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pihak berwenang segera memberikan keputusan yang lebih jelas mengenai nasib jalan tol Prosiwangi. Apakah ia akan kembali dibuka untuk layanan publik dan berapa lama pengujian ini akan dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi topik hangat yang terus dibahas di kalangan masyarakat.