Memperkuat Akar Demokrasi: Refleksi Otonomi Daerah di Kota Probolinggo

Oleh: Viky Hamzah, Komisioner KPU Kota Probolinggo


Peringatan Hari Otonomi Daerah setiap tanggal 25 April bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momen refleksi atas perjalanan panjang pendewasaan politik di tingkat lokal. Sejak otonomi daerah diberlakukan, Kota Probolinggo telah bertransformasi secara signifikan. Pesatnya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, hingga penataan ruang kota yang lebih humanis adalah bukti nyata bahwa mandat pengelolaan daerah yang diberikan pusat telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Namun, pembangunan fisik hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya yang menjadi fondasi utama adalah kedaulatan rakyat. Keberhasilan pembangunan di Kota Probolinggo tidak bisa dipisahkan dari kualitas kepemimpinan yang lahir dari rahim demokrasi yang sehat.

Sistem pemilihan langsung telah memberikan ruang bagi warga Kota Probolinggo untuk menentukan nasibnya sendiri. Ketika pemimpin dan wakil rakyat dipilih berdasarkan keinginan dan aspirasi masyarakat, tercipta sebuah ikatan moral yang kuat. Pemimpin yang terpilih memiliki tanggung jawab langsung untuk menjawab setiap keluh kesah dan harapan warga, sehingga arah kebijakan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran dan inklusif.

Dalam ekosistem ini, KPU Kota Probolinggo berdiri sebagai pilar utama. Komitmen KPU untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan adalah kunci keberlanjutan otonomi daerah. Tanpa integritas penyelenggara, mustahil lahir pemimpin yang memiliki legitimasi kuat di mata publik.

Beberapa poin krusial yang terus diupayakan KPU untuk memperkuat demokrasi di Kota Probolinggo meliputi, Penguatan Sistem Kerja dan SDM, Memastikan setiap personel memiliki kompetensi dan integritas tinggi dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Pendidikan Pemilih, KPU Kota Probolinggo Membangun pemilih yang cerdas dan kritis melalui edukasi yang berkelanjutan, sehingga hak pilih tidak hanya digunakan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas.

Dan selanjutnya Inklusivitas, memastikan tidak ada satu pun warga negara yang terpinggirkan dalam menggunakan hak konstitusionalnya.

Menjaga kepercayaan publik adalah kerja panjang yang tak mengenal kata usai. Dengan transparansi dan profesionalisme, proses demokrasi di Kota Probolinggo diharapkan mampu terus menghasilkan pemimpin-pemimpin visioner yang mampu membawa kota ini melompat lebih jauh dalam kompetisi global, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

Otonomi daerah memberikan hak kepada kita untuk mengatur rumah tangga sendiri. Dan melalui pemilu yang berkualitas, kita memastikan bahwa “rumah” ini dikelola oleh tangan-tangan terbaik yang kita pilih sendiri.

Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah, 25 April 2026. Mari terus kawal demokrasi demi Kota Probolinggo yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.

Syukuran Masuk Markas Yonif TP 836/Brahma Yodha

Probolinggo, Berdampak.net – Syukuran ini menjadi ungkapan rasa syukur atas penempatan di markas baru Yonif TP 836/Brahma Yodha. Momentum ini juga menandai awal pengabdian dengan semangat dan tanggung jawab yang lebih besar.

Kehadiran Yonif 836 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
Semoga membawa keberkahan, semangat baru, dan manfaat nyata bagi masyarakat Probolinggo.

probolinggosae

Yonif836

BrahmaYodha

pemkabprobolinggo

berdampak.net

MUI Kota Probolinggo Gelar Media Gathering, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Probolinggo, Berdampak.net — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menggelar kegiatan media gathering di Cafe D&C, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus MUI serta sejumlah perwakilan media lokal.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara ulama dan insan pers, khususnya dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di era digital.“Dalam menghadapimenyuapi perkembangan zaman saat ini, diperlukan pemahaman bersama untuk menyikapi berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut KH. Muhammad Sulthon, media memiliki peran strategis dalam menjaga kesejukan informasi serta membangun literasi publik yang sehat dan berimbang.“Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyaring dan meluruskan informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terkait sejumlah program MUI Kota Probolinggo, di antaranya program biro jodoh (pengembangan seni kebudayaan Islam), lembaga sertifikasi halal, serta penguatan sektor perekonomian umat. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang media.

Sementara itu, Ustadz Agung menilai program biro jodoh yang diinisiasi MUI sebagai langkah positif dalam membantu masyarakat serta memperluas ruang komunikasi yang sehat.“Program ini tidak sekadar inisiatif biasa, tetapi memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat,” katanya.

Di sisi lain, Pak Syahril menekankan pentingnya edukasi dan verifikasi dalam pelaksanaan program sertifikasi halal agar dapat dipahami masyarakat secara luas.“Program ini perlu disosialisasikan secaratepatlah tepat agar masyarakat memahami pentingnya sertifikasi halal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Adapun Ustadz Syaihul menyebut sektor ekonomi sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan umat.“Ekonomi menjadi pendorong dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

MUI Kota Probolinggo berharap melalui kegiatan ini terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan media, sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab.