Diseminasi Pestisida Nabati dan 21 Karya Mahasiswa KKN FBiPK UB di Desa Miru, Lamongan

Lamongan, Berdampak.net – Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Mochammad Syamsulhadi, S.P., M.P., memimpin diseminasi teknologi tepat guna pestisida nabati berbahan lokal bersama sebelas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, pada 1 Juli hingga 2 Agustus 2026. Program ini menjadi karya utama dari total 21 karya pengabdian masyarakat yang dihasilkan tim, mencakup teknologi tepat guna, prosedur operasional standar (SOP), dan poster edukasi bagi petani, kelompok tani, sekolah, dan masyarakat desa.

Sebagai program utama, tim mendiseminasikan dua produk pestisida nabati, yaitu Pestisida Nabati Paitan-Lactobacillus (PESNABILA) dari air cucian beras, molase, PGPR, dan paitan (Tithonia diversifolia) yang difermentasi anaerob 21 hari, serta pestisida nabati buah maja, kepada Kelompok Tani Sumber Makmur 01 sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan berbasis bahan lokal.

Program pestisida nabati ini didukung sembilan SOP pengelolaan agens hayati dan budidaya, yaitu BIOFRESH, penyiapan bahan cendawan, Asam Amino, pengamatan bakteri dan cendawan, pengenceran bakteri, POC KEKEN, RODENTISIDA, pemilihan bahan media pembiakan cendawan dan bakteri, serta sterilisasi alat pembiakan cendawan dan bakteri.

Selain program pestisida nabati, mahasiswa turut menyusun modul PEMBARU (pendataan pengamatan padi berbasis spreadsheet) dan SMART-EDU (pelatihan Canva dan Microsoft bagi siswa MTs Ma’arif NU Miru), Digitalisasi UMKM berupa pembuatan e-commerce bagi Kelompok Tani Sumber Makmur 01, serta poster MIRAI bagi siswa SMK NU Miru.

Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah video dan poster edukasi, antara lain Integrated Farming di Desa Prijekngablak, MURAL, Penanaman Refugia dan BEPAS (Biodegradable Eco Pot) bagi masyarakat Desa Miru, ECOBRIGHT bagi SDN Miru, serta poster Petasan Tikus bagi kelompok tani.
Seluruh karya telah memperoleh Surat Keterangan Pelaksanaan Implementasi Karya dari Pemerintah Desa Miru. Rangkaian kegiatan yang dipimpin Dr. Mochammad Syamsulhadi ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Kata kunci: pestisida nabati; teknologi tepat guna; Kuliah Kerja Nyata; pemberdayaan masyarakat desa; SDG 2; SDG 12; SDG 13; SDG 15

Ajak Karnaval Edukatif, Bermartabat, dan Tidak Melanggar Syariat, MUI Kota Probolinggo Keluarkan Tausiyah

Probolinggo, Berdampak.net – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menerbitkan Tausiyah Nomor: 005/MUI/KTPRB/VIII/2026 tentang Pelaksanaan Perayaan dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) dan Hari Jadi Kota Probolinggo.

Tausiyah tersebut diterbitkan sebagai pedoman moral bagi Pemerintah Kota Probolinggo, panitia penyelenggara, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, peserta kegiatan, serta seluruh masyarakat agar pelaksanaan berbagai agenda peringatan berlangsung meriah, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, budaya, dan ketertiban umum.

Dalam tausiyahnya, MUI Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo beserta seluruh elemen masyarakat atas semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut MUI, kemerdekaan merupakan nikmat Allah SWT sekaligus amanah para pendiri bangsa yang harus disyukuri dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembangunan, serta menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius, beradab, dan bermartabat.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, menegaskan bahwa kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui kemegahan acara, tetapi juga tercermin dalam kualitas moral dan akhlak masyarakat.

“Peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan hendaknya dilaksanakan secara kreatif, edukatif, santun, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, norma kesusilaan, maupun budaya luhur bangsa,” tegasnya.

Melalui tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menyampaikan lima poin utama. Pertama, mengimbau agar pelaksanaan karnaval dan pawai tidak menampilkan tarian, joget, maupun bentuk hiburan yang mengandung unsur pornografi, erotisme, kemaksiatan, atau perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, etika, dan budaya bangsa.

Kedua, seluruh peserta diharapkan menjaga kesopanan dalam berpakaian serta tidak menampilkan busana ataupun penampilan yang bertentangan dengan syariat Islam dan norma moral masyarakat, termasuk menghindari penampilan laki-laki menyerupai perempuan maupun perempuan menyerupai laki-laki.

Ketiga, MUI mengingatkan agar jadwal kegiatan memperhatikan waktu-waktu shalat. Panitia diharapkan memberikan kesempatan yang memadai kepada peserta untuk menunaikan ibadah tepat waktu sehingga semarak perayaan tidak mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Keempat, MUI mengajak masyarakat menjadikan HUT Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa syukur, mengenang jasa para pahlawan, meningkatkan semangat nasionalisme, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus melakukan refleksi terhadap pembangunan demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berkeadaban.

Kelima, seluruh masyarakat diimbau menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menghormati hak-hak pengguna jalan selama pelaksanaan kegiatan agar tercipta suasana yang aman, nyaman, tertib, dan penuh persaudaraan.

Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si, berharap tausiyah ini menjadi pedoman moral yang dapat diimplementasikan oleh seluruh pihak.

“Kami berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo menjadi sarana memperkokoh iman, memperkuat akhlak, mempererat persatuan bangsa, serta membangun Kota Probolinggo yang religius, harmonis, maju, dan bermartabat,” ujarnya.

Tausiyah tersebut ditetapkan di Probolinggo pada 16 Safar 1448 H bertepatan dengan 31 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA bersama Sekretaris Umum Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si.

MUI Kota Probolinggo berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan momentum HUT RI dan Hari Jadi Kota sebagai wahana memperkuat semangat kebangsaan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga perayaan berlangsung semarak, tertib, aman, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

MUI Kota Probolinggo Keluarkan Tausiyah Penyikapan Perilaku LGBT

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menerbitkan Tausiyah Nomor: 004/MUI/KTPRB/VIII/2026 tentang Penguatan Pembinaan dan Penanganan Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Probolinggo. Tausiyah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan MUI dalam memberikan pandangan serta rekomendasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, serta menjaga kehidupan sosial yang religius, harmonis, sehat, aman, dan bermartabat.

Dalam tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menegaskan bahwa sebagai wadah berhimpunnya para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim, MUI memiliki komitmen untuk mendukung terciptanya kemaslahatan umat melalui pendekatan yang edukatif, persuasif, dan rehabilitatif sesuai dengan nilai-nilai agama serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, menyampaikan bahwa fenomena perilaku LGBT dipandang perlu mendapat perhatian bersama melalui langkah-langkah pembinaan yang terukur dan kolaboratif.

“Tausiyah ini merupakan ikhtiar moral MUI untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan keluarga, menjaga generasi muda, dan menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”

Melalui tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo, antara lain:

  • Melakukan pendataan secara sistematis terhadap individu yang memerlukan pembinaan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program yang tepat dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Menyelenggarakan program pembinaan dan edukasi secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor yang mencakup aspek keagamaan, psikologis, sosial, dan kesehatan.
  • Mendorong penegakan hukum terhadap setiap pihak yang terbukti melakukan bujukan, paksaan, eksploitasi, atau tindakan melawan hukum lainnya untuk merekrut maupun mempengaruhi orang lain melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum, dengan proses yang profesional, proporsional, dan berdasarkan alat bukti yang sah.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Probolinggo, DPRD, aparat penegak hukum, Kementerian Agama, MUI, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh unsur terkait dalam upaya pembinaan generasi serta penguatan ketahanan keluarga.

Selain menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah, MUI Kota Probolinggo juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat pendidikan agama, akhlak, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembinaan generasi. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun.

MUI menegaskan pentingnya mengedepankan dakwah yang penuh hikmah, nasihat yang baik, serta pembinaan yang humanis kepada setiap warga masyarakat yang memerlukan pendampingan. Di samping itu, seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama menjaga lingkungan sosial yang kondusif, religius, aman, dan bermartabat sesuai dengan nilai-nilai agama, Pancasila, dan peraturan perundang-undangan.

Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si, menyampaikan bahwa tausiyah ini diharapkan menjadi pedoman moral sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin harmonis dan berkeadaban.

Tausiyah Nomor 004/MUI/KTPRB/VIII/2026 ditetapkan di Probolinggo pada 16 Safar 1448 H / 31 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, serta Sekretaris Umum, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si.

MUI Kota Probolinggo Cetak Duta Toleransi, 88 Pelajar Deklarasikan Komitmen Moderasi Beragama

Probolinggo, Berdampak.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus memperkuat pengarusutamaan moderasi beragama di kalangan generasi muda. Melalui Seminar Moderasi Beragama bertema “Menyemai Toleransi, Merawat Kebinekaan: Peran Pelajar Kota Probolinggo sebagai Agen Pelopor Moderasi Beragama”, MUI mengajak pelajar menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan dan memperkokoh persatuan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo ini diikuti 88 pelajar dari 44 SMA, SMK, dan MA se-Kota Probolinggo, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua orang perwakilan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budi Wirawan, yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali karakter religius, nasionalis, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian. Pemerintah Kota Probolinggo mendukung penuh upaya MUI dalam membangun budaya toleransi sejak usia sekolah,” ujar Budi.

Sementara itu Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Ustadz Husein, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa seminar ini menjadi bagian dari komitmen MUI Kota Probolinggo dalam memperkuat pendidikan karakter kebangsaan melalui pendekatan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Narasumber pertama, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., yang juga Ketua FKUB sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, memaparkan pentingnya moderasi beragama sebagai sikap beragama yang berpijak pada nilai keadilan, keseimbangan, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, moderasi beragama bukanlah upaya mengurangi ajaran agama, melainkan menguatkan cara pandang dan praktik keberagamaan agar mampu menghadirkan rahmat bagi seluruh masyarakat.

“Pelajar harus menjadi generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kesalehan spiritual, kesalehan sosial, dan komitmen kebangsaan. Moderasi beragama adalah ikhtiar menjaga agama sekaligus menjaga Indonesia,” tegas Hudri.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan era digital menuntut generasi muda memiliki kecakapan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun paham-paham ekstrem yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sementara itu, narasumber kedua, Resty Lian Perdasari, S.Pd., Gr., seorang pendidik, praktisi pendidikan, sekaligus pegiat literasi digital, mengajak peserta menjadi pengguna media digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang menyebarkan inspirasi, toleransi, serta narasi-narasi positif yang memperkuat persaudaraan.

“Jadilah pelajar yang tidak mudah terprovokasi. Verifikasi setiap informasi sebelum membagikannya, karena literasi digital merupakan bagian penting dari upaya menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan mengenai tantangan menjaga toleransi di lingkungan sekolah, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, serta strategi membangun komunikasi lintas agama di kalangan generasi muda.

Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta secara bersama-sama membacakan Deklarasi Pelajar Kota Probolinggo sebagai “Duta Toleransi dan Pelopor Moderasi Beragama.”

Deklarasi tersebut memuat empat komitmen utama, yaitu:

  1. Menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi Pancasila.
  2. Mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
  3. Berperan aktif sebagai Duta Moderasi Beragama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
  4. Menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, serta perundungan (bullying).

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama bahwa pelajar Kota Probolinggo tidak hanya menjadi peserta seminar, tetapi juga menjadi agen perubahan yang akan menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui seminar ini, MUI Kota Probolinggo berharap lahir generasi muda yang memiliki karakter religius, moderat, cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mampu menjaga kebinekaan sebagai kekuatan bangsa menuju Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

Akhiri Jabatan Ketua KONI, Zainul Hasan Tinggalkan Jejak Prestasi, Probolinggo Naik Kelas di Peta Olahraga Jatim!

Probolinggo, Berdampak.net – Periode kepemimpinan Zainul Hasan di KONI Kabupaten Probolinggo memasuki babak akhir. Ketua KONI yang telah memimpin periode sebelumnya ini resmi mengakhiri masa jabatannya, menyusul rangkaian evaluasi dan capaian prestasi olahraga yang dinilai menjadi warisan penting bagi pembinaan atlet daerah.

Dalam masa kepemimpinannya banyak yang menjadi kekaguman publik, Zainul Hasan Koni selaku figur yang menjadi pusat perhatian dalam capaian olahraga periode kepemimpinannya menyampaikan penilaian bahwa kerja-kerja pembinaan KONI selama ini berhasil mengangkat posisi Kabupaten Probolinggo dalam peta prestasi olahraga tingkat Jawa Timur.

Probolinggo kini berada pada peringkat ke-19, serta mampu melampaui sejumlah kabupaten di wilayah sekitarnya. Klaim tersebut menguat seiring dengan torehan prestasi pada ajang Porprov, maupun kiprah atlet di event lebih luas.

Beberapa cabang olahraga sumbang medali Pada ajang Porprov, Probolinggo mencatatkan prestasi yang dinilai membanggakan. Kontingen arung jeram, muaythai, hingga tinju disebut menjadi penyumbang medali signifikan.

Di antaranya, Arung Jeram meraih 6 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, Muaythai mengoleksi 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Cabang Berkuda Memanah menyumbang 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, sedangkan Tinju memperoleh 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Selain itu, cabang lain juga ikut menguatkan posisi kontingen, seperti Kurash (2 emas dan 1 perunggu), Balap Sepeda Road Race (1 emas, 1 perak, 1 perunggu), Gantole (1 emas, 1 perak, 1 perunggu), serta Biliar(1 emas dan 1 perak). Ada pula Kick Boxing (1 emas), IBCA MMA (2 perak), Senam Artistik (1 perak dan 2 perunggu), Taekwondo (1 perak dan 1 perunggu), Atletik (1 perak), Catur (1 perak), dan Drumband (1 perak dan 1 perunggu).

Prestasi ke luar daerah dan nasional
Bukan hanya di level provinsi, atlet Probolinggo juga mencatat prestasi pada ajang internasional. Team Stroke Putri meraih medali perunggu pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia.

Sementara itu, cabang olahraga bela diri seperti Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Kabupaten Probolinggo disebut turut menyumbang prestasi pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Prestasi-prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan lintas cabang.

Di akhir masa kepemimpinannya, ketua KONI menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembinaan atlet, penguatan fasilitas pendukung, serta konsistensi seleksi dan pendampingan bagi generasi berikutnya. Dengan capaian-capaian yang ditorehkan selama periode berjalan, publik berharap estafet kepemimpinan KONI berikutnya dapat mempertahankan momentum dan terus menaikkan target prestasi Probolinggo.

Kontribusi dalam berbagai cabang—mulai dari olahraga air, bela diri, hingga cabang yang membutuhkan ketepatan dan koordinasi—menjadi rangkuman prestasi yang diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga fondasi untuk langkah yang lebih besar ke depan.

Dinas Koperasi Jatim Gandeng HIPKA Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM Banyuwangi

Banyuwangi, Berdampak.net – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Jawa Timur menggelar pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti 50 pelaku usaha tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola keuangan secara profesional agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ir. Arif Lukman Hakim, MM, serta dihadiri Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Timur M. Mufid dan DPRD PROVINSI Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik. Menurutnya, pembukuan yang tertib merupakan salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan lembaga keuangan terhadap sebuah usaha.

“Bank akan melihat kesehatan usaha melalui laporan keuangan. Karena itu, UMKM harus mulai membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi secara akuntabel dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala akses permodalan karena belum memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan perbankan (bankable). Selain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha juga harus mampu menunjukkan kondisi keuangan yang sehat melalui pembukuan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Zakik Basalamah, SE., M.Si., yang membahas pentingnya sistem pembukuan sederhana, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi membangun usaha yang sehat dan dipercaya lembaga keuangan.
Selain sesi pelatihan, peserta juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Banyuwangi, seperti aneka keripik pisang, olahan tape, cilok, seblak, minuman es buah, dan berbagai produk kuliner lainnya. Produk-produk tersebut turut direview dan dikonsultasikan langsung kepada narasumber untuk memperoleh masukan terkait pengembangan usaha dan peningkatan kualitas bisnis.

Melalui program pendampingan ini, BPW HIPKA Jawa Timur bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak UMKM yang memiliki tata kelola keuangan yang sehat, memenuhi standar perbankan, serta mampu memanfaatkan berbagai skema pembiayaan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.