Doktor Mengabdi UB 2026 Ubah Koperasi Wanita “Perempuan Mandiri” dengan Model Bisnis Unit Usaha sebagai Capital Buffer Koperasi

MALANG, Berdampak.net – Tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2026 yang terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggulirkan pendampingan transformasi kelembagaan ekonomi di Koperasi Wanita (KopWan) “Perempuan Mandiri”, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program yang diketuai Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB ini mengusung satu gagasan inti pada sisi bisnis: menjadikan unit usaha koperasi sebagai capital buffer penyangga permodalan yang memperkuat ketahanan keuangan dan kemandirian ekonomi koperasi.

KopWan “Perempuan Mandiri” berdiri sejak 2009 dengan 350 anggota aktif dan 25 pengurus. Selama ini koperasi masih bertumpu pada layanan simpan pinjam dan belum memiliki unit usaha produktif kolektif. Akibatnya, permodalan koperasi bergantung pada perputaran simpanan anggota, sementara anggota kerap berada pada posisi price taker dengan margin rendah. Tata kelola usaha juga belum tertata: tidak ada pembukuan terpisah, belum ada legalitas usaha, dan belum tersedia analisis kelayakan usaha. Program Doktor Mengabdi hadir untuk menjawab persoalan mendasar ini dari sisi model bisnis.

Inti model bisnis yang dikembangkan adalah pembentukan divisi usaha koperasi yang produktif dan tercatat terpisah dari kas simpan pinjam. Surplus yang dihasilkan divisi usaha ini diposisikan sebagai capital buffer — cadangan permodalan yang menyangga koperasi. Dengan skema ini, koperasi tidak lagi hanya mengandalkan simpanan anggota sebagai sumber modal, melainkan memiliki aliran pendapatan usaha sendiri yang memperkuat modal cadangan, meredam risiko likuiditas pada layanan simpan pinjam, dan membuka ruang bagi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang lebih sehat bagi anggota. Pembukuan usaha yang terpisah menjadi fondasi tata kelola agar unit bisnis benar-benar terukur dan akuntabel.

Pada sisi bisnis, program mendorong hilirisasi menjadi produk olahan bernilai tambah yang dikelola koperasi antara lain nugget lele, lele frozen, stik kelor, dan telur puyuh olahan. Untuk menaikkan posisi tawar anggota dari price taker menjadi penentu harga, koperasi didampingi mengurus legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta membangun merek kolektif dan kemasan produk. Dengan identitas produk dan legalitas yang jelas, unit usaha koperasi dapat menembus pasar yang lebih luas dengan margin yang lebih layak.

Penguatan pemasaran dilakukan secara hybrid, memadukan penjualan langsung dengan kanal digital: WhatsApp Business untuk layanan pelanggan, marketplace Shopee, serta social commerce TikTok. Strategi ini menyiapkan koperasi untuk memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membangun basis data pelanggan sebagai aset usaha jangka panjang.

“Kami tidak berhenti pada produksi. Yang kami dorong adalah model bisnisnya, agar unit usaha koperasi menjadi capital buffer penyangga modal yang membuat koperasi lebih tangguh dan mandiri, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada simpanan anggota,” ujar Ketua Tim Doktor Mengabdi, Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP.

Kepala Desa Klampok, Jefry Arnast, menyambut baik pendampingan ini. Menurutnya, kehadiran unit bisnis koperasi yang tertata akan memperkuat ekonomi warga desa, khususnya perempuan, dan mendorong perputaran ekonomi lokal yang lebih mandiri. “Kami mendukung penuh agar koperasi tumbuh menjadi motor ekonomi desa,” katanya.
Perwakilan koperasi, Ibu Ruchila, selaku Sekretaris KopWan “Perempuan Mandiri”, menyatakan bahwa selama ini koperasi belum memiliki unit usaha produktif sehingga model bisnis capital buffer ini sangat dinantikan. “Dengan unit usaha sendiri dan pembukuan yang terpisah, kami berharap koperasi punya sumber pendapatan baru yang memperkuat modal dan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.

Program ini dipimpin oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP (Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan) selaku ketua, dengan anggota tim Dr. Mochammad Syamsulhadi, SP., MP (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan), Firda Alfiani, S.P., M.Sc (Fakultas Ilmu Administrasi), dan Ajik Siswantoro, SP., M.Si (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan).

Melalui integrasi dengan KKN, sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB terlibat langsung mendampingi koperasi di lapangan, yaitu: Nakeisha Oktavio Ramadhani, Muhammad Sholihudin Rozaq, Nadia Yasmin Alya, Galang Yusuf Ramadhan, Annisha Nur Indah Syafi’i, Annisa Sekar Dwi Cahyani Putri, Muhammad Taqiyyuddin Fairuz Hidayat, Muhammad Irfan Zuhdi, dan Novita Amanda. Kesembilan mahasiswa berperan dalam pendampingan tata kelola usaha, penyusunan pembukuan, pengembangan produk dan kemasan, serta pemasaran digital koperasi.

Dari sisi bisnis dan pemberdayaan, program ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi–koperasi. Program juga menyentuh SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta sejalan dengan agenda Asta Cita pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan pemberdayaan perempuan.

Melalui model bisnis unit usaha sebagai capital buffer, tim Doktor Mengabdi UB 2026 menargetkan lahirnya satu divisi usaha resmi dengan laporan keuangan terpisah, produk olahan berkemasan dan berlegalitas, serta kanal pemasaran digital koperasi yang aktif. Harapannya, KopWan “Perempuan Mandiri” tumbuh menjadi koperasi yang mandiri secara ekonomi dan menjadi contoh model penguatan koperasi perempuan berbasis unit bisnis produktif.

Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Lakukan Pemilihan Duta Baca Anak

Situbondo, Berdampak.net – Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili yang akrab disapa Mbak Una, membuka secara resmi acara Pemilihan Duta Baca Anak Situbondo. Kegiatan ini mengangkat tema Anak Situbondo Cermat : Cerdas, Mandiri, Sehat, Hebat” dan bertempat di Pendopo Rakyat Situbondo, pada Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026. Dalam sambutannya, Mbak Una menyampaikan ucapan terima kasih kepada OPD terkait, pihak sponsorship dalam hal ini Perusahaan serta komunitas yang telah membantu mensukseskan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Situbondo.

Lebih lanjut, pada puncak peringatan HAN 2026, pihaknya mengadakan kegiatan pemilihan duta baca anak Situbondo sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang kelulusan dan ijazah, melainkan memiliki tujuan utama untuk mengantarkan seseorang memperoleh kehidupan serta mata pencaharian melalui skill dan kompetensi.

“Dengan pendidikan, tujuannya bisa mempunyai kebijaksanaan, rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan. Selanjutnya pendidikan juga bertujuan agar seseorang bisa memiliki kemuliaan, karakter dan integritas,” ungkap Husna Laili.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Una juga menegaskan pentingnya kebiasaan gemar membaca. Ia berharap, melalui budaya membaca, anak-anak Situbondo dapat memiliki karakter yang baik serta memiliki daya pikir yang kritis dan inovatif.

“Dengan kebiasaan gemar membaca, diharapkan anak-anak kita memiliki karakter yang baik, punya daya pikir yang kritis dan inovatif. Saya berpesan kepada duta baca yang terpilih dan lolos pada hari ini agar terus giat membaca dan meningkatkan budaya literasinya. Ajak teman-temannya untuk bisa rutin membaca setiap hari,” harapnya.

Selain seremoni, acara juga diisi dengan penampilan salah satu peserta pemilihan duta baca anak Situbondo sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Cetak 2.400 Generasi Unggul, Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Tutup Seleksi Pramuka Garuda 2026

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter. Melalui rangkaian Seleksi Pramuka Garuda Tahun 2026, Kwarcab Probolinggo berhasil melahirkan sebanyak 2.400 generasi unggul.

Acara penutupan seleksi tersebut berlangsung khidmat di SMP Negeri 1 Sumberasih pada Selasa (28/07/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi AHZ.

Dalam arahannya, Ra Fahmi AHZ, menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar tanda penghargaan biasa, melainkan sebuah simbol keteladanan tertinggi yang menuntut tanggung jawab moral besar bagi para anggotanya.

“Pramuka Garuda merupakan simbol keteladanan. Seorang Pramuka Garuda harus betul-betul bisa unggul, terutama dalam sikap, disiplin, serta tindakan. Karena hanya dengan itu, InsyaAllah ke depan kita akan menjadi kader-kader yang lebih unggul, kompetitif, dan mempunyai daya saing,” ujar Ra Fahmi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Ra Fahmi mengingatkan para anggota Pramuka bahwa keberhasilan dan pencapaian besar tidak pernah diraih melalui proses yang serba instan atau bersantai-santai. Gemblengan fisik, mental, dan kedisiplinan dalam Gerakan Pramuka dibentuk agar para anggota siap menghadapi tantangan zaman.

“Tidak ada hal besar yang bisa dicapai dengan santai-santai, yang bisa dicapai dengan tenang-tenang, tidak ada. Tapi InsyaAllah kader Pramuka siap, karena kader Pramuka ini ditaruh di manapun akan mampu survive, akan mampu selamat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ra Fahmi menyampaikan harapannya agar para lulusan Seleksi Pramuka Garuda 2026 ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa.

“Mudah-mudahan dari Probolinggo ini, kader-kader Pramuka ke depan akan menjadi SDM-SDM yang unggul untuk mempercepat dan segera mewujudkan Indonesia yang maju serta sejahtera,” pungkasnya. (fiq)

Dukungan Nyata Hilirisasi; Fast UB Serahkan Hibah Alat Produksi Kafemilk Poktan di Ampelgading, Malang

Malang, Berdampak.net – Sebagai kelanjutan dari kegiatan pelatihan pengolahan susu kambing menjadi produk fungsional probiotik yang telah dilaksanakan sebelumnya, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya kembali hadir di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, untuk menyerahkan hibah peralatan produksi kepada Kelompok Tani “Suka Tani”. Penyerahan bantuan alat ini menjadi wujud komitmen keberlanjutan program yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas produksi agar merek kolektif “Kafemilk” dapat benar-benar diproduksi secara mandiri oleh masyarakat.

Program pengabdian ini tetap diketuai oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P., dengan anggota tim Dr. Mulia Winirsya Apriliyani, S.Pt., M.P. dan Dr. Yennyka Laelasariyanti, S.Pt., M.P dan Tenaga Ahli Dr. Premy Puspitawati Rahayu. Kegiatan yang merupakan bagian dari skema hibah pengabdian ini juga mengintegrasikan peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-BIMA) Universitas Brawijaya, yaitu Nafisa Zahra, Nazhifah Hasna Qoth Runnada, dan Aulia Novitasyari, yang turut mendampingi mitra sejak tahap pelatihan hingga pemanfaatan alat produksi di lapangan.

Hibah peralatan yang diserahkan dirancang untuk menopang seluruh rantai produksi produk olahan susu kambing berbasis probiotik. Bantuan tersebut meliputi mesin pasteurisasi susu (tangki stainless steel dengan sistem pemanas) yang berfungsi menjaga keamanan dan mutu susu sebelum difermentasi, mesin pengemasan (filling) produk untuk mempercepat proses pengisian dan penyegelan kemasan, serta lemari etalase penyimpanan produk beserta perlengkapan wadah kaca yang mendukung penyimpanan dan penyajian produk secara higienis. Dengan tersedianya peralatan tersebut, kelompok tani diharapkan mampu memproduksi yoghurt dan yoghurt kopi Kafemilk dalam skala usaha yang lebih konsisten, higienis, dan siap dipasarkan.

Ketua Pelaksana PKM, Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, menjelaskan bahwa pemberian hibah alat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pendekatan co-creation dan co-ownership yang menjadi ruh program. “Peralatan ini bukan sekadar bantuan, melainkan aset bersama yang kepemilikannya melekat pada kelompok. Dengan begitu, masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap keberlanjutan usaha Kafemilk. Kami ingin memastikan bahwa setelah pelatihan selesai, mitra memiliki sarana yang memadai untuk terus berproduksi secara mandiri,” ujarnya.

Kepala Desa Argoyuwono, Bapak Purnomo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberlanjutan pendampingan Universitas Brawijaya. Menurutnya, hibah alat produksi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghadirkan dampak yang dapat langsung dirasakan masyarakat. “Kami sangat bersyukur, bantuan alat ini akan sangat membantu warga kami untuk mengembangkan usaha olahan susu kambing dan kopi. Semoga ini menjadi awal tumbuhnya usaha baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Argoyuwono,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Suka Tani, Bapak Toyib Usman, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk memanfaatkan dan merawat peralatan yang telah dihibahkan. Ia menegaskan bahwa alat produksi ini akan dikelola secara kolektif oleh anggota kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Universitas Brawijaya. Alat ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk produksi Kafemilk. Harapannya, kelompok kami bisa memiliki produk unggulan sendiri yang dikenal luas,” ungkapnya.

Selama proses serah terima, mahasiswa KKN-BIMA Universitas Brawijaya turut mendampingi mitra dalam pengenalan cara pengoperasian, perawatan dasar, serta prosedur sanitasi alat. Pendampingan ini menjadi bagian dari peran mahasiswa yang akan melanjutkan program di desa, khususnya dalam membantu penataan produksi, pengemasan, promosi digital, hingga penguatan kelembagaan kelompok agar usaha Kafemilk dapat berjalan berkelanjutan.

Melalui penyerahan hibah alat produksi ini, program PKM FAST-UB semakin memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pembukaan peluang usaha dan peningkatan pendapatan, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis produk lokal bergizi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui produksi pangan fungsional probiotik, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan dan hilirisasi produk, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan sarana teknologi produksi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi sumber daya lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan kelompok tani.

Dengan tersedianya sarana produksi yang memadai serta pendampingan yang berkelanjutan, tim PKM FAST-UB Universitas Brawijaya berharap merek kolektif Kafemilk dapat tumbuh menjadi produk unggulan Desa Argoyuwono yang berdaya saing. Program ini menegaskan bahwa hilirisasi inovasi dari perguruan tinggi mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Rakor Korwil V MUI Jatim Bahas Penguatan Kelembagaan, Soroti Isu LGBT dan Karnaval HUT RI

Lumajang, Berdampak.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Koordinator Wilayah (Korwil) V Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pasca Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jawa Timur di Aula Kantor MUI Kabupaten Lumajang, Senin (27/7). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Milad ke-51 MUI itu menjadi momentum memperkuat sinergi antarpengurus MUI kabupaten/kota di wilayah tapal kuda.

Rakor dihadiri Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan. Pertemuan dipimpin oleh KH. Ahmad Hanif, SQ. selaku Ketua Korwil V MUI Jawa Timur yang juga Ketua Umum MUI Kabupaten Lumajang.

Dalam penyampaian rumusan hasil Rakor, KH. Ahmad Hanif menegaskan bahwa Rakor bukan sekadar agenda pertemuan biasa, melainkan forum strategis untuk menyatukan langkah menghadapi berbagai persoalan keumatan.

“Rakor ini bukan sekadar forum biasa, tetapi wadah menyatukan langkah dan menyamakan visi antar-MUI kabupaten/kota di Korwil V. Tantangan keumatan semakin kompleks sehingga membutuhkan koordinasi yang kuat, komunikasi yang intensif, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Karena itu, kami sepakat Rakor Korwil dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali sebagai ikhtiar memperkuat peran MUI dalam melayani umat dan menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Kyai Hanif.

Forum kemudian menyepakati empat poin penting. Pertama, Rakor Korwil V akan dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali dengan sistem tuan rumah bergiliran di masing-masing kabupaten/kota. Kesepakatan ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan sinergi program antar-MUI di wilayah Korwil V.

Kedua, peserta Rakor mendorong MUI Jawa Timur untuk memperjuangkan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memfasilitasi koordinasi pembangunan gedung kantor bagi MUI kabupaten/kota yang hingga kini belum memiliki kantor representatif.

“Masih ada MUI kabupaten/kota yang belum memiliki kantor sendiri. Kami berharap melalui MUI Jawa Timur dapat difasilitasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dikoordinasikan dengan para kepala daerah agar pembangunan/ penyediaan kantor MUI menjadi perhatian. Keberadaan kantor bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat pelayanan umat, koordinasi ulama, dan penguatan kelembagaan MUI di daerah,” tegasnya.

Selain membahas penguatan kelembagaan, Rakor juga memberikan perhatian terhadap berbagai isu strategis keumatan, termasuk fenomena LGBT yang dinilai memerlukan penguatan pembinaan, edukasi, dan langkah preventif melalui pendekatan keagamaan yang bijaksana.

Forum juga membahas penyelenggaraan karnaval dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. MUI kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan panitia agar pelaksanaan karnaval tetap berlangsung meriah tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, etika, dan norma kesusilaan.

“MUI memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pandangan dan rekomendasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, termasuk isu LGBT maupun pelaksanaan karnaval HUT RI. Harapan kami, seluruh kegiatan masyarakat tetap menghormati nilai-nilai agama, menjaga moralitas, serta tidak bertentangan dengan syariat Islam. MUI akan terus mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan penuh hikmah dalam menjalankan fungsi pembinaan umat,” tegas Kyai Hanif.

Momentum Milad ke-51 MUI menjadi penguat komitmen seluruh pengurus untuk terus meningkatkan peran MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Melalui koordinasi yang semakin intensif, Korwil V MUI Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan keumatan sekaligus memperkuat harmoni kehidupan beragama di wilayah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

MD KAHMI Kota Padang Panjang Ucapkan Selamat kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Sumatera Barat Terpilih

Sumbar, Berdampak.net – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Padang Panjang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah resmi terpilih untuk mengemban amanah kepemimpinan.

MD KAHMI Kota Padang Panjang berharap kepemimpinan kolektif yang baru dapat memperkuat peran FORHATI sebagai wadah berhimpunnya alumni perempuan HMI yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen pengabdian dalam mendorong kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Adapun Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang terpilih adalah: Prof. Dr. Safni, M.Eng; Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., Ph.D; Dr. Wanda Fitri, M.Si; Citra Puspitahati, S.S., M.Pd;dan Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah mendapat amanah. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi serta mampu membawa FORHATI menjadi organisasi yang semakin maju, solid, inklusif, dan berdaya guna bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar MD KAHMI Kota Padang Panjang.

Melalui momentum ini, MD KAHMI juga menegaskan pentingnya sinergi dengan KAHMI di seluruh tingkatan serta menghadirkan berbagai gagasan dan program nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Majelis Daerah KAHMI Kota Padang Panjang menutup dengan tagline “Merawat Silaturahmi, Menguatkan Pengabdian, Membangun Peradaban.”