Peringati HUT ke-58, BPJS Kesehatan bersama RS Graha Sehat Gelar Semarak Gerak Sehat Prolanis

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan, menggelar kegiatan “Semarak Gerak Sehat Prolanis” di RS Graha Sehat, pada Jumat (10/07/2026). Acara yang berlangsung meriah ini ditujukan khusus bagi para lansia penderita penyakit kronis untuk menjaga kebugaran dan kualitas hidup mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam dan jalan sehat bersama para lansia yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Usai berolahraga, keceriaan para peserta berlanjut dengan sesi sosialisasi edukatif mengenai penyakit prolanis dan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh.

Plt Direktur RS Graha Sehat, dr. Rizky Pramudya Akbar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas sinergi yang terjalin dengan baik dalam menyukseskan acara ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah mempercayakan kami sebagai kolaborator dalam mengadakan acara ini. Kegiatan ini memposisikan rumah sakit bukan hanya sekadar tempat berobat, tetapi juga sebagai tempat pencegahan,” ujar dr. Rizky.

Beliau juga berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang di masa depan dengan cakupan yang lebih luas. “Kedepan semoga kita bisa menyelenggarakan event yang lebih besar dari berbagai lini organisasi. Harapannya, kita dapat merangkul lebih banyak teman-teman prolanis dengan bekerja sama dengan organisasi di berbagai lini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dr. Kemas Rona Kurniawansyah, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah sebagai langkah promotif dan preventif bagi masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan pengelolaan penyakit kronis. Kegiatan ini sebagai satu event promotif bahwa meskipun penderita penyakit kronis, mereka masih dapat beraktivitas dan berolahraga seperti biasa,” jelas dr. Kemas.

Lebih lanjut, dr. Kemas memberikan pesan dan ajakan khusus kepada seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Probolinggo untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan diri.

“Kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Probolinggo, mari terus menjaga kesehatan, kontrol rutin, dan ikut klub prolanis. Karena di dalamnya akan ada pemeriksaan kesehatan, pemberian edukasi, termasuk juga pemberian obat setiap bulan secara komprehensif. Dalam satu kegiatan prolanis ini, semua pelayanan tersebut sudah dilakukan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Melalui Semarak Gerak Sehat Prolanis ini, BPJS Kesehatan dan RS Graha Sehat, berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik akibat penyakit kronis bukan halangan untuk tetap produktif dan bahagia. (fiq)

Tanam Pandan Laut untuk Ketahanan Pangan Pesisir, cara DPC PDIP Kabupaten Proboliggo Peringati Bulan Bung Karno

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menggelar aksi lingkungan di pesisir Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Minggu (5/7/2026).

Aksi hijau ini difokuskan pada penanaman pohon pandan laut sebagai strategi menjaga ekosistem sekaligus membentengi ketahanan pangan warga dari ancaman kekeringan ekstrem dampak fenomena El Nino.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh anggota DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam, mantan Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Ketua DPC PDIP Kabupaten Probolinggo H. Anam, serta Ketua PCNU Kota Kraksaan KH. Hafidzul Hakim Noer. Hadir pula ratusan kader PDI Perjuangan dari seluruh penjuru Kabupaten Probolinggo.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Probolinggo, H. Anam, menegaskan bahwa pemilihan pandan laut bukanlah langkah tanpa alasan. Selain sebagai solusi ekologis, tanaman ini merupakan cadangan pangan alternatif yang strategis bagi masyarakat pesisir.

“Menghadapi ancaman El Nino dan kekeringan, kita harus proaktif menyiapkan ketahanan pangan. Pandan laut adalah solusi ekologis sekaligus pangan darurat yang sangat potensial,” ujarnya.

H. Anam memaparkan sejumlah keunggulan pandan laut yang menjadikannya tanaman krusial bagi warga pesisir. Secara pangan, buah pandan laut yang matang memiliki kandungan pati tinggi yang dapat diolah menjadi tepung sebagai sumber nutrisi darurat.

Dari sisi ekologis, akar tunjang pandan laut berfungsi kuat mengikat pasir pantai dan menjaga kestabilan lapisan akuifer.

Fungsinya sangat vital untuk menahan laju intrusi air laut sekaligus menjadi spons alami yang menyimpan cadangan air hujan bagi kebutuhan tawar warga.

Tak hanya itu, tanaman ini juga memiliki khasiat medis. Secara tradisional, akar pandan laut telah lama dimanfaatkan sebagai pereda demam dan diuretik. Daunnya pun kerap digunakan masyarakat sebagai obat pereda nyeri sendi serta penanganan pertama untuk luka luar ringan.

Aksi ini ditegaskan H. Anam sebagai wujud konkret instruksi partai dalam merespons perubahan iklim global. Dengan memperkuat ekosistem pesisir melalui vegetasi pandan laut, diharapkan Desa Randutatah menjadi lebih tangguh menghadapi potensi kelangkaan air dan kerawanan pangan.

“Ini adalah komitmen berkelanjutan kami. Kami ingin mendampingi masyarakat menjaga kelestarian lingkungan agar dampak kekeringan di daerah pesisir dapat dimitigasi sedini mungkin,” pungkasnya.

Kolaborasi Perusahaan dan PMI-JFF, Dua Anak Probolinggo Jalani Operasi Katarak Gratis di Jember

Jember, Berdampak.net – Dua anak asal Kabupaten Probolinggo berhasil menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Keberhasilan kegiatan bakti sosial ini tak lepas dari sinergi PMI Kabupaten Probolinggo dengan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia, serta dukungan dari pihak perusahaan yang turut menghadirkan layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan pendampingan penuh dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama JFF Indonesia pada Jumat (3/7/2026). Peran PMI tampak sejak proses seleksi dan persiapan keberangkatan hingga pengawalan langsung selama pelayanan.

Kedua pasien berasal dari Kecamatan Banyuanyar dan Kecamatan Kraksaan. Mereka diberangkatkan dari Markas PMI Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (1/7/2026). Setibanya di Jember, kedua anak menjalani general check-up pada dan kemudian Setelah dinyatakan layak, operasi katarak segera dilakukan oleh tim medis JFF yang berkolaborasi dengan RS Bina Sehat Jember.

Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya pada dukungan kemanusiaan dari jejaring mitra dan perusahaan. Ia menegaskan, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian dan memastikan pelayanan berjalan optimal, PMI memberangkatkan pengurus untuk mendampingi. Para pendamping bertugas memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga, mulai dari proses persiapan hingga masa pemulihan awal. Menurut rencana, pembukaan perban serta pemeriksaan lanjutan akan dilakukan kemudian dan Jika hasil medis baik di lanjutkan pemulangan kembali ke Probolinggo.

Sementara itu, JFF Indonesia dan tim medisnya menjalankan peran kunci dalam aspek layanan kesehatan, mulai dari asesmen awal hingga pelaksanaan operasi. Dukungan perusahaan turut memperkuat terlaksananya program, sehingga PMI dan JFF bisa menghadirkan pelayanan bagi lebih banyak penerima manfaat.

PMI Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan terima kasih kepada JFF Indonesia, PT POMI Paiton Energy, serta seluruh tim medis. Semua pihak berharap Semoga sinergi sosial dan kemanusiaan yang positif ini terus berlanjut untuk membantu lebih banyak masyarakat di kabupaten Probolinggo. kegiatan ini menjadi awal kehidupan baru bagi pasien dan dengan penglihatan yang kembali, l langkah besar lain seperti menempuh pendidikan lanjut untuk meraih cita-cita akan terbuka lebar.

Grand Launching Perumahan Graha Mutiara Taman Paiton: Usung Visi Hunian Tumbuh dan Berdaya Secara Ekonomi

Probolinggo, Berdampak.net – Kehadiran kawasan hunian baru di wilayah Paiton, Probolinggo, kini tidak sekadar menawarkan bangunan fisik untuk berteduh, melainkan sebuah ekosistem baru bagi tumbuh kembang keluarga dan penguatan ekonomi lokal. Hal ini ditegaskan dalam acara Grand Launching Perumahan Graha Mutiara Taman Paiton Probolinggo yang berlangsung meriah.

​Dalam sambutannya di atas panggung utama, Mohammad Ilham Apiril selaku owner menyampaikan visi mendalam di balik pembangunan proyek perumahan subsidi dan komersial tersebut. Menurutnya, konsep rumah yang diusung oleh Graha Mutiara Taman melampaui fungsi tradisional sebuah bangunan penahan terik dan hujan.

​”Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi rumah adalah tempat yang penuh harapan dan wadah bagi anak-anak kita untuk tumbuh serta berkembang dengan baik,” ujar Mohammad Ilham Apiril di hadapan para undangan dan calon penghuni.

​Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa kawasan perumahan ini dirancang untuk menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan para penghuninya kelak. Penataan kawasan yang terintegrasi diharapkan mampu membuka peluang-peluang usaha yang mendukung kemandirian finansial keluarga.

​”Harapannya, rumah ini menjadi tempat berkembangnya perekonomian untuk anak-anak kita berkembang ke depan,” tambahnya dengan penuh optimistis.

​Momentum peresmian ini, manajemen Graha Mutiara Taman juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas bangunan dan pelayanan yang prima. Sebagai pengembang, mereka berharap kehadiran kompleks hunian ini dapat memberikan kontribusi nyata yang positif bagi pembangunan daerah serta pemenuhan kebutuhan papan di Probolinggo.

​”Semoga bisa menghadirkan karya-karya terbaik bagi masyarakat dan semoga Graha Mutiara Taman bisa amanah melayani masyarakat,” pungkasnya.
​Acara yang berlangsung di area terbuka dengan latar pemandangan alam Paiton ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, perwakilan mitra perbankan serta jajaran terkait.

Berdasarkan pamflet informasi di lokasi acara, Graha Mutiara Taman menyediakan pilihan hunian skema subsidi maupun komersil yang siap mendukung produktivitas keluarga modern di Probolinggo. (fiq)

Jurnalistik Jadi Ladang Dakwah, Humas Nurul Jadid Bincang Kehumasan Bersama Wartawan Profesional


Probolinggo, Berdampak.net — Di tengah derasnya arus informasi yang kerap mengabaikan etika dan kebenaran fakta, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengambil sikap tegas: menjadikan jurnalistik sebagai sarana dakwah. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam kegiatan bincang kehumasan yang digelar di ruang rapat pesantren, mempertemukan tim Humas Nurul Jadid dengan jajaran humas lembaga-lembaga di bawah naungannya.

Keresahan terhadap banjir informasi tanpa verifikasi menjadi alasan utama digelarnya forum ini. Bukan tanpa sebab—informasi yang tidak akurat dinilai berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak diimbangi pemberitaan yang bertanggung jawab. Untuk itu, penguatan kapasitas kehumasan di lingkungan pesantren dipandang sebagai langkah mendesak.

Forum kali ini menghadirkan Muhammad Iqbal, wartawan Times Indonesia, yang berbagi perspektif praktis dari dunia jurnalistik profesional. Satu pesan yang ia tekankan cukup mengena: nilai sebuah berita tidak berhenti pada tersampaikannya informasi. Berita yang baik, katanya, harus mendidik—bukan sekadar lewat begitu saja tanpa makna bagi pembacanya.
Iqbal juga mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik dan akurasi fakta dalam setiap proses produksi berita, termasuk yang dikerjakan oleh humas pesantren maupun lembaga pendidikan. Baginya, humas bukan sekadar penyampai kabar, melainkan juga penjaga nama baik dan citra lembaga.

Diskusi berlangsung hidup. Para peserta aktif melontarkan pertanyaan, mulai dari teknik penulisan berita hingga strategi menghadapi banjir informasi yang tidak akurat—bekal yang dinilai penting bagi pengelola humas lembaga di lingkungan Nurul Jadid dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Forum ini pun tak sekadar ajang berbagi ilmu, tetapi juga ruang silaturahmi antarhumas lembaga untuk menyamakan visi dalam mengelola informasi kepesantrenan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan digelar secara berkala sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber daya kehumasan.

Kasubag Humas dan Infokom Ponirin Mika berharap setiap pemberitaan yang dihasilkan tak hanya informatif, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang membawa manfaat dan edukasi positif bagi masyarakat luas.

Pembatasan Media Sosial untuk Anak: Perlindungan atau Pembungkaman?

Oleh: Noris soleh

Mahasiswa Pascasarjana IAI AL-KHAIRAT Pamekasan

Media sosial telah berkembang menjadi aspek penting dalam kehidupan kontemporer, bahkan bagi kaum muda. Saat ini, platform digital berfungsi sebagai platform untuk belajar, berekspresi, dan berinteraksi, selain sebagai sumber hiburan. Namun, akses yang semakin luas ini menimbulkan pertanyaan penting: seberapa mampukah anak-anak menggunakan media sosial secara bertanggung jawab? Penggunaan media sosial oleh anak-anak telah menjadi topik diskusi, yang memicu perdebatan tentang apakah ini merupakan cara untuk melindungi mereka atau justru menghambat kemandirian mereka.

Dari sudut pandang Islam, kebebasan memiliki batasan. Islam mempromosikan gagasan hurriyah, atau kebebasan, yang selalu disertai dengan kewajiban moral dan kebajikan. Anak-anak tentu membutuhkan perhatian dan bimbingan karena mereka masih dalam tahap perkembangan sebagai individu. Oleh karena itu, dalam Islam, mengambil kendali bukanlah sarana pengekangan melainkan komponen dari proses pendidikan (tarbiyah) untuk menegakkan moralitas dan fitrah. Dalam hal ini, otoritas media sosial dapat diartikan sebagai upaya untuk melindungi anak-anak dari pengaruh berbahaya yang dapat merusak moral dan karakter mereka.

Media sosial menawarkan dua aspek penting dari sudut pandang pendidikan. Media sosial membuat berbagai informasi dapat diakses, mempercepat pembelajaran, dan mendorong kreativitas anak-anak. Di sisi lain, perkembangan kognitif dan emosional anak-anak dapat terhambat oleh paparan konten yang tidak sesuai usia, budaya saat ini, dan kecanduan digital. Paparan berlebihan terhadap media sosial dapat menyebabkan anak-anak kehilangan konsentrasi dalam belajar dan kesulitan menjalin hubungan positif dengan orang lain dalam kehidupan nyataHal ini mendukung pernyataan Sherry Turkle bahwa, meskipun secara fisik “terhubung,” orang-orang mungkin kehilangan kedalaman hubungan sosial mereka sebagai akibat dari teknologi.

Pengembangan manusia yang berpengetahuan dan beradab adalah tujuan utama pendidikan Islam. Teori pendidikan Syed Muhammad Naquib al-Attas sangat menekankan pengajaran tata krama sebelum pengetahuan. Evaluasi tata krama yang baik akan terganggu oleh arus informasi yang tidak terkendali jika anak-anak diizinkan mengakses media sosial tanpa batasan. Oleh karena itu, untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, upaya-upaya tersebut bukan hanya pilihan.

Media sosial telah mengubah cara anak-anak berkomunikasi satu sama lain dan membentuk identitas merekaBanyak anak menggunakan validasi digital, termasuk jumlah “suka” dan “pengikut,” untuk mengukur nilai diri mereka sendiri. Krisis identitas, kecemasan, dan penderitaan psikologis dapat diakibatkan oleh kondisi ini. Lebih jauh lagi, kesehatan mental anak-anak sangat terancam oleh meningkatnya perundungan siber dan penyebaran konten berbahaya. Menurut penelitian Jean Twenge, anak-anak dan remaja yang lebih sering menggunakan media sosial juga mengalami tingkat kecemasan dan kesedihan yang lebih tinggi.

Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memiliki efek yang merugikan. Anak-anak yang terlalu terkekang mungkin menjadi curiga, kehilangan kebebasan untuk mengekspresikan diri, dan tertinggal dalam literasi digital mereka. Kemampuan untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab adalah keterampilan penting dalam masyarakat yang semakin digital. Oleh karena itu, pengawasan yang bijaksana dan instruktif adalah tindakan yang lebih baik daripada pelarangan total.

Cara individu, khususnya orang tua dan pendidik, menggunakan media sosial adalah perhatian utama, bukan platform itu sendiri. Kita sering kali terjebak dalam salah satu dari dua ekstrem: kebebasan tanpa batas atau pembatasan yang ketat. Tetapi keseimbanganlah yang dibutuhkan. Gagasan Neil Postman berfungsi sebagai pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus mendorong teknologi, bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, mengembangkan literasi digital berbasis nilai adalah pendekatan yang lebih bermanfaat. Anak-anak perlu dibimbing secara aktif oleh orang tua dan pendidik, yang juga harus mengajari mereka tentang etika media sosial dan menanamkan rasa tanggung jawab dalam aktivitas digital mereka. Mengajarkan “cara menggunakan” hanyalah satu aspek pendidikan; aspek lainnya adalah mengajarkan “cara berperilaku.”

Lebih lanjut, untuk mengendalikan penggunaan media sosial oleh anak-anak tanpa membatasi kemampuan mereka untuk belajar dan berkembang, pemerintah dan lembaga pendidikan harus menerapkan undang-undang yang masuk akal. Perlindungan, bukan pembungkaman, harus menjadi tujuan peraturan.

Mengendalikan penggunaan media sosial anak-anak pada akhirnya bermuara pada keseimbangan antara perlindungan dan penindasan. Tindakan ini dapat menjadi jenis perlindungan yang membebaskan jika dilakukan dengan strategi yang tepat berdasarkan cita-cita, pendidikan, dan kasih sayang. Namun, jika dilakukan tanpa bimbingan dan pemahaman, hal itu dapat mengakibatkan pembungkaman yang menghambat kemajuan.

*Segala bentuk judul dan isi artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis