Ribuan Peserta Ramaikan Trail Run Bareng Pekalen Rafting di Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Ribuan peserta memadati ajang trail run bareng Pekalen Ranting yang digelar di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan latar alam pegunungan serta jalur hutan yang menantang.

Event olahraga lari lintas alam tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas lari, pelajar, pecinta alam, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah.

Gubernur Komunitas Prabu, Hasan, mengatakan bahwa tingginya antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus wisata berbasis alam.

“Peserta datang dari berbagai sektor dan komunitas. Ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mempromosikan potensi daerah,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan yang menyuguhkan tantangan fisik dan mental. Mereka harus menaklukkan rute yang melintasi hutan, jalur tanah, tanjakan, serta medan berbatu.

Meski cukup menguras tenaga, panorama alam yang asri menjadi daya tarik tersendiri. Keindahan lingkungan sekitar membuat para peserta tetap menikmati setiap lintasan yang dilalui.

“Saya sangat suka dengan tantangan yang cukup luar biasa ini. Jalurnya menantang, tapi pemandangannya sangat indah,” ujar Anton, salah satu peserta.

Panitia berharap, trail run bareng Pekalen Ranting dapat terus digelar secara berkelanjutan. Selain sebagai ajang pembinaan atlet lari, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi potensi wisata alam daerah serta mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat. (fiq)

Menkop Ferry Juliantono: Resmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah, Pioner Ekosistem Koperasi dan Kemandirian Pesantren

Probolinggo, Berdampak.net – Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Juliantono, meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur. Peresmian ini diharapkan menjadi model penguatan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia.

Ferry memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid dan semua pihak yang berinisiatif mewujudkan Torasera. Ia menekankan bahwa Torasera Nurja Berkah merupakan salah satu dari dua Torasera yang telah berdiri di Indonesia saat ini.

Ferry juga menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 83 ribu koperasi yang telah berbadan hukum, di mana pemerintah sedang membangun fasilitas seperti gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya.

Serta pentingnya Torasera sebagai pusat distribusi dan integrator dalam ekosistem koperasi. Selain menyuplai kebutuhan barang ke koperasi desa, Torasera juga akan berfungsi sebagai off-taker yang membantu menyerap hasil produksi masyarakat dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM.

Ferry menilai penguatan koperasi desa merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan sistem ekonomi nasional ke nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Ia bertekad untuk memastikan perputaran ekonomi terjadi di desa, sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, menekankan bahwa kehadiran Torasera Nurja Berkah akan mendukung ekosistem Kopdes Merah Putih di Probolinggo, terutama di wilayah Paiton. Ia berharap Torasera dapat mendorong produk unggulan daerah agar dikenal lebih luas.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, Abdul Hamid Wahid, menambahkan bahwa Torasera Nurja Berkah tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai business hub yang menyokong beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih di Paiton dan sekitarnya.

Dengan peresmian Torasera Nurja Berkah, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi lokal. (rh)

IKA-UB Probolinggo Raya Kolaborasi dengan Berdampak.net Persembahkan “Kado Intelektual” untuk Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menggelar soft launching Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB sekaligus seminar refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Sabtu (14/2), di Hallroom Sumber Hidup, Kota Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, para kepala OPD, pimpinan ormas keagamaan, organisasi kepemudaan, serta keluarga besar alumni UB se-Probolinggo Raya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata IKA-UB.
“Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas apa yang dilakukan IKA-UB Probolinggo Raya. Buku bunga rampai pemikiran alumni UB ini bisa menjadi kompas tambahan untuk menyempurnakan arah pembangunan dan langkah pemerintah kota di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Selain peluncuran buku, panitia juga menayangkan video capaian dan prestasi Pemerintah Kota Probolinggo selama satu tahun terakhir. Video tersebut dikemas secara informatif dan inspiratif, menggambarkan berbagai program prioritas yang telah direalisasikan.
Ketua Umum IKA-UB Probolinggo Raya, Tri Septa Agung Pamungkas, menyebut buku bertajuk Kolaborasi Membangun Kota Probolinggo sebagai “kado intelektual” bagi pemerintahan yang genap berusia satu tahun.
“Harapan kami, buku ini bisa menjadi smart guidance dan policy brief dalam program tahunan Pemerintah Kota Probolinggo. Karena buku ini berisi kompilasi pemikiran dari para ahli dengan spektrum keilmuan yang beragam,” jelasnya.
Seminar peringatan satu tahun kepemimpinan ini terbagi dalam dua sesi utama. Kegiatan diawali dengan pengantar dari narasumber utama Redy Eko Prastyo, akademisi UB, budayawan, sekaligus peraih Alumni UB Award 2024.
Sesi pertama mengangkat tema “Pendidikan dan Ekonomi Kreatif”, menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, entrepreneur F&B Abdul Kholiq, serta perwakilan Bank Jatim Kota Probolinggo. Diskusi menyoroti pentingnya penguatan SDM dan pemberdayaan UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah.
Sementara sesi kedua bertema “Sinergi Pangan dan Papan”, menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Fitriawati Jufri, Kepala Dinas PU Setiorini Sayekti, Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yulianti, serta developer dan notaris profesional Djoko Purnomo. Diskusi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan penyediaan hunian layak.
Tri Septa Agung menegaskan, kontribusi komunitas intelektual tidak berhenti pada tataran gagasan.
“Bagi kami kontribusi terbesar komunitas intelektual diukur sejauh mana mereka mampu mentransformasi teori menjadi solusi praktis di tengah masyarakat. Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai teladan kota yang pembangunannya didorong kuat oleh kerja-kerja intelektual dan kolaborasi pentahelix, yaitu Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, dan Media,” pungkasnya.
Media online Berdampak.net turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mendorong ekosistem informasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah. Dukungan tersebut mempertegas sinergi antara komunitas intelektual dan media dalam mengawal arah pembangunan Kota Probolinggo ke depan.

IKA-UB Probolinggo Raya Luncurkan Buku Bunga Rampai: Kado Peringatan Satu Tahun Pemerintahan Walikota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menggelar soft-launching Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB dan seminar peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Probolinggo pada hari Sabtu (14/2) di Hallroom Sumber Hidup, Kota Probolinggo.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Walikota Probolinggo, Forkopimda, Pj.Sekda, para kepala OPD, pimpinan ormas keagamaan, pimpinan organisasi kepemudaan, serta keluarga besar alumni UB di wilayah Probolinggo.

Dalam sambutannya, Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin memberikan apresiasi dan pujian kepada IKA-UB Probolinggo Raya. “Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas apa yang dilakukan IKA-UB Probolinggo Raya. Buku bunga rampai pemikiran alumni UB ini bisa menjadi kompas tambahan untuk menyempurnakan arah pembangunan dan langkah pemerintah kota di tahun-tahun mendatang,” ujar Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin.

Selain meluncurkan Buku Bunga Rampai, IKA-UB Probolinggo juga menayangkan video catatan-catatan prestasi Pemerintah Kota Probolinggo selama setahun. Video dikemas secara apik dengan narasi yang informatif.

Ketua Umum IKA-UB Probolinggo Tri Septa Agung Pamungkas mengatakan, peluncuran buku bunga rampai yang bertajuk Kolaborasi Membangun Kota Probolinggo ini merupakan ‘kado intelektual’ dalam momen peringatan Satu Tahun Pemerintahan Walikota-Wakil Walikota Probolinggo.

“Harapan kami, buku ini bisa menjadi smart guidance dan policy brief dalam program tahunan pemerintah kota Probolinggo. Karena buku ini berisi kompilasi pemikiran dari para ahli dengan spektrum keilmuan yang beragam,” kata Tri Septa Agung Pamungkas.

Dalam seminar peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Walikota terdapat dua sesi tema pembahasan. Sebelum seminar, diawali dengan pembuka dari narasumber utama Redy Eko Prastyo, seorang akademisi UB, budayawan, dan peraih Alumni UB Award 2024. Sesi pertama seminar mengangkat tema ‘Pendidikan dan Ekonomi Kreatif’ dengan para pembicara diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, entrepreneur F&B Abdul Kholiq, dan perwakilan Bank Jatim Kota Probolinggo.

Sedangkan, di sesi kedua seminar mengusung tema ‘Sinergi Pangan dan Papan’ menghadirkan narasumber Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Fitriawati Jufri, Kepala Dinas PU Setiorini Sayekti, Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yulianti, dan developer sekaligus notaris profesional Djoko Purnomo.

“Bagi kami kontribusi terbesar komunitas intelektual diukur sejauh mana mereka mampu mentransformasi teori menjadi solusi praktis di tengah masyarakat. Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai teladan kota yang pembangunannya didorong kuat oleh kerja-kerja intelektual dan kolaborasi pentahelix, yaitu Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, dan Media,” tutup Tri Septa Agung.

Talkshow Penutupan Bulan K3 Dorong Penguatan Budaya Keselamatan Kerja di Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Upaya membangun kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kegiatan Talkshow Penutupan Bulan K3 yang digelar pada Kamis (12/2/2026) di Ruang PRIC Mall Pelayanan Publik Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Mengusung tema “Membangun Budaya K3 melalui Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja di Tempat Kerja”, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, lembaga jaminan sosial, praktisi kesehatan kerja, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya organisasi.

Acara menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo, Saniwar, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya komitmen perusahaan dalam menerapkan standar K3 sebagai fondasi produktivitas tenaga kerja. Menurutnya, perlindungan pekerja harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan beban operasional.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo, Nurhadi Wijayanto, SE, MM, menyoroti peran jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan terhadap risiko kerja. Ia mengajak para pelaku usaha dan pekerja untuk memastikan kepesertaan aktif sebagai bentuk mitigasi risiko yang nyata.

Dari sisi kesehatan kerja, Dr. dr. Lubna Anwar Sadat, MKK., Sp.Ok, HIMA, AIFO-K, dokter okupasi Rumah Sakit Wonolangan, mengulas pentingnya pencegahan penyakit akibat kerja melalui pendekatan promotif dan preventif. Beliau menekankan bahwa deteksi dini serta pengelolaan lingkungan kerja yang sehat dapat menekan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup pekerja.

Kegiatan yang dipandu oleh Master of Ceremony Izzah Afkarina ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan perusahaan, tenaga kerja, hingga masyarakat umum.

Melalui talkshow ini, penyelenggara berharap semangat Bulan K3 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berlanjut menjadi praktik nyata di lingkungan kerja masing-masing. Budaya K3 diharapkan tumbuh sebagai kesadaran kolektif bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan dunia kerja yang produktif, aman, dan berkelanjutan. (and)

Pemerintah Kecamatan Gending Gandeng PT POMI Gelar Pelatihan Bank Sampah

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kecamatan Gending berkolaborasi dengan PT POMI–Paiton Energy menggelar pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah di Recreation Hall POH 1, Jalan Raya Surabaya–Situbondo Km 141 Paiton Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (12-13/2/2026).

Kegiatan ini diikuti 85 peserta dengan melibatkan unsur PKK Kecamatan Gending (Ketua, Sekretaris dan Ketua Pokja III), kader lingkungan dan/atau calon pengurus bank sampah desa, perwakilan unit usaha BUMDes, Komunitas Alam Hijau, unsur Pramuka, perwakilan Puskesmas (sanitasi lingkungan dan promosi kesehatan), organisasi kemasyarakatan (Muslimat dan Fatayat), dunia usaha (PT Sasa Inti Gending dan PT Sinergi Gula Nusantara/PG Gending) serta unsur pendidikan dari SMAN 1 Gending, SMKN 1 Gending dan SMPN 1 Gending.

Pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat, Facility Supervisor Erfin Budianto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Jurianto, Camat Gending Winda Permata Erianti serta perwakilan Puskesmas Gending.

Manager HCFC PT POMI Rochman Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tersebut.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini tidak kami laksanakan sendiri, tetapi didukung oleh berbagai stakeholder, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dan para mitra,” ujarnya.

Rochman menegaskan persoalan sampah bukan hanya isu daerah, melainkan juga menjadi perhatian serius di lingkungan perusahaan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program lingkungan lainnya, PT POMI berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Kami diminta oleh pemerintah dan KLHK untuk melihat sampah bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan. Setiap bulan kami wajib melaporkan neraca sampah, mulai dari jumlah yang diolah hingga yang dibuang ke TPA. Jika rasionya tidak seimbang, itu menjadi catatan penting bagi kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan dituntut mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA hingga 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri. Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari pelatihan eco enzyme, pembuatan kompos, budidaya maggot hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

“Dulu mungkin 100 persen sampah langsung ke TPA. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Kami sudah menginisiasi pengelolaan di kompleks perusahaan, termasuk di PLTU. Harapannya, kegiatan hari ini dan penguatan bank sampah bisa menjadi role model baru di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup kini telah menjadi isu global yang menentukan masa depan peradaban manusia.
“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” katanya.

Menurut Ning Hani, sampah tidak selalu menjadi masalah apabila dikelola dengan baik. “Sampah sering dipandang sebagai masalah. Namun jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi. Di sinilah pentingnya bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah,” jelasnya. (fiq)