Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, Terima Penghargaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan dari Gubernur Jatim

Surabaya. Berdampak.net – Dekan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas dukungan pendampingan literasi dan penelitian yang telah berkontribusi dalam pengembangan serta penguatan pelaksanaan perhutanan sosial di wilayah Jawa Timur.

Penghargaan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas peran akademisi dalam mendukung pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan pendampingan literasi dan riset, Prof. Mangku Purnomo turut mendorong penguatan kapasitas berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan di tingkat komunitas, sehingga program perhutanan sosial dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berdampak.

Acara pemberian penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026. Pada kesempatan ini, penghargaan menjadi simbol pengakuan atas kontribusi akademisi dalam mendukung proses pengelolaan hutan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemitraan antara berbagai aktor yang terlibat dalam program perhutanan sosial. Dengan kolaborasi yang sinergis, tujuan besar pengelolaan hutan dapat diwujudkan secara lebih nyata, yaitu memastikan manfaat hutan dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk jangka panjang.

Lebih jauh, apresiasi ini juga menjadi penguatan komitmen untuk terus mengembangkan pendekatan berbasis pengetahuan, termasuk melalui kegiatan penelitian dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Diharapkan hasil-hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, serta memperkaya inovasi dalam pengelolaan perhutanan sosial agar mampu mendorong kemandirian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Situbondo Gas Pol: Akademi Tani & Ternak Muda Disiapkan! Targetnya Pangan Melimpah, Inflasi Terkunci

Situbondo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan strategi untuk mencetak generasi baru di sektor pangan. Melalui rencana peluncuran Program Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda, Pemkab menargetkan penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.

Program ini direncanakan mulai dijalankan setelah perubahan anggaran tahun 2026. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut inisiatif tersebut sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang ingin menekuni pertanian dan peternakan secara lebih modern.

Kami akan segera menjalankan Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda pasca perubahan anggaran 2026, ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio saat menghadiri acara Capacity Building bersama Bank Indonesia Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6/2026).

Mas Rio juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono terkait rencana peluncuran program. Ia optimistis program ini akan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Berbeda dari pendidikan konvensional, akademi ini akan lebih menonjolkan praktik langsung di lapangan. Pemkab Situbondo menetapkan kawasan pertanian terpadu di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, sebagai pusat pembelajaran utama. Di sana, peserta akan mempelajari sistem budidaya tanaman hingga pengelolaan usaha pangan yang terintegrasi.

Bupati berharap akademi dapat melahirkan petani dan peternak muda yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa kewirausahaan. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen penting menjaga stabilitas harga pangan.

Sinergi dengan Bank Indonesia juga dinilai menjadi kunci. Pemkab memandang penguatan sektor pangan sebagai cara efektif untuk menekan gejolak harga pasar, dengan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga ke depan. (rh)

Gempa Bumi Tektonik M6,7 Landa Palu, Namun Tidak Berpotensi Tsunami

Palu, Berdampak.net – Hari Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.45 WIB wilayah Palu, Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ) dan hasil observasi instrumentasi, gempa bumi ini dirasakan dengan:

  1. skala intensitas VI-VII MMI di Palu
  2. skala intensitas V-VI MMI di Sigi
  3. skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasang Kayu
  4. skala intensitas II-III MMI di Pinrang,  Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga pukul 11.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ), dengan magnitudo terbesar M5,1.

BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat. Info lebih lengkap akan disampaikan pada saat update Press Conference.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.

Ini Langkah PERMAHI Probolinggo untuk Siapkan Generasi Hukum Visioner dan Kritis

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Probolinggo menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) II di Aula Pantai Duta, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat kaderisasi sekaligus menyiapkan calon praktisi hukum yang memiliki kapasitas intelektual dan integritas yang baik.

Mengusung tema “Mencetak Kader Profesi Hukum yang Visioner, Kritis, dan Berintegritas di Tengah Dinamika Era Modern”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa hukum yang akan bergabung sebagai anggota baru PERMAHI Probolinggo.

Sejak awal kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan, mulai dari pengenalan organisasi, penyampaian materi, hingga diskusi. Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Duta tersebut.

Ketua DPC PERMAHI Probolinggo, Efrilia Yusril, mengatakan proses kaderisasi merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Menurutnya, organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun, tetapi juga sarana membentuk karakter dan kompetensi calon profesi hukum.

“MAPERCA bukan hanya proses mengenalkan organisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kader agar memiliki visi yang jelas, daya kritis yang kuat, dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa hukum perlu memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, kepedulian sosial, dan integritas moral. Bekal tersebut dinilai penting agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan di bidang hukum yang terus berkembang.

Efrilia berharap para peserta memanfaatkan organisasi sebagai ruang belajar dan pengembangan diri. Selain menambah wawasan, pengalaman berorganisasi juga dapat menjadi sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan berpikir kritis.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERMAHI, Raden Muhammad Fajri, mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Menurutnya, tingginya partisipasi mahasiswa menunjukkan minat untuk mengembangkan kapasitas diri melalui organisasi masih cukup besar.

“Mahasiswa hukum harus menjadi kelompok intelektual yang aktif membaca perkembangan zaman. Kemampuan analisis dan budaya diskusi harus terus diasah agar mampu merespons berbagai persoalan hukum secara objektif dan ilmiah,” tuturnya.

Ia menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi hukum yang tidak hanya menguasai aspek keilmuan, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan MAPERCA II, DPC PERMAHI Probolinggo berharap dapat melahirkan kader-kader baru yang siap berkontribusi dalam pengembangan organisasi serta turut mengambil peran dalam pembangunan hukum yang berkeadilan di masa depan. (fiq)

Pemkot Probolinggo Gelar Nobar “Bola Gembira”, Harap UMKM Ikut Terangkat

Probolinggo, Berdampak.net – Momen pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Tanjung Verde dimanfaatkan Pemkot Probolinggo untuk mempererat kebersamaan warga lewat kegiatan nonton bareng (nobar) bertajuk Bola Gembira, Senin (15/6) malam.

Bertempat di GOR A. Yani nobar dihadiri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Sekda Budiono Wirawan, serta sejumlah pejabat daerah, termasuk camat dan lurah. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi lintas kalangan untuk menikmati pesta sepak bola dunia.

Usai pertandingan, Wali Kota Probolinggo menyatakan Pemkot ingin menggelar kegiatan serupa kembali, terutama pada laga yang lebih seru. Ia juga menegaskan penjadwalan nobar disesuaikan dengan aktivitas warga, sebab banyak pertandingan berlangsung dini hari. Harapan lain dari Pemkot tentunya dengan acara nobar omzet UMKM bisa ikutan meningkat dibanding hari biasa. (fiq)

Ribuan Pesepeda Berangkat dari NU Babat Center Menuju Panorama Gunung Pegat: Gowes Muharram Meriah

Lamongan, Berdampak.net – Ribuan pesepeda memadati jalur dari NU Babat Center menuju kawasan wisata alam Gunung Pegat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (16/6/2026) pagi. Kegiatan Gowes Muharram ini digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah merupakan
diinisiasi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Babat tersebut tidak hanya diikuti warga Lamongan. Ratusan peserta juga datang dari berbagai daerah sekitar, seperti Bojonegoro, Tuban, dan Gresik, untuk meramaikan kegiatan yang memadukan olahraga, silaturahmi, dan syiar Islam tersebut.

Kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), gus maksum. Pengasuh Pondok Pesantren Langitan itu tampak membaur dan mengayuh sepeda bersama para peserta sepanjang rute.
Menurut Gus Maksum, momentum pergantian tahun baru Hijriah perlu diisi dengan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara luas. Bersepeda bersama dinilai menjadi sarana efektif untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan.

Ia menambahkan, syiar Islam melalui kegiatan olahraga rekreasi dapat menjadi upaya menghidupkan kembali semangat peringatan Tahun Baru Islam yang belakangan mulai berkurang gaungnya di tengah masyarakat.

Selain menawarkan rute yang melintasi panorama alam Bukit Kapur Pegat, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta. Doorprize utama berupa paket umrah gratis menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Setibanya di garis finis, peserta disuguhi sarapan gratis berupa Sego Gunung, yang semakin menambah semarak suasana kebersamaan. Di akhir kegiatan, Gus Maksum menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gowes Muharram sebagai agenda tahunan.