Keselamatan Pertambangan sebagai Investasi Strategis

Jakarta, Berdampak.net – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menegaskan bahwa keselamatan pertambangan merupakan investasi yang strategis untuk keberlanjutan industri mineral dan batubara di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang berlangsung secara daring.

Pentingnya Bulan K3 Nasional

Menurut Tri Winarno, Bulan K3 Nasional menjadi kesempatan penting untuk menguatkan komitmen pemangku kepentingan dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang unggul dan berkelanjutan di sektor pertambangan. Ia menyatakan, “Keselamatan pertambangan bukanlah pemborosan, tetapi investasi jangka panjang yang melindungi pekerja dan meningkatkan reputasi industri.”

Tema Bulan K3 2026

Bulan K3 Nasional Pertambangan tahun ini mengusung tema “Membangun Ekosistem K3 Nasional melalui Implementasi Keselamatan Pertambangan yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan.” Tri Winarno menekankan bahwa keselamatan harus menjadi bagian integral dari ekosistem industri, yang mendorong efisiensi dan produktivitas.

Kontribusi Sektor Minerba

Dirjen Minerba juga membahas peran sektor mineral dan batubara dalam pembangunan ekonomi nasional, yang tercermin dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai 104,38% dari target dan realisasi investasi sebesar USD 6,7 miliar pada tahun 2025. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya kontribusi ekonomi harus sejalan dengan penguatan keselamatan kerja.

Apresiasi terhadap Inovasi dan Tanggap Bencana

Tri Winarno memberikan apresiasi kepada sektor pertambangan atas partisipasi dalam program ESDM Siaga Bencana, terutama dalam penanganan bencana di Sumatera. Ia juga meluncurkan E-Katalog Inovasi Bidang Keselamatan Pertambangan untuk mendorong standar keselamatan di sektor ini.

Ajakan untuk Bertindak

Menutup sambutannya, Tri Winarno menekankan bahwa Bulan K3 Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan untuk bergerak nyata ke arah pertambangan yang lebih aman dan berkelanjutan. “Dengan kolaborasi yang kuat, kita wujudkan pertambangan Indonesia yang lebih sehat dan selamat di tahun 2026 dan seterusnya,” ungkapnya.

Ahmad Syauqi, Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang, juga menyoroti pentingnya pengelolaan K3 sebagai pembelajaran bagi badan usaha dalam meningkatkan perlindungan keselamatan pekerja tambang.

Bupati Pasuruan Perjuangkan Aspirasi 10 Desa Terkait Konflik Agraria dengan TNI AL

Pasuruan, Berdampak.net– Bupati Pasuruan kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling yang selama puluhan tahun hidup dalam bayang-bayang konflik agraria dengan TNI Angkatan Laut.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan langkah langsung ke Jakarta bersama perwakilan warga, DPRD Kabupaten Pasuruan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rombongan ini melakukan audiensi dengan beberapa fraksi di DPR RI serta melanjutkan agenda ke Kementerian Pertahanan guna mencari solusi terbaik atas konflik yang telah berlangsung lama.

Bupati Pasuruan menyampaikan bahwa konflik agraria ini bukan hanya persoalan status kepemilikan lahan, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk hidup dengan tenang, aman, dan sejahtera. Selama bertahun-tahun, ketidakpastian hukum atas lahan telah berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga di Lekok dan Nguling.

“Sebagai kepala daerah, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk hadir, mendengar langsung aspirasi masyarakat, dan memperjuangkannya sampai ke pemerintah pusat,” tegas Bupati Pasuruan.

Melalui audiensi tersebut, Bupati berharap pemerintah pusat dapat memahami kondisi riil yang terjadi di lapangan serta membuka ruang dialog yang adil bagi semua pihak. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengawal proses ini secara berkelanjutan hingga tercapai solusi yang memberikan kepastian hukum, rasa keadilan, serta harapan baru bagi masyarakat.

Perjuangan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik agraria secara menyeluruh, demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan rakyat. (fj)

Bakti Sosial Akbar Klinik Az-Zainiyah Jadi Magnet Peringatan HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Klinik Az-Zainiyah Yayasan Nurul Jadid menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Minggu (11/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Klinik Az-Zainiyah, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Bakti sosial ini meliputi berbagai layanan kesehatan dan sosial, di antaranya skrining kesehatan gratis, donor darah, bekam dan akupuntur, terapi Live-Terra, terapi Longevitology, pembagian sembako, serta khitan massal. Tercatat sebanyak 30 anak mengikuti khitan massal, sementara layanan bakti sosial kesehatan diikuti oleh sekitar 50 peserta lansia dari wilayah sekitar Paiton.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Klinik Az-Zainiyah Yayasan Nurul Jadid dengan melibatkan seluruh pegawai klinik, serta bekerja sama dengan RS Graha Sehat sebagai mitra pendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua FKpS Probolinggo dr. Syahrudi, Kepala Puskesmas Paiton, dan pimpinan STAr Medika. Kehadiran para undangan tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas komitmen Klinik Az-Zainiyah dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Panitia, Novia Rizqi, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian sosial serta pengabdian Klinik Az-Zainiyah kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif klinik dalam menyemarakkan peringatan HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan bakti sosial ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.

Ketua JongMa Probolinggo Raya: Pilkada oleh DPRD Bukan Solusi Atasi Politik Uang

Probolinggo, Berdampak.net — Ketua Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya, Ponirin Mika, menanggapi wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan jawaban atas persoalan politik uang yang kerap terjadi dalam pilkada langsung.

Menurut Ponirin, dalih pencegahan money politics tidak serta-merta bisa dibenarkan dengan mengalihkan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Ia menilai praktik tersebut tetap berpotensi terjadi, bahkan dengan pola yang lebih tertutup.

“Kalau alasannya karena politik uang, apakah dengan dipilih DPRD hal itu tidak terjadi? Justru potensi itu tetap ada dan bisa terpusat pada kelompok dewan,” ujar Ponirin saat diwawancarai.

Ia juga menekankan bahwa pelibatan langsung masyarakat dalam pilkada selama ini telah mendorong meningkatnya kesadaran politik publik. Partisipasi rakyat, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan demokrasi.

“Diakui atau tidak, rakyat sekarang semakin melek politik karena mereka dilibatkan langsung dalam proses demokrasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ponirin mengakui perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada. Namun, evaluasi tersebut harus diarahkan pada perbaikan sistem dan penguatan kualitas kepemimpinan.

“Evaluasi pilkada itu perlu, benar. Tapi yang harus dicari adalah figur pemimpin berbasis meritokrasi, bukan dengan mengurangi hak pilih rakyat,” pungkasnya.

Ia berharap setiap wacana perubahan sistem pilkada dikaji secara matang dengan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.

RS Graha Sehat Raih Penghargaan Wajib Retribusi Terbaik Tahun 2025 dari Pemkab Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Graha Sehat (RSGS) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang kegiatan “Happy Walk SAE Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, RS Graha Sehat menerima Piagam Penghargaan sebagai Wajib Retribusi Terbaik Kategori Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dan keteladanan RS Graha Sehat dalam memenuhi kewajiban retribusi pelayanan persampahan secara tertib, patuh, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian acara “Happy Walk SAE 2026”, yang juga dirangkaikan dengan sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan, penandatanganan komitmen bersama, serta penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada desa-desa. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, serta masyarakat.

Manajemen RS Graha Sehat menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit dalam menjalankan prinsip tata kelola yang taat regulasi, transparan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi menjadi pengingat bahwa rumah sakit tidak hanya bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan, melainkan juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung kebijakan daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjadi institusi yang patuh, beretika, dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RS Graha Sehat.

Dengan diraihnya penghargaan ini, RS Graha Sehat menegaskan posisinya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dalam layanan medis, tetapi juga konsisten dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pelayanan publik yang berkelanjutan. (rh)

IKA UM Probolinggo Raya Gelar Jamming Session, Dorong UMKM dan Pererat Silaturahmi Alumni

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (IKA UM) Probolinggo Raya menggelar kegiatan Jamming Session di GOR A. Yani, Jumat (9/1/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi alumni UM sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo Raya.
Jamming Session dikemas dalam pertunjukan musik kolaboratif yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain menjadi sarana ekspresi seni dan hiburan, kegiatan ini juga memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi UMKM yang berjualan di sekitar area kegiatan.
Anggota IKA UM Probolinggo Raya, Johan Dwi Angga, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen alumni Universitas Negeri Malang untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Jamming Session ini kami rancang sebagai ajang silaturahmi alumni UM dengan masyarakat umum, sekaligus bentuk dukungan terhadap UMKM lokal. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Johan Dwi Angga, yang juga menjabat sebagai Ketua Bawaslu Kota Probolinggo.
Sementara itu, Kartono, selaku tim penyelenggara, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, khususnya yang berada di sekitar GOR A. Yani.
“Kami melihat peningkatan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung. Antusiasme pengunjung cukup tinggi dan ini sangat membantu pelaku UMKM di area GOR A. Yani,” kata Kartono.
Melalui kegiatan ini, IKA UM Probolinggo Raya berharap dapat terus membangun ruang kolaborasi antara alumni, komunitas, dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal di Kota dan Kabupaten Probolinggo.