Bakti Sosial Akbar Klinik Az-Zainiyah Jadi Magnet Peringatan HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Klinik Az-Zainiyah Yayasan Nurul Jadid menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Minggu (11/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Klinik Az-Zainiyah, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Bakti sosial ini meliputi berbagai layanan kesehatan dan sosial, di antaranya skrining kesehatan gratis, donor darah, bekam dan akupuntur, terapi Live-Terra, terapi Longevitology, pembagian sembako, serta khitan massal. Tercatat sebanyak 30 anak mengikuti khitan massal, sementara layanan bakti sosial kesehatan diikuti oleh sekitar 50 peserta lansia dari wilayah sekitar Paiton.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Klinik Az-Zainiyah Yayasan Nurul Jadid dengan melibatkan seluruh pegawai klinik, serta bekerja sama dengan RS Graha Sehat sebagai mitra pendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua FKpS Probolinggo dr. Syahrudi, Kepala Puskesmas Paiton, dan pimpinan STAr Medika. Kehadiran para undangan tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas komitmen Klinik Az-Zainiyah dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Panitia, Novia Rizqi, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian sosial serta pengabdian Klinik Az-Zainiyah kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif klinik dalam menyemarakkan peringatan HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan bakti sosial ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.

Ketua JongMa Probolinggo Raya: Pilkada oleh DPRD Bukan Solusi Atasi Politik Uang

Probolinggo, Berdampak.net — Ketua Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya, Ponirin Mika, menanggapi wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan jawaban atas persoalan politik uang yang kerap terjadi dalam pilkada langsung.

Menurut Ponirin, dalih pencegahan money politics tidak serta-merta bisa dibenarkan dengan mengalihkan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Ia menilai praktik tersebut tetap berpotensi terjadi, bahkan dengan pola yang lebih tertutup.

“Kalau alasannya karena politik uang, apakah dengan dipilih DPRD hal itu tidak terjadi? Justru potensi itu tetap ada dan bisa terpusat pada kelompok dewan,” ujar Ponirin saat diwawancarai.

Ia juga menekankan bahwa pelibatan langsung masyarakat dalam pilkada selama ini telah mendorong meningkatnya kesadaran politik publik. Partisipasi rakyat, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan demokrasi.

“Diakui atau tidak, rakyat sekarang semakin melek politik karena mereka dilibatkan langsung dalam proses demokrasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ponirin mengakui perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada. Namun, evaluasi tersebut harus diarahkan pada perbaikan sistem dan penguatan kualitas kepemimpinan.

“Evaluasi pilkada itu perlu, benar. Tapi yang harus dicari adalah figur pemimpin berbasis meritokrasi, bukan dengan mengurangi hak pilih rakyat,” pungkasnya.

Ia berharap setiap wacana perubahan sistem pilkada dikaji secara matang dengan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.

RS Graha Sehat Raih Penghargaan Wajib Retribusi Terbaik Tahun 2025 dari Pemkab Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Graha Sehat (RSGS) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang kegiatan “Happy Walk SAE Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, RS Graha Sehat menerima Piagam Penghargaan sebagai Wajib Retribusi Terbaik Kategori Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dan keteladanan RS Graha Sehat dalam memenuhi kewajiban retribusi pelayanan persampahan secara tertib, patuh, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian acara “Happy Walk SAE 2026”, yang juga dirangkaikan dengan sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan, penandatanganan komitmen bersama, serta penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada desa-desa. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, serta masyarakat.

Manajemen RS Graha Sehat menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit dalam menjalankan prinsip tata kelola yang taat regulasi, transparan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi menjadi pengingat bahwa rumah sakit tidak hanya bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan, melainkan juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung kebijakan daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjadi institusi yang patuh, beretika, dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RS Graha Sehat.

Dengan diraihnya penghargaan ini, RS Graha Sehat menegaskan posisinya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dalam layanan medis, tetapi juga konsisten dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pelayanan publik yang berkelanjutan. (rh)