Bupati Gus Haris Pastikan Tol Gending-Paiton Siap Digunakan Mudik Lebaran

Probolinggo, Berdampak.net– Dalam upaya memastikan kelancaran arus mudik menjelang Idul Fitri, Bupati Probolinggo, Dr. Muhammad Haris, melakukan peninjauan kesiapan Tol Gending–Paiton yang akan dioperasikan secara fungsional mulai 24 Maret 2025. Kegiatan ini melibatkan jajaran Forkopimda dan Direktur Utama PT Jasa Marga. Sabtu (22/05/2023).

Gus Haris menegaskan bahwa meski ada beberapa lajur yang belum sepenuhnya selesai, tol ini dapat berfungsi dengan aman untuk masyarakat. “Kami cek bersama Jasa Marga dan Forkopimda. InsyaAllah Senin pagi tol ini sudah bisa di-launching,” ujarnya.

Tol sepanjang 23,6 km ini akan dibuka secara fungsional selama periode mudik Lebaran, dari 24 Maret hingga 8 April 2025. Selama periode ini, sistem satu arah akan diterapkan, dengan arus mudik dari 24 hingga 31 Maret dan arus balik dari 1 hingga 8 April.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Haris juga memastikan kesiapan petugas di lapangan dan keamanan jalan. Direktur Utama PT Jasa Marga, Adi Prasetyanto, menyampaikan bahwa penerangan jalan telah tersedia di gerbang tol dan persimpangan, meskipun jalur tengah masih dalam penyelesaian. Operasional tol akan dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

Sebagai tambahan, pengguna tol tidak akan dikenakan biaya hingga 8 April, namun diwajibkan menggunakan e-tol untuk transaksi. Diharapkan pembukaan tol ini dapat memperlancar arus mudik dan mengurangi kemacetan di jalan utama.

Dengan adanya Tol Gending–Paiton, diharapkan waktu tempuh perjalanan bagi pemudik dapat lebih cepat dan efisien. (rh)

Libur Lebaran, H. Khairul Anam Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak

Probolinggo, Berdampak.net – Memasuki masa liburan sekolah jelang Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian berbagai pihak, tak terkecuali anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam. Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, libur panjang bukan berarti orang tua santai ria terhadap anaknya. Apalagi kenakalan remaja, kini, beberapa diantaranya menjurus kriminal seperti “tren” gangster maupun judi online. Juga hal yang membahayakan dan mengganggu ketertiban umum seperti bermain petasan.

Anam sapaan akrabnya berharap para orang tua tetap proaktif dalam mengawasi putra-putrinya, kegiatan di rumah saat libur sebaiknya juga diisi dengan hal-hal yang edukatif.

Anggota Komisi IV itu juga berharap para orang tua mengawasi anak dan mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan edukatif, sehingga liburan tetap memberikan manfaat bagi tumbuh kembang siswa.

“Jangan sampai perpanjangan masa libur ini membuat para murid di Kabupaten Probolinggo terlalu asyik bermain, dengan gadget misalnya, nah ini kan harus diantisipasi,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).

Anam juga menegaskan, hal ini tidak hanya berlaku bagi murid di sekolah umum, namun juga di kalangan santri yang belajar di Pondok Pesantren.

“Selain itu anak-anak yang bermain di luar sana, diharapkan hati-hati mengingat volume kendaraan kan makin meningkat. Apalagi sekarang banyak anak-anak menggunakan sepeda listrik yang perlu juga diawasi,” pungkasnya. (fiq)

Gus Chasbullah Kafabie, Ajak Gen Z untuk Terus Bangun Personal Branding di Era Digitalisasi

Probolinggo, Berdampak.net – Membangun citra diri yang positif adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Gus Chasbullah Kafabie, Jajaran Pengasuh Ponpes Nurul Qadim yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, memberikan paparan terkait pentingnya membangun citra diri di era Digitalisasi kepada para Generasi Z, di Kecamatan Pakuniran, Jum’at (21/03/2025).

Kegiatan yang dikonsep Reuni dan Talk Show tersebut, diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Madrasah Diniyah Ihyaul Iman, Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.

“Citra diri yang positif dapat membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, untuk mencapai tujuan-tujuan kita,” jelas beliau.

Beliau juga menyampaikan, personal branding di era Digitalisasi ini tentunya sangat mudah, terlebih dengan adanya media sosial yang saat ini sudah menjamur di hampir semua kalangan masyarakat.

“Jadi kita bisa berekspresi tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang menjadi pengalaman atau skill yang kita miliki, dengan tujuan orang lain tahu dan mengenal siapa diri kita, tentunya saat ini personal branding itu sangat mudah, dengan adanya media sosial,” tambah beliau.

Terlebih dari itu semua, beliau juga mengajak kepada para Generasi Z, untuk terus mengembangkan keterampilan dalam membangun citra diri yang positif.

“Ayo dari sekarang kita terus mengembangkan keterampilan kita dengan cara belajar untuk meningkatkan kemampuan kita dan mencapai tujuan-tujuan kita, tentunya tujuan yang positif,” ajak beliau. (fiq)

BADKO HMI JATIM Gelar FGD Tentang Sisi Terang & Gelap BUMD Pemprov Jatim

Surabaya, Berdampak.net – BADKO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Quo Vadis Manfaat BUMD Pemprov Jatim untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Diskusi yang berlangsung secara hybrid di Kampi Hotel Tunjungan Surabaya dan melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, DPRD Jawa Timur, serta pengusaha pada Rabu (19/3/2025).

Acara ini menghadirkan Anggota V BPK RI, H. Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., Ak., MBA., CA., CFE., sebagai keynote speaker. Sementara itu, para narasumber dalam diskusi ini meliputi Dr. Mhd. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt, M.Si. (Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim), Ardi Krisnamurti (Executive Committee, EXCO Himpunan Pengusaha Alumni ITS), Yuan Candra Djaisin (Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur), serta Wakil Ketua DPRD Jawa Timur yang diwakili oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim, Pranaya Yudha Mahardhika.

Dalam diskusi tersebut, H. Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan bahwa BPK RI memiliki peran penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan BUMD. Menurutnya, BUMD di Jawa Timur memiliki kontribusi yang signifikan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat antara BPK RI dan BUMD untuk meningkatkan kinerja dan transparansi.

“BUMD harus dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik dan transparan. Kepercayaan publik harus dijaga agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bobby Adhityo Rizaldi.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika, menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap direksi dan komisaris BUMD JATIM. Ia meminta Pemprov Jawa Timur untuk segera melakukan evaluasi guna memastikan kinerja yang optimal dalam mengelola perusahaan daerah tersebut.

“Kami minta kepada pemerintah provinsi untuk mengevaluasi kinerja direksi, bahkan kalau perlu komisaris juga dievaluasi kinerjanya. Karena komisaris ini adalah pengawas dari kinerja direksi,” tegasnya.

Selain itu, Pranaya juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional BUMD agar kasus penyelewengan dana tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Sampai di mana tupoksi pengawasan itu dijalankan? Sampai di mana controlling itu terus dilakukan di BUMD? Ini yang perlu diperjelas,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Mhd. Aftabuddin Rijaluzzaman, selaku Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Timur, menegaskan bahwa BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan BUMD tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi daerah, tetapi juga untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“BUMD memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Keberadaannya bukan hanya untuk menghasilkan keuntungan bagi daerah, tetapi juga untuk memastikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Jawa Timur saat ini merupakan kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa mencapai 25,23% dan terhadap ekonomi nasional sebesar 14,39%. Oleh karena itu, menurutnya, BUMD harus mampu menjawab tantangan dan peluang ekonomi, termasuk keberlanjutan proyek strategis nasional, digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan ekonomi mitra dagang utama Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, menegaskan bahwa BPK RI memiliki batasan tertentu dalam mengaudit BUMD. Menurutnya, audit yang dilakukan oleh BPK RI lebih berfokus pada aspek kepatuhan terhadap regulasi dan transparansi penggunaan dana publik.

“BPK RI tidak dapat melakukan audit secara menyeluruh terhadap BUMD yang berstatus sebagai entitas bisnis murni. Oleh karena itu, audit eksternal melalui lembaga akuntansi independen juga diperlukan untuk memastikan akuntabilitas keuangan dan operasional BUMD,” ujar Yuan Candra Djaisin.

Selain itu, dalam FGD ini juga dibahas berbagai langkah konkret untuk memperkuat BUMD, di antaranya evaluasi berkala terhadap kinerja, sinergi dengan pihak ketiga untuk meningkatkan daya saing, serta restrukturisasi manajemen dan regulasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Para peserta FGD turut menyampaikan gagasan serta kritik konstruktif terkait efektivitas BUMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ardi Krisnamurti, selaku perwakilan dari EXCO Himpunan Pengusaha Alumni ITS, menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan bisnis BUMD. Ia menekankan bahwa BUMD harus memiliki strategi bisnis yang jelas, termasuk dalam peremajaan aset dan peningkatan efisiensi operasional.

“Pengelolaan bisnis BUMD harus berbasis profesionalisme dan efisiensi. Peremajaan aset yang sudah tidak produktif perlu dilakukan agar BUMD dapat lebih kompetitif di pasar,” ujar Ardi.

Selain itu, Ardi juga menyoroti pentingnya audit menyeluruh terhadap BUMD, baik dari segi aset, keuangan, maupun sumber daya manusia.

“Audit aset dan audit keuangan harus dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dalam pengelolaan BUMD. Selain itu, audit SDM juga diperlukan untuk memastikan bahwa sumber daya manusia yang ada memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Perekonomian juga menegaskan bahwa proses penyusunan direksi BUMD dilakukan secara profesional tanpa intervensi politik.

Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus, menegaskan bahwa BUMD tidak boleh menjadi alat korupsi dan pencucian uang oleh pemerintah provinsi.

“Jangan sampai BUMD dijadikan alat atau tempat korupsi dan pencucian uang pemprov. BADKO HMI Jawa Timur meminta BPK RI Perwakilan Jawa Timur untuk mengevaluasi dan mengaudit menyeluruh seluruh BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga bisa menjawab kekhawatiran publik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat serta investor terhadap pengelolaan BUMD,” pungkasnya.

BADKO HMI JATIM juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Kejadian Korupsi di Bank Jatim yang sedang dalam proses Hukum, serta BUMD Non-Bank Jatim yang tidak dikelola secara Profesional sehingga mengakibatkan minimnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terakhir, BADKO HMI JATIM akan melakukan Hearing / Audiensi dengan Komisi C DPRD JATIM dan Biro Perekonomian Pemprov Jatim untuk menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang dilahirkan dari FGD tersebut. (fiq)

Mengangkat Gerakan Kalaborasi, Gekrafs & Forum Ekraf Kabupaten Probolinggo, Petakan Potensi Ekonomi kreatif

Probolinggo, Berdampak.net – Gekrafs Kabupaten Probolinggo menggelar buka bersama pengurus pada Minggu, (16 /05/2025). Pertemuan Gekrafs sore tersebut dilaksanakan di Cendana Seafood & Bebakaran Paiton. Dalam pertemuan ini hadir juga Ketua Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo Zainuri Amin.

Sebagai organisasi, regenerasi harus tetap berjalan. Untuk itu, adanya bukber ini sekaligus mempersiapkan kepengurusan dan program kedepan.

“Pertemuan Gekrafs pada hari ini melakukan silaturahmi serta buka puasa bersama, selain itu juga melakukan diskusi ringan terkait pergantian estafet Gekrafs ditahun 2025 serta program-program kedepan” ujar M. Afifuddin, Ketua Gekrafs Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan itu, M. Afifuddin mendiskusikan terkait peta potensi ekonomi kreatif tahun ini. Ia berharap pelaku ekonomi kreatif mempunyai ruang untuk berkontribusi bagi daerah sesuai kapsitasnya.

Program-program kedepan harus mampu memberikan kontribusi positif terhadap Kabupaten Probolinggo serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Probolinggo kedepannya. Selaras dengan itu, M. Afifuddin mendorong pemetaan ruang potensi pelaku ekonomi kreatif di setiap daerah dibahas pada pelaksanaan musyawaroh cabang dengan konsep event agar lebih nyata demi kemajuan pembangunan daerah kedepannya.

“Di tahun 2025 Gekrafs akan adakan muscab akhir jabatan dan kedepan kami akan membuat program-program untuk pelaku ekonomi kreatif seperti event di wisata Kabupaten Probolinggo, Branding sektor pariwisata, serta memberikan pelatihan kepada subsektor ekonomi kreatif kedepan dan
Juga mendata sektor pelaku ekraf yang baru,” ujarnya.

Sinergi antara Gekrfas & Forum Ekraf memiliki komitmen kedepan untuk menciptakan banyak program yang memberikan kontribusi positif kepada Kab Probolinggo. (fiq)

Malam Nuzulul Qur’an, Gus Chasbullah Kafabie: “Refleksi Keseimbangan Antara Rasionalisme dan Emosionalisme”

Probolinggo, Berdampak.net – Malam Nuzulul Qur’an adalah malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Malam ini diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Ramadan, dan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan memohon ampun.

Pada momentum Malam Nuzulul Qur’an ini, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Chasbullah Kafabie mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, dengan cara melakukan refleksi keseimbangan antara rasionalisme dan emosionalisme.

“Kita haruslah mengembangkan kematangan emosional, menghindari kefanatikan, mengembangkan kecerdasan spiritual, mengintegrasikan akal dan hati, dan mengembangkan kesadaran spiritual. Malam Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran yang benar dan lurus, serta merupakan sumber kebenaran dan keadilan,” ujarnya, Minggu (16/03/2025) petang.

Malam Nuzulul Qur’an juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengembangkan kematangan emosional. Kematangan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kematangan emosional yang tinggi, Malam Nuzulul Qur’an juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghindari kefanatikan. Kefanatikan dapat terjadi ketika kita terlalu mengutamakan aspek rasional atau emosional. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang moderat dan seimbang,” jelasnya.

Beliau mengatakan, banyak hal yang dapat kita petik dalam setiap kandungan Al-Qur’an, untuk dipedomani dalam menjalankan kehidupan di dunia sebagai khalifah fil ‘Ardh.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kecerdasan, dan kesadaran spiritual yang tinggi, selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki akal dan hati yang seimbang,” paparnya.

“Dengan melakukan refleksi diri pada Malam Nuzulul Qur’an, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, mengembangkan sifat-sifat baik, dan menjadi lebih sabar dan Syukur,” harapnya. (fiq)