Ada Aliran Kepercayaan Menyimpang di Wilayahnya, Ini Kata Wabup Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Keberadaan aliran kepercayaan menyimpang bukan hal baru di Kabupaten Probolinggo. Beberapa kali muncul, berulang kali pula MUI Kabupaten Probolinggo menindaknya. Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo pun mendukung langkah MUI.

Hal itu diungkapkan Wabup Probolinggo, Lora Fahmi AHZ saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan peresmian kantor baru MUI Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (16/4/2025).

Sebelum menyatakan dukungannya, Wabup Lora Fahmi mendapat informasi dari Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan. Informasi itu disampaikan saat Kiai Wasik -sapaannya- memberikan sambutan dalam kegiatan halal bihalal.

“Ada petilasan palsu Syekh Maulana Ishaq di Krucil dan Maron, ada pula patung nyeleneh yang dibangun oleh Bintaos,” papar Kiai Wasik.

Menanggapi hal itu, Wabup Lora Fahmi menyatakan mendukung langkah MUI Kabupaten Probolinggo untuk menindak kasus kepercayaan menyimpang. “Kami mendukung langkah MUI dalam menekan kasus aliran kepercayaan menyimpang,” katanya saat diwawancara Komisi Kominfo MUI Kabupaten Probolinggo.

Selain menyatakan dukungannya. Wabup juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga siap berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan program kegiatan. “Kolaborasi ini demi melayani masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun 2024 MUI menerima banyak laporan terkait aliran kepercayaan menyimpang. Seperti adanya sebuah makam di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil yang disebut petilasan Syekh Maulana Ishaq.

MUI pun merespons. Mulai mencari data sejarah jejak Syekh Maulana Ishaq di Probolinggo, hingga menggali informasi dari masyarakat setempat. Hasilnya, tidak ada data yang menyebut ada petilasan Syekh Maulana Ishaq di Krucil.

Petilasan palsu itupun dibongkar. Itu berkat kerjasama lintas instansi dan masyarakat Desa Kalianan.

Jauh bertahun-tahun silam, MUI Kabupaten Probolinggo juga aktif mengambil langkah tegas aliran menyimpang di Desa Krampilan, Kecamatan Besuk. Kelompok aliran tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Ardi Husein.

Dinyatakan menyimpang karena Ardi menghalalkan dua orang lawan jenis bukan suami istri berhubungan badan. Ardi pun diseret ke pengadilan dan divonis bersalah.

Nah, yang tak kalah heboh yaitu kasus yang melilit Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Kecamatan Gading. Di “kerajaan kecil” itu ditemukan banyak kasus. Mulai dari kepercayaan menyimpang, penipuan, hingga pembunuhan.

Taat Pribadi selaku pemimpin padepokan divonis bersalah oleh pengadilan dan hingga kini masih menjalani masa tahanan. (don)

MUI Kabupaten Probolinggo Sambat Soal Minimnya Anggaran

Probolonggo. Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Rabu (16/4/2025) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Dalam kesempatan itu, MUI menyampaikan minimnya anggaran kepada Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ.

Halal bihalal MUI Kabupaten Probolinggo kali ini dihadiri Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ, Sekretaris MUI Jawa Timur Dr Hasan Ubaidillah, dan Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan. Jajaran pengurus MUI Kabupaten Probolinggo dan perwakilan MUI kecamatan juga memenuhi kursi undangan.

Selain jadi ajang silaturrahmi. Halal bihalal ini juga jadi momentum bagi pengurus MUI Kabupaten Probolinggo untuk menyampaikan uneg-uneg kepada MUI Jawa Timur dan Wabup Lora Fahmi.

Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan pun tak mau melewatkan kesempatan itu. “Halal bihalal ini kami buat sederhana karena menyesuaikan dengan instruksi efisiensi anggaran,” katanya saat menyampaikan sambutan, dan disambut gelak tawa tamu undangan.

Selain karena efisiensi anggaran. Kiai Wasik juga menyebut bahwa anggaran MUI Kabupaten Probolinggo tak sebanding dengan banyaknya kegiatan yang dijalankan. Belum lagi harus menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) di 24 MUI tingkat kecamatan.

“Kota Probolinggo dengan hanya lima kecamatan dapat 350 juta. Kita, tahun ini alhamdulillah dapat anggaran 200 juta,” ujarnya.

Mendengar uneg-uneg MUI Kabupaten Probolinggo, Sekretaris MUI Jawa Timur Dr Hasan Ubaidillah langsung memberi respons saat menyampaikan sambutan. “Anggaran MUI itu telah ‘dititipkan’ melalui Kementerian Agama dan Bagian Kesra di setiap daerah,” jelasnya.

Ia lantas menceritakan singkat bagaimana MUI Jawa Timur akhirnya memiliki gedung baru lima lantai. Mulanya, MUI akan menempati gedung milik PT Kimia Farma setelah bertemu Menteri BUMN RI Erick Thohir.

Akan tetapi rencana itu batal setelah MUI Jawa Timur bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. “Ibu Khofifah menolak dengan rencana Pak Erick Thohir. Akhirnya, Pemprov Jatim yang menyiapkan lahan di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya,” katanya.

Dari ikhwal pembangunan gedung kantor MUI Jawa Timur itu. Dr Hasan Ubaidillah berpesan kepada MUI Kabupaten Probolinggo agar terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta. “MUI Gresik contohnya. Banyak sinergi dengan pihak swasta di wilayahnya. Sehingga anggarannya mencapai 1 miliar,” jelasnya.

Peluang di PAK dan APBD 2026

Perihal anggaran MUI Kabupaten Probolinggo, Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ langsung merespons. “Untuk anggaran tahun ini, kami bersama Bupati hanya melaksanakan yang sudah disahkan di 2024,” ujar Wabup.

Ke depan, Wabup Fahmi akan melihat peluang anggaran itu di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, atau pembahasan APBD 2026. “Sebenarnya, Kiai tinggal matur (ke Bupati),” sarannya.

Terlepas soal anggaran. Wabup Fahmi menyatakan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Probolinggo. “Demi pelayanan kepada masyarakat,” katanya, menutup sambutan.

Diketahui, selain halal bihalal kegiatan tersebut ditutup dengan peresmian kantor baru MUI Kabupaten Probolinggo. Sejatinya lokasinya sama yakni di Gedung Islamic Center Kota Kraksaan. Hanya saja ada penambahan ruang khusus pimpinan, dan perombakan ruang sekretariat dan ruang rapat.

Selain itu, juga ada pintu khusus menuju kantor MUI yang dilengkapi dengan ornamen identitas organisasi. Lokasinya berada di area timur GIC.

HIPKA Probolinggo Gelar Pertemuan Perdana, Tegaskan Komitmen Dorong Pengusaha KAHMI dan UMKM

Probolinggo, Berdampak.net – Rabu, 16 April 2025
Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Probolinggo menggelar pertemuan perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua HIPKA Probolinggo, Moh. Nur Kholis Muslim. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antaranggota sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Nur Kholis Muslim menegaskan visi dan misi besar HIPKA Probolinggo, yang salah satunya adalah mendorong keberlanjutan para pengusaha dari kalangan KAHMI. “HIPKA harus menjadi wadah yang mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo. “Banyak pelaku UMKM yang perlu kita dukung dan dampingi secara konkret. HIPKA harus hadir untuk menjadi katalisator bagi kemajuan mereka,” tambahnya.

Menurut Nur Kholis, HIPKA bukan sekadar forum bisnis, melainkan wadah kolaboratif yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan keberkahan. “Dengan berkumpul dan saling mendukung, insyaAllah akan ada keberkahan. HIPKA bekerja bersama, bukan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh anggota untuk terus menjalin komunikasi intensif dan memperbanyak pertemuan, baik formal maupun informal, demi kemajuan bersama. “Mari kita saling bertemu, berdiskusi, dan eksekusi program-program yang relevan untuk kemajuan HIPKA Probolinggo,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal yang produktif dalam membangun ekosistem wirausaha yang kuat di lingkungan KAHMI Probolinggo, serta memperkuat jejaring antar-pengusaha untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Gus Chasbullah Kafabie dan Pemuda Jabung Sisir Paiton Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan Pantura

Probolinggo, Berdampak.net – Dipenghujung Bulan Suci Ramadhan, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Gus Chasbullah Kafabie bersama dengan Pemuda Jabung Sisir membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di Jalan Raya Pantura Desa Jabung Sisir Kecamatan Paiton, Sabtu (29/03/2025) sore.

Kegiatan yang bertajuk semangat berbagi ini merupakan bentuk kekompakan para kaum muda untuk berbagi dengan sesama di penghujung bulan Ramadhan.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan semangat kami para pemuda Jabung Sisir untuk terus melakukan kegiatan positif salah satunya berbagi dengan sesama,” jelas Muhammad Rasub, koordinator kegiatan.

Dengan menggelar kegiatan ini, diharapkan bisa meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif yang dilakukan pemuda sehingga bisa menodai kesucian bulan Ramadhan.

“Takjil yang kami bagikan ini tidak seberapa, namun dampak yang kami harapkan bisa menekan kegiatan-kegiatan negatif yang dilakukan oleh pemuda terutama saat menunggu waktu berbuka puasa, seperti trek-trekan di jalan dan lain sebagainya,” ungkap Rasub.

Sementara itu, Gus Chasbullah Kafabie (Gus Has) mengungkapkan, pihaknya akan terus mendukung dan mensupport kegiatan kepemudaan yang bermuara kepada hal-hal yang positif.

“Ini merupakan salah satu contoh kegiatan pemuda yang baik, dan kami akan terus mensupport kegiatan-kegiatan baik lainnya yang dilakukan oleh teman-teman pemuda Kabupaten Probolinggo, terutama di Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran,” ungkap Gus Has.

Hal itu merupakan komitmen dalam membangun generasi muda yang eksis unggul dan berdaya saing, sehingga diharapkan pemuda dapat berperan sebagai agen perubahan dalam berbagai bidang, seperti pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pergerakan nasional.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan kelompok-kelompok pemuda guna mencetak generasi yang eksis eksis unggul dan berdaya saing, berguna bagi Agama nusa dan Bangsa,” harapnya. (fiq) 

Kolaborasi Safari Dakwah Ramadan MUI Kabupaten Probolinggo, Baznas dan DMI

Proboinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo bareng Baznas Kabupaten Probolinggo dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan “Safari Dakwah Ramadan”. Kegiatan ini menyasar lima masjid di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan pertama bertempat di masjid Baitis Salam, jalan raya Pantura Desa Karanganyar, Paiton, Ahad (23/3/2025). Safari Dakwah Ramadan dilaksanakan usai salat Tarawih dan Witir.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, KH Ahmad Muzamil, mengatakan bahwa kegiatan ini sinergi tiga organisasi sekaligus. “Kegiatannya kami kemas dalam Safari Dakwah Ramadan,” katanya.

Safari Ramadan tahun ini, lanjutnya, menyasar masjid-masjid yang ada di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo. “Tahun ini lima masjid, mulai dari Paiton sampai Tongas,” ujarnya.

Selain menyampaikan dakwah terkait bulan Ramadan, MUI, Baznas dan DMI juga menyalurkan paket zakat dan sembako yang dikelola oleh Baznas Kabupaten Probolinggo. Total ada 50 paket yang diselurkan kepada jemaah masjid Baitis Salam.

Ketua DMI sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Probolinggo Ustaz Ahmad Barzan, memberikan zakat. (Foto: Admin)
Kiai Muzamil menyampaikan bahwa zakat tersebut merupakan hasil pengumpulan dari para ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo. Sampai Jumat (21/3/2025), total zakat yang terkumpul sebanyak 8160. “Sementara untuk paket sembako hasil dari pengumpulan sodaqoh Baznas,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Ustaz Ahmad Barzan menyampaikan terima kasih atas sinergi MUI, Baznas dan DMI. “Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat,” katanya. (don)

Mengangkat Gerakan Kalaborasi, Gekrafs & Forum Ekraf Kabupaten Probolinggo, Petakan Potensi Ekonomi kreatif

Probolinggo, Berdampak.net – Gekrafs Kabupaten Probolinggo menggelar buka bersama pengurus pada Minggu, (16 /05/2025). Pertemuan Gekrafs sore tersebut dilaksanakan di Cendana Seafood & Bebakaran Paiton. Dalam pertemuan ini hadir juga Ketua Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo Zainuri Amin.

Sebagai organisasi, regenerasi harus tetap berjalan. Untuk itu, adanya bukber ini sekaligus mempersiapkan kepengurusan dan program kedepan.

“Pertemuan Gekrafs pada hari ini melakukan silaturahmi serta buka puasa bersama, selain itu juga melakukan diskusi ringan terkait pergantian estafet Gekrafs ditahun 2025 serta program-program kedepan” ujar M. Afifuddin, Ketua Gekrafs Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan itu, M. Afifuddin mendiskusikan terkait peta potensi ekonomi kreatif tahun ini. Ia berharap pelaku ekonomi kreatif mempunyai ruang untuk berkontribusi bagi daerah sesuai kapsitasnya.

Program-program kedepan harus mampu memberikan kontribusi positif terhadap Kabupaten Probolinggo serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Probolinggo kedepannya. Selaras dengan itu, M. Afifuddin mendorong pemetaan ruang potensi pelaku ekonomi kreatif di setiap daerah dibahas pada pelaksanaan musyawaroh cabang dengan konsep event agar lebih nyata demi kemajuan pembangunan daerah kedepannya.

“Di tahun 2025 Gekrafs akan adakan muscab akhir jabatan dan kedepan kami akan membuat program-program untuk pelaku ekonomi kreatif seperti event di wisata Kabupaten Probolinggo, Branding sektor pariwisata, serta memberikan pelatihan kepada subsektor ekonomi kreatif kedepan dan
Juga mendata sektor pelaku ekraf yang baru,” ujarnya.

Sinergi antara Gekrfas & Forum Ekraf memiliki komitmen kedepan untuk menciptakan banyak program yang memberikan kontribusi positif kepada Kab Probolinggo. (fiq)