Komisi B Raker MWCNU Paiton Gulirkan Program Strategis dari Buku Bahtsul Masail hingga Diklat Falakiyah se-Jawa Timur

Probolinggo, Berdampak.net– Komisi B Rapat Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menghasilkan sejumlah program unggulan dan rekomendasi strategis dari beberapa lembaga di bawah naungan NU. Program-program ini diharapkan dapat memperkuat peran NU dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan keumatan di wilayah Paiton dan sekitarnya. Sabtu (21/06/25)

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) memberikan rekomendasi penting berupa penerbitan buku hasil-hasil bahtsul masail, sebagai bentuk dokumentasi intelektual sekaligus panduan fiqih bagi masyarakat. Buku ini akan memuat rumusan-rumusan hukum Islam kontemporer yang dibahas para kiai dan masyayikh dalam forum resmi LBM MWCNU.

Sementara itu, Forum Ta’aruf Kaderisasi (Fortak) dirancang untuk menyasar pondok-pondok pesantren di wilayah Paiton, guna mempererat hubungan antar kader NU dan menanamkan nilai-nilai keaswajaan sejak dini di lingkungan pesantren.

Dari Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), dua program unggulan siap digulirkan, yakni labelisasi masjid NU sebagai bentuk pendataan sekaligus penguatan identitas masjid-masjid Ahlussunnah wal Jama’ah, serta lomba masjid NU yang akan mendorong peningkatan manajemen, kebersihan, dan keberdayaan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Adapun Lembaga Falakiyah NU (LFNU) menghadirkan dua program pelatihan besar, yakni Diklat Falakiyah se-Kabupaten Probolinggo yang akan digelar pada Agustus mendatang, dan Diklat Falakiyah se-Jawa Timur yang dijadwalkan pada Januari 2026. Program ini menjadi ikhtiar dalam melestarikan dan mengembangkan keilmuan hisab-rukyat di kalangan NU, serta mencetak kader falakiyah yang mumpuni di bidang penanggalan dan waktu ibadah umat Islam.

Seluruh program dari Komisi B ini menegaskan komitmen MWCNU Paiton dalam memperkuat tradisi keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada umat secara terstruktur dan berkelanjutan. (pm)

Di Raker MWCNU Paiton, Gus Mahrus Tekankan Pentingnya Kesadaran Pajak dan Dukung Penuh Perda Fasilitasi Pesantren

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, KH. Muhammad Mahrus Kholil atau yang akrab disapa Gus Mahrus, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton pada Sabtu, 21 Juni 2025. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sejumlah pesan penting terkait peran warga Nahdliyin dalam pembangunan bangsa, termasuk soal pajak dan keberpihakan pemerintah terhadap lembaga keagamaan seperti pesantren.
Di hadapan pengurus MWCNU dan perwakilan dari 20 ranting NU se-Kecamatan Paiton, Gus Mahrus mengajak warga untuk saling mengingatkan dan menyadarkan pentingnya membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan.

“Warga harus saling menyadarkan, mengingatkan satu sama lain untuk taat membayar pajak. Karena dari situ lahir pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Termasuk pembangunan mental dan spiritual warga Nahdlatul Ulama,” tegas Gus Mahrus.

Ia menekankan bahwa pajak tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur seperti jalan atau jembatan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, serta program pembinaan masyarakat berbasis keagamaan.

Perda Pesantren Jadi Bukti Keberpihakan Pemerintah Jawa Timur

Dalam kesempatan yang sama, Gus Mahrus juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi kalangan pesantren. Ia menginformasikan bahwa saat ini Provinsi Jawa Timur telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitasi Pondok Pesantren.

“Alhamdulillah, saat ini Jawa Timur sudah memiliki Perda Fasilitasi Pesantren. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Perda tersebut, lanjut Gus Mahrus, mencakup dukungan terhadap pengembangan kelembagaan pesantren, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyediaan akses terhadap layanan publik yang setara. Ia berharap para pengurus NU di berbagai tingkatan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal dan mengoptimalkan implementasi perda tersebut.

NU Diharapkan Terus Menjadi Pilar Utama Pembangunan

Gus Mahrus juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Raker MWCNU Paiton yang dinilainya strategis dalam memperkuat kelembagaan NU di tingkat kecamatan dan desa. Ia berharap NU tetap menjadi pilar utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“NU tidak hanya mengurusi hal-hal keagamaan, tetapi juga berperan dalam pendidikan, ekonomi, bahkan pembangunan karakter bangsa. Karena itu, sinergi antara NU dan pemerintah mutlak diperlukan,” kata politisi asal Kabupaten Probolinggo itu.

Raker MWCNU Paiton sendiri diikuti oleh berbagai lembaga di bawah naungan MWCNU seperti Lakpesdam, LP Ma’arif NU, LDNU, Lazisnu, LKKNU, dan lainnya. Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyusun arah dan program kerja ke depan yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pengurus untuk terus memperkuat kiprah NU di tengah masyarakat, dan menjadikan MWCNU Paiton sebagai teladan dalam kerja-kerja organisasi yang kolaboratif dan solutif. (pm)

RS Graha Sehat Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai Perusahaan dengan Pembayaran Iuran Tercepat

Probolinggo, Berdampak.net 19 Juni 2025 – Rumah Sakit Graha Sehat kembali menorehkan prestasi dalam dunia pelayanan kesehatan. Dalam peringatan Satu Dekade Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di Probolinggo, RS Graha Sehat menerima piagam penghargaan sebagai perusahaan dengan pembayaran iuran tercepat.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dr Dina Diana Permata secara langsung kepada Perwakilan Rumah sakit graha Sehat Kepala Bagian Umum dan Keuangan dalam acara bertajuk “Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Badan Usaha Pengusaha Patuh, Pekerja Tangguh”, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi badan usaha dalam mendukung keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto., MARS. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan ini. “Bagi kami, komitmen terhadap JKN bukan hanya soal kewajiban administratif, tapi wujud nyata dari kepedulian pada kesejahteraan karyawan. Kami percaya bahwa tenaga kerja yang sehat dan terlindungi adalah fondasi utama mutu pelayanan rumah sakit,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi momentum refleksi dan dialog antar pelaku usaha serta BPJS Kesehatan dalam memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi RS Graha Sehat sebagai institusi kesehatan yang tidak hanya fokus pada layanan pasien, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap tata kelola SDM dan kepatuhan regulasi. (fj)

Menelusuri Rasa dan Bahasa: Mahasiswa Linguistik UPN Jatim “Ngulik” Kuliner Bali di Luar Kelas

Bali, Berdampak.net — Belajar linguistik tak harus selalu terpaku di dalam kelas. Mahasiswa Program Studi Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur membuktikannya lewat studi lapangan bertajuk “Ngulik Nama Tempat Kuliner dan Bahasa Bali” yang digelar pada 2–5 Juni 2025.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menyusuri berbagai titik kuliner di Pulau Dewata, tidak hanya untuk mencicipi cita rasa khas Bali, tetapi juga untuk menyelami makna di balik penamaan tempat-tempat makan yang unik, akrab, dan penuh nilai kultural.

“Banyak nama tempat makan di Bali yang lahir dari inspirasi lokal—baik alam, tradisi, maupun kebiasaan masyarakatnya. Ini menjadi ruang belajar yang kaya bagi para mahasiswa linguistik,” ujar Dr. Endang Sholihatin, Koordinator Prodi Linguistik Indonesia.

Fokus utama dari studi ini adalah onomastika kuliner, yakni kajian linguistik tentang penamaan, khususnya dalam konteks makanan dan tempat makan. Setiap nama yang dipilih pemilik warung atau restoran diyakini menyimpan filosofi tersendiri yang mencerminkan identitas lokal dan strategi komunikasi budaya.

Namun tak berhenti di sana. Studi lapangan ini juga menggali data bahasa Bali dari sisi fonologi (ilmu bunyi bahasa) dan morfologi (struktur kata). Mahasiswa diajak untuk menganalisis langsung bentuk dan bunyi bahasa Bali dari tuturan masyarakat setempat, menjadikannya sebagai bahan riset mikro-linguistik.

“Kami ingin para mahasiswa tidak hanya paham teori linguistik dari buku, tapi juga mengalami bagaimana teori itu hidup dalam masyarakat. Bali, dengan kekayaan budayanya, adalah tempat yang sangat ideal untuk itu,” imbuh Dr. Endang.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan sosial dan budaya, mahasiswa diajak untuk memaknai bahasa tak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan kehidupan, sejarah, dan rasa. Setiap kata dan nama yang mereka temui membawa makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bunyi.

Tak pelak, kegiatan ini menjadi kombinasi antara riset ilmiah dan petualangan kultural yang menyenangkan. Di balik meja makan, mahasiswa belajar linguistik dengan cara yang lebih segar, membumi, dan menyentuh kehidupan nyata.

Studi lapangan ini sekaligus menegaskan bahwa bahasa dan budaya adalah dua sisi dari koin yang sama. Melalui makanan dan bahasa, mahasiswa belajar mengenal dunia, satu suapan dan satu kata dalam satu waktu. (pm)

Peresmian Kantor HNSI Gresik, Samaun: “Wadah Perjuangan Nelayan

Gresik, Berdampak.net -Kantor Dewan Piminan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten Gresik, Jawa Timur diresmikan, kamis siang (12/6/2025).Peresmian kantor baru tersebit menjadi momentum penting bagi nelayan dan pengusaha perikanan.

“HNSI sebagai wadah perjuabgan bagi nelayan serta pengusaha perikanan untuk mengadukan masalah dan mencari solusi yang berkelanjutan,” ujar Samaun, Ketua DPC HNSI Kabupaten Gresik saat dihubungi.

Hadir dalam acara peresmian kantor DPC HNSI Gresik anggota DPR RI Komisi XI Thoriq Majiddanor, Kadis Perikanan Gresik mewakili Bupati,Waketum DPP HNSI Agus Suherman, Sekretaris DPD HNSI Jawa Timur, Muslih, dan perwakilan nelayan dari 35 Rukun Nelayan dari 7 kecamatan se kabupaten Gresik.

Dalam kesempatan itu Samaun juga menyampaikan pentingnya keradaan HNSI sebagai pusat informasi dan koordinasi bagi nelayan dan pengsuaha perikanan.

Ia juga bertekad untuk membawa HNSI Kabupaten Gresik menjadi lebih baik.

“Semoga HNSI Kabupaten Gresik semakin lebih baik kedepannya, dan HNSI DPC Kabupaten Gresik mampu memperjuangkan hak-hak nelayan,” kata Samaun.

Selama ini, menurut Samaun, kepengurusan HNSI DPC Kabupaten Gresik masih dibutuhkan dan perlu diperhatikan oleh kita semua, dalam rangka untuk kesejahteraan nelayan di Kabupaten Gresik.

Sementara itu Sekretaris DPD HNSI Jawa Timur, Sutoyo Muslih mengatakan HNSI menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara nelayan dan pengusaha perikanan.

Mereka dapat saling tukar menukar informasi tentang teknik penangkapan ikan yang efektf, penggunaan teknologi modern dalam kegiatan perikanan atau peluang pasar yang sedang berkembang.

“Dengan adanya kolaborasi dan kerjasama diharapkan memberi manfaat yang bermuara pada kesejahteraan nelayan kita,” katanya.

Peresmian kantor di Jl.Tanjungrejo RT 02/RW 13 Pangkhwetan, Ujungpajgkah Gresik merupakan simbol komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mendukung nelayan dan pengusaha perikanan.

Sebelumnya Samaun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik periode 2023-2028 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC HSNI Gresik yang digelar di Graha KOPSIYAH Mitra Usaha Ideal (MUI) di Jalan Pahlawan, Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, 10 Oktober 2023. (fjr)

Pengurus PWI Probolinggo Raya Periode 2025-2028 Resmi Dilantik, Ini Trobosan Babul Arifandi

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya resmi dilantik, pelantikan tersebut digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Pemkab Probolinggo. Rabu (11/06/2025) Babul Arifandi resmi memimpin PWI Probolinggo Raya untuk periode 2025-2028.

Babul Arifandi, Ketua PWI Probolinggo Raya dalam sambutannya mengatakan, pentingnya peran wartawan menyajikan hasil jurnalistik yang informatif dan inovatif untuk masyarakat.

“Kompetisi itu penting, tetapi jangan bangga dulu jika tidak bisa menghasilkan karya jurnalistik yang menghadirkan hal baru. Kita harus bisa mengisi ruang kosong yang ada di masyarkat guna memenuhi kebutuhan informasi,” jelasnya.

Sebagai pimpinan PWI Probolinggo Raya ia berkomitmen untuk terus meningkatkan sumber daya manusia di tubuh PWI Probolinggo Raya, melalui pelatihan dan penguatan kapasitas seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sementara itu, Plt Ketua PWI Jawa TImur, Mamud Suhermono dalam sambutannya memberikan pesan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, ia menegaskan keberadaan PWI harus menjadi penunjuk arah bagi masyarakat dalam membedakan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan informasi yang tidak jelas asal usulnya.

“PWI harus mendorong masyarakat untuk menjadikan media pers sebagai rujukan utama dalam mendapatkan informasi, bukan media sosial. Wartawan anggota PWI harus berpegang teguh pad kode etik jurnalistik, berita harus melalui proses verifikasi, validasi, dan konfirmasi,” ujarnya. (fiq)