NU, HMI dan Indonesia

Oleh; Ponirin Mika

Berdampak.netNahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan yang paling besar di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Setelah NU, ada Muhammadiyah. NU yang KH Hasyim Asy’ari, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dirikan, memiliki akar sejarah yang cukup mendasar.

Salah satunya membentengi masyarakat Nusantara dari serangan Wahabisme yang telah mulai masuk ke wilayah Nusantara. Selain daripada itu, NU mempunyai komitmen mempertahankan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kekayaan bumi pertiwi dengan segala cara.

Keterlibatan NU dalam mempertahankan paham keagamaan yang moderat serta berjuang melawan penjajah sangat berhasil. Sehingga bangsa Indonesia bisa menikmati kesuburan, kekayaan potensi alam yang ada. Pada harlah ke 95 Januari (31/20) lalu, KH. Said Aqil Siroj mengatakan, salah satu isu yang bangsa hadapi saat ini adalah lemahnya sikap toleransi. Juga saling menghargai satu sama lain yang berbeda paham, keyakinan, budaya, ras dan suku.

Tentu, problem yang sedang bangsa saat ini hadapi tidaklah berhenti di situ. Ada problem yang lebih mendasar tentang ketimpangan sosial dan keadilan. Dalam hal itu, KH Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ia berkata, tugas NU yang terpenting saat ini, mempersiapkan kader-kadernya untuk menguasai segala bidang.

Harus kita akui, seiring perjalanan bangsa dan organisasi NU perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan begitu cepat. Sehingga membutuhkan kreatifitas dan kesiapan SDM agar mampu bersaing di tengah-tengah kemajuan zaman.

Sementara, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang senafas dengan NU dan Muhammadiyah, yaitu merperkokoh mental anak bangsa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui semangat juang dan program-programnya. HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang cukup tua, yang dalam catatan sejarah ikut andil berjuang melawan penjajah asing yang menginginkan Indonesia berada pada genggamanya.

Titik Temu NU dan HMI

HMI sebagai wadah yang mencetak insan akademis, pencipta dan pengabdi selalu melahirkan tokoh-tokoh agama, tokoh bangsa yang memiliki integritas dan loyalitas dalam mengawal keutuhan bangsa. Melalui kader-kader muda, besar harap HMI terus berlayar mengarungi samudera Nusantara agar lebih mengenal, dan pada akhirnya memperkokoh nilai dasar perjuangan untuk menyelamatkan negara Pancasila dengan program yang Pancasilais.

Ada titik temu antara NU dan HMI, yaitu kesamaannya di dalam merawat keindonesiaan dan kebangsaan. Kedua organisasi ini semoga terus senada dan seirama akar Indonesia lebih kuat menghadapi rongrongan radikalisme. Tentu tidak hanya HMI tapi organisasi lain seperti PMII, GMNI dan organisasi kemahasiswaan lainnya memiliki spirit juang yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Saya memilih NU dan HMI karena kedua organisasi besar ini baru saja memperingati hari lahirnya. NU pada tanggal 31 Januari 2021 lalu, dan HMI pada 05 Pebruari 2021 kemarin. Sebagai warga masyarakat Indonesia, saya sangat berkewajiban untuk memberikan apresiasi kepada dua organisasi ini. Meskipun keduanya memiliki jalur perjuangan yang berbeda, namun tentu dalam maqashid untuk keselamatan dan kekokohan bumi Indonesia.

Akhir-akhir ini sikap, tawasuth, tasamuh, taadul, tawazun sesama anak bangsa terus diusik oleh mereka (minhum). Mereka tidak sadar akan bahaya gerakannya yang berpotensi menciptakan permusuhan dan bahkan pertumpahan darah sesama anak bangsa. Padahal kalau boleh jujur nalar pikir mereka masih sangat lemah untuk menjadi sebuah rujukan di dalam melaksanakan aktivitas keagamaan dan kebangsaan.

Sikap saling menghargai antara sesama menjadi korban nafsu birahinya yang “terbungkus” dalam perjuangan (al-jihad). Ideologisasi sangat marak dan beredar di seluruh pelosok-pelosok desa. Padahal ada yang lebih penting untuk terus diperjuangkan yaitu kesetaraan dan keadilan untuk mewujudkan masyarakat yang madani.

Amanah Jaga Bangsa

Walhasil,  tentu dengan dua organisasi besar ini, NU dan HMI kita menitipkan agar bangsa selamat dari para jahiliyyin yang lebih bahagia menukar apabila dirinya mendapatkan rupiah dengan cara menggadaikan bangsa. Merawat kebhinnekaan bukanlah sesuatu yang mudah tapi kita yakin di bawah payung besar NU dan HMI Indonesia masih bisa mengibarkan bendera merah putih di atas kepala.

Akan tetapi apabila dua organisasi ini jinak atau lebih-lebih dipenjara oleh kekuasaan, maka tidak ada lagi yang bisa kita harapkan.

Oleh karenanya, komitmen dalam memperjuangkan bangsa perlu terus kita pupuk sesuai dengan konteks saat ini tanpa lupa diri sehingga terseret dan pada akhirnya sejarah perjuangannya tercabik-cabik di jalan-jalan.

Teruslah berkibar…

Wallahu A’lam.

Alih Fungsi Lahan: Ancaman bagi Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Lingkungan

Berdampak.net – Alih fungsi lahan menjadi isu yang semakin mengemuka di berbagai daerah. Salah satu tren yang terjadi adalah penggunaan lahan pertanian, khususnya sawah, untuk keperluan pembangunan perumahan, industri, dan infrastruktur lainnya. Hal ini sering kali mengorbankan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), yang seharusnya menjadi bagian integral dari ketahanan pangan nasional.

Mengapa Lahan Sawah Dilindungi Penting?

Lahan Sawah Dilindungi (LSD) merupakan area yang secara khusus diperuntukkan untuk produksi pangan dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan non-pertanian. Keberadaan LSD sangat penting karena menyediakan pasokan beras bagi masyarakat. Selain itu, LSD berperan sebagai penjaga ekosistem, mencegah banjir, serta mendukung keberagaman hayati.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan bahwa LSD semakin tergerus akibat tekanan dari sektor pembangunan. Dengan dalih peningkatan investasi dan pembangunan infrastruktur, banyak lahan sawah yang kemudian diubah menjadi area perumahan dan pabrik. Di Kabupaten Malang, misalnya, telah terjadi berbagai alih fungsi lahan yang memicu penurunan jumlah sawah produktif. Jika tren ini terus berlanjut, tidak hanya ketahanan pangan yang terancam, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian

  1. Penurunan Ketahanan Pangan
    Ketika lahan pertanian berkurang, otomatis produksi pangan pun menurun. Indonesia sebagai negara agraris sangat bergantung pada lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Jika lahan ini terus berkurang, ketergantungan pada impor pangan akan semakin tinggi.
  2. Kerusakan Ekosistem
    Alih fungsi lahan pertanian sering kali memengaruhi ekosistem di sekitarnya. Lahan sawah biasanya merupakan habitat bagi berbagai spesies, termasuk burung, serangga, dan hewan kecil lainnya. Ketika lahan sawah dikonversi menjadi pabrik atau perumahan, habitat ini hilang, menyebabkan gangguan pada rantai makanan dan berkurangnya keanekaragaman hayati.
  3. Peningkatan Risiko Banjir
    Sawah berperan dalam menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir. Ketika sawah diubah menjadi bangunan beton, daya serap air menjadi sangat berkurang. Akibatnya, risiko banjir di daerah tersebut meningkat, khususnya pada musim hujan.
  4. Krisis Air Tanah
    Pembangunan perumahan dan industri yang berlebihan sering kali berdampak pada penggunaan air tanah secara masif. Ini bisa mengakibatkan penurunan kualitas air tanah, bahkan menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah. Sementara, lahan sawah membantu menjaga ketersediaan air tanah melalui proses infiltrasi.

Alternatif Pembangunan Berkelanjutan

Sebagai solusi, alih fungsi lahan sebaiknya diimbangi dengan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa langkah yang bisa diambil, antara lain:

Pengendalian Alih Fungsi Lahan
Pemerintah perlu memperketat regulasi terkait alih fungsi lahan, khususnya untuk lahan yang memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan. Hanya lahan yang tidak produktif atau kurang strategis untuk pangan yang sebaiknya dialihfungsikan.

Pengembangan Pertanian Berbasis Teknologi
Dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih maju, produktivitas lahan yang ada dapat ditingkatkan. Misalnya, dengan penggunaan sistem irigasi pintar atau teknik budidaya yang lebih efisien. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memungkinkan penggunaan lahan secara lebih optimal.

Mendorong Investasi pada Lahan Pertanian
Alih-alih mengonversi lahan pertanian menjadi perumahan atau pabrik, pemerintah bisa mendorong investor untuk berinvestasi dalam pengembangan lahan pertanian. Investasi ini bisa dalam bentuk teknologi pertanian, modernisasi infrastruktur, atau bahkan agrowisata. Dengan demikian, lahan pertanian tetap dipertahankan, namun nilai ekonominya dapat meningkat.

Kesimpulan

Alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan perumahan dan pabrik perlu mendapatkan perhatian serius. Jika tidak terkendali, hal ini akan berdampak negatif pada ketahanan pangan, keseimbangan ekosistem, serta kelestarian lingkungan. Dengan mempertahankan LSD dan mendorong investasi yang lebih berkelanjutan, pembangunan dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan sumber daya alam yang sangat vital bagi generasi mendatang.

Sarapan sore

Sambut Maulid Nabi dengan Berbagi: GEBRAS Salurkan Paket Sembako di Jrebeng Lor

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Gerakan Berbagi Bersama (GEBRAS) melaksanakan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga RW 09, Kelurahan Jrebeng Lor. (06/09/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen GEBRAS untuk terus berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

Acara pembagian sembako ini disambut antusias oleh warga setempat. Setiap paket sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok yang diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari warga yang kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan para relawan GEBRAS serta dukungan dari donatur-donatur yang telah berkontribusi untuk kelancaran acara.

Linda, selaku pengagas GEBRAS, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Berkat bantuan kalian, kami bisa menyebarkan kebahagiaan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita ” ujar Linda dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan, “Insya Allah, kami akan terus melaksanakan kegiatan berbagi ini setiap minggu. GEBRAS siap menerima donasi berupa apapun, dan kami akan memastikan setiap donasi tersebut sampai ke tangan yang membutuhkan.”

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam aksi sosial dan memperkuat semangat berbagi di bulan Maulid Nabi. GEBRAS mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam program berbagi ini dan bersama-sama menjadikan momentum bulan Maulid Nabi sebagai waktu untuk lebih peduli dan berbagi dengan sesama. (don)

RW 09 Kelurahan Jrebeng Lor Gelar Jalan Sehat dan Pentas Seni untuk Peringati HUT RI ke-79

Probolinggo, Berdampak.net– Warga RW 09 Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 dengan mengadakan serangkaian kegiatan pada Minggu, 1 September 2024.

Acara dimulai pada pagi hari dengan jalan sehat dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni hingga malam hari.

Jalan sehat dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh seluruh warga RW 09. Dengan rute yang melintasi jalan-jalan utama di kelurahan, kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain untuk menjaga kesehatan, jalan sehat ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga.

Saat jalan sehat, warga disuguhkan dengan berbagai penampilan seni tradisional, termasuk Kobuda dan Ondel-Ondel.

Tidak hanya itu, ada juga pembagian hadiah untuk pemenang lomba-lomba yang telah diadakan sebelumnya, seperti lomba kelereng dan pukul air.

Pada sore hari, acara berlanjut dengan penampilan dance modern dan tarian tradisional yang semakin menyemarakkan suasana.

Hiburan ini terus berlanjut hingga malam hari, ditutup dengan penampilan electone yang diiringi oleh lagu-lagu populer, membuat seluruh warga larut dalam kegembiraan.

Ketua RW 09, Bapak Khairuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Saya sangat bangga dengan semangat kebersamaan warga RW 09 dalam merayakan HUT RI ke-79 ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Khairuddin.

Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan warga serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. (don)

GEBRAS Gelar Jumat Berkah: 2 Paket Sembako untuk Meringankan Beban Warga

Probolinggo, Berdampak.net – Gerakan Berbagi Bersama (GEBRAS) kembali melaksanakan aksi sosialnya dengan menyelenggarakan kegiatan Jumat Berkah Berbagi. GEBRAS membagikan dua paket sembako kepada warga RW 10, Kelurahan Jrebeng Lor. Paket sembako yang disalurkan terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng, mie instan, dan telur. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat dan mempererat rasa kebersamaan di tengah komunitas. (30/08/2024)

Linda, penggagas GEBRAS, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua donatur yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.

Ia menambahkan, “Kami sangat menghargai setiap dukungan yang diberikan, terutama donasi yang selalu kami terima setiap Jumat. Ini sangat berarti bagi kami dan bagi warga yang menerima.”

Ibu Ririn, Ketua RW 07, juga turut memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh GEBRAS. Ia mengatakan,

“Kami sangat berterima kasih kepada GEBRAS atas paket sembako yang telah diberikan kepada warga kami di RW 07. Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan. Semoga GEBRAS terus istiqomah dalam menjalankan kebaikan dan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen GEBRAS dalam meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat mendorong semangat gotong royong dan saling berbagi di lingkungan masyarakat. Ke depannya,

GEBRAS berharap dapat terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya untuk mendukung dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat di sekitar.

GEBRAS Gelar Jumat Berkah, Bagikan 25 Nasi Bungkus kepada Pedagang Kaki Lima

Probolinggo, Bersampak.net – Gerakan Berbagi Bersama (GEBRAS) kembali menggelar aksi sosial dalam program “Jumat Berkah” dengan membagikan 25 nasi bungkus kepada pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan sunan ampel kelurahan jrebeng lor. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen GEBRAS untuk meningkatkan kepedulian sosial. (30/08/2024)

Program Jumat Berkah kali ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para donatur setia yang mendukung kegiatan sosial ini secara konsisten. Linda, penggagas GEBRAS, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang selalu memberikan nasi bungkus setiap Jumat. Tanpa dukungan mereka, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Setiap pekan, GEBRAS berkomitmen untuk melanjutkan aksi serupa, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan melibatkan lebih banyak masyarakat dalam kegiatan sosial ini. Dengan adanya dukungan dari donatur dan partisipasi aktif dari komunitas, GEBRAS percaya bahwa semangat berbagi akan terus menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Kegiatan Jumat Berkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi banyak pihak tentang bagaimana tindakan kecil dapat memiliki dampak besar dalam kehidupan orang lain. GEBRAS mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar. (yan)