Kali Kedua, H. Khairul Anam Dilantik sebagai Pengurus HIPMI Jatim

Surabaya, Berdampak.net – Pengurus Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur periode 2025-2028 resmi dilantik, pelantikan tersebut digelar di Gedung Grahadi Surabaya, Jum’at (17/01/2025). Salah satu pengurus HIPMI Jatim yang dilantik yakni H. Khairul Anam.

Diketahui, H. Khairul Anam sudah periode kedua menjabat sebagai pengurus BPD HIPMI Jatim, ia mengaku akan terus mengabdikan diri untuk masyarakat luas terutama di bidang enterpreneurship.

Ia berkomitmen akan terus mendampingi para pengusaha milenial dan UMKM yang ada di Jawa Timur terutama di Kabupaten Probolinggo untuk berkembang dan maju, sehingga bisa bersaing di pasar Nasional dan Internasional.

“Bismillah, melanjutkan khidmat di BPD HIPMI Jawa Timur, di priode kedua ini semoga tetap bisa memperluas pengabdian serta menebar virus-virus enterpreneur untuk kalangan millenial,” ujarnya.

Ia mengajak para enterpreneur muda di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama dengan HIPMI dalam memajukan usahanya, sehingga roda perekonomian dapat bergerak ke arah yang lebih baik.

“Berharap juga HIPMI bisa menggerakkan perekonomian Jawa Timur khususnya juga Probolinggo,
dan sekarang saatnya para wirausaha muda untuk bergabung dan mengembangkan jaringan di HIPMI,” harap pria yang murah senyum itu. (fiq)

Munas Kadin Persatuan: Anindya Bakrie Dilantik sebagai Ketua Umum, Cermin Solidnya Pelaku Usaha dan Pemerintah

Jakarta, Berdampak.net – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dengan tema “Konsolidasi Persatuan” di Jakarta 15 Januari 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi Kadin, di mana Anindya Bakrie resmi dilantik sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2029, menggantikan Arsjad Rasjid Dan sekaligus mengakhiri dualisme serta konflik di internal kadin.

Dalam pidato pelantikannya, Anindya Bakrie menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Kadin atas dukungan yang diberikan. Ia juga meminta maaf atas segala kesalahan di masa lalu dan menegaskan pentingnya kerjasama dan persatuan di antara semua elemen Kadin. “Kita harus saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Anindya.

Anindya menekankan bahwa salah satu fokus utamanya adalah memperkuat konsolidasi internal Kadin setelah periode konflik yang pernah terjadi. Ia berharap kepemimpinannya dapat mengembalikan kepercayaan dan solidaritas di kalangan anggota. “Hari ini kita menandai babak baru dalam sejarah Kadin, di mana semua elemen akan bersatu untuk memajukan perekonomian Indonesia,” tambahnya.

Acara Munas ini dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan dukungan penuh terhadap Kadin dalam menjalankan program-program strategis. “Kadin adalah mitra penting bagi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi,” kata Prabowo saat memberikan sambutan.

Anindya dan Arsjad Rasjid, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, berkomitmen untuk meluncurkan program-program inovatif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kami akan fokus pada pemberdayaan UMKM, meningkatkan investasi, dan menjalin kerjasama internasional,” jelas Anindya.

Dengan harapan tinggi dan dukungan yang kuat, Kadin Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan Munas ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan Kadin yang lebih solid dan berdaya saing. (rh)

Sambut Harlah ke 76, Bulan Lomba 2024 Santri Pesantren Nurul Jadid Dimulai

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam memeriahkan haul masyayikh dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-76, biro bidang koordinasi olaharaga dan seni santri Nurul Jadid (BKOSSNJ) menggelar kegiatan tahunannya yaitu bulan lomba yang kala itu terkesan berbeda, Senin (23/12/2024).

Bulan lomba 2024 hadir dalam bentuk konsep yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam struktural, panitia menggunakan metode Ex-officio. “Pesantren memanfaatkan seluruh satuan-satuan kerja yang berada dibawahnya, jadi semua biro itu diberikan amanat untuk ikut andil dalam menyukseskan haul dan harlah ini,” ucap ketua panitia, Reval Maulana Aminullah.

Agar pembukaan lomba terkesan kondusif dan berjalan lancar, panitia memberikan instruksi kepada seluruh daerah yang berada dibawah wilayah pusat untuk mendelegasikan santrinya sebanyak 25 orang dengan menggunakan baju putih dan songkok nasional.

Dalam memaksimalkan bulan lomba yang hanya berjangka waktu selama sebulan tanpa menghapus lomba, panitia mengatur konsep jalannya kegiatan menjadi sederhana namun efisien sehingga target waktu bisa tercapai.

Reval juga meluruskan terkait bulan lomba yang dianggap terlambat dalam penyelenggaraannya sehingga terhembus isu ditiadakannya bulan lomba di beberapa kalangan santri. “Jika dari saya sendiri, surat keputusan pesantren terkait koordinator bulan lomba itu terlambat. Juga saya masih mencari anggota yang mau diajak kerjasama,” ungkapnya.

Pria berdomisili di Kota Lumajang itu berharap unutk menjadikan bulan lomba bukan hanya sekedar ajang belaka, melainkan sebagai momentum untuk menggali potensi dan bakat santri yang terpendam. Para santri juga dihimbau untuk menjadikan perlombaan sebagai bahan inspirasi dan motivasi di dalam kehidupan keseharian.

Dalam pembukaan bulan lomba, kyai Makki Maimun Wafi selaku koordinator BKOSSNJ mengingatkan kepada seluruh santri untuk selalu bergairah dalam mengikuti seluruh rangkaian lomba. “Harus semangat. Meskipun tidak tahu, yang penting ikuti saja,” pungkas beliau sebelum meresmikan bulan lomba. (pm)

Sewa iPhone Buat Natal & Tahun Baru 2025: Keren atau Kebawa Tren?

Berdampak.net – Memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru 2025, tren baru muncul di kalangan masyarakat urban: menyewa iPhone terbaru untuk merayakan momen spesial.

Fenomena ini semakin populer, didorong oleh penyedia layanan sewa gadget yang menawarkan paket menarik dengan harga terjangkau. Namun, apakah tren ini merupakan langkah cerdas atau justru mencerminkan gaya hidup konsumtif?

Layanan sewa iPhone menawarkan fleksibilitas bagi mereka yang ingin menikmati teknologi terbaru tanpa harus membeli perangkat dengan harga tinggi. Bagi sebagian orang, ini adalah solusi praktis untuk meningkatkan kualitas foto liburan, membuat konten media sosial yang lebih menarik, atau sekadar merasakan kecanggihan perangkat Apple selama beberapa minggu.

Dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah per minggu, opsi ini tampak lebih ekonomis dibandingkan membeli perangkat baru yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Namun, di balik daya tariknya, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Tren menyewa gadget untuk keperluan singkat ini dapat mencerminkan tekanan sosial yang semakin besar, terutama di era media sosial. Keinginan untuk tampil sempurna dalam foto dan video sering kali mendorong orang untuk mengeluarkan uang demi memenuhi ekspektasi virtual, meskipun itu bukan kebutuhan mendesak.

Selain itu, dari sudut pandang keberlanjutan, tren ini menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap lingkungan. Meskipun menyewa lebih ramah lingkungan dibandingkan membeli, seringnya pergantian pengguna perangkat dapat meningkatkan risiko kerusakan, sehingga umur perangkat menjadi lebih pendek.

Pada akhirnya, keputusan untuk menyewa iPhone selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 kembali pada preferensi dan kebutuhan masing-masing individu.

Bagi yang memanfaatkan layanan ini dengan bijak, menyewa dapat menjadi solusi praktis. Namun, penting untuk tidak terjebak dalam pola pikir konsumtif yang hanya mementingkan citra di media sosial. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk merayakan momen liburan dengan penuh makna, bukan hanya dengan gadget canggih, tetapi juga dengan kebahagiaan sejati bersama orang-orang tercinta. (don)

Hebat, Pesantren Nurul Jadid Ajari Santrinya Menjadi Entrepreneur, Ini Kata Fikri Ketua FKK TPQ Sidoarjo

Probolinggo, Berdampak.net – Pesantren Nurul Jadid pesantren yang mengedepankan teknologi informasi. Yaitu, mengintegrasikan teknologi informasi dalam pendidikan pesantren, santri dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan agama dan kehidupan sehari-hari mereka secara lebih optimal. Pernyataan itu disampaikan oleh ulthan Fikri Mu’afa ketua panitia pelaksana kegiatan kunjungan. Senin (23/12/24).

Setelah berkunjung ke Pesantren Nurul Jadid Paiton, ada beberapa hal yang tengah kami catat sebagai agar dapat diadopsi. Kata Fikri, lingkungan belajar yang Islami. Dimana lingkungan pesantren sangat mendukung pembentukan kepribadian yang religius, dengan kegiatan rutinitas seperti pengajian, dzikir, shalat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya.

“kami Rombongan Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (FKK TPQ) Kecamatan Sidoarjo berjumlahnya 158 dapat pengetahuan yang sangat bagus dari kunjungan yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pesantren ini tepat untuk menjadi pilihan berkunjung,” tegasnya.

Selain itu, Fikri menambahkan bahwa pesantren Nurul Jadid juga mengajarkan santrinya untuk mandiri melalui program kewirausahaan. Pesantren juga mengelola unit-unit usaha untuk mendukung operasionalnya.

Meski demikian, lanjut Fikri, Pesantren Nurul Jadid merupakan contoh pesantren yang mampu menjaga tradisi Islam sambil berinovasi untuk menjawab tantangan era modern.

“Dari profil video yang ditampilkan kami menangkap bahwa Pesantren Nurul Jadid menerima santri dari berbagai latar belakang, sehingga terjadi keragaman yang memperkaya wawasan santri,” cetusnya.

Insya Allah pesantren Nurul Jadid akan terus menjadi lembaga islam yang mencerdaskan pada umat dan bangsa.

“Kami berharap pesantren Nurul Jadid terdepan dalam menciptakan umat dan bangsa yang cerdas dan baik,” tegasnya. (pm)

OPIM Pesantren Tebuireng Jombang Silaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo kedatangan tamu organisasi pelajar Islam Malang. Organisasi yang beranggotakan pelajar yang berasal dari daerah tapal kuda yang mondok di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ketua OPIM menyampaikan bahwa organisasi tersebut didirikan oleh KH. Tolhah Hasan saat berada di pesantren. Senin (23/12/24) di Aula 1 Nurul Jadid.

“Organisasi ini didirikan oleh Kiai Tolhah Hasan. Dan organisasi ini sangat dihormati oleh organisasi santri lainnya yang berada di pesantren Tebuireng, Jombang,” katanya.

Berkunjung ke pesantren Nurul Jadid dan tabarrukan ke Almarhumin menjadi kebanggan dan kebahagiaan bagi kami.

“Terima kasih atas sambutannya, dan telah menerima kami di pesantren ini,” imbuhnya.

Hal itu disambut baik oleh Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Ponpes Nurul Jadid Paiton Ponirin Mika, ia mengungkapkan bahwa antara pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pesantren Tebuireng Jombang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami di datangi saudara. Dua pesantren ini memiliki hubungan yang sangat kuat. Kita sebagai santrinya, harus harus terus menjaga hubungan ini supaya langgeng. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Ponirin juga menambahkan, OPIM didirikan oleh Kiai yang visioner, oleh karena itu harus di jaga sebaik-baiknya.

“Semoga dari kepengurusan OPIM ini lahir sosok yang seperti Kiai Tolhah Hasan,” harapnya. (pm)