PSB 2025 Secara Online Pesantren Nurul Jadid Resmi Dibuka

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur yang didirikan KH. Zaini Mun’im resmi membuka Pendaftaran Santri Baru (PSB) secara online. Ahad (02/03/25).

Pendaftaran secara online ini bertujuan untuk memudahkan para pendaftar yang akan mondok dan bersekolah di pesantren Nurul Jadid.

Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin mengungkapkan bahwa ada dua mekanisme pendaftaran PSB di pesantren Nurul Jadid, yaitu; pendaftaran secara online dan offline. Thohir menjelaskan kedua mekanisme ini untuk memudahkan para pendaftar.

“Semua calon santri baru bisa mendaftar secara online sejak saat ini bulan Maret hingga Juli. Pada bulan juli nanti calon santri baru hanya melakukan verifikasi untuk menyelesaikan data yang kurang lengkap,” katanya.

Selanjutnya, Thohir menegaskan berkait jumlah pendaftar di pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

“Setiap tahun santri yang mendaftar di pesantren Nurul Jadid sebanyak dua ribu lima ratus. Oleh karena itu, pesantren memfasilitasi pendaftaran online agar para pendaftar tidak terlalu lama antri saat melakukan pendaftaran secara offline,” tegasnya..

Sementara Kasubbag Umum dan PSB Muslehuddin Jauhari menyampaikan, pendaftaran offline hanya fokus pada verifikasi data dan berkas kelengkapan santri baru. Hal itu dilakukan pada 5 sampai 9 Juli 2025.

“Pada pendaftaran offline itu, kita berfokus untuk verifikasi data dan kelengkapan berkas. Karena santri baru akan mendapatkan semua kebutuhan dan kelengkapan santri berupa atribut, kitab, seragam khas pesantren, seragam sekolah dan kelengkapan-kelengkapan yang lain,” katanya.

Musleh juga berharap agar para calon pendaftar untuk memaksimalkan pendaftaran secara online agar lebih mudah.

“Fasilitas pendaftaran secara online itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Semua ada petunjuknya atau SOPnya yang tercantum pada link pendaftaran secara online,” imbuhnya. (pm)

Kuatkan Jiwa Korsa, MI Nurul Mun’im Lantik Anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu

Probolinggo, Berdampak.net – Untuk penguatan jiwa korsa peserta didik, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im kembali menggelar acara pelantikan anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI pada hari Ahad, 23 Februari 2025. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 15 peserta didik yang telah menyelesaikan tahapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Ramu.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid, Mujiburrohman, hadir sebagai pembina Apel Pelantikan untuk melantik anggota Pramuka Penggalang tingkat Ramu. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasi Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik ustadzah Fairus, para pembina pramuka yaitu Kak Umar Falas (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan), Kak Muhammad Syarqowi (Pembina Gugus Depan), Kak Roisul Arifin (Pembina Satuan Putra), dan Kak Wildatus Sholehah (Pembina Satuan Putri).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ikrar atau sumpah Trisatya. Dilanjutkan, penyematan tanda pelantikan berupa Tanda Kecakapan Umum (TKU) Ramu yang dilakukan langsung oleh Bapak Mujiburrohman didampingi Kak Umar Falas dan Kak Syarqowi. Moment seru nan khidmat dalam prosesi pelantikan ini adalah penyiraman bunga kepada anggota terlantik sebagai simbol penyegaran dan harapan agar para anggota baru dapat mengharumkan nama baik almamater serta menjadi pemimpin di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, pihak madrasah memberikan piagam penghargaan kepada peserta didik teraktif 100% kehadiran selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik yang sudah berjuang untuk selalu terlibat dalam kegiatan pramuka dan juga sebagai motivasi keteladanan bagi peserta didik yang lain.

Kabid. Kelembagaan dan Peserta Didik, Bapak Mujiburrohman, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas komitmen MINM yang konsisten melaksanakan kegiatan pramuka untuk membangun jiwa korsa sebagaimana amanah pesantren. “Jujur kami mewakili Biro Pendidikan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MINM dan peserta didik yang istiqomah melaksanakan kegiatan Pramuka untuk membangun jiwa korsa,” tuturnya yang disambut tepuk tangan oleh peserta apel pelantikan.

Eksistensi dan komitmen MI Nurul Mun’im ini dalam mengawal kegiatan keprmukaan perlu menjadi taulada bagi satuan pendidikan lainnya baik di dalam pesantren maupun luar pesantren. Harapannya, semangat dan capaian ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan berkembang lebih baik lagi. Karena jiwa korsa, kedisiplinan dan kemandirian perlu dibangun sejak ini untuk membentuk karakter positif dalam diri peserta didik.

Acara pelantikan ini menjadi momen penting bagi para anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI. Diharapkan, mereka dapat terus mengembangkan diri ke jenjang berikutnya dan istiqomah memberikan kontribusi positif bagi Madrasah dan masyarakat. (fiq)

Sambut Ramadhan, MUI Kabupaten Probolinggo Keluarkan Maklumat

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Ada tujuh poin yang tertuang dalam maklumat tersebut.

Dalam maklumat tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan.

MUI Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan, baik yang bersifat ritual maupun sosial.

Lalu, umat Islam juga diimbau untuk menghindari ucapan dan perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Selain itu, maklumat ini juga menyoroti peran aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan pengamanan, terutama terhadap gangguan seperti petasan, miras, dan takbir keliling yang berlebihan.

MUI juga memberikan panduan terkait penggunaan pengeras suara selama Ramadhan. Sholat Rawatib, Tarawih, dan Witir diimbau menggunakan pengeras suara dalam batas yang wajar, sementara tadarus Al-Qur’an dianjurkan menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan tanpa pengeras suara hingga pukul 02.30 WIB.

Selain ibadah, MUI Probolinggo juga mengajak umat Islam untuk memperkuat solidaritas sosial dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Munir Kholili, dan Sekretaris Umum, H. Taufik. MUI berharap agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan. (don)

Gelar Wisuda Ma’had Aly Nurul Jadid ke-XI, Ini Pesan Gus Fayyadl

Probolinggo, Berdampak.net – Ma’had Aly Nurul Jadid menggelar prosesi wisuda ke-XI bagi mahasiswa program Marhalah Ula (M1) dan Marhalah Tsaniyah (M2) pada Minggu, 23 Februari 2025. Acara ini berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh 93 mahasantri yang telah dinyatakan lulus.  

Dari total wisudawan, 85 di antaranya merupakan lulusan Marhalah Ula (S1), sementara 8 lainnya berasal dari Marhalah Tsaniyah (S2). Prosesi wisuda ini juga diisi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk pengukuhan wisudawan dan wisudawati, penobatan lulusan terbaik, serta sejumlah sambutan.  

Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Kiai Muhammad Al-Fayyadl, dalam sambutannya, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni formal atau ajang temu kangen, melainkan bentuk rasa syukur atas ilmu yang telah diberikan Allah melalui para guru.  

“Yang paling penting adalah ungkapan rasa syukur kita atas nikmat ilmu yang Allah berikan kepada para mahasantri, melalui bimbingan para masyaikh, para dosen, serta kerja keras seluruh pengurus Ma’had Aly,” dawuhnya.  

Selain itu, beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para lulusan yang berhenti mengaji setelah diwisuda. Ia mengingatkan pesan almarhum KH. Romzi Al Amiri Mannan, Mudir ke-2 Ma’had Aly Nurul Jadid, yang selalu menekankan pentingnya santri untuk terus mengaji.  

“Beliau selalu berpesan agar Ma’had Aly terus dikembangkan, dan yang lebih penting, santri harus terus mengaji. Pesan ini selalu terngiang di benak saya,” dawuh Gus Fayyadl, kerap disapa.  

Tak hanya itu, Gus Fayyadl juga mendorong para santri untuk aktif menulis, sebagaimana yang telah dipesankan oleh almarhum KH. Romzi.  

“Sekarang saya mewajibkan santri untuk menulis, menulis, dan menulis. Supaya mereka bisa menjadi penulis kitab yang andal,” ujarnya. (fjr)

Lakukan Study Banding ke Nurul Jadid, Pimpinan Yayasan dan Lembaga Pendidikan Sunan Drajar Lamongan Pelajari Pengenalan Lingkungan Untuk Santri Baru

Probolinggo. Berdampak.net – Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur asuhan Prof. Dr. KH. Abdul Ghafur menugaskan 34 pengurus yayasan dan pimpinan lembaga pendidikan yang terbagi. putra 24 dan putri 10 untuk melakukan kunjungan belajar ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Rabu (19/02/25).

Koordinator rombongan Dr. Ainur Rofiq, M.Pd menyampaikan bahwa kunjungannya ke pesantren Nurul Jadid untuk mempelajari pengenalan lingkungan pesantren terhadap santri baru.

“Saya mendengar bahwa Pesantren Nurul Jadid tengah memberikan kegiatan pendalaman furudlul ‘ainiyah bagi santri baru selaman 3 bulan,” katanya.

Ia melanjutkan, upaya pesantren Nurul Jadid dalam memberikan kegiatan ini sehingga membuat santri baru nyaman dan kerasan di pondok. Hal itu yang membuat kami tertarik untuk belajar ke pesantren ini.

Rofiq berharap agar pengurus pesantren Nurul Jadid memberikan pengetahuan berkait pengenalan lingkungan pesantren.

“Kita berharap agar pondok pesantren Nurul Jadid dapat memberikan pembekalan berkait konsep dan tata laksana pengenalan lingkungan pesantren yang telah berlaku disini,” imbuhnya.

Perwakilan dari Pesantren Nurul Jadid K. Ahmad Zaki memberikan apresiasi terkait kunjungan ilmiah tersebut.

“Kita saling barter pengetahuan saja. Banyak juga kegiatan yang bagus pesantren Sunan Drajat, Lamongan untuk di tiru,” tegasnya.

Kegiatan kunjungan belajar ini berbentuk dialog antar pimpinan yayasan dan sekolah.

“Melalui dialog interaktif antar pengurus pesantren Sunan Drajat Laomongan dan pengurus pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, agar materi yang dibutuhkan bisa dicapai dengan baik,” kata Miftahul Huda Kabag I Sekretariat.

Sebelum menggelar dialog ada pemataran struktur dan tugas, pokok dan fungsi yang oleh Miftahul Huda Kabag I Sekretariat Ponodok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
[19/2, 10.15] Ponirin Mika: 34 Pimpinann Yayasan dan Lembaga Pendidikan Pesantren Sunan Drajat Lamongan Study PLP di Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. (pm)

Manasik Haji: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Darul Hikmah

Probolinggo, Berdampak.net – Pada Senin, 17 Februari 2025, SMK Darul Hikmah mengadakan kegiatan bertajuk Manasik Haji sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa, serta memperluas wawasan mereka tentang ibadah haji dan umroh. Seluruh guru SMK Darul Hikmah turut berpartisipasi, dengan pendampingan oleh Bapak H. Khoirul Anwar, M.Pd, yang memberikan arahan dan pengetahuan seputar haji dan umroh.

Kepala SMK Darul Hikmah, Didik Wayudi, dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya kami dalam membentuk karakter dan moral siswa, selain dari sisi akademis. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama yang lebih dalam, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Sebagai bagian dari upaya memperkuat profil pelajar Pancasila yang berintegritas dan berakhlak mulia, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual dan moral bagi peserta. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh civitas akademika SMK Darul Hikmah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa pentingnya ibadah haji sebagai rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara ibadah haji dan umroh, mulai dari niat, rukun, hingga pelaksanaan di tanah suci. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya persiapan mental dan fisik dalam menjalani ibadah haji. Dengan memahami proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji, siswa diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai pribadi yang lebih baik dan lebih taat pada ajaran agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun karakter siswa yang berlandaskan pada Pancasila, yang nantinya akan membawa dampak positif bagi kehidupan mereka di masyarakat. (pm)