Ketua APSI Probolinggo Imbau Sekolah Rayakan Kelulusan Secara Sederhana

Probolinggo, Berdampak.net – Menjelang pengumuman kelulusan tingkat SD dan SMP yang akan berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Probolinggo mengimbau agar sekolah dan siswa tidak merayakan kelulusan secara berlebihan.

Euforia kelulusan yang biasa diwujudkan dalam bentuk wisuda mewah, pesta perpisahan, hingga konvoi kendaraan, dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif baik secara sosial maupun ekonomi.

“Kami meminta agar kegiatan perpisahan dilaksanakan secara sederhana dan tidak membebani orang tua atau wali murid,” tegas Ketua APSI Kabupaten Probolinggo. Ia menyoroti bahwa biaya kegiatan seremonial yang tinggi sering kali menjadi beban, terutama bagi keluarga siswa dari kalangan kurang mampu. Minggu (01/06/2025).

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kelulusan dari kelas VI (SD) dan IX (SMP) bukanlah titik akhir pendidikan, melainkan sebuah transisi menuju jenjang berikutnya seiring dengan program Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan pemerintah.

“Kelulusan ini bukan akhir, tapi awal dari kewajiban untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu kelas VII dan X. Maka dari itu, tidak perlu ada euforia berlebihan,” ujarnya.

Selain alasan edukatif, pembatasan euforia kelulusan ini juga diharapkan dapat menekan angka siswa yang lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan (LTM), yang selama ini masih menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo.

APSI Kabupaten Probolinggo terus mendorong sekolah-sekolah agar lebih mengedepankan makna dan semangat keberlanjutan pendidikan daripada sekadar selebrasi kelulusan. Masyarakat, terutama para orang tua, juga diimbau untuk mendukung upaya ini demi masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (fj)

Pesantren Walisongo Gelar Acara Dzikir, Sholawat, dan Tasyakuran di Rowotengah, Jember

Jember, Berdampak.net – Yayasan Pondok Pesantren Walisongo Rowotengah-Sumberbaru menggelar acara Walisongo Bershalawat dalam rangka dzikir, tausiyah, dan do’a bersama, yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu, 30-31 Mei 2025, bertempat di halaman Gedung Bersama MA Walisongo & SMK 09 Ma’arif NU, samping Kantor Balai Desa Rowotengah.

Acara ini akan dimeriahkan oleh Majelis Sholawat Al-Wishol serta para tokoh ulama dan habib. Pada pagi harinya, akan digelar acara khusus bertajuk Tasyakuran & Do’a Bersama yang hanya diperuntukkan bagi tamu undangan, dengan menghadirkan Dr. KH. Akh. Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si., motivator nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Tanwir Al Afkar Kota Malang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Walisongo dan didukung oleh berbagai lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan setempat. (fj)

PC Pergunu Kraksaan Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik

Probolinggo, Berdampak.net – Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kraksaan masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik pada Selasa, 20 Mei 2025. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kampoeng Kita, Probolinggo, Jawa Timur, dan dihadiri sejumlah tokoh penting serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Ahmad Muzammil, M.Pd., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra K. Moh. Mahrus, serta perwakilan Pengurus Wilayah (PW) Pergunu Jawa Timur, Syamsul Anam. Sebanyak 108 tamu undangan turut memeriahkan agenda tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana Ernawiyadi, M.Pd., menyampaikan harapan agar PC Pergunu Kraksaan terus bergerak maju di bawah bimbingan dan sinergi dengan Pimpinan Wilayah. Ia menegaskan bahwa Pergunu merupakan wadah strategis bagi para pendidik Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan kapasitas dan ide-ide inovatif dalam dunia pendidikan.

“Hal ini tercermin dari kualitas sumber daya manusia dalam kepengurusan, yang didominasi lulusan S1, S2, hingga S3. Kami optimistis, dengan ide-ide kreatif di bidang pendidikan, Pergunu akan terus melangkah maju,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PW Pergunu Jawa Timur, Syamsul Anam, menekankan bahwa pelantikan bukan hanya seremoni, melainkan awal dari komitmen dan tanggung jawab besar dalam mengabdi kepada pendidikan di lingkungan NU.

“Menjadi bagian dari Pergunu tidak cukup hanya dibanggakan. Yang utama adalah membangun komunikasi dan sinergi yang kuat dengan PCNU, Syuriyah, Tanfidziyah, dan seluruh perangkat organisasi NU lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program kerja Pergunu sangat bergantung pada kolaborasi dengan lembaga-lembaga NU seperti LP Ma’arif NU yang mengelola pendidikan formal serta Muslimat NU yang fokus pada pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Tekad dan semangat untuk maju bersama menjadi kekuatan besar dalam membangun NU di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH Ahmad Muzammil, M.Pd., dalam kesempatan yang sama, mendorong PC Pergunu untuk segera merealisasikan program pengkaderan bagi guru-guru NU sebagai prioritas. Menurutnya, penguatan kapasitas dan pemahaman ideologis para guru sangat penting untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA).

“Tanggung jawab guru tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga membina dan memperkuat pemahaman keislaman di kalangan guru sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya bimbingan antarguru dalam memahami akidah, agar nilai-nilai itu tidak terputus dan terus diwariskan kepada peserta didik.

“Kalau gurunya tidak memahami akidah dengan baik, bagaimana mungkin anak didiknya bisa menjadi penerus gerakan Ahlussunnah wal Jamaah?” pungkasnya. (fiq)

Kagumi Pengembangan Bahasa Mandarin Santri, Yayasan ASRAM Kunjungi Ponpes Nurul Jadid Paiton

Probolinggo, Berdampak.net – Sebanyak 17 orang perwakilan dari Pengurus Yayasan Asram serta Manajer Pondok Pesantren di al-Azhar Yogyakarta World Schools berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali informasi berkait dengan pengelolaan pengembangan bahasa Mandarin. Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menjadi rujukan banyak pesantren terkait dengan pengembangan bahasa mandarin. Hal itu disampaikan oleh Yogi Eli Ginanjar ketua rombongan saat memberikan sambutan pada acara dialog bersama pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rabu (7/05/25).

“Pembelajaran bahasa mandarin di Pesantren Nurul Jadid sangat eksis hingga sekarang,” ungkapnya.

Yogi menanyakan tentang rahasia pesantren menjaga keberlangsungan bahasa mandarin mulai dari manajemen pesantren dan sekolah dalam membentuk kultur bahasa mandarin dilingkungan pesantren.

“Kami ingin belajar terkait dengan manajemen sarana pendukung yang diberikan kepada santri sehingga mampu meningkatkan kompetensi terhadap anak-anak santri,” imbuhnya.

Selain itu, Yogi mengungkapkan bahwa pesantren Nurul Jadid tengah menyediakan banyak lembaga formal tidak focus pada satu lembaga tertentu.

K. Ahmad Zaki Kepala Biro Pendidikan menyampaikan bahwa pendiri pesantren Nurul Jadid ingin menyelamatkan umat dari hal-hal yang melanggar norma agama.

“Suatu ketika Kiai Zaini Mun’im (pendiri pesantren Nurul Jadid) melihat para siswi yang membuka aurat saat pergi ke sekolah, lalu beliau memiliki keinginan untuk mendirikan lembaga formal agar bisa menyelamatkan umat dari pelanggaran norma-norma agama,” tegasnya.

Setelah dialog usai, peserta kunjungan di ajak untuk melihat langsung asrama santri yang mendalami bahasa mandari yang bertempat di wilayah al-hasyimiah (daltim) di Pondok Pesantren Nurul Jadid. (pm)

Angkat Santri Jadi Duta Lingkungan, Nurul Jadid Konsisten Jaga Kelestarian Alam

Probolinggo, Berdampak.net – Komitmen Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui kegiatan Pemilihan Duta Lingkungan yang digelar Biro Pembangunan Umum dan Lingkungan Hidup (PULH) pada Ahad (27/4/2025), di Aula I Pesantren.

Ketua panitia, Rifdi Muhammad, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan wawasan dan kepedulian lingkungan bagi kalangan santri. Menurut Rifdi, melalui ajang ini, pesantren tidak hanya membekali santri dengan kesadaran ekologis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan lingkungan di tengah masyarakat.

“Santri yang terpilih sebagai Duta Lingkungan diharapkan mampu menjadi pelopor, menggerakkan teman-temannya untuk lebih peduli terhadap alam sekitar,” ungkap Rifdi.

Kegiatan tersebut, lanjut Rifdi, tidak semata-mata berbentuk seleksi, melainkan juga dirangkai dengan berbagai pelatihan intensif.
“Melalui pelatihan itu, para santri diajak memahami peran strategis individu dalam menjaga kelestarian bumi, sekaligus mengasah keterampilan kepemimpinan sosial yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Dalam salah satu sesi pelatihan, Nyai Hj. Nur Diana Khalidah menekankan pentingnya jiwa pelopor dalam gerakan lingkungan. Menurutnya, inisiatif, komunitas, dan kolaborasi merupakan tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang penggerak perubahan.

“Seorang pelopor adalah pembaharu. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti berbuat kebaikan dan memperluas jangkauan manfaatnya,” tegas Nyai Din kepada peserta santri putri.

Sementara itu, di sesi terpisah untuk peserta santri putra, Mujiburrohman, alumni program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) bidang lingkungan, mendorong peserta untuk membangun citra diri positif sebagai pemimpin perubahan lingkungan.

“Seorang duta lingkungan adalah pusat perhatian. Maka ia harus menjadi teladan, tidak hanya dalam tindakan nyata menjaga lingkungan, tetapi juga dalam membangun karakter yang kuat dan positif,” ujar Mujib.

Pemilihan Duta Lingkungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Nurul Jadid untuk menanamkan nilai tanggung jawab ekologis sebagai bagian integral dari pendidikan pesantren. Dengan menyiapkan generasi muda yang sadar lingkungan, pesantren berharap dapat ikut mengambil peran dalam merawat bumi sebagai amanah nilai-nilai keagamaan sekaligus tanggung jawab kemanusiaan. (pm)

Wabup Probolinggo Buka Manasik Haji Massal untuk 821 Calon Jemaah

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ secara resmi membuka Bimbingan Manasik Haji Massal bagi 821 calon jemaah haji Kabupaten Probolinggo di Auditorium Madakaripura, Senin (21/4/2025). Acara ini turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania, Kakanwil Kemenag Jatim H. Akhmad Sruji Bahtiar, dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Jemaah termuda berusia 18 tahun, sedangkan yang tertua berusia 101 tahun. Kecamatan Paiton menyumbang jemaah terbanyak, sementara Kuripan dan Sumber paling sedikit. Kabupaten Probolinggo dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua, 29 Mei 2025.

Pembinaan dilakukan di Kemenag dan KUA, mencakup teori dan praktik untuk mempersiapkan jemaah secara menyeluruh. Wabup Fahmi berharap ibadah haji ini membentuk pribadi Muslim yang lebih empati, adil, dan bertanggung jawab. Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. (fjr)