Zulfikar Arse Sadikin Hadiri Latihan Kader III HMI Jawa Timur, Tekankan Pentingnya Perkaderan

Surabaya, berdampak.net– Zulfikar Arse Sadikin turut hadir dalam Latihan Kader III (Advance Training) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi ilmu dan pengalaman dengan kader-kader HMI dari seluruh Indonesia.

Zulfikar menegaskan pentingnya komitmen terhadap perkaderan sebagai kunci eksistensi HMI di berbagai zaman. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ada waktu dan kesempatan, dirinya selalu berusaha hadir di forum-forum training HMI, baik yang diselenggarakan oleh cabang maupun badan koordinasi.

“Forum inilah yang membuat HMI sebagai organisasi kader terus eksis dan relevan. Saya yakin komitmen terhadap perkaderan ini ada dalam setiap diri kader dan alumni HMI,” ujarnya.

Latihan Kader III ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ajang penguatan kapasitas kepemimpinan serta pemahaman keislaman dan keindonesiaan bagi para kader HMI. Acara ini juga diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan berkontribusi bagi masyarakat. (fjr)

Gelar LK III, Badko HMI Jatim Soroti Pemangkasan Anggaran di Sektor Pendidikan

Surabaya, Berdampak.net – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur gelar advance training (LK III), tingkat nasional, Jum’at (14/02) di gedung BPSDM Surabaya. Kegiatan digelar untuk menuntaskan tugas dan tanggungjawab pengurus HMI tingkat provinsi.

Turut hadir sejumlah pejabat tinggi tingkat nasional dan provinsi. Diantaranya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), dr Mohammad Taufik, Kasubditsosbud Intelkam Polda Jatim, AKBP Haryono, Asisten III Sekda Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto Mewakili PJ Gubernur Jatim, Kepala Kesbangpol Edy Supriyanto. Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, Presidium KAHMI Jatim.

Yusfan menyebut, HMI sepanjang sejarah menjadi bagian pengisi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, hal tersebut sudah tertanam sejak HMI lahir. Mulai dari fase perjuangan, pembangunan hingga saat ini.

Menurut Yusfan, kader HMI harus peka terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, jika hal itu tidak tercapai, maka akan sulit adaptasinya untuk meraih Indonesia emas 2045.

“Kalau kader HMI tidak peka terhadap perkembangan zaman, maka akan sulit untuk mencapai Indonesia emas 2045,” terangnya saat memberi sambutan.

Lebih lanjut, pada momentum itu Yusfan juga meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran yang dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Terutama dalam hal pendidikan, lanjut dia.

Menurutnya, jika hal itu tidak dipertimbangkan dengan baik, dikhawatirkan akan menjadi penyebab lambatnya kualitas pendidikan di Indonesia. Terutama beasiswa bagi mahasiswa yang tergolong tidak mampu.

“Saya meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran itu. Terutama alokasi anggaran untu pendidikan. Sebab, kita semua, para aktivis juga berangkat dari keluarga tidak mampu,” lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusfan, kader HMI sebagai Mitra kritis dari pemerintah harus turut serta menyuarakan pemotongan anggaran tersebut. Sebab menurutnya, dampak dari pemotongan akan didasarkan di berbagai sektor. Terutama pendidikan.

“Kita sebagai mitra kritis, meminta agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan tersebut,” pungkasnya. (fiq)

Muhadjir Effendy, Tokoh Pendidikan Malang yang Mendunia

Malang, berdampak.net – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Graha Cakrawala. Muhadjir, yang kini menjabat sebagai Penasihat Presiden bidang Haji, sebelumnya pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2016–2019) serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2019–2024). Kamis (13/02/2025).

Dedikasi untuk Pendidikan dan Sosial

Sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode, Muhadjir membawa inovasi yang kemudian meluas saat ia menjadi Mendikbud. Ia menggagas Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), sistem zonasi pendidikan, serta mempercepat distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga 18,69 juta siswa. Revitalisasi pendidikan vokasi juga menjadi salah satu prioritasnya.

Di kancah internasional, Muhadjir menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Ministers for Education Organization (SEAMEO) (2017-2019), serta mendorong berbagai kompetisi akademik nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Literasi Sekolah (FLS).

Sebagai Menko PMK, ia berperan dalam menurunkan angka stunting dari 30,8% (2018) menjadi 21,5% (2023). Program Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang melibatkan lebih dari 300.000 posyandu sukses mengukur 16 juta balita. Ia juga berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, yang naik dari 71,92 (2019) menjadi 74,39 (2023).

Atas jasanya, Muhadjir menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bintang Mahaputra Adipradana (2020) dan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum Prize (2020).

Inspirasi bagi Generasi Muda

Pengukuhan Muhadjir mendapat apresiasi luas. Prof. Arief Rachman menyebutnya sebagai akademisi yang berkontribusi nyata bagi pendidikan dan sosial di Indonesia. “Beliau membuktikan bahwa akademisi bisa berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., terus menginspirasi dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan nasional. (fjr)

Simposium Nasional Transisi Energi dan Konservasi Lingkungan, KH. Faiz : “Wujud Peran Nurul Jadid pada Ketahanan dan Keberlanjutan Energi di Indonesia”

Probolinggo, Berdampak.net – Universitas Nurul Jadid melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mengadakan simposium nasional dengan tema “Transisi Energi dan Konservasi Lingkungan”.

“İni Merupakan bentuk komitmen Nurul Jadid dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Peran cıvıtas akademika tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi dalam menghadapi perubahan iklim dengan tetap menyeimbangkan dengan pertumbungan ekonomi dan kemajuan pembangunan kedepannya,” jelas KH. Faiz AHZ, Wakil Rektor IV Unuja. Kamis ( 06/02/2025).

Wakil Rektor IV UNUJA, KH. Faiz, M.Fil.I, menegaskan bahwa transisi energi merupakan isu penting untuk ketahanan dan keberlanjutan energi di Indonesia, serta menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung riset dan kebijakan energi ramah lingkungan. KH Faiz juga menambahkan bahwa ini merupakan rangkaian acara dari program konservasi bekerjasama dengan PT POMI melalui penanaman mangrove dan tanaman produktif di area Paiton termasuk monitoringnya pada momen hari lingkungan hidup sedunia di bulan Januari.

Hadir sebagai narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Probolinggo Konservasi Lingkungan Hidup Probolinggo Yusdi Vari Afandi ST, MSI, Yoza Jamal Mewakili President director PT POMI, Pradipta Indra Ariono WALHI JATIM dan Direktur Konservasi Energi. Hendra Iswahyudi Kementrian ESDM. Para nara sumber secara umum memparkan sesuai bidang keahlian masing masing sebagai bentuk stimulus kepada mahasiswa untuk dapat menghasilkan ide-ide inovatif dan mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk mempercepat transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai penutup Direktur Konservasi Energi. Hendra Iswahyudi Kementrian ESDM menyampaikan bahwa prinsip pengelolaan energy di Indonesia mengacu kepada 3 prinsip yaitu ketersediaan, akses dan keberlanjutan lingkungan. “Sehingga untuk itu diharapkan semua sektor usaha di bidang energy melakukan aksi aksi mitigasi seperti efisiensi energy , transisi energi terbarukan, bahan bakar rendah karbon dan program program lainnya yang relevan,” paparnya.

Dan beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Nurul jadid yang sudah menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah bidang ketahanan dan keberlanjutan energi. (rh)

H. Khairul Anam, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Sambut Baik Permendikdasmen Nomor 1 tahun 2025

Probolinggo, Berdampak.net – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, mengeluarkan Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2025 tentang Redistribusi Guru Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. Anggota DPR-D Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI-Perjuangan H. Khairul Anam, menyambut baik peraturan menteri tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik peraturan menteri yang mengathr redistribusi dan mutasi ASN  sektor Pendidikam baik PNS maupun PPPK tersebut.

“Saya sebagai Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo menyambut baik Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan pemerintah pusat belum lama ini. Dimana regulasi tersebut mengatur redistribusi dan mutasi ASN sektor Pendidikan baik PNS maupun PPPK,” jelasnya, Rabu (29/01/2025).

Ia menjelaskan, peraturan menteri ini perlu didukung dan didorong, karena ia menilai peraturan tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia terutama di Kabupaten Probolinggo.

“Ini adalah kabar gembira atas perjuangan panjang untuk lahirnya kebijakan penting yang didorong atas kebutuhan sekolah swasta. Kami sebagai bagian dari motor penggerak, regulasi ini adalah bentuk keperdulian pemerintah atas kesenjangan pendidikan yang melibatkan sekolah swasta, hususnya di Probolinggo . Karena aturan tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan tenaga pendidik sekolah swasta yang selama ini krisis. Sebab, regulasi tersebut bukan hanya mengatur penugasan dan pemindahan ASN di sekolah swasta akan tetapi juga penempatan tenaga pendidik sesuai kebutuhan sehingga bisa memaksimalkan kinerja pendidik pada sekolah yg dituju,” ujarnya.

“Akan tetapi, sebagai implementasi dari peraturan tersebut saya ingin mengingatkan kepada Dikdaya Kabupaten Probolinggo terkait pendataan dan pemetaan kebutuhan guru harus dilakukan secara adil efektif. Sebagai contoh, Guru PPPK yang sebelumnya berasal dari sekolah swasta yang sekarang ditugaskan di sekolah negeri, perlu dikaji untuk dikembalikan ke sekolah swasta yang membutuhkan. Dan saya yakin jika redistribusi ini terapkan secara benar akan bermanfaat secara keseluruhan dunia pendidikan bukan hanya sekolah swasta saja yang diuntungkan,” pungkasnya. (fiq)

Pesantren Nurul Jadid Paiton Capai Prestasi Internasional dengan Sertifikat ISO 21001:2018

Probolinggo, Berdampak.net – Jutaan pasang mata alumni, wali santri, dan masyarakat menyaksikan penyerahan Sertifikat ISO 21001:2018 kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dari PT Global Certification Indonesia, baik secara langsung maupun virtual, pada acara Haul Masyayikh dan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ahad (25/01/25). Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ir. Titis Arganto Aryoseno, M.M., dan Ir. Sunarwanto kepada KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh) dan KH. Abdul Hamid Wahid (Kepala Pesantren).

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh sertifikat ISO ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen di pesantren.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil memperoleh sertifikat ISO 21001:2018, standar internasional untuk sistem manajemen organisasi pendidikan. Dengan penerapan ISO ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen di pesantren serta memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan benar-benar bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ungkapnya.

KH. Hamid menambahkan, penerapan ISO 21001:2018 bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pendidikan di pesantren berjalan dengan lebih terstruktur, terukur, efisien, dan profesional.

“Dengan sistem manajemen yang lebih baik, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang optimal dan maksimal bagi para santri, serta memperbaiki pelayanan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kami jalankan untuk masyarakat,” imbuhnya. Ia juga berharap, dengan standar internasional ini, kemanfaatan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk umat dapat semakin dirasakan dan lebih luas lagi. Apalagi, dalam Pengembangan Induk Pesantren (PIP), pondok menetapkan bahwa pada tahun 2040 lembaga ini akan menjadi institusi dengan reputasi dunia.

Selanjutnya, Bupati Bondowoso yang baru saja terpilih menegaskan, ISO dalam Sistem Manajemen Operasional Pendidikan (SMOP) akan mendudukkan pembelajaran dan pengajaran di Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai bagian penting dalam peningkatan manajemen melalui penyusunan PDCA (Plan, Do, Check, Act) atau PPEPP (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Pengendalian) secara saksama.

“Pengelolaan pendidikan di pesantren tidak hanya diaudit oleh auditor internal, tetapi juga eksternal. Dengan demikian, penjaminan mutu menjadi pondasi kuat untuk pengelolaan pesantren, yang selama ini dilakukan secara alamiah,” pungkasnya.

Sebagai inisiator, Dody Heral Ardiansyah, S.Psi, menegaskan bahwa sertifikat ISO bukan hanya sekadar selembar kertas, melainkan sebagai bukti penerapan pola kerja keras, cerdas, dan tuntas dalam mengelola pesantren.

“Pesantren Nurul Jadid Paiton dengan pengelolaan manajemen yang baik dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang bermutu, layak untuk mendapatkan sertifikat ISO 21001:2018,” ujarnya. (pm)