Para Agen Perubahan Menyala di Mimbar Kampus

Mimbar kampus dalam kancah keorganisasian memegang hal penting dan strategis untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu memiliki kemampuan dan gerakan dalam menopang kelahiran insan pengabdi dan pejuang. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan penempaan mahasiswa organisatoris yang pada pundaknya banyak harapan dipikulkan baik tentang agama maupun negara atas nama Republik Indonesia.

Para pengurus organisasi merupakan duta resmi (diplomat) dari organisasi yang dipimpinnya (J. Winardi: 2015). Dengan  adanya organisasi maka mahasiswa memiliki tempat untuk melaksanakan pelatihan diplomasi, yang akan bermanfaat kelak yaitu menjadi agen perubahan, melawan stagnan yang berkubang pada keterbelakangan dan ketertinggalan.

Hasil riset para pakar manajemen organisasi tentang kepemimpinan yang sukses memberikan kontribusi mendasar bahwa sebagai perwujudan dari inteligensia atau kecerdasan (Jamal Madhi: (2001). Hanya orang-orang atau mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kecerdasan yang mampu diberi tugas untuk memberikan kontribusi dan menerobos alam kegalapan yang tuli dan ambigu terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Jibaku pengkaderan di Universitas Ibrahimy (UNIB) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) digelar  untuk menjadi esatafet menyiapkan pemimpin-pemimpin hari esok yang cemerlang dan mampu menorehkan sejarah dengan tinta emas, dan menaikkan bendera kemahasiswaan  menjadi sepenuh tiang, menjauhi kisah bendera yang menuai duka di setengah tiang.

Gebyar “Debat Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) BEM menggema di seantero kampus UNIB Putri pada Kongres XXIV BEM UNIB, yang mulai digelar tanggal 24 Juni, dan berakhir pada tanggal 4 Juli, dengan perjalanan kegiatan tanggal 24 Juni dimulai dengan pembukaan Kongres, Sidang Pleno, Tata Tertib (Tatib) Kongres, dan teruskan dengan sidang komisi yang membahas tentang regulasi-regulasi kemahasiswaan di ranah UNIB dan Fakultas-fakultas.

Setelah selesai sidang pleno dan sidang Komisi, dilanjutkan dengan pembentukan penyelenggara ‘Pemilihan Umum’ (Pemilu), yaitu ‘Komisi Pemilihan Umum’ (KPU), Panitia Pengawas Pelaksanaan (Panwaslak) yang diseleksi dari unsur mahasiswa. Sidang pleno, tatib Kongres diputuskan bahwa bagi capres BEM UNIB, syaratnya adalah untuk mahasiswa Semester 6 dan pernah mengikuti pengkaderan yang resmi di BEM UNIB, dan untuk cawapres BEM UNIB, syaratnya adalah mahasiswa semester 4 dan juga harus telah mengikuti pengkaderan.

Dalam Pemilu BEM UNIB tahun 2024 diikuti oleh 6 Fakultas yaitu Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), Fakultas Tarbiyah (FT), Fakultas Dakwah (FD), Fakultas Sains dan Teknologi (Fsaintek),Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum), dan Fakultas Ilmu Kesehatan FIK).

Lusi Oktaviani, MM selaku Kepala bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan putri saat diwawancarai menyampaikan dengan berapi-api,” “Kami berharap dengan terlaksananya Kongres XXIV BEM UNIB dapat kemudian memberikan peta konsep yang terbaik untuk organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNIB “. Saat akan diwawancarai lebih lanjut Bu Lusi, yang merupakan sapaan akrabnya sudah memberikan senyum dan tanda cukup.

Pada sesi lanjutan ‘Debat Kandidat Capres-Cawapres’ dengan tiga materi debat yaitu pertama adalah Khittah Ma’hadiyah, materi yang kedua adalah Dinamika Organisasi, dan materi yang ketiga adalah Dinamika Keuangan. Materi-materi ini sengaja diangkat oleh KPU dalam rangka untuk mengetahui kesiapan dan kemantapan dari pasangan Capres -Cawapres untuk memimpin BEM UNIB. KPU memberikan medan seluas-luasnya kepada Capres-Cawapres berkampanye secara sehat, jujur dan adil. Kampanye di akhiri pada hari Senin tanggal 1 Juli. Kemudian Kongres ini berakhir pada Kamis tanggal 4 Juli dengan melahirkan Presiden dan Wakil Presiden BEM UNIB tahun 2024/2025 terpilih dari Paslon 3  Silviana Kurnia Putri (FISHUM) sebagai Presiden dan Ainur Rizqiyah (FSEI) sebagai Wakil Presiden. Sedangkan Paslon 1 Mar’atus Sholeha (FSEI) – Noer Haliza (FD) dan Paslon 2 Ni’matul Fadilah (FSE) – Navik Putri (FSEI) dinyatakan kalah dalam kontestasi Pemilu tahun ini.

Direncanakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ‘terpilih’ BEM UNIB Sukorejo Situbondo tahun 2024/2025 akan dilangsungkan pada tanggal 19 Juli 2024 oleh Rektor KH. Ach. Fadlail, S.H., M.H. di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Sayafi’iyah Sukorejo Situbondo. Good Luck.

Selamat berjuang para generasi mahasantri, pergolakan organisasi kemahasiswaan merupakan wadah yang menyatukan erat prinsip perjuangan dan sebagai tanah pemikiran yang penuh dengan kritisme konstruktif sehingga membuahkan gerakan kampus yang mampu bertahan dan terus maju pada pasang surut dinamika kehidupan nyata. Allah bless you.

*Oleh Zaehol Fatah
Penulis merupakan Dosen UNIB Ibrahimy, dan aktivis S3tv

PPDB 2024 SD dan SMP Kota Probolinggo Transparan dan Berkeadilan: Anak-Anak adalah Aset bangsa

Probolinggo, Berdampak.net – Siti Romlah selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo dalam konferensi pers Jumat (5/7) menjelaskan bahwa pada saat ini PPDB memasuki tahap akhir yang sejak kemarin sudah dilakukan berbagai jalur yaitu jalur zonasi, afirmasi, disabilitas, dan mutasi Pernyataan dan semua berjalan transparan dan adil tidak tebang pilih.

“Semua jalur itu sudah selesai dilakukan dan dipastikan tidak proses penerimaan siswa baru sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Berikut nya iya juga menekankan bahwa pihaknya sangat serius dalam menangani penerimaan PPDB. Dia mengimbau masyarakat mengikuti proses resmi sesuai dengan ketentuan yang ada dan menghindari hal hal yang tidal sesuai dengan jalur yang di tentukan.

“Dalam PPDB 2024 SD SMP ini Disdikbud Kota Probolinggo memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon siswa untuk masuk sekolah sesuai dengan pilihan mereka. Tidak memandang latar belakang dan siapa dia karna semua sama,” tambahnya.

Dengan menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat kami aplikasikan Dengan sistem kerja yang transparan dan adil dalam PPDB 2024 ini setiap anak diharapakan dapat hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” harapnya. (yan)

Warga Jrebeng Lor Berhasil Menyulap Plastik Menjadi Gaun Cantik

Probolinggo, Berdampak.net – Di era modern ini, inovasi dan kreativitas dalam memanfaatkan barang-barang bekas semakin berkembang pesat. Salah satu contoh nyata datang dari Vitria, seorang warga yang tinggal di Jl. Sunan Ampel RT 03 RW 09, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Vitria berhasil mendaur ulang plastik menjadi gaun cantik yang kini digunakan dalam berbagai acara pentas sekolah.

Kisah ini berawal dari permintaan anaknya yang ingin tampil memukau dalam acara pentas seni di TK Kartini. Merasa tertantang, Vitria yang memiliki keterampilan menjahit memutuskan untuk membuat gaun unik dari bahan plastik bekas. Dengan penuh semangat, ia mulai mengumpulkan berbagai jenis plastik dari lingkungan sekitar. Tak hanya ramah lingkungan, gaun yang dihasilkan pun tampak elegan dan menarik perhatian banyak orang.

Gaun pertama yang dibuat Vitria berhasil mencuri perhatian para guru dan orang tua murid di acara tersebut. Keindahan dan keunikannya membuat banyak orang kagum. Kini, Vitria telah membuat beberapa gaun dari bahan plastik yang berhasil digunakan dalam berbagai pentas seni dan acara sekolah lainnya.

Proses pembuatan gaun ini tidaklah mudah. Vitria harus memastikan setiap potongan plastik dibersihkan dan dipotong dengan rapi sebelum dijahit menjadi sebuah gaun. Selain membutuhkan keterampilan menjahit, proses ini juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Namun, Vitria merasa usaha kerasnya terbayar dengan hasil yang memuaskan dan dapat mengurangi sampah plastik di lingkungannya.

Inisiatif Vitria ini mendapat apresiasi dari banyak pihak mendukung kegiatan daur ulang dan kreatif seperti ini. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Vitria berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah.

Kreativitas Vitria dalam mendaur ulang plastik menjadi gaun cantik tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah pada barang bekas yang sering dianggap tidak berguna. Semoga kisah ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berinovasi dan peduli terhadap lingkungan. (don)

Masjid Nadlatuttujar Kebakaran, Rencana Peresmian Tertunda

Probolinggo, Berdampak.net – Masjid Nadlatuttujar, yang dikenal sebagai Masjid santri preneur, mengalami kebakaran hebat. Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum rencana peresmian yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh besar seperti KH Zuhri Zaini, KH Baha’udin Nursalim (Gus Baha’), dan Khofifah Indar Parawansa. Minggu (23 Juni 2024)

Kebakaran Tak Terduga

Kebakaran yang menghanguskan masjid ini terjadi dalam waktu kurang lebih 45 menit. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, dan hingga kini masih menjadi misteri. Pengawas pesantren, H. Zainul, mengaku sangat kaget saat menerima kabar bahwa masjid tersebut telah dilalap api.

Fasilitas dan Pendanaan

Masjid ini dibangun sebagai fasilitas bagi santri yang mukim serta masyarakat sekitar. Pendanaan pembangunan masjid dilakukan secara mandiri dan juga mendapatkan dukungan dari simpatisan yang berkenan menyumbang. Nama Nadlatuttujar diambil dari pemikiran KH Wahab Hasbullah, dengan harapan agar kaum nahdliyin bisa mandiri secara ekonomi

Lanjutkan Pembangunan

Meskipun masjid ini telah mengalami kerusakan parah, pembangunan akan terus dilanjutkan. Masjid yang bernuansa heritage dengan 80 persen bahan dari kayu lama ini diharapkan tetap bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Tindakan Cepat

Kacong, yang juga merupakan pengawas masjid, segera melaporkan kejadian ini ke polsek terdekat. Pemadam kebakaran segera tiba di lokasi dan melakukan proses pendinginan untuk mencegah penyebaran api lebih lanjut.

Kebakaran Masjid Nadlatuttujar adalah peristiwa yang sangat disayangkan, namun semangat untuk melanjutkan pembangunan masjid tetap kuat. Pihak pesantren dan masyarakat berkomitmen untuk membangun kembali masjid ini demi kemaslahatan bersama.