Warga Jrebeng Lor Berhasil Menyulap Plastik Menjadi Gaun Cantik

Probolinggo, Berdampak.net – Di era modern ini, inovasi dan kreativitas dalam memanfaatkan barang-barang bekas semakin berkembang pesat. Salah satu contoh nyata datang dari Vitria, seorang warga yang tinggal di Jl. Sunan Ampel RT 03 RW 09, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Vitria berhasil mendaur ulang plastik menjadi gaun cantik yang kini digunakan dalam berbagai acara pentas sekolah.

Kisah ini berawal dari permintaan anaknya yang ingin tampil memukau dalam acara pentas seni di TK Kartini. Merasa tertantang, Vitria yang memiliki keterampilan menjahit memutuskan untuk membuat gaun unik dari bahan plastik bekas. Dengan penuh semangat, ia mulai mengumpulkan berbagai jenis plastik dari lingkungan sekitar. Tak hanya ramah lingkungan, gaun yang dihasilkan pun tampak elegan dan menarik perhatian banyak orang.

Gaun pertama yang dibuat Vitria berhasil mencuri perhatian para guru dan orang tua murid di acara tersebut. Keindahan dan keunikannya membuat banyak orang kagum. Kini, Vitria telah membuat beberapa gaun dari bahan plastik yang berhasil digunakan dalam berbagai pentas seni dan acara sekolah lainnya.

Proses pembuatan gaun ini tidaklah mudah. Vitria harus memastikan setiap potongan plastik dibersihkan dan dipotong dengan rapi sebelum dijahit menjadi sebuah gaun. Selain membutuhkan keterampilan menjahit, proses ini juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Namun, Vitria merasa usaha kerasnya terbayar dengan hasil yang memuaskan dan dapat mengurangi sampah plastik di lingkungannya.

Inisiatif Vitria ini mendapat apresiasi dari banyak pihak mendukung kegiatan daur ulang dan kreatif seperti ini. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Vitria berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah.

Kreativitas Vitria dalam mendaur ulang plastik menjadi gaun cantik tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah pada barang bekas yang sering dianggap tidak berguna. Semoga kisah ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berinovasi dan peduli terhadap lingkungan. (don)

Masjid Nadlatuttujar Kebakaran, Rencana Peresmian Tertunda

Probolinggo, Berdampak.net – Masjid Nadlatuttujar, yang dikenal sebagai Masjid santri preneur, mengalami kebakaran hebat. Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum rencana peresmian yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh besar seperti KH Zuhri Zaini, KH Baha’udin Nursalim (Gus Baha’), dan Khofifah Indar Parawansa. Minggu (23 Juni 2024)

Kebakaran Tak Terduga

Kebakaran yang menghanguskan masjid ini terjadi dalam waktu kurang lebih 45 menit. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, dan hingga kini masih menjadi misteri. Pengawas pesantren, H. Zainul, mengaku sangat kaget saat menerima kabar bahwa masjid tersebut telah dilalap api.

Fasilitas dan Pendanaan

Masjid ini dibangun sebagai fasilitas bagi santri yang mukim serta masyarakat sekitar. Pendanaan pembangunan masjid dilakukan secara mandiri dan juga mendapatkan dukungan dari simpatisan yang berkenan menyumbang. Nama Nadlatuttujar diambil dari pemikiran KH Wahab Hasbullah, dengan harapan agar kaum nahdliyin bisa mandiri secara ekonomi

Lanjutkan Pembangunan

Meskipun masjid ini telah mengalami kerusakan parah, pembangunan akan terus dilanjutkan. Masjid yang bernuansa heritage dengan 80 persen bahan dari kayu lama ini diharapkan tetap bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Tindakan Cepat

Kacong, yang juga merupakan pengawas masjid, segera melaporkan kejadian ini ke polsek terdekat. Pemadam kebakaran segera tiba di lokasi dan melakukan proses pendinginan untuk mencegah penyebaran api lebih lanjut.

Kebakaran Masjid Nadlatuttujar adalah peristiwa yang sangat disayangkan, namun semangat untuk melanjutkan pembangunan masjid tetap kuat. Pihak pesantren dan masyarakat berkomitmen untuk membangun kembali masjid ini demi kemaslahatan bersama.