Krisis BBM Akibat Penutupan Gumitir: Negara Terlambat Berpikir?

oleh; Fajar Satrio Bangun Wibowo

JEMBER – Penutupan Jalur Nasional Gumitir sejak 24 Juli 2025 memicu krisis distribusi BBM di Jember, Bondowoso, dan Lumajang. Jalur penghubung utama Banyuwangi–Jember itu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan urat nadi logistik dan energi wilayah timur Jawa.

Akibatnya, antrean panjang mengular di SPBU. Solar dan Pertalite langka. Harga di pasar gelap menembus Rp27.000 per liter. Warga harus mengantre sejak dini hari hanya untuk mendapati dispenser kosong sebelum siang.

Masalah utamanya bukan semata jalur ditutup, tapi gagalnya antisipasi. Padahal informasi penutupan sudah diketahui sejak awal Juli. Tapi skenario distribusi alternatif baru dijalankan setelah krisis meledak, ketika 79 mobil tangki tambahan dikirim terlambat dari Surabaya dan Malang.

Waktu tempuh distribusi bertambah dari 4 jam menjadi 11 jam lewat jalur baru. Tapi tidak ada penyesuaian armada atau simulasi distribusi sebelumnya. Yang muncul justru narasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *