Ngaji Budaya Serap Aspirasi Seniman, Arah Kebudayaan Probolinggo Diperkuat

Probolingg.Berdampak.net– Momentum Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi kebudayaan. Dewan Kebudayaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar forum “Ngaji Budaya” di Alun-alun Kraksaan, Kamis (23/4/2026) malam.
Forum ini menjadi titik temu para seniman, budayawan, dan pemangku kebijakan untuk membicarakan arah pengembangan kebudayaan daerah. Puluhan pelaku seni dari berbagai wilayah hadir, menyampaikan gagasan hingga keluhan yang selama ini dihadapi di lapangan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Ngaji Budaya kami hadirkan sebagai ruang dialog terbuka. Aspirasi dari para seniman akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang lebih kontekstual dan tepat sasaran,” ujarnya.
Diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari perlunya arah kebijakan yang lebih terstruktur, dukungan berkelanjutan bagi pelaku seni, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Dewan Kebudayaan.
Para peserta juga menyoroti pentingnya skema dukungan ekonomi bagi seniman. Selama ini, keterbatasan akses pendanaan dinilai masih menjadi kendala utama dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan karya.
Selain itu, sinergi kelembagaan menjadi sorotan penting. Arief menekankan bahwa kerja sama yang solid antara Disdikdaya dan Dewan Kebudayaan merupakan kunci dalam membangun ekosistem seni yang sehat dan berdaya.
“Apa yang disampaikan malam ini akan kami jadikan bahan evaluasi serius untuk perbaikan program ke depan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, muncul pula aspirasi mendesak terkait percepatan pelantikan pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Para seniman menilai, legalitas formal lembaga tersebut sangat penting agar mampu bergerak lebih efektif dalam mengawal program kebudayaan.
Menanggapi hal itu, Arief memastikan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pelantikan Dewan Kebudayaan menjadi bagian penting agar lembaga ini memiliki legitimasi kuat dalam menjalankan perannya,” tegasnya.
Melalui forum “Ngaji Budaya”, diharapkan lahir arah baru kebijakan kebudayaan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku seni lokal. Pemerintah daerah pun dituntut tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *