Reno Handoyo Resmi Pimpin KONI Probolinggo, Gus Haris Minta Tembus 15 Besar Porprov Jatim
Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Jalan Ahmad Yani Nomor 23, Kota Probolinggo, pada Kamis (1/10/26) sore. Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru yang dinahkodai Reno Handoyo untuk menjalankan program kerja dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
Dalam arahannya, Reno Handoyo menegaskan bahwa kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan pembinaan olahraga Kabupaten Probolinggo. Ia menyampaikan komitmen KONI untuk memperkuat tata kelola organisasi agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional, sekaligus membenahi sistem pembinaan melalui latihan yang terstruktur bagi atlet usia dini maupun atlet berprestasi. Reno juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, serta keterlibatan pihak swasta agar sarana prasarana dan pendanaan olahraga dapat berjalan lebih optimal.
Bukan hanya soal program internal, kepengurusan KONI juga diminta menyusun strategi yang lebih tajam dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil meminta pengurus KONI Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan pemetaan cabang olahraga unggulan. Menurutnya, evaluasi dan pemetaan perlu berbasis data yang akurat serta verifikasi langsung di lapangan agar strategi pembinaan benar-benar berorientasi pada peluang perolehan medali. Nabil juga menilai capaian Probolinggo dalam beberapa penyelenggaraan Porprov mengalami peningkatan, dari peringkat ke-29 menjadi ke-25, kemudian naik ke posisi ke-19, sehingga hasil tersebut dapat dijadikan pijakan untuk menyusun langkah menghadapi Porprov berikutnya.
Target peningkatan prestasi juga menjadi penekanan utama dari Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris. Gus Haris berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tren kenaikan prestasi tersebut dan bahkan menembus posisi 15 besar pada Porprov Jatim, atau meraih hasil yang lebih tinggi melalui persiapan serta strategi yang tepat. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata diukur dari medali, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat berlatih para atlet.
Gus Haris turut mengingatkan perlunya penentuan prioritas mengingat tidak semua cabang olahraga dapat dipersiapkan secara merata. Dari total 71 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Jatim, Kabupaten Probolinggo hanya memiliki 44 cabang olahraga yang disiapkan. Karena itu, pengurus diharapkan mempertimbangkan potensi tiap cabang dengan memperhatikan kemampuan anggaran daerah yang terbatas melalui klasifikasi dan strategi pembinaan yang terukur, termasuk mengidentifikasi cabang-cabang yang dinilai memiliki peluang meraih medali. Dengan pemetaan yang baik, kepengurusan baru diharapkan mampu menentukan fokus pembinaan, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, dan membawa Probolinggo meraih prestasi lebih tinggi pada ajang olahraga provinsi tersebut. (rh)