UB Peringkat Kedua Maba Terbanyak 2026, Bukti Daya Tarik Kampus & Lingkungan Kemahasiswaan yang konsisten

Malang, Berdampak.net – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026 kembali menjadi sorotan publik karena memperlihatkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap perguruan tinggi negeri. Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah kampus berhasil menarik perhatian dengan jumlah mahasiswa baru yang besar. Salah satu yang menonjol adalah Universitas Brawijaya (UB)yang menempati posisi kedua dalam daftar kampus dengan Maba terbanyak tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi kampus peringkat teratas dengan jumlah mahasiswa baru sekitar 20.000. Namun, di bawahnya, Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan capaian yang kuat dengan total sekitar 17.000 mahasiswa baru. Dengan angka tersebut, UB tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kampus favorit, tetapi juga memperlihatkan konsistensi daya tariknya di mata lulusan SMA/SMK dan sederajat.

Penilaian masyarakat terhadap UB juga terlihat dari luasnya minat pada berbagai program studi yang dimiliki. Sejumlah jurusan yang dinilai memiliki prospek kerja dan peluang studi lanjut terus menjadi daya tarik utama. Selain itu, UB juga dinilai mampu menjaga daya saing akademik sekaligus menghadirkan lingkungan kampus yang dinamis melalui beragam kegiatan mahasiswa, baik di bidang akademik, organisasi, maupun pengembangan talenta.

Menariknya, pencapaian UB pada tahun ini semakin menguatkan posisi UB dalam peta persaingan PMB. Jika dibandingkan dengan kampus lain, UB berada di bawah UNESA namun tetap melampaui kampus-kampus besar lainnya yang berada pada peringkat berikutnya. Setelah UB, daftar tersebut menyebut Universitas Diponegoro (UNDIP) di posisi ketiga dengan 16.267 mahasiswa baru, lalu Universitas Indonesia (UI) di posisi keempat dengan 14.172 mahasiswa baru. Artinya, UB memiliki jarak capaian yang cukup meyakinkan dalam persaingan ketat penerimaan mahasiswa baru.

Tingginya jumlah mahasiswa baru di UB dapat dibaca sebagai hasil dari beberapa faktor. Pertama, nama besar dan rekam jejak UB sebagai kampus negeri yang telah lama dikenal memiliki program studi beragam dan kontribusi akademik yang kuat. Kedua, minat masyarakat terhadap UB juga dipengaruhi oleh ketersediaan jalur masuk dan strategi informasi yang menjangkau calon mahasiswa lebih luas. Ketiga, UB kerap dipersepsikan sebagai kampus yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang melalui kegiatan berbasis prestasi dan penguatan karakter.

Selain itu, momen PMB tahun 2026 ini juga menjadi penanda bahwa kebutuhan pendidikan berkualitas masih terus meningkat. Calon mahasiswa tidak hanya mempertimbangkan faktor “universitas favorit”, tetapi juga menimbang hal-hal seperti arah karier, peluang kerja, ekosistem kampus, organisasi kemahasiswaan kampus serta kualitas pembelajaran. UB, dengan posisinya sebagai kampus peringkat kedua, dinilai berhasil memenuhi ekspektasi tersebut—sehingga berkontribusi pada besarnya jumlah pendaftar dan pada akhirnya jumlah mahasiswa baru yang diterima.

Ke depan, dengan banyaknya mahasiswa baru yang masuk, UB diharapkan terus memastikan kesiapan layanan perkuliahan. Mulai dari kesiapan orientasi mahasiswa, penguatan sistem akademik, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga pendampingan agar transisi mahasiswa dari sekolah ke kampus berjalan lancar. Sebab, peningkatan jumlah mahasiswa baru yang tinggi idealnya juga diiringi kualitas pengalaman belajar yang konsisten.

Fenomena ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa UB bukan sekadar ikut bersaing dalam penerimaan mahasiswa baru, melainkan menjadi salah satu kampus yang benar-benar diperhitungkan. Peringkat kedua dengan sekitar 17.000 mahasiswa baru menjadi sinyal kuat bahwa UB tetap menjadi pilihan utama bagi banyak calon mahasiswa pada tahun 2026.

Demokrat Probolinggo Tak Mau Tunggu Pemilu, Target 3 Kursi Mulai Diburu dari Sekarang

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kabupaten Probolinggo. Kader diminta tidak menunggu momentum Pemilu untuk bergerak, tetapi membangun kekuatan dan kepercayaan masyarakat sejak sekarang.

Pesan tersebut mengemuka dalam konsolidasi kader Demokrat yang digelar di Bromo View, Senin (24/8/2026).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, mendorong kader Demokrat Probolinggo lebih aktif turun ke masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Target politik yang dipasang pun cukup jelas, yakni merebut tiga kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu mendatang.

Target tersebut bukan sekadar angka. Tiga kursi menjadi bagian dari upaya Demokrat membangun kembali kekuatan politiknya di Kabupaten Probolinggo.

Agung menekankan, waktu menuju Pemilu tidak boleh dihabiskan hanya dengan menunggu tahapan politik dimulai. Menurutnya, kerja politik harus dibangun melalui kehadiran kader di tengah masyarakat secara konsisten.

“Kalau kita hadir di tengah masyarakat, Insya Allah Demokrat akan semakin besar,” menjadi salah satu pesan Agung dalam konsolidasi tersebut.
Dorongan untuk bergerak lebih awal menunjukkan Demokrat ingin mengubah pola kerja politik. Partai tidak ingin hanya terlihat aktif ketika Pemilu sudah semakin dekat.
Konsolidasi struktur, penguatan jaringan hingga tingkat bawah, kaderisasi serta komunikasi dengan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Demokrat belum mendapatkan kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu 2024.
Karena itu, target tiga kursi sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan apakah mesin politik Demokrat benar-benar mampu bangkit.
Tidak cukup hanya memasang target. Demokrat juga membutuhkan figur yang kuat, struktur yang bekerja dan kader yang konsisten menjaga hubungan dengan masyarakat.
Target tiga kursi pada akhirnya akan menjadi ukuran keberhasilan konsolidasi Demokrat Probolinggo.
Jika kerja politik dimulai jauh sebelum Pemilu, partai memiliki waktu untuk memetakan kekuatan, membangun basis dukungan dan menyiapkan kandidat potensial.

Sebaliknya, jika mesin politik kembali bergerak hanya menjelang pencoblosan, target tersebut akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Bagi Demokrat Probolinggo, pertarungan merebut kursi DPRD bukan baru dimulai ketika masa kampanye tiba.