Kebakaran Hutan Kalimantan Meluas, PENA HIJAU Desak Langkah Konkret Pemerintah
Palangkaraya, Berdampak.net— Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Kalimantan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Kabut asap pekat dan hilangnya ratusan hektar ekosistem hutan dinilai sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan lingkungan serta kesehatan masyarakat lokal.
Pegiat lingkungan sekaligus Founder Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan (PENA HIJAU), Taufiqur Rohim, secara tegas menyesalkan berulangnya musibah hebat ini. Menurutnya, kebakaran yang terus terjadi setiap tahun menunjukkan masih lemahnya mitigasi pencegahan dan penegakan hukum di lapangan.
“Kami sangat menyesalkan kebakaran hutan di Kalimantan yang kembali meluas. Ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan krisis ekologi yang berdampak langsung pada keanekaragaman hayati dan masa depan generasi muda. Hutan Kalimantan adalah paru-paru dunia yang seharusnya kita jaga bersama, bukan dibiarkan hangus,” ujar Taufiqur Rohim.
Ia menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti, yakni penegakan hukum, dengan menindak tanpa pandang bulu para pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi yang terlibat.
“Penguatan Mitigasi Berbasis Masyarakat dengan Mengandalkan peran aktif pemuda dan komunitas lokal dalam patroli serta pemadaman dini sebelum api membesar,” lanjut pria asal Kabupaten Probolinggo tersebut.
Selanjutnya Taufiq juga menyampaikan, pentingnya restorasi lahan gambut, untuk mempercepat pemulihan kawasan yang rentan terbakar agar tidak menjadi langganan krisis setiap tahun.
Melalui organisasi PENA HIJAU, Taufiq mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk meningkatkan pengawasan serta aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam Kalimantan. Pihaknya mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk tidak hanya fokus pada pemadaman saat krisis terjadi, tetapi memperkuat strategi pencegahan jangka panjang demi mencegah dampak ekologis yang lebih parah.
“Jangan hanya melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran saja, namun pemerintah dan juga tentu dibantu oleh masyarakat diharapkan terus melakukan mitigasi jangka panjang demi mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (rd)