Portal Kebudayaan, Terobosan Digital Arif Hermawan untuk Majukan Kebudayaan Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net — Upaya pelestarian dan pengembangan budaya di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Arif Hermawan, menggagas hadirnya Portal Kebudayaan sebagai pusat informasi digital yang mudah diakses masyarakat.

Portal ini dirancang menjadi etalase lengkap potensi budaya lokal—mulai dari peninggalan sejarah, seni tradisi, kuliner khas, adat istiadat, hingga agenda kegiatan budaya di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Melalui platform ini, masyarakat diharapkan dapat dengan cepat mengetahui, mempelajari, dan ikut melestarikan kekayaan budaya yang selama ini tersebar di berbagai daerah.

Menurut Arif Hermawan, digitalisasi adalah langkah penting agar kebudayaan dapat terus relevan di tengah perkembangan teknologi. “Budaya tidak boleh tertinggal oleh zaman. Justru harus hadir lebih dekat kepada masyarakat melalui media digital. Portal Kebudayaan ini akan menjadi ruang bersama untuk mengenal jati diri daerah,” ujarnya.

Selain menjadi pusat informasi, portal tersebut juga direncanakan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, seniman, akademisi, hingga masyarakat umum. Konten-konten seperti dokumentasi tari, cerita rakyat, peta situs budaya, hingga profil seniman lokal akan dipersiapkan secara bertahap.

Arif menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar warisan budaya Probolinggo tetap hidup dan dikenal hingga generasi mendatang. “Kami ingin setiap orang dapat menemukan kekayaan budaya kita hanya dengan satu sentuhan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk identitas daerah,” tambahnya.

Dengan gagasan visioner ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo optimistis bahwa pelestarian budaya dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan inklusif. Portal Kebudayaan diharapkan menjadi langkah nyata menuju Probolinggo sebagai daerah yang tidak hanya kaya, tetapi juga bangga pada budayanya. (fj)

Kiai Kholil Jadi Pahlawan Nasional: JongMa Probolinggo Siapkan Tasyakuran dan Kajian

Probolinggo, Berdampak.net – Jong Madura Probolinggo (JongMa) akan menggelar tasyakuran atas penetapan Kiai Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional. Kegiatan ini menjadi bentuk syukur sekaligus penghormatan terhadap tokoh besar Madura yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa.

Agenda tasyakuran tersebut juga dirangkai dengan kajian mendalam terkait jejak perjuangan dan pemikiran Kiai Kholil. Kajian akan menyoroti pergerakan, peran pendidikan, hingga dimensi tasawuf yang menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual beliau.

Selain tasyakuran, JongMa Probolinggo memulai rangkaian kegiatan dengan konsolidasi awal bersama para mahasiswa. Konsolidasi ini melibatkan perwakilan dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Pertemuan tersebut digelar di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid pada Kamis (20/11/25). Lokasi ini dipilih sebagai ruang bertemunya gagasan dan komitmen mahasiswa Madura yang tengah menempuh pendidikan di Probolinggo Raya.

Ketua Umum Jong Madura Probolinggo, Ponirin Mika, menekankan bahwa banyak nilai dan tradisi Madura saat ini mengalami kemunduran. Ia menilai karakter khas masyarakat Madura, seperti keakraban dan kesopanan, semakin jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ponirin menjelaskan bahwa ikatan persahabatan yang dulu sangat kuat antarwarga Madura juga mulai menipis. Hal ini, menurutnya, perlu segera dipulihkan lewat gerakan yang digagas oleh generasi muda.

Selain itu, Ponirin menyoroti derasnya arus budaya dari luar Madura yang mulai mempengaruhi cara hidup masyarakat. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai ancaman serius terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh para leluhur.

JongMa Probolinggo melihat bahwa revitalisasi nilai budaya Madura tidak dapat ditunda lagi. Upaya pelestarian ini, kata Ponirin, harus dimulai melalui ruang-ruang edukasi dan kebersamaan para pemuda Madura.

Melalui tasyakuran dan kajian pemikiran Kiai Kholil Bangkalan, JongMa berharap dapat menumbuhkan kembali kesadaran historis di kalangan generasi muda. Pemahaman terhadap tokoh besar seperti Kiai Kholil dinilai penting untuk memperkuat identitas kultural mereka.

JongMa Probolinggo juga menargetkan kegiatan ini mampu mempererat jejaring mahasiswa Madura di Probolinggo Raya. Dengan hubungan yang semakin solid, gerakan pelestarian budaya Madura diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. (pm)

Kolaborasi Multi Pihak, Festival 7 Ranu Sukses Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Festival 7 Ranu yang diselenggarakan sejak 7 – 16 November 2025 dinilai banyak pihak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Festival 7 Ranu merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Gus Harris dan Ra Fahmi untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan kearifan lokal di tujuh danau alami, yaitu Ranu Segaran, Ranu Agung, Ranu Satsit, Ranu Klakah, Ranu Tunjung, Ranu Gedang, dan Ranu Lamongan. Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seni budaya, wisata dan petualangan alam, serta sport tourism, termasuk prosesi penyatuan tujuh mata air, lomba perahu naga, dan kegiatan glamping.

Salah satu yang menonjol dari sukses nya acara ini adalah kebersamaan dan sinergi multi sektor baik dari pemerintah , swasta , komunitas, media dan masyarakat. Terlebih dengan dukungan Paiton Energy dan POMI untuk pengembangan ekowisata 7 Ranu adalah penyediaan infrastruktur ramah lingkungan berupa eco paving block FABA yang digunakan di area festival dan kawasan ekowisata di sekitar tujuh Paiton Energy – POMI turut berkontribusi melalui penyediaan lebih dari 160.000 unit eco paving block FABA dari total 350.000 unit dengan luas pemanfaatan mencapai 8.140 m², serta 600 ton material FABA untuk alas dan jalan akses menuju area festival. Produk ini digunakan di sejumlah desa sekitar kawasan danau, antara lain Desa Segaran, Tlogoargo, Andungsari, dan Ranuagung.

Diketahui Fly Ash and Bottom Ash (FABA) merupakan abu sisa pembakaran batu bara dari proses pembangkitan listrik di PLTU yang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA dikategorikan sebagai Non B3 (Non-Bahan Berbahaya dan Beracun) dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, seperti paving block, batako, bata interlock, pemadatan tanah, pembenah tanah dan beton jalan desa.

Produk eco paving block FABA dari Paiton Energy – POMI telah melalui uji mutu di Laboratorium Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan memiliki kelas mutu K300 ke atas, sehingga memenuhi standar kualitas konstruksi. Selain memperkuat infrastruktur ekowisata, pemanfaatan FABA ini juga membuka peluang ekonomi sirkular, mendorong produksi produk unggulan desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, mengatakan bahwa keterlibatan Perusahaan dalam program Ekowisata 7 Ranu merupakan bagian dari komitmen Paiton Energy dalam membangun ekonomi hijau dan berkelanjutan di wilayah operasional. Perusahaan percaya pengembangan ekowisata yang berakar pada potensi alam dan kearifan lokal dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Probolinggo.

Pemanfaatan FABA sebagai material pembangunan infrastruktur bukan sekadar inovasi pengelolaan limbah, tapi wujud aksi nyata mendukung pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat masa depan Indonesia. Kami juga ingin menunjukkan bahwa praktik ekonomi sirkular bisa berjalan seiring dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Fazil Erwin Alfitri.

President Director PT POMI, Sugiyanto, mengatakan bahwa kontribusi Perusahaan pada Festival 7 Ranu merupakan bentuk nyata sinergi multipihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Perusahaan melihat potensi besar dalam kolaborasi lintas sektor seperti ini. Dukungan infrastruktur FABA tidak hanya membantu kesiapan kawasan wisata, tetapi juga menjadi contoh penerapan prinsip green industry yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Sugiyanto.

Dalam hal ini dukungan multipihak termasuk swasta melalui program CSR dalam penyelenggaraan Festival 7 Ranu Probolinggo sangat penting untuk ikut mempromosikan dan mengangkat potensi wisata alam dan budaya lokal Probolinggo ke tingkat nasional.  

PT Paiton Energy – POMI telah melaksanakan program CSR sejak tahun 2000 yang dirancang setiap tahun, dan dipantau oleh Komite Pengembangan Masyarakat. Program dikategorikan dalam tiga fokus yaitu mendukung keberlanjutan Perusahaan (pembangkit), keberlanjutan sosial ekonomi, serta keberlanjutan energi dan lingkungan.

PT Paiton Energy adalah produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) pertama dan terbesar yang beroperasi di Indonesia. Pemegang saham Perusahaan terdiri dari RATCH Group, Nebras Power, dan Medco Daya Energi Sentosa (MDES). (fiq)