Gandeng FEB-UB, PT. POMI Bekali Mitra Binaan dengan Literasi Keuangan dan Pengembangan Usaha Melalui Blue Finance Accelerator

Probolinggo, Berdampak.net – Untuk menambah literasi keuangan dan pengembangan usaha melalui blue finance accelerator para pelaku usaha, PT. POMI menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang menggelar peningkatan kapasitas literasi keuangan dan pengembangan usaha melalui blue finance accelerator bagi mitra binaan, bertempat di POH2 PT.POMI Paiton, Kamis (11/12/2025).

Rochman Hidayat, HCFC Manager PT. POMI menjelaskan, pelatihan ini merupakan komitmen PT. POMI terhadap mitra binaan untuk terus dapat mengembangkan usaha dimasing-masing bidang.

Dengan demikian, para mitra binaan dapat memiliki Buku Kas Umum (BKU) sehingga bisa memonitor perkembangan bisnisnya.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, harapannya para kawan-kawan mitra binaan dapat menyusun laporan keuangan sendiri, sehingga bisa mengontrol dan memonitor keuangan di masing-masing sektor,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia berharap para mitra binaan untuk terus dapat melakukan evaluasi dan terus mebuat terobosan baru yang dapat membuat bisnis pada masing-masing sektor dapat lebih baik dari sebelumnya.

“Tentunya dengan pembekalan manajemen keuangan ini, diharapkan juga bisa meminimalisir laba rugi dari masing-masing bisnis yang dilaksanakan, dengan terus melakukan evaluasi dan improvement pada masing-masing bisnis,” jelasnya. (fiq)

Pahamkan Fiqih Wanita, IASS dan MUI Kecamatan Mayangan Gelar Diklat Fiqih Wanita Sasar Siswi SMPN 3 Kota Ptobolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Guna membekali para siswi pengetahuan tentang fiqih wanita agar bisa menjalani hidup sesuai syariat, meningkatkan kualitas spiritual, menjaga diri, dan keluarga dan masyarakat, serta terhindar dari penyimpangan agama, Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menggelar Diklat Fiqih Wanita selama 3 ( tiga) hari mulai tanggal 11-13 Desember 2025 bertempat di SMPN 3 Kota Probolinggo.

Diklat untuk murid putri ini diikuti oleh 355 siswi.
Para siswi ini mendapatkan Materi fiqih seputar darah wanita.
Ketua IASS yang sekaligus Ketu Umum MUI Kecamatan Ustadz Asnafun menyampaikan bahwa Diklat ini sangat diperlukan untuk membekali para siswi pengetahuan tentang fiqih wanita khususnya mengenai darah wanita.
“Tentang Fiqih Wanita merupakan ilmu fikih yang membahas tentang hukum-hukum Islam yang relate dengan kehidupan wanita yang mencakup ibadah thaharah, haid, nifas, pernikahan, perceraian, warisan, akhlak, dan hukum-hukum khusus lainnya agar muslimah dapat menjalankan syariat Islam secara benar dan sesuai kondisi mereka, mulai dari bersuci hingga hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial. Saat ini mengkhususkan tentang bab darah wanita”, ujar Asnafun.

Asnafun menyampaikan akan terus melaksanakan Diklat serupa di sekolah-sekolah umum yang lain. “Perlu membekali pengetahuan fiqih wanita bagi para murid putri sedari dini. Harapannya bisa diikuti dengan serius karena itu sangat penting”, tutup Asnafun.

JongMa Dideklarasikan, Tegaskan Komitmen Pemuda Madura Bergerak di Keilmuan, Sosial, dan Ekonomi

Probolinggo, Berdampak.net – Organisasi kepemudaan Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya resmi dilaunching pada Kamis (11/12/25). Acara peluncuran yang berlangsung sederhana namun khidmat ini menandai dimulainya gerakan baru bagi para pemuda Madura di wilayah Probolinggo. Kehadiran JongMa diharapkan dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas dan kontribusi kaum muda dalam berbagai sektor.

Ketua JongMa Probolinggo Raya, Ponirin Mika, menyampaikan bahwa pembentukan organisasi ini bertujuan menyatukan para pemuda Madura yang selama ini bergerak di berbagai komunitas kecil. Menurutnya, JongMa hadir sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kekuatan bersama dalam memajukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama keberhasilan perjuangan ke depan.

Dalam keterangannya, Ponirin menegaskan bahwa JongMa tidak hanya fokus pada perkumpulan pemuda, melainkan juga siap bergerak pada berbagai bidang strategis. Bidang keilmuan, pendidikan, sosial, dan ekonomi menjadi empat pilar utama yang akan menjadi fokus gerak organisasi. Empat pilar itu dinilai mampu menjawab tantangan masyarakat modern yang menuntut kolaborasi lintas sektor.

Ponirin juga menyoroti pentingnya kesolidan pengurus dalam tahap awal pembentukan organisasi. Ia menyebut bahwa JongMa merupakan organisasi yang baru berdiri sehingga membutuhkan kohesi internal yang kuat. Dengan soliditas kepengurusan, ia meyakini JongMa dapat tumbuh menjadi organisasi pemuda yang berpengaruh di Probolinggo Raya.

Selain itu, Ponirin berharap para pengurus tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam setiap program yang dirancang. Ia meminta seluruh elemen JongMa untuk terlibat aktif, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, komitmen kolektif akan menentukan arah dan masa depan organisasi.

Ponirin juga menegaskan bahwa JongMa merupakan wadah bagi anak-anak muda yang memiliki idealisme besar untuk kemajuan masyarakat. Melalui energi dan kreativitas pemuda, ia percaya JongMa dapat menyumbangkan gagasan dan kerja nyata bagi perubahan sosial. “Kita ingin hadir sebagai pemuda yang memikirkan nasib orang banyak,” ujarnya.

Gerakan JongMa juga disebut Ponirin terinspirasi oleh tradisi keilmuan dan kemandirian yang diwariskan oleh para ulama Madura, khususnya Kiai Kholil Bangkalan. Warisan pemikiran dan perjuangan Kiai Kholil menjadi spirit utama dalam pengembangan gerakan intelektual dan sosial JongMa. Semangat tersebut akan diwujudkan melalui program Ngaji Warisan Kiai Kholil.

Program Ngaji Warisan Kiai Kholil merupakan salah satu agenda unggulan JongMa yang akan dibuka untuk publik. Program ini berfokus pada pengkajian nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kepemimpinan yang menjadi karakter khas masyarakat Madura. Melalui program ini, JongMa ingin menghadirkan ruang belajar yang relevan bagi generasi muda.

Kegiatan ngaji tersebut sekaligus diproyeksikan untuk memperkuat identitas kultural pemuda Madura di tengah perubahan sosial yang cepat. Ponirin menyampaikan bahwa identitas budaya merupakan fondasi penting bagi pemuda agar tidak kehilangan arah dalam perkembangan zaman. JongMa berupaya menjaga nilai tradisi dalam format yang modern dan progresif.

Hadir dalam launching tersebut, Humas Madas Probolinggo, Achmad Afandi, memberikan apresiasi atas terbentuknya JongMa. Ia mengatakan bahwa organisasi ini memiliki potensi besar menjadi wadah penguatan SDM Madura di Probolinggo Raya. Menurutnya, kolaborasi antarkomunitas Madura sangat penting untuk meningkatkan kualitas peran pemuda.

Afandi juga menilai bahwa JongMa dapat menjadi mitra strategis bagi organisasi dan lembaga lain dalam menjalankan program sosial dan pendidikan. Ia berharap JongMa mampu membangun jaringan yang luas dan mampu bekerja secara profesional. Dukungan dari berbagai pihak, katanya, akan menjadi dorongan bagi JongMa untuk terus berkembang.

Dengan diresmikannya JongMa Probolinggo Raya, para pengurus dan simpatisan berharap organisasi ini dapat segera menjalankan program-program jangka pendek dan jangka panjang. JongMa diharapkan menjadi ruang besar bagi generasi muda untuk berkreasi, berdiskusi, dan berkontribusi nyata dalam masyarakat. Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan gerakan pemuda Madura yang lebih solid, visioner, dan berdaya saing. (pm)

Tutup Tahun 2025, FKUB Kota Probolinggo Gelar Rapat Bersama dengan Dewan Penasehat

Probolinggo, Berdampak.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menutup tahun 2025 dengan menggelar Rapat Koordinasi Bersama Dewan Penasehat, dengan mengangkat tema yang sangat strategis yakni
“Konsolidasi dan Evaluasi sebagai Proyeksi Penguatan Kinerja Keorganisasian FKUB dalam Mendukung Pembangunan Kota Probolinggo.”

Agenda yang dilaksanakan di D’Bellpaper Cafe pada hari Rabu (10/12/2025) dihadiri oleh segenap jajaran Dewan Penasehat dan pengurus FKUB. dari jajaran dewan penasehat dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Budi Wirawan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), M. Sonhaji, Andri Purwanto Kabag Kesra, Kepala Kemenag Didik Kurniawan, Lius dari Gereja Maria Bunda Karmel, I Nyoman dari Hindu, dan Pendeta Argo mewakili MAG. Sementara dari FKUB hadir langsung Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutan pengantar rakor Hudri menyampaikan bahwa tema yang diangkat ini dipandang sangat tepat dan relevan, karena FKUB merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat kohesi antarumat beragama, serta memastikan keberlanjutan pembangunan daerah yang inklusif dan harmonis.

“Pembangunan tidak dapat berjalan optimal apabila masyarakat tidak berada dalam suasana yang aman, tenteram, dan saling percaya. Oleh karena itu, peran FKUB sebagai fasilitator dialog, penjaga harmoni, dan penggerak kerukunan menjadi sangat penting. Pembangunan infrastruktur, layanan publik, maupun pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih efektif apabila didukung oleh suasana kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghargai”, tegas Hudri.

Melalui konsolidasi organisasi, FKUB dapat memperkuat tata kelola internal, meningkatkan kapasitas pengurus, memperjelas pembagian peran, serta merumuskan arah dan strategi yang lebih terukur. Sedangkan melalui evaluasi, FKUB dapat melihat apa yang sudah baik, apa yang perlu ditingkatkan, dan apa yang harus disesuaikan dengan perkembangan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu Budi Wirawan yang mewakili Wakil Walikota Ina Dwi Lestari yang sekaligus Ketua Dewan Penasehat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperluas ruang partisipasi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam upaya tersebut, FKUB memiliki kontribusi penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan.

“FKUB berperan penting khususnya dalam Memperkuat moderasi beragama di tingkat akar rumput, Menyelesaikan dan mencegah potensi konflik keagamaan, memfasilitasi dialog lintas agama secara berkesinambungan, Mengawal implementasi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, dan memberikan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah yang berperspektif harmoni sosial, cetus Budi Wirawan.

Budi Wirawan juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai program yang telah dijalankan FKUB sepanjang tahun ini—mulai dari pembinaan rumah ibadah, dialog tokoh lintas agama, edukasi moderasi beragama, hingga kolaborasi program lingkungan berbasis keagamaan seperti EcoHarmony. Semua ini menjadi bukti nyata hadirnya FKUB sebagai pelopor harmoni di daerah Kota Probolinggo. Bahkan FKUB juga menyampaikan aspirasi tentang perlunya peraturan daerah tentang penguatan kerukunan umat beragama.

Usai sambutan-sambutan Pembuka, Hudri menyampaikan laporan realisasi program dan anggaran tahun 2025. Dalam evaluasinya tersampaikan bahwa FKUB kota Probolinggo telah banyak melakukan akselerasi dan inovasi program sebagai bagian dari penguatan kelembagaan FKUB sebagai mitra konstruktif pemerintah dalam proses oembangunan. Sehingga dari evaluasi ini diproyeksikan di tahun-tahun mendatang dapat menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks, seperti dinamika politik, arus informasi digital yang cepat, isu lingkungan, serta perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Sehingga Untuk itu, FKUB perlu memperkuat transformasi digital organisasi, roadmap kerukunan dan data keagamaan yang terintegrasi, mengembangkan model-model inovasi program kebangsaan, sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, ormas keagamaan, dan berbagai komunitas masyarakat.

Melalui konsolidasi dan evaluasi hari ini, saya berharap FKUB dapat menyiapkan langkah-langkah yang lebih strategis dan visioner, sehingga organisasi ini benar-benar menjadi mitra pemerintah yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

FKUB akan terus membuka ruang dialog, komunikasi, dan kerja sama yang produktif dengan seluruh elemen masyarakat. Hal ini perlu dilakukan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, dan FKUB adalah pilar yang memastikan fondasi itu tetap kokoh dan relevan terhadap perkembangan zaman.

Setelah menyampaikan laporan realisasi program, evaluasi dan proyeksi, sesi dilanjutkan dengan masukan saran dari semua anggota dewan penasehat. Beberapa masukan penasehat diantaranya tentang usulan relokasi pasar Minggu di jalan Suroyo dimana terdapat rumah ibadah gereja. Usulan juga agar menambah rakor bersama dewan penasehat ditambah menjadi tiga kali setahun. Usulan lainnya adalah agar hibah Pemda yang berhubungan langsung dengan dampak positif terhadap masyarakat agar tidak dikurangi. Selain itu juga mengingatkan kembali pemerintah daerah agar menindaklanjuti rekomendasi FKUB hasil rakerda pertama tahun 2025 ditindaklanjuti seperti pengadaan lahan pemakaman khususnya pemakaman non muslim, silaturahmi lintas agama, festival budaya lintas agama dan doa lintas agama pada ceremonial resmi pemerintahan.

FKUB Kota Probolinggo Perkenalkan Program EcoHarmony, Kolaborasi Dengan DLH Dan Mitra Lingkungan

Probolinggo, Berdampak.net – Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menjadi tantangan global yang dampaknya dirasakan hingga tingkat lokal. Penurunan kualitas udara, menurunnya daya dukung alam, meningkatnya timbulan sampah, banjir, serta menurunnya ruang terbuka hijau menunjukkan perlunya aksi nyata dan kolaboratif dalam menjaga bumi.

Nilai-nilai keagamaan pada hakikatnya mengajarkan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan, amanah menjaga bumi, dan etika keberlanjutan. Setiap agama membawa ajaran luhur mengenai tanggung jawab moral umat manusia dalam melestarikan lingkungan.

Di sisi lain, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan para penggerak lintas iman memiliki peran strategis sebagai jembatan kolaborasi sosial-keagamaan. Melalui pendekatan dialog, harmoni, dan kerja sama lintas agama, mereka mampu menghadirkan kekuatan besar dalam menyelesaikan isu ekologis yang bersifat multidimensi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, dirumuskan sebuah program berbasis kolaborasi lintas agama yang aplikatif, terstruktur, dan berkelanjutan: EcoHarmony – Ecological Harmony of Interfaith Community.

Hal itu terungkap saat
Program ini diperkenalkan oleh FKUB Kota Probolinggo saat dipresentasikan oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP. pada hari Senin, 8 Desember 2025 di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Presentasi ini dihadiri oleh jajaran DLH, Pengurus FKUB, perwakilan lintas agama dan mitra lingkungan seperti Papesa, Formalis dan KPL beserta mitra DLH lainnya.
Dalam presentasinya Hudri menyampaikan tentang perlunya mengintegrasikan nilai spiritual, edukasi lingkungan, dan aksi nyata menuju kota yang bersih, sehat, hijau, dan damai. Oleh karena Program ini dinamakan EcoHarmony
(Ecological Harmony of Interfaith Community).

Program ini bertujuan untuk mewujudkan gerakan pelestarian lingkungan yang harmonis, aplikatif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas agama yang berlandaskan nilai spiritual dan etika ekologis.

“Ikhtiar merawat lingkungan tidak bisa sendiri. Tetapi memerlukan dukungan dan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk dengan tokoh agama dan aktivis lingkungan”, ujar Hudri.

Hudri menjabarkan tujuan EcoHarmony, sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan ajaran dan etika agama dalam aksi pelestarian lingkungan.
  2. Membangun kapasitas pemuda dan tokoh lintas agama sebagai penggerak ekologis.
  3. Mendorong gerakan restorasi lingkungan melalui kegiatan tanam pohon, pengelolaan sampah, dan perawatan ruang publik.
  4. Menguatkan sinergi FKUB, rumah ibadah, pemerintah daerah, dan dinas terkait dalam implementasi program lingkungan hidup.
  5. Membangun role model rumah ibadah ramah lingkungan (Green Worship Area).
  6. Menghasilkan modul teologi-ekologi lintas agama sebagai bahan edukasi.

Lebih lanjut Hudri menjelaskan sasaran Program, yakni Penggerak lintas iman, Tokoh agama dan pengurus rumah ibadah, FKUB, Pemuda lintas agama, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, Lembaga pendidikan, Mitra Lingkungan DLH dan Masyarakat umum.

“EcoHarmony dirancang lebih aplikatif dan tepat sasaran dengan bentuk dan Rangkaian Kegiatan aksi nyata lintas iman seperti: Penanaman pohon dan adopsi pohon, Bersih sungai dan sanitasi lingkungan, Pembuatan taman komunitas, Gerakan kompos rumah ibadah, Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rumah Ibadah Hijau (Green Worship Area), Pengurangan sampah di rumah ibadah, Penerapan eco-signage, Penghijauan halaman rumah ibadah, Penggunaan energi ramah lingkungan, dan bank Sampah Lintas Iman”, jelas Hudri.

Selain itu, agar program ini terlaksana secara terstruktur, sistematis dan masif diperlukan upaya-upaya kolaboratif supaya lebih mengakar dengan Kampanye Publik EcoHarmony, konten kreasi medsos edukatif lintas agama, Seminar dan diskusi publik, Festival EcoHarmony Tahunan, Pameran rumah ibadah hijau, bazar ramah lingkungan, lomba-lomba edukatif, dan deklarasi lintas iman untuk bumi. Juga Penerbitan Modul EcoHarmony sebagai pedoman yang berisi perspektif teologi-ekologi enam agama dan panduan aksi lingkungan.
Usai presentasi, dihimpun masukan dari berbagai sumber mitra lingkungan, pengurus FKUB dan perwakilan lintas agama.
Program ini direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026 dan menjadi program berkelanjutan.