Hari Pelanggan Nasional: PLN Nusantara Power UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 Untuk Generasi Penerus Bangsa

Paiton, 19 Agustus 2026 — Dalam rangka Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton memaknai pelayanan prima tidak hanya melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga lewat kepedulian nyata terhadap masa depan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan yang merupakan pelanggan utama, UP Paiton menyalurkan Beasiswa Nusantara Pintar Jenjang Strata I (S1) bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo.

Beasiswa diberikan kepada 8 orang mahasiswa baru dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Banyuglugur. Beasiswa diberikan secara penuh selama empat tahun masa perkuliahan, meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang pangkal. Selain menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, beasiswa ini juga memberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi bagi siswa-siswi yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Probolinggo & Situbondo.

UP Paiton menggandeng Universitas Nurul Jadid sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan telah memberikan kebermanfaatan bagi banyak siswa-siswi kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya.

Raden Sultani Indragunawan selaku Manager Business Support UP Paiton menyampaikan harapan dan komitmennya terkait kerja sama yang telah terjalin antara UP Paiton dengan Universitas Nurul Jadid.

“Program ini menjadi bukti konkret bahwa kepuasan pelanggan diwujudkan melalui aksi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi. Beasiswa ini kami harapkan bisa berkontribusi penuh dalam mencetak bibit unggul di Kabupaten Probolinggo & Situbondo. Dalam hubunganya dengan kompetensi kami di pembangkitan listrik, kami sangat terbuka jika dalam proses perkuliahan prodi terkait akan melibatkan kami sebagai praktisi sehingga bisa mengurangi gap antara sisi akademik dengan sisi bisnis serta memberikan gambaran secara nyata bagaimana proses bisnis terjadi di lapangan”.

Rektor Universitas Nurul Jadid beserta jajaran menyambut baik peluang kolaborasi lanjutan ini. Lebih lanjut, Wakil Rektor juga memberikan pesan kepada para penerima beasiswa untuk belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh serta memanfaatkan peluang beasiswa dengan baik. Pihak universitas juga mendorong agar para penerima beasiswa bisa berkontribusi secara aktif, baik kepada desa, perusahaan, maupun universitas.

Bantuan ini menjadi momentum perusahaan untuk memposisikan masyarakat sekitar wilayah operasional sebagai pelanggan prioritas yang wajib didukung kesejahteraannya dengan mengintegrasikan semangat Hari Pelanggan Nasional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan. Serta dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT PLN Nusantara Power Unit Pangkalan (UP) Paiton menegaskan komitmennya dalam menghadirkan keandalan pasokan listrik serta pelayanan prima bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

dr. Agung Mulyono Kawal Program Rakyat di Bohay hingga Aksi Langit Biru di Binor

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, dr. Agung Mulyono, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Agama dalam Membentuk Masyarakat yang Berkarakter dan Berdaya pada Jumat (28/8/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut dipusatkan di Cafe & Resto Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri pengurus PAC, Ranting Partai Demokrat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam forum sosialisasi keagamaan tersebut, dr. Agung Mulyono menekankan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral utama dalam pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, di tengah era modernisasi dan derasnya arus informasi, fondasi spiritual yang kokoh sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri, tetap menjaga norma-norma kesopanan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tidak hanya menyampaikan materi keagamaan dan kebangsaan, dokter yang dikenal merakyat ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi serta memaparkan empat program prioritas utama yang terus diperjuangkannya di DPRD Jatim demi kesejahteraan masyarakat.

Program pertama yang dipaparkan adalah sektor Kesehatan (Sehat). dr. Agung menegaskan komitmennya untuk membantu pengurusan rujukan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan berobat ke rumah sakit provinsi di Surabaya maupun Malang. Beliau memastikan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi warga Jawa Timur harus makin mudah, cepat, dan tanpa kendala birokrasi yang menyulitkan.

Program kedua menyasar penguatan ekonomi warga melalui program Cuan (Ekonomi). Dalam hal ini, dr. Agung memfasilitasi dan mendorong kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Jatim dengan suku bunga yang sangat terjangkau, yakni hanya 6 persen per tahun. Program bantuan permodalan ini diharapkan mampu menggairahkan sektor UMKM lokal serta membangkitkan perekonomian keluarga di perdesaan.

Sementara itu, program ketiga berfokus pada infrastruktur jalan melalui gerakan JPL (Jalan Perlu Pemeliharaan). dr. Agung menjelaskan bahwa jalur komunikasi telah disiapkan agar setiap laporan masyarakat mengenai jalan provinsi yang rusak dapat segera direspons dan ditindaklanjuti secara cepat oleh dinas terkait demi keselamatan pengguna jalan.

Adapun program prioritas keempat adalah penanganan Penerangan Listrik. dr. Agung berkomitmen untuk terus mengawal agar daerah-daerah atau pemukiman warga di pedalaman yang belum terjangkau penerangan memadai bisa segera mendapatkan fasilitas aliran listrik yang layak.

Setelah seluruh rangkaian acara sosialisasi penguatan agama di Pantai Bohay selesai dilaksanakan dengan lancar, dr. Agung Mulyono beserta rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo langsung bergerak menuju lokasi kedua di Musala Darul Muttaqin, Desa Binor, untuk melaksanakan program aksi lingkungan dan sosial bertajuk “Langit Biru Indonesia Asri”.

Dalam sambutannya di Musala Darul Muttaqin, dr. Agung Mulyono menyampaikan bahwa pemilihan Desa Binor sebagai pusat kegiatan aksi sosial telah melalui pertimbangan yang matang. Beliau secara terbuka menyampaikan harapannya agar Desa Binor ke depan dapat berkembang menjadi Desa Binaan Partai Demokrat, sehingga warga dapat lebih sering berinteraksi dan bersinergi dengan kader-kader Demokrat yang selalu siap menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, dr. Agung juga menyampaikan salam hangat dan pesan apresiasi dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, kepada seluruh warga Desa Binor yang hadir.

dr. Agung menegaskan bahwa program Langit Biru Indonesia Asri diusung untuk memberikan edukasi serta mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan tempat tinggal. Aksi nyata di lokasi ini diwujudkan melalui kerja bakti gotong royong melakukan pengecatan Musala Darul Muttaqin agar menjadi sarana ibadah yang lebih asri, indah, dan nyaman digunakan oleh para jamaah.

Tak berhenti di situ, kegiatan di Musala Darul Muttaqin juga dilengkapi dengan penyediaan posko layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tim medis dikerahkan secara khusus untuk memberikan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga. dr. Agung imbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut dengan tertib guna memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga yang begitu tinggi dalam mengikuti kerja bakti dan pemeriksaan kesehatan, pihak penyelenggara membagikan hadiah menarik dan doorprize. Melalui perpaduan sosialisasi keagamaan dan aksi lingkungan ini, dr. Agung berharap Partai Demokrat dapat terus menghadirkan manfaat konkret dan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

MUI – ICMI Lumajang Dorong Pemerintah Perkuat Kebijakan Perlindungan Generasi Muda

LUMAJANG, Berdampak.net— Keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial, kesehatan, moral, dan tantangan pembinaan generasi muda mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Lumajang.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi ICMI Kabupaten Lumajang dengan DP MUI Kabupaten Lumajang di Kantor MUI Kabupaten Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-KL, bersama jajaran pengurus menyampaikan sejumlah masukan terkait problematika sosial yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah isu LGBT yang oleh kedua pihak dinilai perlu ditangani secara serius melalui pendekatan yang komprehensif, berbasis data, edukasi, kesehatan, pembinaan keluarga, serta kebijakan hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

ICMI dan MUI Lumajang mendorong pemerintah agar memperkuat regulasi yang memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak dan generasi muda, sekaligus melakukan langkah-langkah preventif dan pembinaan terhadap berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan kesehatan.

Ketua Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Hanif, mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama antara ulama, cendekiawan, pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

“Di antara hasil pertemuan koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur adalah mendorong agar fatwa MUI tentang LGBT dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi pemerintah. Tentu prosesnya harus melalui mekanisme konstitusional dan sesuai dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Gus Hanif.

Menurutnya, penguatan regulasi perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan masyarakat, pencegahan, edukasi, dan pembinaan, bukan semata-mata pendekatan represif.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pelaksanaan karnaval dan berbagai kegiatan perayaan masyarakat.

ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang berharap kegiatan karnaval dapat diarahkan menjadi pawai yang memperkuat semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap bangsa.

“Perayaan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena itu, kegiatan masyarakat perlu tetap memperhatikan etika, nilai agama, budaya, ketertiban umum, serta ketentuan yang berlaku,” demikian pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sekretaris Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Sarwadi, SH., MH., menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan cendekiawan dalam menjawab berbagai persoalan umat.

“Sebagai wadah silaturahmi ulama, zuama dan cendekiawan Muslim sebagaimana amanat PD/PRT MUI, maka sangat tepat dan bermakna strategis langkah ICMI Kabupaten Lumajang bersilaturahmi dan sekaligus berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Lumajang,” ujar Gus Sarwadi.

Ia menilai kolaborasi tersebut harus diarahkan pada kerja nyata dan solusi konstruktif, terutama dalam bidang pembinaan umat, pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, serta penguatan nilai kebangsaan.

Sebagai tindak lanjut, ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang sepakat melakukan audiensi dengan Bupati Lumajang, Bunda Indah Masdar.

Audiensi tersebut akan menjadi momentum menyampaikan berbagai masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah sekaligus menawarkan sinergi dalam membantu menyelesaikan problematika umat dan persoalan sosial di Kabupaten Lumajang.

Silaturahmi ICMI dan MUI Lumajang menegaskan pentingnya menghadirkan kolaborasi ulama, cendekiawan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kebijakan yang berpihak pada perlindungan generasi muda, ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, moralitas publik, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Bagi ICMI dan MUI Lumajang, perbedaan peran tidak boleh menjadi sekat. Ulama memberikan landasan nilai, cendekiawan memperkuat perspektif keilmuan, sementara pemerintah memiliki kewenangan kebijakan. Ketiganya perlu bertemu dalam satu kepentingan: mewujudkan masyarakat Lumajang yang sehat, beradab, harmonis, religius, dan berkemajuan.

Dinas Koperasi Jatim Gandeng HIPKA Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM Banyuwangi

Banyuwangi, Berdampak.net – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Jawa Timur menggelar pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti 50 pelaku usaha tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola keuangan secara profesional agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ir. Arif Lukman Hakim, MM, serta dihadiri Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Timur M. Mufid dan DPRD PROVINSI Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik. Menurutnya, pembukuan yang tertib merupakan salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan lembaga keuangan terhadap sebuah usaha.

“Bank akan melihat kesehatan usaha melalui laporan keuangan. Karena itu, UMKM harus mulai membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi secara akuntabel dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala akses permodalan karena belum memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan perbankan (bankable). Selain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha juga harus mampu menunjukkan kondisi keuangan yang sehat melalui pembukuan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Zakik Basalamah, SE., M.Si., yang membahas pentingnya sistem pembukuan sederhana, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi membangun usaha yang sehat dan dipercaya lembaga keuangan.
Selain sesi pelatihan, peserta juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Banyuwangi, seperti aneka keripik pisang, olahan tape, cilok, seblak, minuman es buah, dan berbagai produk kuliner lainnya. Produk-produk tersebut turut direview dan dikonsultasikan langsung kepada narasumber untuk memperoleh masukan terkait pengembangan usaha dan peningkatan kualitas bisnis.

Melalui program pendampingan ini, BPW HIPKA Jawa Timur bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak UMKM yang memiliki tata kelola keuangan yang sehat, memenuhi standar perbankan, serta mampu memanfaatkan berbagai skema pembiayaan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Doktor Mengabdi UB 2026 Ubah Koperasi Wanita “Perempuan Mandiri” dengan Model Bisnis Unit Usaha sebagai Capital Buffer Koperasi

MALANG, Berdampak.net – Tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2026 yang terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggulirkan pendampingan transformasi kelembagaan ekonomi di Koperasi Wanita (KopWan) “Perempuan Mandiri”, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program yang diketuai Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB ini mengusung satu gagasan inti pada sisi bisnis: menjadikan unit usaha koperasi sebagai capital buffer penyangga permodalan yang memperkuat ketahanan keuangan dan kemandirian ekonomi koperasi.

KopWan “Perempuan Mandiri” berdiri sejak 2009 dengan 350 anggota aktif dan 25 pengurus. Selama ini koperasi masih bertumpu pada layanan simpan pinjam dan belum memiliki unit usaha produktif kolektif. Akibatnya, permodalan koperasi bergantung pada perputaran simpanan anggota, sementara anggota kerap berada pada posisi price taker dengan margin rendah. Tata kelola usaha juga belum tertata: tidak ada pembukuan terpisah, belum ada legalitas usaha, dan belum tersedia analisis kelayakan usaha. Program Doktor Mengabdi hadir untuk menjawab persoalan mendasar ini dari sisi model bisnis.

Inti model bisnis yang dikembangkan adalah pembentukan divisi usaha koperasi yang produktif dan tercatat terpisah dari kas simpan pinjam. Surplus yang dihasilkan divisi usaha ini diposisikan sebagai capital buffer — cadangan permodalan yang menyangga koperasi. Dengan skema ini, koperasi tidak lagi hanya mengandalkan simpanan anggota sebagai sumber modal, melainkan memiliki aliran pendapatan usaha sendiri yang memperkuat modal cadangan, meredam risiko likuiditas pada layanan simpan pinjam, dan membuka ruang bagi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang lebih sehat bagi anggota. Pembukuan usaha yang terpisah menjadi fondasi tata kelola agar unit bisnis benar-benar terukur dan akuntabel.

Pada sisi bisnis, program mendorong hilirisasi menjadi produk olahan bernilai tambah yang dikelola koperasi antara lain nugget lele, lele frozen, stik kelor, dan telur puyuh olahan. Untuk menaikkan posisi tawar anggota dari price taker menjadi penentu harga, koperasi didampingi mengurus legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta membangun merek kolektif dan kemasan produk. Dengan identitas produk dan legalitas yang jelas, unit usaha koperasi dapat menembus pasar yang lebih luas dengan margin yang lebih layak.

Penguatan pemasaran dilakukan secara hybrid, memadukan penjualan langsung dengan kanal digital: WhatsApp Business untuk layanan pelanggan, marketplace Shopee, serta social commerce TikTok. Strategi ini menyiapkan koperasi untuk memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membangun basis data pelanggan sebagai aset usaha jangka panjang.

“Kami tidak berhenti pada produksi. Yang kami dorong adalah model bisnisnya, agar unit usaha koperasi menjadi capital buffer penyangga modal yang membuat koperasi lebih tangguh dan mandiri, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada simpanan anggota,” ujar Ketua Tim Doktor Mengabdi, Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP.

Kepala Desa Klampok, Jefry Arnast, menyambut baik pendampingan ini. Menurutnya, kehadiran unit bisnis koperasi yang tertata akan memperkuat ekonomi warga desa, khususnya perempuan, dan mendorong perputaran ekonomi lokal yang lebih mandiri. “Kami mendukung penuh agar koperasi tumbuh menjadi motor ekonomi desa,” katanya.
Perwakilan koperasi, Ibu Ruchila, selaku Sekretaris KopWan “Perempuan Mandiri”, menyatakan bahwa selama ini koperasi belum memiliki unit usaha produktif sehingga model bisnis capital buffer ini sangat dinantikan. “Dengan unit usaha sendiri dan pembukuan yang terpisah, kami berharap koperasi punya sumber pendapatan baru yang memperkuat modal dan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.

Program ini dipimpin oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP (Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan) selaku ketua, dengan anggota tim Dr. Mochammad Syamsulhadi, SP., MP (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan), Firda Alfiani, S.P., M.Sc (Fakultas Ilmu Administrasi), dan Ajik Siswantoro, SP., M.Si (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan).

Melalui integrasi dengan KKN, sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB terlibat langsung mendampingi koperasi di lapangan, yaitu: Nakeisha Oktavio Ramadhani, Muhammad Sholihudin Rozaq, Nadia Yasmin Alya, Galang Yusuf Ramadhan, Annisha Nur Indah Syafi’i, Annisa Sekar Dwi Cahyani Putri, Muhammad Taqiyyuddin Fairuz Hidayat, Muhammad Irfan Zuhdi, dan Novita Amanda. Kesembilan mahasiswa berperan dalam pendampingan tata kelola usaha, penyusunan pembukuan, pengembangan produk dan kemasan, serta pemasaran digital koperasi.

Dari sisi bisnis dan pemberdayaan, program ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi–koperasi. Program juga menyentuh SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta sejalan dengan agenda Asta Cita pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan pemberdayaan perempuan.

Melalui model bisnis unit usaha sebagai capital buffer, tim Doktor Mengabdi UB 2026 menargetkan lahirnya satu divisi usaha resmi dengan laporan keuangan terpisah, produk olahan berkemasan dan berlegalitas, serta kanal pemasaran digital koperasi yang aktif. Harapannya, KopWan “Perempuan Mandiri” tumbuh menjadi koperasi yang mandiri secara ekonomi dan menjadi contoh model penguatan koperasi perempuan berbasis unit bisnis produktif.

Cetak 2.400 Generasi Unggul, Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Tutup Seleksi Pramuka Garuda 2026

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter. Melalui rangkaian Seleksi Pramuka Garuda Tahun 2026, Kwarcab Probolinggo berhasil melahirkan sebanyak 2.400 generasi unggul.

Acara penutupan seleksi tersebut berlangsung khidmat di SMP Negeri 1 Sumberasih pada Selasa (28/07/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi AHZ.

Dalam arahannya, Ra Fahmi AHZ, menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar tanda penghargaan biasa, melainkan sebuah simbol keteladanan tertinggi yang menuntut tanggung jawab moral besar bagi para anggotanya.

“Pramuka Garuda merupakan simbol keteladanan. Seorang Pramuka Garuda harus betul-betul bisa unggul, terutama dalam sikap, disiplin, serta tindakan. Karena hanya dengan itu, InsyaAllah ke depan kita akan menjadi kader-kader yang lebih unggul, kompetitif, dan mempunyai daya saing,” ujar Ra Fahmi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Ra Fahmi mengingatkan para anggota Pramuka bahwa keberhasilan dan pencapaian besar tidak pernah diraih melalui proses yang serba instan atau bersantai-santai. Gemblengan fisik, mental, dan kedisiplinan dalam Gerakan Pramuka dibentuk agar para anggota siap menghadapi tantangan zaman.

“Tidak ada hal besar yang bisa dicapai dengan santai-santai, yang bisa dicapai dengan tenang-tenang, tidak ada. Tapi InsyaAllah kader Pramuka siap, karena kader Pramuka ini ditaruh di manapun akan mampu survive, akan mampu selamat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ra Fahmi menyampaikan harapannya agar para lulusan Seleksi Pramuka Garuda 2026 ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa.

“Mudah-mudahan dari Probolinggo ini, kader-kader Pramuka ke depan akan menjadi SDM-SDM yang unggul untuk mempercepat dan segera mewujudkan Indonesia yang maju serta sejahtera,” pungkasnya. (fiq)