MUI Kota Probolinggo Gandeng BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN bagi Pengurus dan Pendakwah

Probolinggo, Berdampak.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi pengurus dan para pendakwah MUI Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo ini diikuti oleh pengurus harian, komisi-komisi, lembaga, serta perwakilan MUI kecamatan se-Kota Probolinggo.

Sosialisasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan kesadaran para ulama serta pengurus MUI mengenai pentingnya perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat kepesertaan JKN, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pelayanan kesehatan, hingga berbagai inovasi dan pembaruan layanan yang disampaikan langsung oleh tim BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan.

Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri, S.T., M.AP., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara MUI dan BPJS Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada para ulama, pengurus, dan pendakwah.

“Kesehatan merupakan modal penting dalam menjalankan amanah dakwah. Ulama dan pendakwah memiliki peran strategis dalam membimbing umat, sehingga perlindungan kesehatan melalui Program JKN menjadi ikhtiar yang sangat penting agar mereka dapat terus mengabdi secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan memaparkan berbagai kebijakan terbaru Program JKN, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sehingga memperoleh jaminan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan ketika dibutuhkan.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berharap para pengurus dan pendakwah semakin memahami pentingnya jaminan kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga amanah, meningkatkan kualitas pelayanan dakwah, serta memberikan keteladanan kepada masyarakat dalam memanfaatkan Program JKN.

Kolaborasi antara MUI Kota Probolinggo dan BPJS Kesehatan diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program edukasi dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi para ulama, pendakwah, serta masyarakat luas.

Ketua PCNU Kobar: Akhir 2026 Seluruh Lembaga Ditargetkan Rampung, LAZISNU Sudah Rasakan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kobar, Berdampak.net – Ketua PCNU Kotawaringin Barat, Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan organisasi selama masa khidmat yang sedang berjalan. Hingga saat ini, sekitar 80 persen lembaga di bawah naungan PCNU Kotawaringin Barat telah terbentuk, dan ditargetkan seluruhnya akan rampung pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, pembentukan lembaga merupakan bagian penting dalam memperkuat pelayanan organisasi kepada masyarakat. Dengan hadirnya seluruh lembaga, PCNU diharapkan mampu menjalankan program-program yang lebih terarah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat Kotawaringin Barat secara umum.

“Alhamdulillah, saat ini sekitar 80 persen lembaga PCNU Kotawaringin Barat sudah terbentuk. Insyaallah pada akhir tahun 2026 seluruh lembaga dapat selesai dibentuk sehingga pelayanan organisasi kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban.

Ia juga menyoroti perkembangan LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program-program penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah kini semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga Nahdliyin di berbagai wilayah.

Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, LAZISNU bersama jaringan ranting yang telah terbentuk berhasil menghimpun dana lebih dari Rp2 miliar. Seluruh dana tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Dana yang dihimpun bukan hanya terkumpul, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat. Manfaatnya telah dirasakan secara langsung oleh warga Nahdliyin dan masyarakat Kotawaringin Barat,” ungkapnya.

Sayyid menjelaskan bahwa sistem pengelolaan dana LAZISNU menerapkan prinsip pemerataan manfaat. Sebanyak 85 persen dana dikembalikan kepada ranting untuk dikelola dan dimanfaatkan di wilayah masing-masing, 10 persen dialokasikan kepada MWCNU, sedangkan 5 persen menjadi bagian PCNU sebagai dukungan terhadap penguatan program organisasi.

Di sisi lain, penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput juga terus dikebut. Dari total 94 ranting NU yang menjadi target pembentukan, saat ini 40 ranting telah terbentuk. PCNU menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 70 persen pada akhir tahun 2026.

Target tersebut diperkuat dengan komitmen Ketua LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang siap mengawal percepatan pembentukan ranting hingga mencapai sedikitnya 70 persen sebelum tahun ini berakhir.

Dengan sinergi antara penguatan kelembagaan, percepatan pembentukan ranting, dan optimalisasi program LAZISNU, PCNU Kotawaringin Barat optimistis mampu membangun organisasi yang semakin mandiri, kuat, dan benar-benar hadir memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas.