Ramadhan Berbagi: Ranting NU Karanganyar Salurkan Zakat Fitrah kepada 360 Mustahiq

Karanganyar — Rabu, 18 Maret 2026 bertepatan dengan 28 Ramadhan 1447 H, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karanganyar bersama Laziskaf PP. Nurul Jadid melaksanakan kegiatan Ramadhan Berbagi berupa penyaluran zakat fitrah, santunan dhuafa, serta santunan anak yatim kepada masyarakat yang berhak menerima.

Kegiatan sosial keagamaan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan penguatan solidaritas sosial di bulan suci Ramadhan. Sebanyak 360 orang mustahiq menerima bantuan yang telah dihimpun dari para donatur dan masyarakat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata peran NU di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan kemanusiaan. Penyaluran zakat fitrah diharapkan mampu membantu meringankan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Para penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Selain menjadi sarana distribusi zakat, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah antara pengurus NU, relawan, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Ramadhan Berbagi ini, Ranting NU Karanganyar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh serta menjadi tradisi kebaikan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Silaturahmi dan Buka Puasa MENPANRB Bersama Komisi II DPR RI dan Keluarga Besar HMI dan Kahmi se-Provinsi Jawa Timur

Surabaya, Berdampak.net — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini hadir dan menyampaikan tausiyah pada acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Komisi II DPR RI bersama keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) se-Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Jumat malam.

Dalam sambutannya, Menteri Rini menekankan bahwa reformasi birokrasi selama ini sering dipahami hanya sebagai perbaikan sistem, penguatan tata kelola, peningkatan profesionalisme, serta percepatan pelayanan publik. Namun, ia mengingatkan bahwa momentum Ramadan yang sarat nilai introspeksi mengajak aparatur untuk merenung lebih jauh: keberhasilan reformasi birokrasi pada hakikatnya sangat ditentukan oleh karakter pelaksana di lapangan. Menurut Rini, puasa bukan sekadar ritual ibadah, melainkan kesempatan untuk menanamkan integritas, kedisiplinan, dan kejujuran sebagai pondasi reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri antara lain Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, para Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Staf Khusus Menteri Bidang Politik Pemerintah dan Isu Keamanan Nasional Kementerian PANRB Donny Adityawarna, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Aba Subagja, serta para mitra kerja Komisi II DPR RI.

Silaturahmi dan buka puasa bersama ini menjadi wadah dialog antarlegislatif, eksekutif, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas. (fj)

Sinergi Organisasi Sosial dan Dunia Usaha, 2.500 Paket Sembako Disalurkan untuk TNI–Polri di Jawa Timur

Surabaya – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur bersama sejumlah organisasi dan penyalur bantuan sosial Ramadhan berupa 2.500 paket sembako kepada institusi TNI dan Polri di Jawa Timur, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara DPP APINDO Jawa Timur, Yayasan Bhakti Persatuan, PERPIT, dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) sebagai wujud sinergi dunia usaha dan organisasi sosial dalam mendukung aparat negara.

Penyaluran bantuan dimulai pukul 09.00 WIB di Markas Polda Jawa Timur dengan penyerahan 1.500 paket sembako yang diterima langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Nanang Avianto, M.Si. Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan di Markas Kodam V/Brawijaya dengan penyerahan 1.000 paket sembako kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, antara lain Alim Markus (Ketua Dewan Pertimbangan APINDO sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Persatuan), Eddy Widjanarko (Ketua APINDO Jawa Timur), Hermawan Santoso (Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan), Hidayat Alim (Ketua Umum PERPIT Jatim), serta H. Nurawi (Ketua Umum PMTS). Turut hadir pula para pengurus organisasi dan donatur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bakti sosial Ramadan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan antara dunia usaha, organisasi masyarakat, serta institusi TNI–Polri di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung lancar dan khidmat, dengan harapan kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat kepedulian sosial dan keharmonisan antarlembaga.

Pengukuhan, Ta’aruf, dan Rapat Kerja DP MUI Kota Probolinggo Masa Khidmat 2025–2030

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Probolinggo secara resmi menggelar kegiatan Pengukuhan, Ta’aruf, dan Rapat Kerja Masa Khidmat 2025–2030 pada Ahad (15/2/2026) bertempat di Aula MAN 2 Kota Probolinggo.

Sebanyak 168 pengurus resmi dikukuhkan dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan Harian, komisi-komisi, serta lembaga-lembaga di lingkungan MUI Kota Probolinggo.

Kegiatan ini mengusung tema:
“Meneguhkan Peran Ulama Mewujudkan Kota Probolinggo yang Religius, Harmonis, dan Bermartabat.” Tema tersebut menegaskan komitmen MUI untuk terus memperkuat peran ulama sebagai pembimbing umat (khadimul ummah) sekaligus mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah) dalam menjaga harmoni sosial, membangun moralitas publik, dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DP MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, Sekretaris Umum Dr. KH. Hasan Ubaidillah, Bendahara Umum KH. Rasydi, SE., Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminudin, Sp.Og.(K)., M.Kes., unsur Forkopimda, pimpinan ormas Islam, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Probolinggo.

Pengukuhan Dewan Pimpinan Harian dilakukan oleh Dr. Misbahul Munir usai pembacaan surat keputusan DP MUI Jatim. Sedangkan pengukuhan kepengurusan komisi dan lembaga dilakukan oleh Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA.

Dalam sambutannya, Umum DP MUI Kota Probolinggo Kyai Sulthon menekankan pentingnya soliditas ulama dalam menjaga persatuan umat serta memperkuat kontribusi keagamaan dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dokter Aminudin menyampaikan apresiasi atas peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang religius dan harmonis.

Sementara itu Sekretaris Umum DP MUI Jawa Timur Kyai Hasan Ubaidillah menyampaikan pentingnyanya dukungan sarana dan prasarana pemerintah daerah dalam mendukung kinerja dan peran ulama dalam MUI, seperti sarana kantor permanen dan anggaran yang memadai.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan ini juga dirangkai dengan ta’aruf pengurus serta rapat kerja yang bertujuan merumuskan arah kebijakan dan program strategis lima tahun ke depan. Rapat kerja tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat sinergi antar pengurus serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Di acara yang sama dalam laporan ketua panitia sebagaimana disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP. yang juga Wakil Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo menyebutkan bahwa pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Hibah Pemerintah Kota Probolinggo, yang dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kepengurusan baru Masa Khidmat 2025–2030, DP MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin berperan aktif dalam membimbing umat, memperkuat nilai moderasi beragama, menjaga kerukunan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Probolinggo yang religius, harmonis, dan bermartabat. (fiq)

IKA-UB Probolinggo Raya Kolaborasi dengan Berdampak.net Persembahkan “Kado Intelektual” untuk Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menggelar soft launching Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB sekaligus seminar refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Sabtu (14/2), di Hallroom Sumber Hidup, Kota Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, para kepala OPD, pimpinan ormas keagamaan, organisasi kepemudaan, serta keluarga besar alumni UB se-Probolinggo Raya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata IKA-UB.
“Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas apa yang dilakukan IKA-UB Probolinggo Raya. Buku bunga rampai pemikiran alumni UB ini bisa menjadi kompas tambahan untuk menyempurnakan arah pembangunan dan langkah pemerintah kota di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Selain peluncuran buku, panitia juga menayangkan video capaian dan prestasi Pemerintah Kota Probolinggo selama satu tahun terakhir. Video tersebut dikemas secara informatif dan inspiratif, menggambarkan berbagai program prioritas yang telah direalisasikan.
Ketua Umum IKA-UB Probolinggo Raya, Tri Septa Agung Pamungkas, menyebut buku bertajuk Kolaborasi Membangun Kota Probolinggo sebagai “kado intelektual” bagi pemerintahan yang genap berusia satu tahun.
“Harapan kami, buku ini bisa menjadi smart guidance dan policy brief dalam program tahunan Pemerintah Kota Probolinggo. Karena buku ini berisi kompilasi pemikiran dari para ahli dengan spektrum keilmuan yang beragam,” jelasnya.
Seminar peringatan satu tahun kepemimpinan ini terbagi dalam dua sesi utama. Kegiatan diawali dengan pengantar dari narasumber utama Redy Eko Prastyo, akademisi UB, budayawan, sekaligus peraih Alumni UB Award 2024.
Sesi pertama mengangkat tema “Pendidikan dan Ekonomi Kreatif”, menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, entrepreneur F&B Abdul Kholiq, serta perwakilan Bank Jatim Kota Probolinggo. Diskusi menyoroti pentingnya penguatan SDM dan pemberdayaan UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah.
Sementara sesi kedua bertema “Sinergi Pangan dan Papan”, menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Fitriawati Jufri, Kepala Dinas PU Setiorini Sayekti, Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yulianti, serta developer dan notaris profesional Djoko Purnomo. Diskusi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan penyediaan hunian layak.
Tri Septa Agung menegaskan, kontribusi komunitas intelektual tidak berhenti pada tataran gagasan.
“Bagi kami kontribusi terbesar komunitas intelektual diukur sejauh mana mereka mampu mentransformasi teori menjadi solusi praktis di tengah masyarakat. Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai teladan kota yang pembangunannya didorong kuat oleh kerja-kerja intelektual dan kolaborasi pentahelix, yaitu Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, dan Media,” pungkasnya.
Media online Berdampak.net turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mendorong ekosistem informasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah. Dukungan tersebut mempertegas sinergi antara komunitas intelektual dan media dalam mengawal arah pembangunan Kota Probolinggo ke depan.

IKA-UB Probolinggo Raya Luncurkan Buku Bunga Rampai: Kado Peringatan Satu Tahun Pemerintahan Walikota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menggelar soft-launching Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB dan seminar peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Probolinggo pada hari Sabtu (14/2) di Hallroom Sumber Hidup, Kota Probolinggo.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Walikota Probolinggo, Forkopimda, Pj.Sekda, para kepala OPD, pimpinan ormas keagamaan, pimpinan organisasi kepemudaan, serta keluarga besar alumni UB di wilayah Probolinggo.

Dalam sambutannya, Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin memberikan apresiasi dan pujian kepada IKA-UB Probolinggo Raya. “Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas apa yang dilakukan IKA-UB Probolinggo Raya. Buku bunga rampai pemikiran alumni UB ini bisa menjadi kompas tambahan untuk menyempurnakan arah pembangunan dan langkah pemerintah kota di tahun-tahun mendatang,” ujar Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin.

Selain meluncurkan Buku Bunga Rampai, IKA-UB Probolinggo juga menayangkan video catatan-catatan prestasi Pemerintah Kota Probolinggo selama setahun. Video dikemas secara apik dengan narasi yang informatif.

Ketua Umum IKA-UB Probolinggo Tri Septa Agung Pamungkas mengatakan, peluncuran buku bunga rampai yang bertajuk Kolaborasi Membangun Kota Probolinggo ini merupakan ‘kado intelektual’ dalam momen peringatan Satu Tahun Pemerintahan Walikota-Wakil Walikota Probolinggo.

“Harapan kami, buku ini bisa menjadi smart guidance dan policy brief dalam program tahunan pemerintah kota Probolinggo. Karena buku ini berisi kompilasi pemikiran dari para ahli dengan spektrum keilmuan yang beragam,” kata Tri Septa Agung Pamungkas.

Dalam seminar peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Walikota terdapat dua sesi tema pembahasan. Sebelum seminar, diawali dengan pembuka dari narasumber utama Redy Eko Prastyo, seorang akademisi UB, budayawan, dan peraih Alumni UB Award 2024. Sesi pertama seminar mengangkat tema ‘Pendidikan dan Ekonomi Kreatif’ dengan para pembicara diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, entrepreneur F&B Abdul Kholiq, dan perwakilan Bank Jatim Kota Probolinggo.

Sedangkan, di sesi kedua seminar mengusung tema ‘Sinergi Pangan dan Papan’ menghadirkan narasumber Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Fitriawati Jufri, Kepala Dinas PU Setiorini Sayekti, Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yulianti, dan developer sekaligus notaris profesional Djoko Purnomo.

“Bagi kami kontribusi terbesar komunitas intelektual diukur sejauh mana mereka mampu mentransformasi teori menjadi solusi praktis di tengah masyarakat. Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai teladan kota yang pembangunannya didorong kuat oleh kerja-kerja intelektual dan kolaborasi pentahelix, yaitu Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, dan Media,” tutup Tri Septa Agung.