Hari Pelanggan Nasional: PLN Nusantara Power UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 Untuk Generasi Penerus Bangsa

Paiton, 19 Agustus 2026 — Dalam rangka Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton memaknai pelayanan prima tidak hanya melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga lewat kepedulian nyata terhadap masa depan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan yang merupakan pelanggan utama, UP Paiton menyalurkan Beasiswa Nusantara Pintar Jenjang Strata I (S1) bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo.

Beasiswa diberikan kepada 8 orang mahasiswa baru dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Banyuglugur. Beasiswa diberikan secara penuh selama empat tahun masa perkuliahan, meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang pangkal. Selain menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, beasiswa ini juga memberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi bagi siswa-siswi yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Probolinggo & Situbondo.

UP Paiton menggandeng Universitas Nurul Jadid sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan telah memberikan kebermanfaatan bagi banyak siswa-siswi kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya.

Raden Sultani Indragunawan selaku Manager Business Support UP Paiton menyampaikan harapan dan komitmennya terkait kerja sama yang telah terjalin antara UP Paiton dengan Universitas Nurul Jadid.

“Program ini menjadi bukti konkret bahwa kepuasan pelanggan diwujudkan melalui aksi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi. Beasiswa ini kami harapkan bisa berkontribusi penuh dalam mencetak bibit unggul di Kabupaten Probolinggo & Situbondo. Dalam hubunganya dengan kompetensi kami di pembangkitan listrik, kami sangat terbuka jika dalam proses perkuliahan prodi terkait akan melibatkan kami sebagai praktisi sehingga bisa mengurangi gap antara sisi akademik dengan sisi bisnis serta memberikan gambaran secara nyata bagaimana proses bisnis terjadi di lapangan”.

Rektor Universitas Nurul Jadid beserta jajaran menyambut baik peluang kolaborasi lanjutan ini. Lebih lanjut, Wakil Rektor juga memberikan pesan kepada para penerima beasiswa untuk belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh serta memanfaatkan peluang beasiswa dengan baik. Pihak universitas juga mendorong agar para penerima beasiswa bisa berkontribusi secara aktif, baik kepada desa, perusahaan, maupun universitas.

Bantuan ini menjadi momentum perusahaan untuk memposisikan masyarakat sekitar wilayah operasional sebagai pelanggan prioritas yang wajib didukung kesejahteraannya dengan mengintegrasikan semangat Hari Pelanggan Nasional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan. Serta dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT PLN Nusantara Power Unit Pangkalan (UP) Paiton menegaskan komitmennya dalam menghadirkan keandalan pasokan listrik serta pelayanan prima bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

MUI – ICMI Lumajang Dorong Pemerintah Perkuat Kebijakan Perlindungan Generasi Muda

LUMAJANG, Berdampak.net— Keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial, kesehatan, moral, dan tantangan pembinaan generasi muda mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Lumajang.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi ICMI Kabupaten Lumajang dengan DP MUI Kabupaten Lumajang di Kantor MUI Kabupaten Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-KL, bersama jajaran pengurus menyampaikan sejumlah masukan terkait problematika sosial yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah isu LGBT yang oleh kedua pihak dinilai perlu ditangani secara serius melalui pendekatan yang komprehensif, berbasis data, edukasi, kesehatan, pembinaan keluarga, serta kebijakan hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

ICMI dan MUI Lumajang mendorong pemerintah agar memperkuat regulasi yang memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak dan generasi muda, sekaligus melakukan langkah-langkah preventif dan pembinaan terhadap berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan kesehatan.

Ketua Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Hanif, mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama antara ulama, cendekiawan, pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

“Di antara hasil pertemuan koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur adalah mendorong agar fatwa MUI tentang LGBT dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi pemerintah. Tentu prosesnya harus melalui mekanisme konstitusional dan sesuai dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Gus Hanif.

Menurutnya, penguatan regulasi perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan masyarakat, pencegahan, edukasi, dan pembinaan, bukan semata-mata pendekatan represif.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pelaksanaan karnaval dan berbagai kegiatan perayaan masyarakat.

ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang berharap kegiatan karnaval dapat diarahkan menjadi pawai yang memperkuat semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap bangsa.

“Perayaan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena itu, kegiatan masyarakat perlu tetap memperhatikan etika, nilai agama, budaya, ketertiban umum, serta ketentuan yang berlaku,” demikian pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sekretaris Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Sarwadi, SH., MH., menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan cendekiawan dalam menjawab berbagai persoalan umat.

“Sebagai wadah silaturahmi ulama, zuama dan cendekiawan Muslim sebagaimana amanat PD/PRT MUI, maka sangat tepat dan bermakna strategis langkah ICMI Kabupaten Lumajang bersilaturahmi dan sekaligus berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Lumajang,” ujar Gus Sarwadi.

Ia menilai kolaborasi tersebut harus diarahkan pada kerja nyata dan solusi konstruktif, terutama dalam bidang pembinaan umat, pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, serta penguatan nilai kebangsaan.

Sebagai tindak lanjut, ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang sepakat melakukan audiensi dengan Bupati Lumajang, Bunda Indah Masdar.

Audiensi tersebut akan menjadi momentum menyampaikan berbagai masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah sekaligus menawarkan sinergi dalam membantu menyelesaikan problematika umat dan persoalan sosial di Kabupaten Lumajang.

Silaturahmi ICMI dan MUI Lumajang menegaskan pentingnya menghadirkan kolaborasi ulama, cendekiawan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kebijakan yang berpihak pada perlindungan generasi muda, ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, moralitas publik, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Bagi ICMI dan MUI Lumajang, perbedaan peran tidak boleh menjadi sekat. Ulama memberikan landasan nilai, cendekiawan memperkuat perspektif keilmuan, sementara pemerintah memiliki kewenangan kebijakan. Ketiganya perlu bertemu dalam satu kepentingan: mewujudkan masyarakat Lumajang yang sehat, beradab, harmonis, religius, dan berkemajuan.

Dinas Koperasi Jatim Gandeng HIPKA Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM Banyuwangi

Banyuwangi, Berdampak.net – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Jawa Timur menggelar pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti 50 pelaku usaha tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola keuangan secara profesional agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ir. Arif Lukman Hakim, MM, serta dihadiri Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Timur M. Mufid dan DPRD PROVINSI Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik. Menurutnya, pembukuan yang tertib merupakan salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan lembaga keuangan terhadap sebuah usaha.

“Bank akan melihat kesehatan usaha melalui laporan keuangan. Karena itu, UMKM harus mulai membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi secara akuntabel dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala akses permodalan karena belum memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan perbankan (bankable). Selain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha juga harus mampu menunjukkan kondisi keuangan yang sehat melalui pembukuan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Zakik Basalamah, SE., M.Si., yang membahas pentingnya sistem pembukuan sederhana, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi membangun usaha yang sehat dan dipercaya lembaga keuangan.
Selain sesi pelatihan, peserta juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Banyuwangi, seperti aneka keripik pisang, olahan tape, cilok, seblak, minuman es buah, dan berbagai produk kuliner lainnya. Produk-produk tersebut turut direview dan dikonsultasikan langsung kepada narasumber untuk memperoleh masukan terkait pengembangan usaha dan peningkatan kualitas bisnis.

Melalui program pendampingan ini, BPW HIPKA Jawa Timur bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak UMKM yang memiliki tata kelola keuangan yang sehat, memenuhi standar perbankan, serta mampu memanfaatkan berbagai skema pembiayaan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Cetak 2.400 Generasi Unggul, Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Tutup Seleksi Pramuka Garuda 2026

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter. Melalui rangkaian Seleksi Pramuka Garuda Tahun 2026, Kwarcab Probolinggo berhasil melahirkan sebanyak 2.400 generasi unggul.

Acara penutupan seleksi tersebut berlangsung khidmat di SMP Negeri 1 Sumberasih pada Selasa (28/07/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi AHZ.

Dalam arahannya, Ra Fahmi AHZ, menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar tanda penghargaan biasa, melainkan sebuah simbol keteladanan tertinggi yang menuntut tanggung jawab moral besar bagi para anggotanya.

“Pramuka Garuda merupakan simbol keteladanan. Seorang Pramuka Garuda harus betul-betul bisa unggul, terutama dalam sikap, disiplin, serta tindakan. Karena hanya dengan itu, InsyaAllah ke depan kita akan menjadi kader-kader yang lebih unggul, kompetitif, dan mempunyai daya saing,” ujar Ra Fahmi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Ra Fahmi mengingatkan para anggota Pramuka bahwa keberhasilan dan pencapaian besar tidak pernah diraih melalui proses yang serba instan atau bersantai-santai. Gemblengan fisik, mental, dan kedisiplinan dalam Gerakan Pramuka dibentuk agar para anggota siap menghadapi tantangan zaman.

“Tidak ada hal besar yang bisa dicapai dengan santai-santai, yang bisa dicapai dengan tenang-tenang, tidak ada. Tapi InsyaAllah kader Pramuka siap, karena kader Pramuka ini ditaruh di manapun akan mampu survive, akan mampu selamat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ra Fahmi menyampaikan harapannya agar para lulusan Seleksi Pramuka Garuda 2026 ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa.

“Mudah-mudahan dari Probolinggo ini, kader-kader Pramuka ke depan akan menjadi SDM-SDM yang unggul untuk mempercepat dan segera mewujudkan Indonesia yang maju serta sejahtera,” pungkasnya. (fiq)

Kenal Pamit Kapolres Probolinggo, AKBP Muh. Wahyudin Latif Akhiri Masa Tugas, AKBP Asmida Rizki Siregar Siap Lanjutkan Pengabdian

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana haru bercampur hangat menyelimuti acara kenal pamit Kapolres Probolinggo yang menandai berakhirnya masa pengabdian AKBP Muh. Wahyudin Latif sekaligus penyambutan AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Momentum pergantian kepemimpinan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Bagi AKBP Muh. Wahyudin Latif, acara tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di hadapan para tamu undangan, ia mengenang perjalanan pengabdiannya selama satu tahun enam belas hari memimpin Polres Probolinggo. Dengan rendah hati, ia mengaku merasa belum banyak memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo. Namun, satu hal yang akan selalu dibawanya adalah hangatnya persaudaraan yang terjalin selama bertugas.

“Selama satu tahun enam belas hari mengabdi di Kabupaten Probolinggo, kami merasa belum banyak yang bisa kami berikan. Namun yang kami rasakan justru begitu banyak kebersamaan, kehangatan, dan persaudaraan yang terjalin. Hal itu akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan,” ungkapnya.

AKBP Muh. Wahyudin Latif selanjutnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri. Ia menyampaikan bahwa pengalaman bertugas di Kabupaten Probolinggo akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di wilayah yang baru.

Dalam kesempatan itu, ia juga memohon doa, dukungan, dan masukan dari Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kabupaten Probolinggo agar dapat terus mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengakhiri sambutannya, AKBP Muh. Wahyudin Latif menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin Polres Probolinggo masih terdapat kekurangan maupun kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, kebersamaan, dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Kami juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan. Semoga tali silaturahmi dan persaudaraan ini tetap terjaga meski kami bertugas di tempat yang baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo yang baru, AKBP Asmida Rizki Siregar, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, TNI, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Muh. Wahyudin Latif selama memimpin Polres Probolinggo. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polres Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ia juga menyambut kehadiran AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Bupati berharap kolaborasi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Acara kenal pamit ditutup dengan pemberian cinderamata, ucapan selamat, serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi simbol berlanjutnya estafet pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kabupaten Probolinggo tetap aman, damai, dan kondusif.

MD KAHMI Kota Padang Panjang Ucapkan Selamat kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Sumatera Barat Terpilih

Sumbar, Berdampak.net – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Padang Panjang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah resmi terpilih untuk mengemban amanah kepemimpinan.

MD KAHMI Kota Padang Panjang berharap kepemimpinan kolektif yang baru dapat memperkuat peran FORHATI sebagai wadah berhimpunnya alumni perempuan HMI yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen pengabdian dalam mendorong kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Adapun Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang terpilih adalah: Prof. Dr. Safni, M.Eng; Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., Ph.D; Dr. Wanda Fitri, M.Si; Citra Puspitahati, S.S., M.Pd;dan Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah mendapat amanah. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi serta mampu membawa FORHATI menjadi organisasi yang semakin maju, solid, inklusif, dan berdaya guna bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar MD KAHMI Kota Padang Panjang.

Melalui momentum ini, MD KAHMI juga menegaskan pentingnya sinergi dengan KAHMI di seluruh tingkatan serta menghadirkan berbagai gagasan dan program nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Majelis Daerah KAHMI Kota Padang Panjang menutup dengan tagline “Merawat Silaturahmi, Menguatkan Pengabdian, Membangun Peradaban.”