Raker PAC JQH NU Tiris Barat, Gelar Raker untuk Meneguhkan Program Nyata Pendidikan Al-Qur’an

Probolinggo, Berdampak.net — Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) PAC JQH NU Tiris Barat yang digelar pada Ahad (17/5/2026) di MI Miftahul Huda desa Pedagangan, Tiris, Probolinggo.

Forum tersebut dihadiri seluruh pengurus, pengurus ranting JQH NU, pimpinan TPQ se-PAC JQH NU Tiris Barat, serta tamu undangan dari , yakni selaku Ketua Tanfidziyah.

Raker ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah program organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarpengurus dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Tiris Barat.

Ketua Dewan Organisasi PAC JQH NU Tiris Barat, Ahmad Taufiq Zein, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja tidak boleh dipahami sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang penyusunan arah gerak yang jelas dan terukur.

“Raker ini menjadi arah program yang akan dikerjakan oleh PAC JQH NU Tiris Barat ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, organisasi berbasis pengabdian Al-Qur’an membutuhkan perencanaan yang matang agar program yang disusun tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi benar-benar dapat dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Tiris Barat, Budiono, mengingatkan agar hasil Raker diarahkan pada program-program nyata yang dapat diwujudkan. Ia menilai organisasi akan memiliki dampak apabila agenda yang disusun tidak hanya bersifat administratif atau seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an.

“RAKER hendaknya mencakup program-program yang nyata,” katanya.

Pesan lain yang menguatkan arah spiritual organisasi disampaikan Rois Majlis Ilmi PAC JQH NU Tiris Barat, Moh. Toha. Ia menekankan pentingnya menjaga niat sebagai pengajar, pendidik, sekaligus pejuang Al-Qur’an agar tetap dilandasi keikhlasan.

Menurutnya, tantangan pendidikan Al-Qur’an pada masa kini tidak ringan. Karena itu, ketulusan dan orientasi pengabdian perlu terus dirawat agar perjuangan mendidik generasi Qur’ani tetap istiqamah.

Usai seremonial pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno RAKER yang dipimpin oleh Ahmad Babuddin.

Sidang berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Berbagai gagasan dan usulan program mengemuka dalam forum sebagai upaya memperkuat arah organisasi ke depan.

Dari dinamika sidang tersebut, tampak adanya semangat kolektif untuk menjadikan PAC JQH NU Tiris Barat tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga hadir secara nyata dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di tingkat masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai penanda berakhirnya rangkaian Raker sekaligus harapan agar setiap keputusan yang dihasilkan dapat dijalankan secara konsisten dan membawa manfaat luas bagi perjuangan Al-Qur’an di Tiris Barat. (red)

IPNU-IPPNU Jabon Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Diri di Tengah Arus Digital

Sidoarjo, Berdampak.net – Di tengah derasnya arus informasi era digital, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon mengajak generasi muda untuk memperkuat kesadaran diri sebagai bekal utama menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kumpul Asik Lan Diskusi (Kuasai) bertema “Menjaga Keutuhan Diri di Tengah Arus Digital” yang digelar di Aula Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (04/05/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber H. Sirojul Chakim, M.Pd., selaku Pembina IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon, yang menyoroti pentingnya kesadaran diri di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, perkembangan digital memang membuka akses luas terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang. Namun di balik itu, ruang digital juga menghadirkan tekanan sosial, standar semu, hingga budaya perbandingan yang dapat memengaruhi cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri.

“Jika tidak dibarengi dengan kesadaran yang kuat, kondisi ini bisa membuat individu kehilangan arah dan jati diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut kini semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari. Arus konten digital yang terus berganti tidak hanya membentuk opini, tetapi juga memengaruhi pola pikir serta kondisi emosional penggunanya. Tanpa kontrol diri yang baik, seseorang berisiko terjebak dalam arus yang menjauhkan dari nilai-nilai yang diyakini.

Dalam forum tersebut, IPNU-IPPNU Jabon menegaskan bahwa menjaga keutuhan diri menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika digital. Keutuhan diri tidak hanya mencakup aspek lahiriah (dohir) seperti perilaku dan penampilan, tetapi juga aspek batiniah yang meliputi pikiran, perasaan, akal, dan hati.

Ketika kedua aspek tersebut berjalan selaras, individu dinilai akan lebih mampu menghadapi tekanan sekaligus tetap memiliki arah hidup yang jelas.

Lebih lanjut, peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam beraktivitas di ruang digital. Generasi muda diharapkan mampu memilah informasi yang dikonsumsi maupun dibagikan, serta memahami dampak dari setiap aktivitas digital yang dilakukan.

Dengan demikian, ruang digital tidak hanya menjadi tempat konsumsi informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri yang sehat dan produktif.
Ketua PAC IPNU Jabon, M. Imam Sufajar, menambahkan bahwa upaya menjaga keutuhan diri tidak bisa dilakukan secara individu semata, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif.
“Ruang digital yang sehat harus dibangun bersama, dengan sikap bijak dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, IPNU-IPPNU Jabon berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjaga arah hidup, menemukan makna, serta memberikan kontribusi positif di tengah derasnya arus digital yang terus berkembang. (fj)

Syukuran Masuk Markas Yonif TP 836/Brahma Yodha

Probolinggo, Berdampak.net – Syukuran ini menjadi ungkapan rasa syukur atas penempatan di markas baru Yonif TP 836/Brahma Yodha. Momentum ini juga menandai awal pengabdian dengan semangat dan tanggung jawab yang lebih besar.

Kehadiran Yonif 836 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
Semoga membawa keberkahan, semangat baru, dan manfaat nyata bagi masyarakat Probolinggo.

probolinggosae

Yonif836

BrahmaYodha

pemkabprobolinggo

berdampak.net

Refleksi Hari Kartini: Ketua Umum DPM FISIP UWKS Serukan Perlawanan Terhadap Ketidakadilan Gender


Surabaya, Berdampak.net – Momentum peringatan Hari Kartini di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) berlangsung khidmat sekaligus membara. Bertempat di depan ikon kampus, Candi Penataran, pada Kamis (23/4), gerakan mahasiswa menyuarakan kembali hak-hak perempuan yang dinilai masih kerap terabaikan di ruang publik maupun akademis.

Dalam aksi tersebut, Adethri Torangi Simanjuntak, Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) UWKS, berdiri di hadapan massa untuk menyampaikan orasi perjuangan. Adethri, yang juga merupakan Kader GMNI UWKS, menegaskan bahwa emansipasi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah perlawanan yang harus terus dirawat.

Pendidikan Sebagai Pembebasan Pikiran

Di bawah naungan kemegahan Candi Penataran, Adethri menekankan bahwa sosok R.A. Kartini adalah “Sang Pemahat Fajar” bagi perempuan Indonesia. Mengutip pemikiran Kartini, ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah alat utama untuk memerdekakan pikiran.

“Dahulu, pendidikan bagi perempuan adalah kemewahan yang sulit digapai. Hari ini, meski banyak perempuan telah mampu menempuh pendidikan tinggi, pertanyaannya adalah: apakah perjuangan itu sudah selesai? Jelas belum,” tegas Adethri dengan lantang.

Menyoroti Stigma dan Standar Ganda di Kampus

Meski akses pendidikan telah terbuka, Adethri menyoroti realita pahit yang masih menghantui lingkungan kampus. Sebagai pimpinan mahasiswa FISIP, ia mengkritik keras fenomena ketidakadilan yang masih terjadi, seperti:

Stigma Kepemimpinan: Masih adanya pandangan kolot bahwa perempuan tidak cocok menduduki posisi pemimpin.

Standar Ganda: Kecenderungan lingkungan yang lebih tajam menilai penampilan fisik daripada kecemerlangan intelektual seorang perempuan.

Kekerasan dan Intimidasi: Seruan tegas untuk menghapus segala bentuk pelecehan, diskriminasi, dan intimidasi di lingkungan kampus.

Menyalakan ‘Api’ Keberanian Kartini Modern

Menutup orasi politiknya, Adethri mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tidak membiarkan satu pun perempuan tertinggal hanya karena merasa tidak mampu. Ia memberikan pesan kuat mengenai filosofi perjuangan Kartini.

“Kalimat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ tidak boleh hanya menjadi judul buku. Terang tidak akan ada jika kita tidak menyalakan apinya. Maka dari itu, mari kita nyalakan api keberanian itu di lingkungan kita sekarang,” serunya.

Adethri juga berpesan kepada para mahasiswi agar menjadi “Kartini Modern” yang memiliki prinsip kuat di masa depan. “Jadilah perempuan yang mampu mengatakan ‘tidak’ pada ketidakadilan. Teruslah bersinar dan jadilah mercusuar di tengah perlawanan itu sendiri,” pungkasnya.

Aksi yang berlangsung di pelataran Candi Penataran tersebut diakhiri dengan pekikan solidaritas “Hidup Perempuan yang Melawan!” dan “Merdeka!”, menandai komitmen mahasiswa UWKS dalam mengawal isu kesetaraan gender dan ruang aman bagi perempuan di kampus.

Demonstrasi Serangan Kilat Brigif 2 Marinir, Edukasi Tempur Modern Bagi Siswa Taruna Nusantara

Surabaya, Berdampak.net – Dispen Kormar, TNI AL (Surabaya). Aksi taktis dan penuh presisi ditunjukkan prajurit Brigade Infanteri 2 Marinir (Brigif 2 Marinir) saat menggelar demonstrasi serangan kilat di lapangan Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Rupanpur Brigif 2 Marinir ini menjadi momen edukatif bagi sekitar 400 siswa SMA Taruna Nusantara yang tengah melaksanakan kunjungan ke Bhumi Marinir Karangpilang. Mereka disuguhkan gambaran nyata tentang taktik dan strategi pertempuran modern yang diterapkan prajurit Korps Marinir di medan operasi.

Dalam simulasi tersebut, prajurit memperagakan skenario penghancuran sasaran musuh yang bersembunyi sekaligus tengah menyusun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Aksi diawali dengan patroli udara menggunakan drone pengintai guna mengidentifikasi posisi dan kekuatan lawan secara akurat.

Setelah target terdeteksi, tim tembak runduk bergerak cepat melumpuhkan sasaran prioritas. Tanpa memberi celah, tim penghancur kemudian melancarkan serangan kilat dengan manuver agresif, cepat, dan terkoordinasi, mencerminkan profesionalisme serta kesiapan tempur prajurit Brigif 2 Marinir.

Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana menanamankan nilai nilai semangat kejuangan bagi generasi muda.

“Melalui demonstrasi ini, prajurit Brigif 2 Marinir menunjukkan kemampuan dan kualitas bertempur sebagai prajurit petarung Korps Marinir. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman bagi siswa SMA Taruna Nusantara,” ujarnya.

Dengan adanya demonstrasi ini, para siswa tidak hanya menyaksikan aksi militer secara langsung, tetapi juga mendapatkan inspirasi tentang kedisiplinan, keberanian, dan kerja sama tim dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. (fj)

Meski Baru Dibentuk, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo, Peringkat 5 Terbaik Keaktifan dan Kinerja Organisasi se-Jatim

Batu, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Probolinggo berhasil meraih peringkat lima terbaik tingkat Jawa Timur dalam ajang Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO Jawa Timur tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan kinerja forum DPK di tingkat kabupaten/kota, di mana Probolinggo dinilai mampu menunjukkan progres signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Adapun peringkat terbaik diraih oleh:

  1. Kabupaten Gresik
  2. Kota Mojokerto
  3. ⁠Kota Sidoarjo
  4. Kota Malang
  5. Kabupaten Probolinggo

Yang menarik, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo termasuk organisasi yang masih tergolong baru, dengan usia kepengurusan sekitar 2–3 tahun. Meski demikian, keberadaannya langsung mendapat perhatian karena dinilai mampu bergerak cepat, aktif, dan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha di daerah.

Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Eddy Widjanarko, bahkan menyoroti capaian tersebut sebagai salah satu yang paling menarik dalam forum.

“Yang menjadi sorotan saya justru bukan peringkat 1 sampai 4, karena itu memang sudah sangat wajar dengan capaian mereka. Tapi Kabupaten Probolinggo, yang baru dilantik sekitar 2–3 tahun lalu, justru menunjukkan progres yang sangat cepat. Ini bukti bahwa organisasi yang dikelola dengan komitmen, kolaborasi, dan kerja nyata bisa langsung memberikan dampak,” ujarnya.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat menyampaikan bahwa capaian ini bukan semata soal peringkat, melainkan hasil dari komitmen bersama seluruh pengurus dan anggota dalam membangun organisasi yang lebih hidup, kolaboratif, dan relevan.

“Kami menyadari masih banyak yang perlu dibenahi, namun penghargaan ini menjadi motivasi bahwa arah yang kami tempuh sudah tepat. Kami akan terus memperkuat peran APINDO di daerah agar benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Selama ini, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo aktif mendorong berbagai program yang berfokus pada:

  • Penguatan jejaring antar pengusaha
  • Peningkatan kualitas SDM
  • Kolaborasi dengan stakeholder daerah bahkan regional , nasional dan international seperti ILO
  • Serta advokasi isu-isu dunia usaha

Ke depan, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo menargetkan tidak hanya meningkatkan peringkat, tetapi juga memperkuat perannya sebagai motor penggerak dunia usaha di tingkat daerah.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa organisasi yang relatif baru pun mampu menunjukkan kinerja optimal apabila didukung oleh kepemimpinan yang solid, kolaborasi yang kuat, serta program kerja yang tepat sasaran. (fj)